nisaahani: blogger yang suka sharing review

Jumat, 25 Januari 2019

Resolusi 2019: Menjalani 5 Lifestyle Baru yang Kece

Hulalalahula...


Padahal ya, di ig bilang, kaga mau share resolusi 2019. Eh, malah share di blogBaeqlah... namanya juga manusia. Huft. Dan karena alasan manusia pula, akutu banyak keinginan. Alhamdulillah-nya mau berusaha. Jadi masih bisa di maklumi lah ya. Haha. Pembelaan diri.

Nah, salah satu target di tahun ini adalah menerapkan beberapa lifestyle kece. Tidak, tidak ada yang salah dengan gaya hidup diriku. Cuma mau di tingkatin aja. Biar makin cetar ulala.

Kalau selama ini sudah menerapkan lifestyleno ngutang nan apa adanya, go green, dan minimalist. Walau pas di kaji ulang, ternyata masih banyak milih-milihnya. (Untuk lifestyle go green dan minimalist sepertinya akan diceritakan lebih banyak di post selanjutnya)

Tapi Alhamdulillah-nya, lifestyle no hutang dan apa adanya masih bertahan dan gak ada excuse apa-apa. Jika kepengen beli rumah, mobil, motor, hp dll, ya kalo ada budget-nya ya beli, gak ada ya nabung. Alhamdulillah ya Allah. Ini wajib kudu harus dipertahankan banget.


The next lifestyle targets


Ternyata eh ternyata, di dunia ini masih banyaknya lifestyle kece lainnya yang tentunya bikin tergiur untuk diterapkan. Seperti, Islam lifestyle, business lifestyle atau anak sholehah lifestyle.

Emang itu hanya penyebutan diriku saja. Tapi intinya masih banyak lifestyle lain yang kayanya bagus untuk diterapkan.

Dan, apa aja sih resolusi 2019 seorang nisaahani yang berkaitan dengan lifestyle?

1. Health lifestyle


Walaupun berguru pada internet dan udah modal matras (yang mana dulu selama setahunan matrasnya malah cuma jadi alas duduk). Di tahun ini, bismillah mau lebih rutin olahraga. Beneran sama gurunya langsung.


Karena pas nyoba beneran sama ahlinya, beneran kerasa banget khasiatnya. Kan beberapa bulan lalu, punggung saya terkadang sakit. Eh, abis olahraga sama trainer di dunia nyata, yang benerin gerakan kita jika salah, alhamdulillah hilang sakit punggungnya.



(foto dari fanspage yogayogi Tangerang dan di edit lagi oleh nisaahani. Cie olahraganya di foto-foto. Can you find me? Hihi)

Selain olahraga, tahun ini mau benerin pola makan. Sudah liat kan muka pas jerawatan? Nah, sekarang lagi nerapin minim mengkonsumsi nasi dan gula. Sebenernya bukan hanya karena jerawat atau diet. Tapi pengen jauh lebih sehat. Tubuh titipan, oleh karena itu, mesti di jaga dan rawat dengan baik.

Beneran deh, nasi itu bisa ngurangin berat badan. Tahun lalu kan diriku terserang kurang minat makan nasi, keseringan makan junk food, ngemil sering tapi dikit karena gampang kenyang, dan akhirnya berdampak ke berat badan. Tadinya berat badan hampir 50an, jadi tinggal 42 atau 43 gitu. Dahsyat. Tapi tau itu terlalu ekstrim. Sangat tidak sehat. Jadinya sekarang walaupun mengurangi nasi, tapi lauknya makin banyak. Haha.


Mulai tahun lalu juga, nerapin minum jus hampir tiap hari. Bisa liat di twitterakutu hampir tiap hari jus wortel tanpa ampas. Dan alhamdulillah matanya kaga nambah minus maupun silendernya. Namun, kalo dulu hanya tanpa ampas, sekarang ini tambah tanpa gula. Kalaupun pakai gula, cuma dikit banget. Bener-bener ngurangin gula.



------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

2. Islam lifestyle


Perbanyak ilmu agama dan beradab sesuai dengan adab di Islam. Sesimpel mau makan bismillah, lalu pas sudah selesai alhamdulillah. Sholat 5 waktu tepat waktu, di tambah sholat sunnah, dan masih banyak lainnya.


