Senin, 28 Januari 2019

Menjaga Lingkungan Hidup juga Harus di Kampanyekan di Pilpres 2019

Beberapa bulan lagi kita bakal ada pemilu besar-besaran. Lalu, apa kalian sudah tau akan memilih yang mana? Secara jujur, saya belum yakin memilih yang mana. Karena semakin tidak tertarik mengikuti perkembangannya. Apalagi jika lihat trending topic di salah satu media sosial yang terjadi hampir tiap hari di sebulan terakhir ini.

Ketika saya lihat isi kampanyenya, sepertinya cuma asal banyak-banyakan posting. Agar menjadi trending topic. Tidak ada yang terlalu detail membahas visi, misi, dan peningkatan prestasi.

Terlebih kaitan lingkungan. Sepertinya tidak terlalu banyak ditekankan oleh kedua kubu. Karena mayoritas menekankan bidang ekonomi dan lapangan kerja.

Pada dasarnya, berlomba-lomba meningkatkan ekonomi itu penting. Memberi lapangan kerja juga penting. Apalagi berkaitan isu agama, HAM, memberantas hoax dll, itu semua penting.

Tapi menurut saya, dari sisi lingkungan hidup, mereka masih kurang menjabaran secara rinci. Dari sekian banyak kampanye dan trending topic sepertinya saya belum dengar, yang menggembar-gemborkan kaitan lingkungan hidup. Atau mungkin saya yang belum tau. Mohon di maklumi.

Bahkan jika kita melihat dari beberapa website atau wadah lain yang menampung data berkaitan pemilu 2019 ini, seperti iklancapres.id. Akan dilihat masih sangat kurnag kampanye berkaitan lingkungan hidupnya. Bisa dilihat grafiknya di http://www.iklancapres.id/iklan.

Dari sekian banyak bahasan kampanye. Yang paling minim, kaitan lingkungan hidup. Padahal itu sama pentingnya dengan permasalahan lainnya.

Mungkin jika hanya koar-koar mengatakan kampanye para kandidat calon kurang menarik tanpa adanya saran untuk perbaikan, rasanya tidak baik ya. Oleh karena itu, saya menyarankan beberapa materi kampanye dari sisi lingkungan hidup yang mungkin bisa jadi pertimbangan kampanye ke depannya.

Misal, menyatakan misi dalam kaitan lingkungan hidup akan dilakukan penanaman dan pemeliharaan 50.000 pohon selama 5 tahun menjabat. Penuntasan masalah kebakaran lahan. Larangan merokok dan membuang sampah sembarangan. Di galakannya program pemilihan sampah rumah tangga. Agar semakin sedikit sampah. Dan program kaitan lingkungan hidup lainnya.

Jika selama beberapa tahun terakhir ini, produk dan konten karya anak negeri di dukung. Bagaimana jika, langkah sayang lingkungan juga di dukung? Di viralkan juga seperti bidang lainnya.

Jadi, dari sekarang mungkin bisa di viralkan salah satu kandidat melakukan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga di seluruh kota. Atau bagaimana cara calon kandidat mengelola sampah di rumahnya.

Mungkin bisa juga penanaman pohon, membuat gerakan bike to work/school yang di dukung para tim suksesnya. Membuat gerakan 

Harapannya dengan artikel kritik saya ini, eh bukan hanya kritik ya. Malah ada sarannya juga. Hihi. Harapannya sih, dengan adanya kritik. Maka akan ada bahasan lain untuk tim sukses masing-masing calon. Masih ada beberapa bulan lagi, masih ada waktu untuk menarik dan mencerdaskan para pemilih dengan cara yang elegan. 

Mungkin artikel saya ini, banyak salahnya. Tapi itu murni pendapat saya pribadi yang hanya berharap mendapatkan pemimpin yang terbaik dengan jalan yang baik pula. Semoga dengan unek-unek ini, para tim sukses yang membaca bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas kampanye-nya. Aamiin.

Minggu, 27 Januari 2019

8 Go Green Lifestyle Sederhana yang Bisa di terapkan di Rumah

Hulalalahula...


Paling suka deh bahas lingkungan, apalagi yang berbau go green gitu. 

Temen-temen yang udah kenal dan perhatian sama saya dari beberapa tahun lalu, kayanya bakalan tau kalo saya pencinta go green dan menerapkan dalam lifestyle sehari-hari.

Yang udah rutin banget nih bakal disebutin beberapa di bawah ini. Please di tiru ya, gengs. Biar bumi dan lingkungan kita makin nyaman. 

1. Anti buang sampah sembarangan
Jadi, usahain mau dimana juga, tahan. Jangan sampai buang sampah sembarang. 

2. Kalo di rumah pisahin sampah plastik atau segala yang bisa di kiloin
Buat apa? Buat tetangga  yang membutuhkan atau pemulung yang lewat. Kadang tukang sampah juga mau.


