Halaman

Jumat, 27 Agustus 2021

Muda, Semangat, Produktif, dan Berkembang, Demi Indonesia yang Inklusif!

Tahukah kalian, 21.84 juta atau 8.26 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas? Ini termasuk OYPMK (Orang Yang Pernah Menyandang Kusta).

Bahkan, menurut data Riskesdas 2018, usia 18-24 tahun merupakan populasi disabilitas terbesar ketiga setelah kelompok dewasa akhir dan usia lansia. Wew.

Umur produktif, tapi disabilitas, kira-kira bagaimana ya karir atau pekerjaannya? Mungkin kalian berpikiran begitu. Tenang! Masih tetap bisa produktif kok.

Makanya itu, kali ini saya mau sharing dari tayangan youtube Berita KBR yang judulnya 'Yang Muda Yang Progresif, untuk Indonesia Insklusif'.


Bersama narasumber:
Widya Prasetyanti (Program Development and Quality Manager, NLR Indonesia)
Agustina Ciptarahayu (Founder and CEO PT. Botanina Hijau Indonesia)
Penyiar: Ines Nirmala

Sekalian memperingati Hari Orang Muda Internasional (International Youth Day) yang biasa diperingati setiap tanggal 12 Agustus.

NLR


Btw, yang belum tau NLR, saya bantu jelasin ya dikit ya. Lebih detailnya kalian bisa cek websitenya. NLR adalah organisasi non-pemerintah yang berfokus untuk menanggulangi kusta.

Mempunyai program yang bermafaat untuk penderita kusta ataupun disabilitas, seperti:
  • Membantu mendapatkan hak ketenagakerjaan yang inklusif, baik formal maupun kewirausahaan.
  • Memprioritaskan tumbuh kembang anak dan remaja penderita kusta/disabilitas/down sindrom.
  • Pendampingan terkait seksual dan reproduksi bagi penderita kusta/disabilitas/down sindrom.
  • Magang di NLR serta mitra terkait di berbagai wilayah bagi penderita kusta dan disabilitas.
  • Peer konseling dari sesama penderita kusta yang sudah dilatih terlebih dahulu agar menjadi konselor yang handal.
  • Suara untuk kusta (SUKA). Road show untuk menyadarkan tentang kusta ke masyarakat ataupun kampus/sekolah.

Misi NLR Indonesia memang berfokus untuk pendampingan kusta. Mulai dari mencegah, mendeteksi, menangani, mendukung kesehatan maupun kemandirian, serta akses inklusif.

Dan, karena kusta dapat menyebabkan disabilitas, oleh karena itu, NLR juga bekerja di sektor disabilitas. Khususnya untuk anak muda.

​Untuk pencegahan kusta, NLR berkerjasama dengan Kemkes/Dinas Kesehatan/Puskesmas melakukan kegiatan pencegahan penularan, kelompok perawatan diri orang yang pernah kusta dll. Tergantung permasalahan tiap daerah.

NLR juga sangat terbuka untuk anak muda yang mau jadi relawan maupun magang, terutama untuk mahasiswa kesehatan.

Kalian yang tertarik jadi relawan bisa langsung menghubungi NLR. Buat perusahaan/organisasi yang mau bekerjasama dengan OYPMK atau disabilitas juga bisa menghubungi NLR.


Botanina


Sebuah perusahaan yang sudah 7 tahun menciptakan aroma yang menyenangkan. Menjual aromaterapi, essential oils serta health and beauty lainnya. Khususnya untuk anak-anak dan bayi.

Botanina juga saat sebelum pandemi membuka magang untuk penderita disablitas maupun yang tidak. Bahkan mengajarkan skill para pemagang agar lebih cocok untuk dunia bisnis.

Apa penderita disabilitas bisa bekerja?


Dunia usaha saat ini menurut Mbak Tina lebih membutuhkan skill. Jadi untuk memilih karyawan tidak mesti full time. 

Bisa part time maupun freelance, yang penting karyanya. Apalagi yang mempunyai latar belakang atau story yang menarik setiap karyanya.

Bahkan, salah satu tangan kanan Mba Tina di Botanina yang penciumannya sangat tajam ternyata punya kekurangan di pengelihatan.

Pada bagian merchandise juga ada yang autis. Malahan hasilnya baik sekali. Rapi dan apik! Untuk saat ini memang segala kekurangan tidak bermasalah, yang penting bisa diajak bekerjasama dengan baik.


Persiapan untuk memperkerjakan penderita disabilitas


Berdasarkan pengalaman Botanina, yang perlu diperhatikan itu instensitas terang lampu dan bentuk font tulisan yang memudahkan.

Sedangkan menurut Mbak Widya, pengaturan jam kerja dan jam istirahat bisa jadi perhatian perusahaan. Karena penderita kusta kalau stres bisa merah-merah dsb.

Penggunaan alat yang berbahaya juga sebisa mungkin dikomunikasikan dulu dengan baik. Agar penderita disabilitas lebih terjaga keamanannya.

Tidak ada patokan khusus, disesuaikan dengan kebutuhan saja. Selain itu, jangan lupa beri pengertian juga ke teman-teman kerja lainnya. Supaya bisa lebih memahami dan menerima.

Cerita Mbak Geby, mantan penderita kusta


"Saya lebih mengenal kusta itu melalui NLR Indonesia..." - Geby, mantan penderita kusta.

Mbak Geby dari NTT adalah salah satu mantan penderita kusta yang pernah sampai lumpuh ringan. Karena menyerang sistem syaraf, sehingga mati rasa.

Namun, saat dibantu NLR jadi lebih paham tentang kusta itu sendiri. Dan rutin melakukan pengobatan, terapi serta konsumsi obat kusta.

Menurut beliau, dengan adanya pendampingan, dapat pengetahuan yang tepat dan menjadi semangat kembali. Beliau juga belajar menenun untuk aktifitasnya.


Senang banget deh saya mendengar suara Mbak Geby yang semangat. Ini membuktikan meski kusta, jika didampangi dengan baik, bisa tetap membangkitkan semangat penderitanya.

Kalian jangan mau kalah semangat ya, apalagi jika sehat wal afiat. Dan, jangan lupa untuk selalu produktif serta peduli terhadap sesama ya.

Salam,


Hani, yang insyaallah semangat dan sehat. Aamiin.


Fyi: gejala awal kusta itu adanya bercak keputihan seperti panu atau bercak kemerahan, bercaknya kurang rasa, tidak berkeringan, rambut sekitar kulit rontok, tidak gatal. Jika ada itu, segera ke puskesmas ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)