Agak segan share banyak, karena beberapa orang kalo liat bebau agama, reaksinya sama kaya liat politik. Bawaannya udah alergi aja. Ditambah lagi belum siap kalo di hakimin orang. Jadi, cuma minta tolong di doain aja. Mungkin di masa lalu ada salah, bahkan mungkin sedetik lalu masih salah. But, please forgive me and di doain kedepannya tidak di ulangin lagi. Dan tolong, jangan kaitin agama sama tindakan saya yang di rasa salah. Kalau salah, itu murni dari saya pribadi.


3. Anak sholehah lifestyle


Coba bayangin, kalau sebulan lagi, dirimu udah jarang ketemu ortu?


Tentunya pengen melakukan yang terbaik kan? Mungkin di pekerjaan atau untuk diri sendiri, kamu selalu melakukan yang terbaik. Tapi untuk orang tua, sudah melakukan yang terbaik belum?


Mungkin selama ini udah nurut terus sama ortu, tapi udah berusaha lebih perhatian belum sama mereka di tengah kerja keras bagai qooda? Udah nanya mereka ngapain aja hari ini? Lagi pengen apa? Udah bantuin ortu belum? Sesimpel nyuci piring.


Pokoknya tahun ini, selama bisa quality time sama ortu ya bener-bener totalitas.




4. Mandiri bebersih lifestyle


Entah ini nama katagorinya apa, tapi udah dari tahun lalu ngebiasain kalau abis makan di restoran cepat saji atau restoran lain yang memungkinkan, di benahin sendiri sampahnya. Bener-bener sampai ke tempat sampah dan nampannya di taro di tempatnya.


Terus kalo abis makan di restoran, tapi kita masih mau nongki. Wadah bekas makan, di tumpuk tengah (berusaha) yang rapi. Biar abangnya lebih cepet kalo mau ngerapain meja kita.


Kalau abis makan atau kegiatan yang kita mengharuskan buang sampah, akan sangat sangat berusaha buang sampah sendiri. Atau setidaknya kasih ke petugas pembersihnya, biar tetap bersih tempatnya.


5. Business woman lifestyle

Tahun ini bismillah pengen buka banyak usaha yang insyaallah bisa menghasil banyak uang minimal sampai 20 tahun kedepan. Bisnis apa? Rahasia dong.


***
Hmmm... lifestyle kece apalagi ya yang menarik?

Kurang lebih itu sih 5 lifestyle baru -yang pas lagi nulis keingetan- dan pengen di laksanain rutin di tahun 2019 ini.


Karena seneng sendiri pas lifestyle ini berdampak baik ke diri sendiri dan orang lain. Coba aja bandingin. Ortu pasti lebih seneng sama kita, orang sekitar juga jadi lebih seneng. Lakuin deh. Simpel tapi efeknya dahsyat.


Semoga terlaksana dan menjadi kebiasaan ya buat kita semua, khususnya saya. Aamiin. 

Salam,


Hani, yang senang jadi virus kebaikan

Kamis, 24 Januari 2019

Kenapa Bangga Jadi Blogger? Dan Resolusi Tahun 2019 Agar Semakin Bangga.

"Penghasilannya lumayan ya, Han? Kok bisa? Gimana caranya? Dari blog ya awalnya?"

Itu sih yang sering orang tanyakan. Meski sudah di jawab sedikit di postingan beberapa waktu lalu.

Karena mungkin saya salah satu warna berbeda di antara mayoritas di lingkungan saya, jika saya mendiskripsikan diri saya secara gampangnya. 

Berlatar belakang yang tidak ada kaitannya dengan dunia tulis menulis, mungkin menyebabkan mereka penasaran.

Hayo tebak apa latar belakang saya? Hehe.

Semakin di jalanin semakin terlena saya di dunia blogging. Hmmm... Pastinya itu dikarenakan beberapa manfaat nan membanggakan yang sudah saya dapat. Sehingga bisa membuat saya bertahan.

Karena setelah hampir sembilan bulan mempunyai blog berbayar, selain bertambahnya pengetahuan, pengalaman, dan teman. Saya mempunyai beberapa pencapaian yang menimbulkam kebanggaan tersendiri.

Seperti, ada rasa bangga saat orang lain bisa terpengaruh oleh saya. Makanya, jadi tantangan sendiri untuk terus memberi pengaruh baik ke orang lain.

Lalu, ada rasa senang saat bisa menghasilkan puluhan kali lipat dari modal awal membuat blog tld. Ya walaupun banyak sumbangsih dari media sosial lainnya. 

