Tampilkan postingan dengan label KeilmuanLain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KeilmuanLain. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2018

9 Cara Memperbanyak Followers ala nisaahani

Hulalalahula…


Sebenernya sudah pernah di jawab di sini, tapi kayanya kali ini bakal lebih panjang kali lebar tips dan triknya cara mendapatkan banyak followers, mulai dari cara yang bener sampe kaga. Haha.

Cekidot...

Pada dasarnya, sebelum kalian siap dengan kelebihan dan kekurangan banyak followers, tanya ke diri kalian sendiri, "Apa yang akan saya lakukan jika banyak followers?"

Dulu, Hani mikir ngapain banyak followers sih? Tapi ketika dapat manfaat dari sosmed, baru dah tuh, berasa dapet konsepnya, males kalo ngasal posting. Terus mulai pengen banyak followers, karena selain keuntungan pribadi, ada keinginan ngeshare yang baik dan menanamkan kebaikan ke orang lain.

Nah, tanpa basa-basi, ini tips and triknya:

1. FFF a.k.a follow for follow
Jadi kalian follow banyak orang dan minta di folbek. Atau sebaliknya, kalian di follow dengan harapan kalian mempolbek.

Betewe, fff ini di bagi lagi jadi 2. Yang pertama asal follow atau folbek. Yang kedua, emang saling kenal atau saling mau kenal. Bahasa baiknya sih, nodong biar di follow. Haha.

Kelebihan: Dapet follower organik. Dan kemungkinan bertahan lama ngefollow kitanya, apalagi kalau orang yang aslinya kenal.
Kekurangan: Following-nya banyak. Kadang kaga sesuai sama hati nurani kita, karena cuma asal folbek. Terus kemungkinan bisa di unfollow setelah di folbek kalo sama akun-akun kebelet tenar.

2. Beli followers
Ini banyak pro kontranya sih. Dan jujur aja, ada aja yang nyarani Hani buat beli followers. Tapi, bagi Hani nggak worth it, kalau akun kitanya belum di kelola secara baik dan benar. Lagipula, Hani ogah keluar duit. Hahaha.

Kelebihan: Instan, nggak pakai lama.
Kekurangan: Keluar duit. Followers bisa turun suatu saat. Akun rentan di hack dan dijual tanpa kita ketahui (katanya).

3. Follow akun artis atau jualan atau bertema tertentu
Entah ini bener atau kaga, karena ini berdasarkan pengalaman pribadi aja sih. Jadi gini ceritanya, (ala pak erte mau cerita. haha) waktu itu kan Hani follow beberapa artis, nah pas Hani cek, yang kaitannya sama tuh artis dan akun fans nya, banyak yang follow Hani. Ya walaupun kayanya beberapa nge-unfollow lagi kalau tidak di folbek atau pas kita unfollow tuh akun artis, para fansnya ikutan unfollow. Terus pernah Hani tertarik suatu tema, sebut aja wedding. Hani follow gedung, katering, sepatu, dress pokoknya bertema itu lah, eh tetiba banyak akun bertema sama, follow Hani. Ya walaupun kadang di unfollow setelah di folbek. Haha.

Itu dulu pas Hani masih berfollowers receh. Kalau sekarang (menurut kalian Hani udah naik tingkat belum? haha), alhamdulillah misal Hani ngebahas sesuatu di insta story ada aja yang follow kaitan yang Hani bahas. Ya walaupun entah di unfollow lagi atau kaga. Kurang kepantau sekarang, palingan nominalnya aja.

Kelebihan: Bisa dapat followers sekaligus bisa liat feed sesuai dengan yang kita pengen.
Kekurangan: Untung-untungan. Kadang kaga berhasil juga sih. Terus jangan terlalu ngarep bertahan lama mereka ngefollow kita.

4. Pakai hastag segambreng
Dulu sih efektif buat dapaetin like atau followers, tapi kalau sekarang kalo gak salah ada batasan dari pihak sosmed sih, jadi kita kaga bisa lagi pake ratusan hastek. Terus entah kenapa kalau pake hastag segambreng dan tak sesuai berasa kebelet tenar bet. Jadi malah kaya nurunin value kita. But it's up to you beibeh. Toh kalau akun Hani di kepoin sampe postingan terakhir bakal ada foto dengan segambreng hasteg dan terkadang tak relefan. Haha. I'm human too, darling.