(Pemilahan sampah waktu di kosan. Lebih lengkap. Hehe) 

Setidaknya kalo kita belum bisa rutin ngasih sumbangan barang berharga, ya yang bisa di sumbangin. Sumbangin aja. Walaupun kesannya sederhana. Semoga perhatian kita ke mereka tetap sampai. Lagipula membantu petugas pengelola sampah juga bukan seeehhh?

3. Tanem biji bekas makan atau masak
Misal nih ya, kita beli mie ayam terus dapet sambel kebanyakan. Nah, sambelnya yang biasanya ada cabe-cabenya itu, kita tanem aja di pot/media tanam lainnya.

Atau kita lagi mau masak, biji pare yang mau kita buang, ya di tanem aja. Mayan bebs, bisa berbuah, bisa makan pare gratis organik berbulan-bulan. Bahkan bisa sampe ngasih ke tetangga. Alhamdulillah. 

4. Bawa plastik sendiri kemana-mana
Kalau ke pasar, bebelanjaan atau jajan cilok di depan SD sebelah, bawa plastik atau wadah sendiri. Jadi kalo mau di kasih abangnya, sorry mba/mas pake ini aja. 


(belanja tapi bawa plastik sendiri. Mandiri dah. Hihi) 

Kalo lupa bawa plastik/wadah dan barangnya memungkinkan di masukin tas, ya masukin tas aja. Usahain meminimalisir penggunaan plastik. 

5. Jangan langsung buang kertas, kartu undangan, brosur atau kertas lainnya. 
Kertas bekas bisa kita manfaatin lagi, bebs. Bisa buat coret-coretan. Atau bungkus sesuatu.

6. Air bekas cucian beras atau bekas sayur untuk siram tanaman
Coba deh, air bekas cucian di kumpulin terus buat siram tanaman. Tapi langsung siram ke tanah ya, jangan ke daunnya. Nanti bisa putih-putih daunnya. Mengurangi estetika. Hihi.

7. Tidak langsung buang baju bekas
Dulu kayanya baju bekas masih laku buat di sumbangin. Tapi sekarang siapa yang mau? Kadang baju mereka juga udah bagus-bagus. Jadinya, bajunya di remake aja. Biar bisa di pake lagi dengan style berbeda. Atau paling kasian mah, jadi kain lap.

8.  Tulang bekas atau nasi bekas kasih ke binatang sekitar
Jadi, di lingkungan ada kucing liar. Nah, satu gang pada ngasih tulang kalo abis makan. Lumayan kan daripada di buang gitu aja dan nyuruh kucingnya ubek-ubek tong sampah sendiri. Mending kita kasih baik-baik. Semoga jadi ladang pahala. Aamiin.

Kira-kira itu sih yang sudah mulai rutin dalam jangka waktu beberapa bulan ini atau beberapa tahun terakhir.

Padahal dulu, masih zaman bocah buang sampah kaga pake mikir. Sekarang, kalo mau buang dipikir-pikir dulu. Ini bisa di manfaatin apalagi ya? Biar gak gitu aja jadi sampah.

Tapi sebenernya masih ada beberapa kegiatan yang belum kesampaian sih. Karena belum memungkinkan.


(souvenir bibit pernikahan kayanya lucu juga)

Yang pertama, pengen banget sampah organik dikumpulin. Dikubur biar jadi kompos.

Kedua, bikin olahan dari limbah plastik detergen dan sejenisnya, yang tebel gitu. Udah ngumpulin plastiknya, tapi belum bisa jait pake mesin. Ajarin dong, gengs.

Terus, pengen lagi menyuarakan besar-besaran go green lifestyle ini. Kalo bukan kita, siapa lagi? Emang anak cucu kita bakal nikmatin sama kaya kita kalo kita gak merawat bumi? Aseeek bahasanya, macam politikus. Hihi.

Kurang lebih itu sih yang bisa share tentang go green lifestyle. Yang harapannya bisa di tiru orang. Plis gengs, jangan terlalu nyalahin keadaan kalo ada bencana dll. Tapi mari lakukan perubahaan.

Udah dulu ya. Yuk, babai... Semoga teracun virus go green.

Salam,


Hani, pelaku go green lifestyle

Jumat, 25 Januari 2019

Resolusi 2019: Menjalani 5 Lifestyle Baru yang Kece

Hulalalahula...


Padahal ya, di ig bilang, kaga mau share resolusi 2019. Eh, malah share di blogBaeqlah... namanya juga manusia. Huft. Dan karena alasan manusia pula, akutu banyak keinginan. Alhamdulillah-nya mau berusaha. Jadi masih bisa di maklumi lah ya. Haha. Pembelaan diri.

