Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2016

Punya Keluhan? Laporkan Langsung!

Hulalahula...

Macet parah di jalan tol Tangerang menuju Jakarta di jam pergi/pulang kerja mungkin sudah dimaklumi beberapa orang. Tapi bagi Hani, ini bukan sesuatu yang dimaklumi lalu didiamkan tanpa ada tindakan penanganan. Harus ada tindakan nyata segera. Sesuai dengan slogan baru, KERJA NYATA!

Nah, buat kalian yang cuma koar-koar macet di sosial media (apalagi naik koar-koar macetnya sambil naik kendaraan pribadi), Hani menyarankan sih koar-koarnya sambil mention akun terkait atau kalau ada pulsa lebih, telepon langsung ke call center yang sudah tertera.

Kalau kita langsung bilang ke pihak terkait, ibaratnya tuh kita langsung memberi tahu, kesalahan mereka tuh dimana sih, bukan cuma membicarakan dibelakang. Mereka tuh sebenernya butuh feedback dari pengguna, tapi kita sukanya ngedumel tanpa tindakan berarti.

Contoh nyata dari Hani nih, ya. Kalau kejebak macet di tol, langsung mention twitter @PTJASAMARGA , jangan lupa mention @kemenhub151 juga, kasih foto biar lebih bukti nyata.

Segera ditangani tidak sih laporan kita? Kalau mention twitter @PT_Transjakarta sih ada progres menurut Hani. Apa karena Hani komennya hampir tiap hari? Apalagi kalau posisinya Hani kena macet/nunggu lama bisnya/lainnya, Hani mention sudah kaya pacar posesif. Gencar banget dengan variasi keluhan.

Eh, tapi Hani tidak cuma mention keluhan ya. Hani menyertakan saran buat perbaikan kedepannya. Sama saja sih kaya kita punya keluhan ke temen, jangan cuma dikomentarin doang, kasih saran juga.

Kalau pihak twitter @kai121 @PTJASAMARGA @kemenhub151 dll sih belum ada progres nyata menurut Hani, padahal Hani sudah mention mereka dengan gencar. Mereka tuh paling sering bales kalo kita mention di twitter, tapi belum ada penanganannya nyata.

Memang balasan dari mereka apa? Kalau menurut Hani sih balasan mereka mayoritas sudah kaya susu didiemin dua hari. Tidak usah disebutlah ya maksudnya apa. Soalnya tidak ada tindakan nyata.

Hani pernah mention twitter @kai121, terkait tidak ada kondisi toilet Stasiun Tangerang yang belum maksimal, dari pihak terkait sih balas mention bla...bla... tapi sampai sekarang masih gitu-gitu saja tuh keadaannya. Parah keluhan pelanggan didiamkan. Tapi walaupun gitu, tetep mention mereka. Soalnya mereka tetep butuh feedback dari kita.

Tau call center atau sosial media mereka darimana sih? Ada sebuah mesin canggih saat ini, namanya gugel. Silahkan searching. Hehe.

Cobain sendiri dah gimana mention pihak terkait. Jangan takut, toh niat kita pengen Indonesia lebih baik. Pada dasarnya, keluhan/komentar/saran dll jika dikelola dengan bijak dan baik, akan membuat kita atau pihak terkait jauh lebih baik lagi.

Salam,

Hani, yang ngepost langsung dari kemacetan 3 jam menuju Jakarta

Kamis, 21 Juli 2016

Share: Pengalaman pakai 4G

Hulalalahula…

Sudah mencoba jaringan 4G belum, gengs?

Hani sudah dongs, karena Alhamdulillah hp, kartu, dan kota Hani sudah bisa 4G.

Yups, untuk menikmati 4G pastikan hpnya sudah bisa untuk 4G (bisa liat-liat disini hp apa saja yang sudah 4G), kartunya sudah diubah ke 4G (datang langsung saja ke gerainya), dan daerahnya sudah ada 4G (kalau belum tau, bisa mention langsung ke akun providernya untuk menanyakan).




Pertamanya, Hani nggak mau pindah ke 4G, karena konon katanya, 4G menghabiskan banyak kuota. Engingeng... Ternyata setelah dipakai... jengjengjeng... haha apadah.

Nggak juga kok. Kalau nggak dipakai juga utuh, kalau dipakai terus, ya habis lah.




Dengan adanya 4G, sangat menguntungkan Hani yang bertempat tinggal amfibi. Di kantor mayoritas 4G, sedangkan di rumah mayoritas 3G.

Jadi begini, paket data sekarang kan mayoritas jaringannya terbagi 3G dan 4G. Dan jika, hp/kartunya belum bisa 4G, ya kuota 4G-nya terbuang sia-sia. Begitu pula sebaliknya, kalau di daerahnya mayoritas 4G, kuota 3G-nya akan terbuang sia-sia.

Kan sayang tuh, buang-buang kuota. Sedangkan Hani sebagai amfibi, tidak membuang kuota cuma-cuma. hahaha.




Masalah cepat, beuh alhamdulillah cepat. (jempol dua. hehe) Hobi streaming Hani benar-benar terfasilitasi dengan adanya 4G ini. Hahaha.




Ribet? No! Penggunaan 4G dan 3G terjadi secara otomatis. Jadi, kalau di daerah ada 4G, paket data yang digunakan dan dipakai 4G, jika tidak ada 4G akan otomatis turun ke 3G kualitas dan paket yang digunakan. Sekali lagi, OTOMATIS! Ribet? No way!




Mahal? Sama seperti paket data lainnya, pintar-pintar kita sebagai user pilih paket yang mana. Kalau di indosat, ada namanya paket freedom setahu Hani, semua paket itu menggratiskan 4G.

Kalau mau lebih murah lagi, beli paket data di Hani. Harga miring, semiring kendaraan umum Jakarta-Tangerang 157. Hahaha. (oke fine, nggak semua lawakan ini pada mengerti. T.T)




So, masih belum mencoba? Coba dongs.

Salam,

Hani, yang semakin maniak internet.