Kelebihan: Bisa dapat follower dengan niche sesuai dengan sasaran kita.
Kekurangan: Keramean tjoy caption-nya.

5. Perbagus feed
Katanya sih ini bikin enak diliat, tapi bagi Hani malah jadi keliatan sama semua gitu. Enak diliat tapi bukan berarti bakal di follow sama Hani. Bagi Hani ini sekilas di liat aja. Selera sih ya.

Kelebihan: Agensi dan pencari talent katanya suka yang feednya rapi.
Kekurangan: Belum jaminan di follow orang juga sih. Gak semua orang suka, kalo tipenya kaya Hani. Haha.

6. Konten yang bagus! Kualitas foto yang baik.
Ini jawara sih bagi Hani, tapi paling susah. Kita mesti nentuin konsep dari awal, terus kan namanya manusia kan ya, naik dan turun, banyak maunya, jadi agak sulit konsisten. Modalnya juga biasanya banyak.

Kelebihan: Ada rupa, ada harga. Isi yang baik, kaga menghianati hasil sih.
Kekurangan: Masih banyak akun berbobot tapi underrated sih. Jadi luck juga berlaku.

7. Bikin yang viral!
Ini untung-untungan sih. Kan masyarakat kita mah susah di tebak. Tapi jangan segitunya kepengen viral yak sampai menyampingan harga diri dan keselamatan.

Kelebihan: Kalau booming bisa masuk tipi. Di undang acara talkshow. Jadi artis dah. Hehe.
Kekurangan: Kalau terlalu maksa, walaupun kita eksis, tapi ya bukan di jalan yang baik eksisnya.

8. Postingan pamer kelebihan
Coba deh liat postingan cewe atau cowo cakep, rame kan? Apalagi cakep plus pake seragam apa gitu. Walaupun caption beda sama foto, fotonya mah selpi tapi captionnya bijak gitu. Eh, malah di bilang bijak, karena yang diliat fotonya duluan.

Kelebihan: Bukan hanya dapat followers, tapi kemungkinan bisa punya banyak fans garis keras.
Kekurangan: Siap-siap dapet komen atau dm kaga jelas. Hati-hati juga kena penyakit ain atau di body shamming-in.

9. Sering-sering interaksi
Follow duluan, spam like, komen tiap di foto. Kalau kita tulus dan menggugah, biasanya orang jadi penasaran terus di polbek dah.

Kelebihan: Selain dapet polower, kita bisa dapat temen yang bener-bener temen.
Kekurangan: Cape coy. Ngabisin waktu banget. Kan hidup kita kaga di sosmed doang sih.

Gimana... gimana? Silakan praktekan sesuai kemampuan dan kemauan. Karena punya banyak followers itu bukan sebuah achievment tiap orang. Kalau bagi Hani buat seru-seruan aja sih, sembari salah satu cara pemanfaatan sosmed dengan cara yang baik. Kan enak gitu ya, kalau kita iseng buka sosmed, isinya bikin kita berkembang jadi pribadi yang lebih baik atau dapat info apa gitu. Nah, karena sekarang Hani makin ambisi, jadi pengen lebih dari penikmat, ya Hani jadi pembuat kontennya. Dan konten lebih enak jika banyak yang liat.

Walaupun bertahap tapi tetep semangat menebar kebaikan. Dan sekarang pun walau masih berisi postingan berkonten iklan, tapi rapopo lah. Asal ngiklanin yang baik. Hehe. Alibi aja sih ini. Akibat niat yang baik, belum di imbangin rajin. Jadi, rajinnya karena iklan aja dulu. Haha.

Btw, kalau tips dan trik memeperbanyak followers ini belum berhasil, ya syudah lah ya monmaap. Hihi. Karena pada dasarnya kalau rezeki kita bukan banyak followers. Ya kaga bisa di paksa juga sih. Cari kelebihan lain aja. Pisss.

Terus kalau ada yang kepo rasanya punya followers sampe k k an gitu?

Biasa aja sih. Alhamdulillah. Hehe. Karena gimana ya, banyak followers, tapi nggak semua orang suka kita. Bisa jadi cuma mau kepo atau mantau. Jadi, yang penting niat kita baik aja gitu. Bodo amat dah orang mau gimana.