Nah, salah satu target di tahun ini adalah menerapkan beberapa lifestyle kece. Tidak, tidak ada yang salah dengan gaya hidup diriku. Cuma mau di tingkatin aja. Biar makin cetar ulala.

Kalau selama ini sudah menerapkan lifestyleno ngutang nan apa adanya, go green, dan minimalist. Walau pas di kaji ulang, ternyata masih banyak milih-milihnya. (Untuk lifestyle go green dan minimalist sepertinya akan diceritakan lebih banyak di post selanjutnya)

Tapi Alhamdulillah-nya, lifestyle no hutang dan apa adanya masih bertahan dan gak ada excuse apa-apa. Jika kepengen beli rumah, mobil, motor, hp dll, ya kalo ada budget-nya ya beli, gak ada ya nabung. Alhamdulillah ya Allah. Ini wajib kudu harus dipertahankan banget.


The next lifestyle targets


Ternyata eh ternyata, di dunia ini masih banyaknya lifestyle kece lainnya yang tentunya bikin tergiur untuk diterapkan. Seperti, Islam lifestyle, business lifestyle atau anak sholehah lifestyle.

Emang itu hanya penyebutan diriku saja. Tapi intinya masih banyak lifestyle lain yang kayanya bagus untuk diterapkan.

Dan, apa aja sih resolusi 2019 seorang nisaahani yang berkaitan dengan lifestyle?

1. Health lifestyle


Walaupun berguru pada internet dan udah modal matras (yang mana dulu selama setahunan matrasnya malah cuma jadi alas duduk). Di tahun ini, bismillah mau lebih rutin olahraga. Beneran sama gurunya langsung.


Karena pas nyoba beneran sama ahlinya, beneran kerasa banget khasiatnya. Kan beberapa bulan lalu, punggung saya terkadang sakit. Eh, abis olahraga sama trainer di dunia nyata, yang benerin gerakan kita jika salah, alhamdulillah hilang sakit punggungnya.



(foto dari fanspage yogayogi Tangerang dan di edit lagi oleh nisaahani. Cie olahraganya di foto-foto. Can you find me? Hihi)

Selain olahraga, tahun ini mau benerin pola makan. Sudah liat kan muka pas jerawatan? Nah, sekarang lagi nerapin minim mengkonsumsi nasi dan gula. Sebenernya bukan hanya karena jerawat atau diet. Tapi pengen jauh lebih sehat. Tubuh titipan, oleh karena itu, mesti di jaga dan rawat dengan baik.

Beneran deh, nasi itu bisa ngurangin berat badan. Tahun lalu kan diriku terserang kurang minat makan nasi, keseringan makan junk food, ngemil sering tapi dikit karena gampang kenyang, dan akhirnya berdampak ke berat badan. Tadinya berat badan hampir 50an, jadi tinggal 42 atau 43 gitu. Dahsyat. Tapi tau itu terlalu ekstrim. Sangat tidak sehat. Jadinya sekarang walaupun mengurangi nasi, tapi lauknya makin banyak. Haha.


Mulai tahun lalu juga, nerapin minum jus hampir tiap hari. Bisa liat di twitterakutu hampir tiap hari jus wortel tanpa ampas. Dan alhamdulillah matanya kaga nambah minus maupun silendernya. Namun, kalo dulu hanya tanpa ampas, sekarang ini tambah tanpa gula. Kalaupun pakai gula, cuma dikit banget. Bener-bener ngurangin gula.


2. Islam lifestyle


Perbanyak ilmu agama dan beradab sesuai dengan adab di Islam. Sesimpel mau makan bismillah, lalu pas sudah selesai alhamdulillah. Sholat 5 waktu tepat waktu, di tambah sholat sunnah, dan masih banyak lainnya.


Agak segan share banyak, karena beberapa orang kalo liat bebau agama, reaksinya sama kaya liat politik. Bawaannya udah alergi aja. Ditambah lagi belum siap kalo di hakimin orang. Jadi, cuma minta tolong di doain aja. Mungkin di masa lalu ada salah, bahkan mungkin sedetik lalu masih salah. But, please forgive me and di doain kedepannya tidak di ulangin lagi. Dan tolong, jangan kaitin agama sama tindakan saya yang di rasa salah. Kalau salah, itu murni dari saya pribadi.


3. Anak sholehah lifestyle


Coba bayangin, kalau sebulan lagi, dirimu udah jarang ketemu ortu?


Tentunya pengen melakukan yang terbaik kan? Mungkin di pekerjaan atau untuk diri sendiri, kamu selalu melakukan yang terbaik. Tapi untuk orang tua, sudah melakukan yang terbaik belum?