Selain itu, saya juga bisa jalan-jalan keluar kota tapi di bayar. Bisa mengajak anggota keluarga berlibur gratis, di bayarin salah satu brand.

Makan hedon, belanja, dan menginap gratis. Pokoknya serba gratis, malah mayoritas di bayar. Jadi, bisa di bilang sembilan bulan terakhir hidup saya bersponsor. Tentunya secara halal. Hehe.


------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------

Sungguh profesi yang membanggakan di era digital ini. Bisa dipastikan banyak generasi milenial yang tertarik.


blogger indonesia
Desain canva yang di edit oleh nisaahani
Namun, untuk pencapaian lainnya seperti menang lomba dari blog atau jadi pembicara, memang belum. Walaupun sudah berkali-kali menang lomba dari media sosial lainnya. 

Tapi, semoga mulai tahun 2019 dan seterusnya, saya bisa menang lomba blog minimal 12x dalam setahun. Oleh karena itu, minimal dalam sebulan saya harus mengikuti beberapa lomba blog.

Lalu, saya berusaha seminggu sekali posting di blog atau youtube rutin setiap sabtu jam setengah 6 pagi.

Tapi hingga sekarang belum terwujud. Hingga kini waktu posting-nya masih acak, sesuai kebutuhan. :(

Kemudian, saya ingin meningkatkan kualitas blog dan media sosial saya lainnya.  Baik kualitas konten, followers, maupun interaksinya.

Dulu saya bisa berkilah, pekerjaan utama saya membuat saya kurang fokus ke media sosial atau blog. Tapi ketika kenal lebih banyak teman blogger, ternyata mereka banyak yang lebih sibuk dari saya. Namun, tetap menjaga performanya di media sosial atau blognya. Sehingga saya malu untuk beralasan. 

Bukan kitanya sibuk, tapi kitanya yang belum bisa membagi waktu.

nisaahani
Desain canva yang di edit oleh nisaahani

Resolusi selanjutnya, saya ingin mendapatkan leptop, kamera, light ring, hp, dan peralatan lain untuk ngeblog maupun vlog secara gratis. Selain tetap mendapatkan fee atau gratisan dari blog atau sosial media lainnya. 

Dikarenakan jika membeli sendiri, saya sangat penuh pertimbangan. Sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kan jika di kasih, bisa langsung pakai. Hihi.


Hmmm... Apalagi ya? Sejauh ini, masih itu sih yang terpikirkan. Banyak sih, tapi kan tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. 


quote
Desain canva yang di edit oleh nisaahani

Semoga di tahun 2019 ini, saya bisa jauh lebih bermanfaat, produktif, dan memesona daripada tahun sebelumnya. Aamiin. 

Salam,



Hani, yang berusaha menang lomba. Hehe.


Rabu, 16 Januari 2019

Healing Time di Bromo

Hulalalahula...

Pasti pernah kita ngerasa pengen healing time. Biar tau, kita udah bener belum sih jadi manusia? Udah tau belum tujuan kita hidup apa sih? Mau kaya gimana sih hidup kita? Bermanfaatkah yang kita lakuin selama ini? Udah mengenal diri kita belum? Masih ada ganjalan apa aja? Apakah yang kita lakukan selama ini benar atau salah?  Dan pertanyaan lain di hati kecil kita yang kadang gak di gubris. Entah demi apa, demi uang lah, demi jabatan, networking, gengsi atau karena kita emang masih ikut-ikutan aja. Belum paham dengan kehidupan.

Duileh, berat ya bahasannya kali ini. Tenang, cuma mau mengajak refleksi diri (terutama untuk diri sendiri). Karena, walaupun kita selalu berusaha melakukan kehidupan secara baik dan benar. Ada aja kesalahan dikarenakan ketidaktahuan. Meskipun biasanya hati kecil, otak, organ tubuh lainnya atau semesta terkadang bisa mengisyaratkan jika kita melakukan yang tidak sesuai. Sayangnya kita kurang paham akan kodenya.

Dan jalan-jalan menurut saya adalah salah satu cara menjawab segala pertanyaan dari hati kecil kita. Jadi, jalan-jalannya gak cuma memenuhi wishlist aja. Tapi bagaimana caranya biar memperbaiki diri lagi dan lagi. Atulah masa mau sama aja tiap detiknya, mesti lebih baik dari diri kita sebelumnya lah.