Oh ya, punya banyak followers, tidak berarti gede engangement ya gaes. Kalau kita minim interaksi, ya mungkin aja engangement kita lebih kurang dibanding yang followersnya dibawah kita. Ya mau gimana lagi, bagi Hani, setiap like atau komen itu mesti kita pertanggung jawabkan. Jangan asal. Bahkan liat insta story atau ngeswipe link atau foto orang juga mesti yang baik-baik. Kaya ada rasa malesin aja kalau ngeviralin yang tidak sesuai hati nurani. Suka songong emang anaknya. Biyaneee...

Pokoke, yang berhasil atau yang sudah praktekin, komen ya gaes. Atau postingan ini mau di share silakan, asal bukan di copas. Marah nanti sayanya. Selamat mencoba! :D


Salam,


Hani, yang pengen punya followers di atas 10k, biar bisa insta story nya ngeswipe. Haha

Sabtu, 11 Agustus 2018

Laporan Pajak Tahunan (SPT)? Harus Dong! Pusing? Nggak Dong!

Hulalalahula…

Para pegawai atau insan dewasa pada awal tahun biasanya ngerasain ribetnya Laporan Pajak Tahunan (SPT). Kaga ribet sebenernya, isi cuma bentar langsung selesai. Setelah merasa ekspert berdasarkan pdf panduan dari kantor (lama), alhamdulillah nggak nyampe lima menit, selesai. Tapi karena belum terbiasa dan belum segitunya paham, terus kaitan dengan duit lagi, jadi deg deg an uga kan ea. Udah sutrisna duluan. Amppooon dijee.

Tapi tenang gaes, Hani mau ngeshare biar kaga parno lagi tiap awal tahun. Ready? Cekidot.

Kapan kita mesti bayar pajak? Atau, modal apa yang di butuhkan agar kita jadi rakyat baik yang taat bayar pajak?

Ketika dirimu sudah dewasa dan mempunyai pekerjaan, wajib beut ya bayar pajak. Apalagi yang kerja sama orang lain atau negara, aka pegawai. Biasanya sebelum masuk kerja, saat urusan payroll dan administrasi, di tanyain, berapa nomor NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)-nya. Kalau belum punya, biasanya di suruh bikin atau di bantu buat bikinnya. Nah, kita- kita yang bayar pajak, istilahnya itu WP alias Wajib Pajak. Dan ternyata, WP itu bukan hanya perorangan, tapi bisa untuk perusahaan apapun bentuknya, walaupun masih CV. 

Betewe, sekarang walaupun freelance tidak sedikit ketika mau kontrak kerja, kita di tagih NPWP. Yups, kini NPWP semacam KTP buat urusan pajak. Penting tjoy!

Pokoke, NPWP itu wajib punya buat orang dewasa dan itu koentji buat bayar pajak, baik yang sudah berkeluarga maupun belum. Tapi kalau kalian wanita yang tidak ada perjanjian pisah harta atau penghasilan dengan suaminya, tidak wajib punya NPWP.

Cara bikin NPWP bagaimana?

Dateng aja ke kantor pajak terdekat. Dengan bermodalkan KTP serta surat keterangan kerja dari kantor, itu sudah cukup. Atau yang punya SIM dan paspor, silakan bawa buat jaga-jaga.

Tapi sih ya, sekarang enak, bisa daftar by online/e-Registration (E-REG DJP) di situs Dirjen Pajak (www.pajak.go.id).

Laporan Pajak Tahunan


Jadi, kurang lebih begini caranya agar kita bisa bayar pajak:

1. Buka situsnya (yaeyalah) www.pajak.go.id , lalu isi dengan lengkap dan sebenar-benarnya. Kaga usah dah sok tajir. Apa adanya aje. Negara kaga butuh pamer dirimu. Tapi jangan ditutup-tutupin juga.

2. Karena waktu itu dibantu kantor, jadi hasil pendaftarannya dikumpulin di finance kantor. Tapi kayanya sih ya, kalau ngurus sendiri, hasil pendaftarannya dicetak lalu diserahkan ke kantor perwakilan pajak (KPP) terdekat, atau diposkan melalui Pos Tercatat, atau dengan scan dokumen.

3. Ketika sudah mendapatkan NPWP. Lalu, kita perlu E-fin, yaitu nomor identitas yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pajak bagi WP yang akan melakukan transaksi elektronik. Untuk mendapatkannya, bisa dengan mengajukan permohonan e-fin melalui internet atau KPP setempat.