Mungkin selama ini udah nurut terus sama ortu, tapi udah berusaha lebih perhatian belum sama mereka di tengah kerja keras bagai qooda? Udah nanya mereka ngapain aja hari ini? Lagi pengen apa? Udah bantuin ortu belum? Sesimpel nyuci piring.


Pokoknya tahun ini, selama bisa quality time sama ortu ya bener-bener totalitas.




4. Mandiri bebersih lifestyle


Entah ini nama katagorinya apa, tapi udah dari tahun lalu ngebiasain kalau abis makan di restoran cepat saji atau restoran lain yang memungkinkan, di benahin sendiri sampahnya. Bener-bener sampai ke tempat sampah dan nampannya di taro di tempatnya.


Terus kalo abis makan di restoran, tapi kita masih mau nongki. Wadah bekas makan, di tumpuk tengah (berusaha) yang rapi. Biar abangnya lebih cepet kalo mau ngerapain meja kita.


Kalau abis makan atau kegiatan yang kita mengharuskan buang sampah, akan sangat sangat berusaha buang sampah sendiri. Atau setidaknya kasih ke petugas pembersihnya, biar tetap bersih tempatnya.


5. Business woman lifestyle

Tahun ini bismillah pengen buka banyak usaha yang insyaallah bisa menghasil banyak uang minimal sampai 20 tahun kedepan. Bisnis apa? Rahasia dong.


***
Hmmm... lifestyle kece apalagi ya yang menarik?

Kurang lebih itu sih 5 lifestyle baru -yang pas lagi nulis keingetan- dan pengen di laksanain rutin di tahun 2019 ini.


Karena seneng sendiri pas lifestyle ini berdampak baik ke diri sendiri dan orang lain. Coba aja bandingin. Ortu pasti lebih seneng sama kita, orang sekitar juga jadi lebih seneng. Lakuin deh. Simpel tapi efeknya dahsyat.


Semoga terlaksana dan menjadi kebiasaan ya buat kita semua, khususnya saya. Aamiin. 

Salam,


Hani, yang senang jadi virus kebaikan

Kamis, 24 Januari 2019

Kenapa Bangga Jadi Blogger? Dan Resolusi Tahun 2019 Agar Semakin Bangga.

"Penghasilannya lumayan ya, Han? Kok bisa? Gimana caranya? Dari blog ya awalnya?"

Itu sih yang sering orang tanyakan. Meski sudah di jawab sedikit di postingan beberapa waktu lalu.

Karena mungkin saya salah satu warna berbeda di antara mayoritas di lingkungan saya, jika saya mendiskripsikan diri saya secara gampangnya. 

Berlatar belakang yang tidak ada kaitannya dengan dunia tulis menulis, mungkin menyebabkan mereka penasaran.

Hayo tebak apa latar belakang saya? Hehe.

Semakin di jalanin semakin terlena saya di dunia blogging. Hmmm... Pastinya itu dikarenakan beberapa manfaat nan membanggakan yang sudah saya dapat. Sehingga bisa membuat saya bertahan.

Karena setelah hampir sembilan bulan mempunyai blog berbayar, selain bertambahnya pengetahuan, pengalaman, dan teman. Saya mempunyai beberapa pencapaian yang menimbulkam kebanggaan tersendiri.

Seperti, ada rasa bangga saat orang lain bisa terpengaruh oleh saya. Makanya, jadi tantangan sendiri untuk terus memberi pengaruh baik ke orang lain.

Lalu, ada rasa senang saat bisa menghasilkan puluhan kali lipat dari modal awal membuat blog tld. Ya walaupun banyak sumbangsih dari media sosial lainnya. 

Selain itu, saya juga bisa jalan-jalan keluar kota tapi di bayar. Bisa mengajak anggota keluarga berlibur gratis, di bayarin salah satu brand.

Makan hedon, belanja, dan menginap gratis. Pokoknya serba gratis, malah mayoritas di bayar. Jadi, bisa di bilang sembilan bulan terakhir hidup saya bersponsor. Tentunya secara halal. Hehe.

Sungguh profesi yang membanggakan di era digital ini. Bisa dipastikan banyak generasi milenial yang tertarik.


(desain canva yang di edit oleh nisaahani) 

Namun, untuk pencapaian lainnya seperti menang lomba dari blog atau jadi pembicara, memang belum. Walaupun sudah berkali-kali menang lomba dari media sosial lainnya. 

Tapi, semoga mulai tahun 2019 dan seterusnya, saya bisa menang lomba blog minimal 12x dalam setahun. Oleh karena itu, minimal dalam sebulan saya harus mengikuti beberapa lomba blog.