************************************************
Btw, sekali lagi diriku mengingatkan, bahwasanya bilamana apabila yang mana... hihi... diriku belum baik banget, cuma pengen terus membaik dan mengajak kebaikan aja. Biar di kelilingi orang baik. (kaga perlu di bold kan paragraf ini?)
************************************************

Untuk jalan-jalannya bebas sih mau kemana, mau ke gunung kah biar ala-ala Soe Hok Gie atau ke daerah perdesaan juga boleh. Terserah gengs. Tapi cobain deh ke Bromo atau gunung lainnya. Sunrise dan alamnya healing banget.

Dikarenakan gunung lainnya yang pernah dikunjungi mesti mendaki sampai beberapa jam. Sehingga menyebabkan sudah lelah duluan, jadinya yang di rekomendasikan Bromo aja. Tinggal naik jeep tengah malam, nyampe bisa liat sunrise. Kalau ada tempat lain yang mau direkomendasiin, komen aja di bawah yak.


------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Malam itu, saya di jemput teman beserta rombongannya. Dari Surabaya menuju Bromo. Sekitar subuh tiba dekat lokasi untuk melihat sunrise-nya. Setelah numpang sholat di rumah warga, kita lanjut ke tekape menanti matahari.

Semua mengambil posisi agar bisa melihat di posisi yang tepat. Lalu terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Masih sepuluh menit lagi sepertinya, jadi diriku mulai memejamkam mata. Berusaha menyembuhkan dan menerima diri sendiri sembari menikmati alam dalam kegelapan. Bersyukur dengan semua yang telah di punya, termasuk masa lalu. Agar bisa mengambil pelajaran dan menjadi lebih baik.

Lalu, mataharinya terbit. Bagus. Menyembuhkan dan menyegarkan.


healing time

Setelah puas menikmati sunrise, yang tentunya di abadikan dengan berkali-kali jepret. Kemudian kita cus ke lokasi lain, ke bukit teletubis. Sebuah padang sabana cantik yang tak kalah dari padang sabana di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.


bromo
(karena lagi tren #TenYearsChallenge, jadi pengen upload foto yang ini. Belum 10 tahun lalu sih, tapi ini udah jadul bats. Haha) 

Lalu, kita ketempat lain sekitar Gunung Bromo. Dan paling puncaknya sih ke kawahnya. Tapi meskipun jalur di kawah Bromo sudah di fasilitasi dengan anak tangga sebanyak 250 buah, saya belum berhasil ke sana.

Karena sudah kena debu yang super berangin di pasir berbisik. Ditambah lagi gegayaan mau mendaki sekitar 2,5 km dari tempat pemberhentian jeep ke anak tangga pertama sebelum puncak kawah. Akhirnya sebelum sampai di tangga pertama, diriku menyerah. Karena sudah terasa engap. Seharusnya menyewa kuda aja untuk ke tangga pertama. Tapi malah maksain, engap di tengah jalan kan. Huh.

Saat pengaturan nafas, berusaha mengambil hikmah dari semua. Anaknya emang suka sok mengkaji kehidupan. Padahal ekstrovet sekitar 98%. Apa hubungannya cin? Haha.

Setelah puas kita pulang. Walaupun cemong sebadan, tapi jiwa dan raga ke charge. Jadi siap menjadi lebih baik. Perjalanan ke Bromo kali ini, healing.

Oia, untuk kalian yang mau kesini sendiri maupun ramean bisa menggunakan paket wisata. Bisa cari online, seperti di Traveloka. Search aja paket tour Bromo (https://www.traveloka.com/packages/indonesia/landmark/mount-bromo-900000000043) gitu. Nih, saya kasih tau duluan sebelum di tanya. Langsung klik aja ya, kaga usah di tanya-tanya lagi masalah akomodasi. Kalo tanya kaitan healing-nya, kapan-kapan share lebih detail lah (kalo diriku mau). Tapi kalo mau baca tentang liburan saya bisa disini atau disitu. Haha.

Bismillah. Tahun ini jauh lebih baik. Kan udah menenangkan diri. Sekian cerita liburan berbalut pemikiran, dan tentunya curhatan. Hihi. Sayonara...

Salam,



Hani, yang ready for success.


Senin, 14 Januari 2019

Yuk, Kita Jaga Perdamaian. Kampanye Jangan di Tempat Ibadah!

Disclaimer: Postingan ngajak damai menjelang pemilu

Hulalalahula...