4. Nah, semua NPWP dan e-fin itu biasanya berguna ketika bulan Maret, detik-detik terakhir bayar pajak. Haha. Biasanya pada ribet dah tuh. Padahal, langkah selanjutnya buka aja https://djponline.pajak.go.id/account/login. Masukkan nomor NPWP dan Password. Jika belum terdaftar, lakukan pendaftaran dulu untuk mendapatkan password.

5. Dan biasanya, kantor ngasih Bukti Potong PPh Pasal 21 (Lampiran A2). Btw, kalau freelancer Hani belum tau sih, tapi katanya kita bisa dapetin bukti potongan pajak ini ke perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa kita. Di tahap ini, pastikan email yang Anda gunakan saat mendaftar efiling masih bisa digunakan.

6. Nah, buat kalian pegawai bergaji dibawah Rp 60 juta per tahun, isi formulir SPT 1770 SS. Tapi bagi pegawai yang gajinya di atas Rp 60 juta per tahun, isi formulir SPT 1770 S. Bagi pemilik usaha atau pekerja bebas, ada tombol upload SPT.

7. Jika sudah selesai mengisi aneka ketentuan di dalam e-filing, jangan lupa untuk menyimpan serta meminta kode verifikasi untuk pengiriman e-SPT, yang akan dikirimkan melalui email atau SMS.

8. Lalu, kirimkan SPT secara online dengan mengisikan kode verifikasi tadi. Terakhir, simpan notifikasi status e-SPT dan Bukti Penerimaan Elektronik yang akan diberikan kepada WP melalui email.

Karena Hani tertarik jadi freelance, Hani kepo-kepo gitu deh di https://ilovelife.co.id/blog/buat-laporan-pajak-tahunan-spt/ buat ketentuan bayar pajaknya. Dan katanya pekerja bebas menerima potongan pajak yang lebih besar daripada pegawai atau pekerja kantoran. APAAAHHH???

Nilai potongan pajak itu adalah sebesar 2,5 juta rupiah per bulan. Jadi, jika pendapatan 15 juta rupiah per bulan, yang terkena pajak hanyalah 12,5 juta rupiah. Pajak yang dikenakan untuk penghasilkan pekerja bebas adalah 5% untuk pendapatan di bawah 50 juta rupiah (sebelum dikenai potongan pajak) per tahun, 15% untuk pendapatan di atas 50 juta, dan 25% untuk pendapatan di atas 100 juta.
Tetapi, potongan pajak ini dikenakan secara bertahap. Artinya, jika penghasilan Hani lebih dari 120 juta, tidak serta-merta Anda membayar pajak sebesar 30 juta per tahun. Potongan pajak 5% dikenakan pada 50 juta pertama, 15% pada 50 juta berikutnya, dan 25% untuk sisanya. Jadinya, Hani yang berpendapatan 120 juta rupiah per tahun, (Aamiin ya Allah) perlu membayar 2,5 juta untuk 50 juta pertama, 7,5 juta untuk 50 juta kedua, dan 5 juta untuk sisanya. Total pajak yang harus dibayar adalah 15 juta rupiah. Banyak uga sih. Tapi, buat negara apa seh yang nggak.
Masih bingung dan ngeri-ngeri cemas? Tenang!

DJP sudah memberikan tool Wizard, bagi yang tidak paham cara pengisian form SPT. Memang agak lama, tapi bisa mengerti cara pengisiannya tanpa takut salah. Cara ini sangat memudahkan untuk mengisi form SPT, langkah demi langkah. Satu kemudahan lain, DJP juga memberikan akses bantuan melalui telepon jika mengalami kesulitan melakukan pengisian SPT secara online. Tinggal telpon 1 500 200 (Kring Pajak).
Bisa kan? Ya udah yuk, siap-siap bayar pajak tahun depan tanpa ucing ucing lageehh. hehe.
Salam,


Hani, masyarakat taat pajak

Selasa, 26 Juni 2018

Cara bagaimana mendapatkan pekerjaan yang layak



Hulalalahula…

Yang lagi bingung tentang kerjaan, mau di bawa kemana karir akan melangkah, mau jadi apa 5 tahun lagi, apa pencapaian kita nanti 3 tahun lagi, sudah punya harta dan karya apa yang bisa dibanggakan 10 tahun lagi, dll. Cekidot postingan Hani kali ini dengan seksama yes?