Lalu, saya berusaha seminggu sekali posting di blog atau youtube rutin setiap sabtu jam setengah 6 pagi.

Tapi hingga sekarang belum terwujud. Hingga kini waktu posting-nya masih acak, sesuai kebutuhan. :(

Kemudian, saya ingin meningkatkan kualitas blog dan media sosial saya lainnya.  Baik kualitas konten, followers, maupun interaksinya.

Dulu saya bisa berkilah, pekerjaan utama saya membuat saya kurang fokus ke media sosial atau blog. Tapi ketika kenal lebih banyak teman blogger, ternyata mereka banyak yang lebih sibuk dari saya. Namun, tetap menjaga performanya di media sosial atau blognya. Sehingga saya malu untuk beralasan. 

Bukan kitanya sibuk, tapi kitanya yang belum bisa membagi waktu.

(desain canva yang di edit oleh nisaahani) 

Resolusi selanjutnya, saya ingin mendapatkan leptop, kamera, light ring, hp, dan peralatan lain untuk ngeblog maupun vlog secara gratis. Selain tetap mendapatkan fee atau gratisan dari blog atau sosial media lainnya. 

Dikarenakan jika membeli sendiri, saya sangat penuh pertimbangan. Sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kan jika di kasih, bisa langsung pakai. Hihi.

Hmmm... Apalagi ya? Sejauh ini, masih itu sih yang terpikirkan. Banyak sih, tapi kan tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. 

(desain canva yang di edit oleh nisaahani) 

Semoga di tahun 2019 ini, saya bisa jauh lebih bermanfaat, produktif, dan memesona daripada tahun sebelumnya. Aamiin. 

Salam,


Hani, yang berusaha menang lomba. Hehe.

Rabu, 16 Januari 2019

Healing Time di Bromo

Hulalalahula...

Pasti pernah kita ngerasa pengen healing time. Biar tau, kita udah bener belum sih jadi manusia? Udah tau belum tujuan kita hidup apa sih? Mau kaya gimana sih hidup kita? Bermanfaatkah yang kita lakuin selama ini? Udah mengenal diri kita belum? Masih ada ganjalan apa aja? Apakah yang kita lakukan selama ini benar atau salah?  Dan pertanyaan lain di hati kecil kita yang kadang gak di gubris. Entah demi apa, demi uang lah, demi jabatan, networking, gengsi atau karena kita emang masih ikut-ikutan aja. Belum paham dengan kehidupan.

Duileh, berat ya bahasannya kali ini. Tenang, cuma mau mengajak refleksi diri (terutama untuk diri sendiri). Karena, walaupun kita selalu berusaha melakukan kehidupan secara baik dan benar. Ada aja kesalahan dikarenakan ketidaktahuan. Meskipun biasanya hati kecil, otak, organ tubuh lainnya atau semesta terkadang bisa mengisyaratkan jika kita melakukan yang tidak sesuai. Sayangnya kita kurang paham akan kodenya.

Dan jalan-jalan menurut saya adalah salah satu cara menjawab segala pertanyaan dari hati kecil kita. Jadi, jalan-jalannya gak cuma memenuhi wishlist aja. Tapi bagaimana caranya biar memperbaiki diri lagi dan lagi. Atulah masa mau sama aja tiap detiknya, mesti lebih baik dari diri kita sebelumnya lah.

************************************************
Btw, sekali lagi diriku mengingatkan, bahwasanya bilamana apabila yang mana... hihi... diriku belum baik banget, cuma pengen terus membaik dan mengajak kebaikan aja. Biar di kelilingi orang baik. (kaga perlu di bold kan paragraf ini?)
************************************************

Untuk jalan-jalannya bebas sih mau kemana, mau ke gunung kah biar ala-ala Soe Hok Gie atau ke daerah perdesaan juga boleh. Terserah gengs. Tapi cobain deh ke Bromo atau gunung lainnya. Sunrise dan alamnya healing banget.

Dikarenakan gunung lainnya yang pernah dikunjungi mesti mendaki sampai beberapa jam. Sehingga menyebabkan sudah lelah duluan, jadinya yang di rekomendasikan Bromo aja. Tinggal naik jeep tengah malam, nyampe bisa liat sunrise. Kalau ada tempat lain yang mau direkomendasiin, komen aja di bawah yak.

Malam itu, saya di jemput teman beserta rombongannya. Dari Surabaya menuju Bromo. Sekitar subuh tiba dekat lokasi untuk melihat sunrise-nya. Setelah numpang sholat di rumah warga, kita lanjut ke tekape menanti matahari.