***
Sudah tau belum pemilu kali ini kapan?

Sudah kenal kandidatnya lebih dekat belum?

Sudah tau visi misi yang di usung tiap calon belum?

Kalau sudah tau, alhamdulillah. Kalo belum yuk cari tau. Masih ada waktu kok sampai awal April 2019. Jangan cuma mendukung mati-matian tapi belum tau bagaimana yang di dukung. Cari taunya di tempat valid ya. Karena kalau kita cari tau di tempat atau orang yang kaga netral, ya kemungkinan kebawa. Bisa lah bedain mana yang netral, mana yang cuma menjatuhkan. Walaupun yang menjatuhkan belum tentu bo'ong juga, tapi ya alangkah baiknya keburukan orang ya kaga segitunya amat di eksploitasi.

Terus kalau bisa kalian jangan cari tau detail banget di tempat ibadah ya, kalau saya bisa saranin. Kalau melalui istiqarah sih kaga napa. Lah cari taunya, lewat nanya-nanya sama orang, kemungkinan besar udah kecampur pilihan pribadi atulah.

Meskipun secara pribadi, kaga menutup diri sih tau gimana syarat memilih pemimpin secara agama kaya gimana, mendukung malah. Misalnya, pilih yang adil, yang berakhlak baik, dan syarat lainnya. Tapi kan kebanyakan udah kecampur pilihan pribadi.

Duh, sensitif emang kalau bahas politik.

Oleh karena itu, warga Jakarta Barat (Jakbar) yang di wakili Forum Kerukunan Umat Beragama [FKUB] Jakarta Barat, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Walikota Jakarta Barat, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), KAJ (Keuskupan Agung jakarta), Walubi (Wali Umat Budha Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN (Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga khususnya Jakarta Barat untuk tidak merusak proses demokrasi Indonesia, dengan kampanye yang tidak sehat atau memecah belah bangsa, apalagi di tempat ibadah.


Ngajak-nya bagaimana?

Mereka sih menggunakan spanduk yang di pasang di sekitar 1000 tempat ibadah di Jakbar. Leh uga idenya. Jadi, kalau ada yang mau kampanye bisa inget, bahwa kampanye apalagi berbau isu hoax, sara dan radikalisme di tempat ibadah, tempat pendidikan, dan di fasilitas pemerintah itu dilarang. (Pasal 69 ayat 1 huruf h PKPU nomor 23 tahun 2018) CMIIW.



Dalam pemasangan pertama di hari Jum'at, 11 Januari 2019 kemarin di datangi oleh banyak pihak terkait untuk bersama-sama memasang spanduk secara simbolik di beberapa tempat ibadah.

Berikut 5 tempat ibadah yang dipasangkan spanduk:
1. Masjid Al Amanah (Islam)
Kel Wijaya Kusuma, Jelambar, kec grogol Petamburan

2. Gereja Pantekosta (Protestan)
Jelambar, Grogol Petamburan

3. Gereja Immanuel (Katholik)
Jelambar, Grogol Petamburan

4. Pura Chandra Prabaya (Hindu)
Jelambar, Grogol Petamburan

5. Vihara Pusdiklat Buddhis Maitreyawira (Budha)
Jelambar, Grogol Petamburan


Jadi, setelah pembukaan acara oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembuka acara, laporan panitia oleh Ketua FKUB, sambutan Wakil Walikota adm Jakbar, sambutan Kapolres Metro Jakbar, sambutan Dandim 0503 Jakbar, sambutan Ketua Bawaslu Jakbar, pembacaan Komitmen Bersama FKUB dan Tokoh Lintas Agama, kita memasang spanduk bersama.



Semoga dengan spanduk ini bisa mengingatkan dan menciptakan kerukunan bersama khususnya menjelang pemilu ya, gengs. Apalagi ini momen bersejarah bagi Indonesia karena banyak banget yang di pilih sekaligus, pemilihan Presiden, pemilihan para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD.


Betewe, kan kalau Jakbar masang spanduk, kalau kalian atau daerah kalian ngelakuin apa nih menjelang pemilu biar tetap damai, aman, tentram, dan nyaman? Share yak di komen.

Salam,


Hani, yang berusaha gak apatis sama politik

Senin, 31 Desember 2018

Alhamdulillah 2018, Bismillah 2019

Beberapa menit lagi tahun 2019, tapi Hani belum bikin postingan perkenalan yang proper. Langsung weh Hani isi konten-konten. Sabar ya, Hani emang gitu anaknya, kaga suka basa basi. Maklum ya. Hihi.