Peringatan: Kalimat di postingan kali ini akan sedikit berbeda dari biasanya, karena postingan ini bekerjasa sama dengan Jooble, website untuk mencari lowongan pekerjaan. Yang mau cari job lama atau baru, daftar gih buru.



Pada zaman yang cukup kompetitif ini kita bekerja karena harus, bukan karena mau. Kadang-kadang, kita bahkan bekerja hanya karena punya suatu job dan mendapatkan jumlah sedikit uang darinya. Dalam situasi seperti ini kita berada di sebuah sangkar tanpa melihat kesempatan perkembangan apa pun. Berikut ini perwakilan perusahaan Jooble, agregator lowongan kerja internasional, telah share beberapa tips bagaimana kalian dapat menemukan pekerjaan impian sesuai dengan kepentingan kalian.


Tentu saja, faktor utama dalam memilih profesi adalah uang. Namun, jangan pernah memprioritaskannya. Sangat susah untuk bekerja setiap hari hanya demi gaji yang akan diterima pada akhir bulan tanpa menyukai bidang aktivitas kalian.  Untuk apa menghabiskan seluruh hari di kantor yang dibenci, hanya karena membutuhkan kompensasi material saja. Supaya dapat menghindari situasi tersebut, silahkan membuat analisa diri sendiri sesuai dengan tips-tips di bawah ini.

1. Tes “cinta” terhadap profesi


Coba jawab pertanyaan “Apa yang akan di lakukan jika punya cukup banyak uang? Apakah bisnis ini akan memberikan uang di masa depan”? Jika kalian akan jawab bahwa Anda puas dengan aktivitas sekarang dan ingin terus berkebang di bidang tersebut – selamat, ini berarti bahwa kalian berada pada jalan yang benar. Kalau seandainya tidak, coba menganalisa kembali hidup dan karir kalian.


2. Pengetahuan dan keterampilan


Sangat baik jika kalian dapat menyadari kekurangan dan kelebihan diri kita serta secara jujur menilai tingkat keterampilan profesional kalian. Contonya, jika kalian punya bakat berpidato dan berpresentasi di depan publik, kurang cocok jika memilih bekerja sebagai staf programmer. Sadarilah dan coba mengerti kemampuan dan skills diri sendiri supaya dapat memilih jalur aktivitas yang benar dan sesuai dengan bidang yang di minati.

Dan jika kalian senang dengan musik tapi kurang paham dengan segi teknisnya, dirasa kurang untuk memilih bekerja di bidang tersebut secara professional. Coba jadi musical producer, jika memang senang bergerak di bidang show business dan berkomunikasi dengan para artis.

3. Jangan takut mengembangkan diri


Selalu mengembangkan apa yang sudah dimiliki, baik pengetahuan, maupun keterampilan profesional atau sekadar hobi. Coba lebih banyak membaca dan cari tahu tentang bidang aktivitas yang di minati atau berkomunikasi dengan para ahlinya.

Mungkin saja akan kena kritik dari teman-teman atau rekan kerja. Biar saja… Pelan-pelan kalian tetap akan mendekati mimpi, asal melakukan aktivitas yang diperlukan secara rutin dan sistematis.

Selasa, 18 Oktober 2016

Kenapa rel kereta banyak kerikil?

Hulalalahula…

Bahasan blog Hani masih tentang jawaban rasa penasaran Hani ya. Nah, selanjutnya...

Pertanyaan yang muncul ketika Hani naik kereta.

Kenapa di rel kereta api banyak kerikil?

Jawabannya:
  1. Kerikil berfungsi sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik.

  2. Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.

  3. Berfungsi juga untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya.

  4. Selain itu, dapat menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Eh, tapi kalau rel kereta api di jalan raya atau di jembatan kok gak ada batu kerikilnya? Tau kenapa?

Itu dikarenakan semua fungsi batu kerikil sudah dialih fungsikan oleh mekanisme lain. Misalkan, di jalan raya beraspal. Itu karena aspal sudah mengganti peranan batu kerikil. Di jembatan juga begitu. Jadi tidak perlu lagi kerikil.

Sumber: disini

Pesan Hani jangan pernah takut, malu, atau memendam rasa penasaran, kita mesti cari tau kebenarannya. Tapi, kita mesti bijak sampai mana kita merasa puas.

Salam,

Hani, yang selalu ingin tahu.