Semua mengambil posisi agar bisa melihat di posisi yang tepat. Lalu terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Masih sepuluh menit lagi sepertinya, jadi diriku mulai memejamkam mata. Berusaha menyembuhkan dan menerima diri sendiri sembari menikmati alam dalam kegelapan. Bersyukur dengan semua yang telah di punya, termasuk masa lalu. Agar bisa mengambil pelajaran dan menjadi lebih baik.

Lalu, mataharinya terbit. Bagus. Menyembuhkan dan menyegarkan.



Setelah puas menikmati sunrise, yang tentunya di abadikan dengan berkali-kali jepret. Kemudian kita cus ke lokasi lain, ke bukit teletubis. Sebuah padang sabana cantik yang tak kalah dari padang sabana di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.


(karena lagi tren #TenYearsChallenge, jadi pengen upload foto yang ini. Belum 10 tahun lalu sih, tapi ini udah jadul bats. Haha) 

Lalu, kita ketempat lain sekitar Gunung Bromo. Dan paling puncaknya sih ke kawahnya. Tapi meskipun jalur di kawah Bromo sudah di fasilitasi dengan anak tangga sebanyak 250 buah, saya belum berhasil ke sana.

Karena sudah kena debu yang super berangin di pasir berbisik. Ditambah lagi gegayaan mau mendaki sekitar 2,5 km dari tempat pemberhentian jeep ke anak tangga pertama sebelum puncak kawah. Akhirnya sebelum sampai di tangga pertama, diriku menyerah. Karena sudah terasa engap. Seharusnya menyewa kuda aja untuk ke tangga pertama. Tapi malah maksain, engap di tengah jalan kan. Huh.

Saat pengaturan nafas, berusaha mengambil hikmah dari semua. Anaknya emang suka sok mengkaji kehidupan. Padahal ekstrovet sekitar 98%. Apa hubungannya cin? Haha.

Setelah puas kita pulang. Walaupun cemong sebadan, tapi jiwa dan raga ke charge. Jadi siap menjadi lebih baik. Perjalanan ke Bromo kali ini, healing.

Oia, untuk kalian yang mau kesini sendiri maupun ramean bisa menggunakan paket wisata. Bisa cari online, seperti di Traveloka. Search aja paket tour Bromo gitu. Nih, saya kasih tau duluan sebelum di tanya. Langsung klik aja ya, kaga usah di tanya-tanya lagi masalah akomodasi. Kalo tanya kaitan healing-nya, kapan-kapan share lebih detail lah (kalo diriku mau). Tapi kalo mau baca tentang liburan saya bisa disini atau disitu. Haha.

Bismillah. Tahun ini jauh lebih baik. Kan udah menenangkan diri. Sekian cerita liburan berbalut pemikiran, dan tentunya curhatan. Hihi. Sayonara...

Salam,



Hani, yang ready for success.

Senin, 14 Januari 2019

Yuk, Kita Jaga Perdamaian. Kampanye Jangan di Tempat Ibadah!

Disclaimer: Postingan ngajak damai menjelang pemilu

Hulalalahula...

***
Sudah tau belum pemilu kali ini kapan?

Sudah kenal kandidatnya lebih dekat belum?

Sudah tau visi misi yang di usung tiap calon belum?

Kalau sudah tau, alhamdulillah. Kalo belum yuk cari tau. Masih ada waktu kok sampai awal April 2019. Jangan cuma mendukung mati-matian tapi belum tau bagaimana yang di dukung. Cari taunya di tempat valid ya. Karena kalau kita cari tau di tempat atau orang yang kaga netral, ya kemungkinan kebawa. Bisa lah bedain mana yang netral, mana yang cuma menjatuhkan. Walaupun yang menjatuhkan belum tentu bo'ong juga, tapi ya alangkah baiknya keburukan orang ya kaga segitunya amat di eksploitasi.

Terus kalau bisa kalian jangan cari tau detail banget di tempat ibadah ya, kalau saya bisa saranin. Kalau melalui istiqarah sih kaga napa. Lah cari taunya, lewat nanya-nanya sama orang, kemungkinan besar udah kecampur pilihan pribadi atulah.

Meskipun secara pribadi, kaga menutup diri sih tau gimana syarat memilih pemimpin secara agama kaya gimana, mendukung malah. Misalnya, pilih yang adil, yang berakhlak baik, dan syarat lainnya. Tapi kan kebanyakan udah kecampur pilihan pribadi.

Duh, sensitif emang kalau bahas politik.

Oleh karena itu, warga Jakarta Barat (Jakbar) yang di wakili Forum Kerukunan Umat Beragama [FKUB] Jakarta Barat, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Walikota Jakarta Barat, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), KAJ (Keuskupan Agung jakarta), Walubi (Wali Umat Budha Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN (Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga khususnya Jakarta Barat untuk tidak merusak proses demokrasi Indonesia, dengan kampanye yang tidak sehat atau memecah belah bangsa, apalagi di tempat ibadah.