Untuk segala hal, Hani cuma mau bilang Alhamdulillah banget buat semua yang udah Hani dapetin selama ini. Apalagi di dunia blog, sosmed, buzzer, influencer, dan setipenya lah. Alhamdulillah.

Thank you very much for all who gave me the opportunity. Senior-senior yang pada ratjun banget ke Hani. Makasih loh. Kalian kesayangan. Buat para PIC yang udah percaya buat kerjasama dan merekomendasikan Hani, makasih juga. Kalian kecintaan Hani emang. Mari bekerjasama lagi.

Buat temen-temen seperjuangan, makasih juga. Buat yang suka foto-fotoin Hani dan ngebantuin Hani, thanks a lot. Pokoknya makasih lah buat semuanya, walaupun Hani kan gitu ya orangnya, diem-diem bae, tapi beneran Hani makasih banget. Muah. 

2018 di dunia per-blog-an bagi Hani seperti masa transisi sebelum Hani terjun ke dunia blog secara profesional. Karena kan Hani mah udah ngeblog dari zaman sekolah. Tapi baru tld di tahun ini.

Niat tld sih udah dari tahun 2017, tapi seperti biasa, Hani gak mau melakukan sesuatu kalo kaga faedah. Beli domain kan pake uang ya, kalo kaga menghasilkan pendapatan mah buat apa. Mubazir atuh

Jadi, Hani menargetkan beli domain kalo udah rutin posting 40 tulisan secara berturut-turut. Tapi itu semua hanya target sodara-sodara. Nyatanya, begitu deh. Bisa di liat di sisi sebelah kanan, berapa postingan Hani sebelum Mei 2018.

Tapi di akhir April 2018, akhirnya Hani beli domain juga. Alhamdulillah. Karena udah kepengen parah. Terus Alhamdulillah-nya ada yang bantuin Hani buat perpindahan blog dari gratisan ke tld. Ya sudah, Mei 2018 launching lah blog www.nisaahani.com dengan tulisan langsung berpartner. Once again, thanks God for the opportunity.

Setelah itu, tulisan Hani di blog Alhamdulillah mayoritas berpartner. Kalopun ada yang organik dikarenakan syarat dari partnernya.

Beneran deh, untuk dunia blog, tahun 2018, Hani bersyukur banget. Selain blog -bidang setipenya-, Hani juga Alhamdulillah banget. Banyak yang kerjasama bareng Hani berkali-kali. Ya ampun, terharu akutu jadinya.

Pokoknya Alhamdulillah 2018. Maaf kalo ada salah. Mulai dari 0 lagi ya. 

***

Dan untuk 2019, welcome. Bismillah Hani bisa sharing yang jauh lebih bermanfaat dan menarik lagi dari tahun lalu.

nisaahani

Insyaallah setiap Sabtu jam setengah 6 pagi, Hani bakal posting. Entah itu tulisan bersponsor atau organik. Kalopun selain di waktu itu, harap maklum. Kadang kan deadline mah kaga tau kapan ya. 

Hani itu sebenernya males posting kalo kaga bersponsor. Karena terpicu untuk curhat, gengs. Kan diriku maunya misterius gitu. Jeh. Padahal tulisan bersponsor juga banyak curhatnya. Hahaha. Itu alasan yang agak bermartabat selain males sih. 🤭

Karena apapun perbuatan kita bakal dipertanggung jawabkan, jadi suka serem sendiri kalo ngeshare unfaedah. Trus kalo ngajak kebaikan juga, kalo kalian liat Hani belum wow banget, kemudian kecewa. Kan Hani jadi gak enak juga.

Padahal loh, Hani tuh sering banget bilang, Hani mah belum baik banget. Masih sama-sama belajar juga. Tapi Hani mau ngajak kebaikan biar ikutan dapat pahala. Lagian kan kalo dikelilingin orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, perubahan baik Hani bisa ningkat, minimal tetap lah, bukannya malah turun. Gitu loh.

Plis ya gengs, kalian jangan terlalu ngebayangin Hani yang udah baik banget. Nanti jadi kaga enak diriku. T_T

Hani cuma ngerasa, Hani punya potensi buat menyebar kebaikan disini, ya Hani lakukan. Mungkin beberapa ngerasa pamor itu berbahaya, iyes sist, rawan banget. Makasih udah di ingetin. Tapi Hani ngerasa, semakin berpengaruhnya kita kalo kita manfaatin dengan kebaikan ya gak salah. Justru karena kita punya power, kita jadi bisa lebih punya andil ke orang lain.