Senin, 17 Oktober 2016

Plat RI

Hulalalahula…

Melihat plat RI mondar-mandir sudah nggak asing di Jakarta. Tapi, kadang speechless gitu, masa malem-malem lewat pake plat RI. Pulang kerjakah? Atau mau kemanakah? Kan selain penasaran, jadi pengen nebeng. Hehe.

Dan Hani pun men-searching. Berikut ini hasilnya:

Plat RI 1 untuk kendaraan Presiden
Plat RI 2 untuk kendaraan Wakil Presiden
Plat RI 3 untuk kendaraan Istri/Suami Presiden
Plat RI 4 untuk kendaraan Istri/Suami Wakil Presiden
Plat RI 5 untuk kendaraan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Plat RI 6 untuk kendaraan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Plat RI 7 untuk kendaraan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
Plat RI 8 untuk kendaraan Ketua Mahkamah Agung (MA)
Plat RI 9 untuk kendaraan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)
Plat RI 10 untuk kendaraan Ketua Badan PemePlat RIksa Keuangan (BPK)
Plat RI 11 untuk kendaraan Menteri RI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)
Plat RI 12 untuk kendaraan Menteri RI Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian)
Plat RI 13 untuk kendaraan Menteri RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra)
Plat RI 14 untuk kendaraan Menteri RI SekretaPlat RIs Negara (Mensesneg)
Plat RI 15 untuk kendaraan Sekretaris RI Kabinet (Sekab)
Plat RI 16 untuk kendaraan Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri RI)
Plat RI 17 untuk kendaraan Menteri Luar Negeri RI (Menlu)
Plat RI 18 untuk kendaraan Menteri RI Pertahanan (Menhan)
Plat RI 19 untuk kendaraan Menteri RI Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)
Plat RI 20 untuk kendaraan Menteri RI Keuangan (Menkeu)
Plat RI 21 untuk kendaraan Menteri RI Energi dan Sumber Daya Mineral
Plat RI 22 untuk kendaraan Menteri RI Perindustrian RI
Plat RI 23 untuk kendaraan Menteri RI Perdagangan (Mendag)
Plat RI 24 untuk kendaraan Menteri RI Pertanian (Mentan)
Plat RI 25 untuk kendaraan Menteri RI Kehutanan (Menhut)
Plat RI 26 untuk kendaraan Menteri RI Perhubungan (Menhub)
Plat RI 27 untuk kendaraan Menteri RI Kelautan dan Perikanan
Plat RI 28 untuk kendaraan Menteri RI Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans)
Plat RI 29 untuk kendaraan Menteri RI Pekerjaan Umum (Menteri PU)
Plat RI 30 untuk kendaraan Menteri RI Kesehatan (Menkes)
Plat RI 31 untuk kendaraan Menteri RI Pendidikan Nasional (Mendiknas)
Plat RI 32 untuk kendaraan Menteri RI Sosial (Mensos)
Plat RI 33 untuk kendaraan Menteri RI Agama (Menag)
Plat RI 34 untuk kendaraan Menteri RI Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar)
Plat RI 35 untuk kendaraan Menteri RI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
Plat RI 36 untuk kendaraan Menteri RI Negara Riset dan Teknologi (Menristek)
Plat RI 37 untuk kendaraan Menteri RI Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Plat RI 38 untuk kendaraan Menteri RI Negara Lingkungan Hidup
Plat RI 39 untuk kendaraan Menteri RI Negara Pemberdayaan Perempuan
Plat RI 40 untuk kendaraan Menteri RI Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Plat RI 41 untuk kendaraan Menteri RI Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
Plat RI 42 untuk kendaraan Menteri RI Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Plat RI 43 untuk kendaraan Menteri RI Negara Badan Usaha Milik Negara
Plat RI 44 untuk kendaraan Menteri RI Negara Perumahan Rakyat
Plat RI 45 untuk kendaraan Menteri RI Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Plat RI 46 untuk kendaraan Jaksa Agung
Plat RI 47 untuk kendaraan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Plat RI 48 untuk kendaraan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri RI)
Plat RI 49 untuk kendaraan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
Plat RI 52 untuk kendaraan Wakil Ketua DPR
Plat RI 59 untuk kendaraan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

Sumber: google

Jadi, kalau nanti ketemu plat RI ini disapa aja. Emang kenapa disapa? Ya, sapa aja. Hehe.

Salam,



Hani, yang bercita-cita presiden.