Ngajak-nya bagaimana?

Mereka sih menggunakan spanduk yang di pasang di sekitar 1000 tempat ibadah di Jakbar. Leh uga idenya. Jadi, kalau ada yang mau kampanye bisa inget, bahwa kampanye apalagi berbau isu hoax, sara dan radikalisme di tempat ibadah, tempat pendidikan, dan di fasilitas pemerintah itu dilarang. (Pasal 69 ayat 1 huruf h PKPU nomor 23 tahun 2018) CMIIW.



Dalam pemasangan pertama di hari Jum'at, 11 Januari 2019 kemarin di datangi oleh banyak pihak terkait untuk bersama-sama memasang spanduk secara simbolik di beberapa tempat ibadah.

Berikut 5 tempat ibadah yang dipasangkan spanduk:
1. Masjid Al Amanah (Islam)
Kel Wijaya Kusuma, Jelambar, kec grogol Petamburan

2. Gereja Pantekosta (Protestan)
Jelambar, Grogol Petamburan

3. Gereja Immanuel (Katholik)
Jelambar, Grogol Petamburan

4. Pura Chandra Prabaya (Hindu)
Jelambar, Grogol Petamburan

5. Vihara Pusdiklat Buddhis Maitreyawira (Budha)
Jelambar, Grogol Petamburan


Jadi, setelah pembukaan acara oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembuka acara, laporan panitia oleh Ketua FKUB, sambutan Wakil Walikota adm Jakbar, sambutan Kapolres Metro Jakbar, sambutan Dandim 0503 Jakbar, sambutan Ketua Bawaslu Jakbar, pembacaan Komitmen Bersama FKUB dan Tokoh Lintas Agama, kita memasang spanduk bersama.



Semoga dengan spanduk ini bisa mengingatkan dan menciptakan kerukunan bersama khususnya menjelang pemilu ya, gengs. Apalagi ini momen bersejarah bagi Indonesia karena banyak banget yang di pilih sekaligus, pemilihan Presiden, pemilihan para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD.


Betewe, kan kalau Jakbar masang spanduk, kalau kalian atau daerah kalian ngelakuin apa nih menjelang pemilu biar tetap damai, aman, tentram, dan nyaman? Share yak di komen.

Salam,


Hani, yang berusaha gak apatis sama politik

Senin, 31 Desember 2018

Alhamdulillah 2018, Bismillah 2019

Hulalalahula...

Beberapa menit lagi tahun 2019, tapi Hani belum bikin postingan perkenalan yang proper. Langsung weh Hani isi konten-konten. Sabar ya, Hani emang gitu anaknya, kaga suka basa basi. Maklum ya. Hihi.


Untuk segala hal, Hani cuma mau bilang Alhamdulillah banget buat semua yang udah Hani dapetin selama ini. Apalagi di dunia blog, sosmed, buzzer, influencer, dan setipenya lah. Alhamdulillah.


Thank you very much for all who gave me the opportunity. Senior-senior yang pada ratjun banget ke Hani. Makasih loh. Kalian kesayangan. Buat para PIC yang udah percaya buat kerjasama dan merekomendasikan Hani, makasih juga. Kalian kecintaan Hani emang. Mari bekerjasama lagi. Buat temen-temen seperjuangan, makasih juga. Buat yang suka foto-fotoin Hani dan ngebantuin Hani, thanks a lot. Pokoknya makasih lah buat semuanya, walaupun Hani kan gitu ya orangnya, diem-diem bae, tapi beneran Hani makasih banget. Muah. 


2018 di dunia per-blog-an bagi Hani seperti masa transisi sebelum Hani terjun ke dunia blog secara profesional. Karena kan Hani mah udah ngeblog dari zaman sekolah. Tapi baru tld di tahun ini.

Niat tld sih udah dari tahun 2017, tapi seperti biasa, Hani gak mau melakukan sesuatu kalo kaga faedah. Beli domain kan pake uang ya, kalo kaga menghasilkan pendapatan mah buat apa. Mubazir atuh


Jadi, Hani menargetkan beli domain kalo udah rutin posting 40 tulisan secara berturut-turut. Tapi itu semua hanya target sodara-sodara. Nyatanya, begitu deh. Bisa di liat di sisi sebelah kanan, berapa postingan Hani sebelum Mei 2018.


Tapi di akhir April 2018, akhirnya Hani beli domain juga. Alhamdulillah. Karena udah kepengen parah. Terus Alhamdulillah-nya ada yang bantuin Hani buat perpindahan blog dari gratisan ke tld. Ya sudah, Mei 2018 launching lah blog www.nisaahani.com dengan tulisan langsung berpartner. Once again, thanks God for the opportunity.