Kalo nanti Hani ada yang salah, kalian tegur langsung ya secara tertutup. Biar bisa jadi pertimbangan Hani buat memperbaiki.

Bismillah 2019. 1 out of 365 days, begin.

------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Kalo ada yang kepo kenapa branding-nya dari Blogger Ala-Ala terus ganti jadi breakfast with Hani. Itu karena Hani ngerasa udah gak mau ala kadarnya lagi. Hani Alhamdulillah udah jauh banyak kemajuan.

Mulai dari yang kaga tau istilah-istilah receh sampe sekarang yang masih banyak juga yang belum taunya, tapi sudah jauh meningkat lah pengetahuan serta kemampuannya di banding yang dulu. Jadi, babai ala-ala, let's become a professional

Breakfast with Hani itu dipilih dari banyaknya kata-kata yang dipikirin. Tapi Hani akhirnya milih ini biar gak terlalu puitis banget. Hani ngeri orang-orang udah pada ekspetasinya ketinggian.

Walaupun ini bukan blog khusus makanan, ya wes rapopo namanya itu aja. Kenapa breakfast? Karena makin kesini Hani suka banget sarapan pagi-pagi. Beneran pagi-pagi. Abis subuh aja, keseringan Hani udah nyari makanan. Emang gitu akutu, orang pada belum bangun, diriku malah udah nyari makanan. Haha.

Dan kenapa sabtu, karena Hani keseringan bisa sarapan secara nikmat itu di hari sabtu, minggu atau hari libur. Nah, dikarenakan sadar diri gak segitu rajin posting, jadinya ditetapkan hari sabtu deh. Lalu, kenapa jam 05.30, ya tadi, Hani suka sarapan pagi-pagi.

Gak apa-apa kan gak posting di prime time? Seluruh hal di dunia ini gak mesti sama. Menjadi unik gak salah, selama tidak melanggar. Azeeek.

Biar kalian inget pokoknya wes, sabtu pagi cus mampir ke blog/youtube Hani. Kalo kepo Hani sarapannya apa aja, bisa cekidot twitter Hani. Biasanya Hani sharing makanan disitu. 

Thank you, next...

Salam,

Hani, yang siap menjalani tahun 2019 jauh lebih baik. 

Selasa, 25 Desember 2018

Pengalaman Perdana Menemani Teman yang Belum Pernah Naik Pesawat - Edisi Trip ke Belitung

Tahun 2018 seperti yang kalian liat di sosmed Hani, tahun ini Hani melakukan banyak perjalanan. Akhirnya ya, setelah beberapa tahun kerja akhirnya mulai mau jalan-jalan lagi.

Padahal dulu waktu kuliah, lanjalan mulu. Lah, malah pas udah punya duit sendiri, sok sibuk aja gitu. Jadinya, weekend maunya tidur aja seharian kalau nggak ada kegiatan. Kaya udah kekuras aja tenaganya dalam 5 hari dalam 7 hari. Lebay emang sih. Haha.

Tapi sekarang mah kalo ada yang ngajakin pergi, hayuk, asal jelas tujuan, kegiatan, dan orang-orangnya. Apalagi sekarang pesen tiket pesawat atau kereta lebih mudah dan murah, pesen hotel juga gampang. Coba deh cek pegipegi (http://pegipegi.com/tiket-pesawat/), bisa lewat web (https://www.pegipegi.com/) atau aplikasi di Play Store.

Jadinya, keinginan keliling Indonesia dan dunia kembali membara. Walaupun makin kesini pengen utamain daftar Haji atau pergi umroh dulu sih. Nah, kemarin November, Hani pergi ke Belitung. Horaaayyy... Dan ini jalan-jalan terjauh sampai saat ini. Biasanya Hani ngetrip kaga lintas pulau, lah ini keluar Jawa cuy.

Tentunya, karena ini lintas pulau, Hani naik pesawat. Gempor atuh kalo lewat darat. Walaupun itu sangat memungkinkan. Tapi Hani emang paling kaga suka lama-lama di jalan. Kalau naik kereta kesayangan aja, itu kaga mau lama-lama. Cukup Jakarta-Surabaya atau sebaliknya aja, itupun mesti nyaman banget. Jadi kalau gak mesti lewat darat, ya naik pesawat aja, biar sebentar di kendaraannya.