Setelah itu, tulisan Hani di blog Alhamdulillah mayoritas berpartner. Kalopun ada yang organik dikarenakan syarat dari partnernya.


Beneran deh, untuk dunia blog, tahun 2018, Hani bersyukur banget. Selain blog -bidang setipenya-, Hani juga Alhamdulillah banget. Banyak yang kerjasama bareng Hani berkali-kali. Ya ampun, terharu akutu jadinya.


Pokoknya Alhamdulillah 2018. Maaf kalo ada salah. Mulai dari 0 lagi ya. 

***

Dan untuk 2019, welcome. Bismillah Hani bisa sharing yang jauh lebih bermanfaat dan menarik lagi dari tahun lalu.




Insyaallah setiap Sabtu jam setengah 6 pagi, Hani bakal posting. Entah itu tulisan bersponsor atau organik. Kalopun selain di waktu itu, harap maklum. Kadang kan deadline mah kaga tau kapan ya. 

Hani itu sebenernya males posting kalo kaga bersponsor. Karena terpicu untuk curhat, gengs. Kan diriku maunya misterius gitu. Jeh. Padahal tulisan bersponsor juga banyak curhatnya. Hahaha. Itu alasan yang agak bermartabat selain males sih. 🤭


Karena apapun perbuatan kita bakal dipertanggung jawabkan, jadi suka serem sendiri kalo ngeshare unfaedah. Trus kalo ngajak kebaikan juga, kalo kalian liat Hani belum wow banget, kemudian kecewa. Kan Hani jadi gak enak juga. Padahal loh, Hani tuh sering banget bilang, Hani mah belum baik banget. Masih sama-sama belajar juga. Tapi Hani mau ngajak kebaikan biar ikutan dapat pahala. Lagian kan kalo dikelilingin orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, perubahan baik Hani bisa ningkat, minimal tetap lah, bukannya malah turun. Gitu loh.


Plis ya gengs, kalian jangan terlalu ngebayangin Hani yang udah baik banget. Nanti jadi kaga enak diriku. T_T


Hani cuma ngerasa, Hani punya potensi buat menyebar kebaikan disini, ya Hani lakukan. Mungkin beberapa ngerasa pamor itu berbahaya, iyes sist, rawan banget. Makasih udah di ingetin. Tapi Hani ngerasa, semakin berpengaruhnya kita kalo kita manfaatin dengan kebaikan ya gak salah. Justru karena kita punya power, kita jadi bisa lebih punya andil ke orang lain.


Kalo nanti Hani ada yang salah, kalian tegur langsung ya secara tertutup. Biar bisa jadi pertimbangan Hani buat memperbaiki.



Bismillah 2019. 1 out of 365 days, begin.

***

Kalo ada yang kepo kenapa branding-nya dari Blogger Ala-Ala terus ganti jadi breakfast with Hani. Itu karena Hani ngerasa udah gak mau ala kadarnya lagi. Hani Alhamdulillah udah jauh banyak kemajuan. Mulai dari yang kaga tau istilah-istilah receh sampe sekarang yang masih banyak juga yang belum taunya, tapi sudah jauh meningkat lah pengetahuan serta kemampuannya di banding yang dulu. Jadi, babai ala-ala, let's become a professional

Breakfast with Hani itu dipilih dari banyaknya kata-kata yang dipikirin. Tapi Hani akhirnya milih ini biar gak terlalu puitis banget. Hani ngeri orang-orang udah pada ekspetasinya ketinggian.

Walaupun ini bukan blog khusus makanan, ya wes rapopo namanya itu aja. Kenapa breakfast? Karena makin kesini Hani suka banget sarapan pagi-pagi. Beneran pagi-pagi. Abis subuh aja, keseringan Hani udah nyari makanan. Emang gitu akutu, orang pada belum bangun, diriku malah udah nyari makanan. Haha.

Dan kenapa sabtu, karena Hani keseringan bisa sarapan secara nikmat itu di hari sabtu, minggu atau hari libur.

Nah, dikarenakan sadar diri gak segitu rajin posting, jadinya ditetapkan hari sabtu deh.

Lalu, kenapa jam 05.30, ya tadi, Hani suka sarapan pagi-pagi.

Gak apa-apa kan gak posting di prime time? Seluruh hal di dunia ini gak mesti sama. Menjadi unik gak salah, selama tidak melanggar. Azeeek.

Biar kalian inget pokoknya wes, sabtu pagi cus mampir ke blog/youtube Hani. Kalo kepo Hani sarapannya apa aja, bisa cekidot twitter Hani. Biasanya Hani sharing makanan disitu. 

Thank you, next...

Salam,

Hani, yang siap menjalani tahun 2019 jauh lebih baik.