Holiday Vibe


Dari jauh-jauh hari, vibe yang kerasa itu udah liburan aja bawaannya. Pas H-1, sampai rencana mau berangkat jam 8 pagi ke Bandara, untuk penerbangan siang abis dzuhur. Semangat sekali emang. Haha. Padahal mah dari rumah ke Bandara sekitar 1 jam kurang kalo kaga macet.

Tapi rencana hanya tinggal rencana. Karena males nunggu, pas hari-H berangkatlah jam 10. Haha. Emang manusia gitu, suka berencana.

Teman perdana naik pesawat. Pucet!


Karena udah lama kaga naik pesawat, sekitar 3 tahunan lah kurang lebih. Ditambah lagi Bandara Soekarno Hatta udah makin kece dan Hani perdana berangkat sendiri naik damri, kaga di anterin. Jadi agak rempong nanya-nanya. Banyak berubah ye sekarang. Good job. 

Setelah haha hihi sama teman-teman mayan lama, kok kita kaga di panggil-panggil buat naik pesawat. Di cek lagi tiket pesawat kita, kali-kali aja ada yang salah. Gak sih, gak ada yang salah, emang delay aja. Karena ada sedikit kendala.

Lalu, sekitar jam 12.30 kita naik pesawat. Dan salah satu temen Hani, perdana banget naik pesawat. Jadinya doi agak nervous gitu. Kita di suruh matiin hp buru-buru, beneran di liatin sampai mati hp-nya. Haha. Ucul banget sih. Padahal kan mau foto-foto. Walaupun bukan pertama kali Hani naik pesawat, tapi tetep weh mau foto-foto. Haha. Abis cekrak-cekrek bentar, hp udah deh di off-in. Biar doi tenang.

Trip ke Belitung
Maaf ya sensor. Biar misterius aja gitu. Haha. Padahal yang udah kenal juga tau ini siapa.

Belum juga take-off, doi udah pegangin tangan kita berdua kenceng banget. Tapi rapopo akudah. Udah ngantuk soal'e. Kebiasaan kalo naik kendaraan gini nih. Eh, nggak juga deng, emang pelor. Haha.

Kasian juga sih kalo diliat-liat, doi kaya tegang gitu sampe pucet. Mulutnya kumat-kamit baca doa. Tapi bagus sih, jadi ikutan kebawa doa jauh lebih khusyuk dari biasanya. 

Ya namanya ngantuk ya syudah curi-curi buat tidur. Walaupun di pegangin kenceng banget tetep merem. Haha. Emang anaknya gitu, kalo ngantuk ya tidur, laper makan.

Selama di perjalanan doi pegangin tangan kita mulu dan kaga berani liat jendela. Padahal pemandangannya bagus tuh. Tapi tetep sih kita jail, maksa-maksa buat liat ke jendela. Haha. Namanya juga temen, kadang suka kurang ajar. Orang lagi takut, malah dibecandain. Tapi kan kita rela dipegang kenceng selama kurang lebih 1 jam lebih.

Setelah dalam waktu singkat tapi mungkin lama bagi temen Hani, kita akhirnya sampai juga di Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin. Foto-foto dong pastinya dan alhamdulillah temen Hani udah mulai ceria lagi.

Trip ke Belitung

Puas Trip di Belitung


Selama kita di Belitung, kita seseruan bareng. Makasih banget lah sama pemandu yang sabar nemenin dan nganterin kita ke tempat-tempat recommended di Belitung. Kita ke Danau Kaolin, makan mie belitung, ngopi di Xong Djie, ke Pantai Tanjung Kelayang, tur 5 pulau (Pulau Batu Belayar, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Kelayang), ke replika SD Laskar Pelangi, Rumah Keong, Museum Kata (Andrea Hirata), Pantai Burung Mandi dll.

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung

Trip ke Belitung
Pamer foto tipis-tipis yak. Hihi


Kalau dari foto-fotonya bikin mau main ke Belitung juga kan? Hihi. Temen Hani aja yang di pesawat pulang pergi tegang level SMP, tetep merasa worth it berkunjung ke sini. Seru!



Salam,


Hani, yang gak sabar mau daftar Haji, umroh, dan keliling dunia, khususnya Indonesia.