Halaman

Jumat, 11 November 2022

BBM Bersubsidi Tepat Sasaran, Kualitas Udara Pun Membaik

Pernah enggak kalian lihat mobil bagus, tapi pakai Pertalite? Gimana perasaannya? Biasanya sih menimbulkan rasa ingin julit sih ya. 🙎 Hehe.

Tapi katanya, mobil-mobil kece yang pakai Petralite tersebut, beberapanya memang termasuk kendaraan yang direkomendasikan menggunakan bahan bakar dengan oktan tertentu. Jadi terpaksa pakai Petralite. Katanya sih gitu. Tapi gak tau juga sih kalau cuma alasan. Julit teteup. 😝


Jujurly saya pun belum tahu detailnya, tapi ya sudah berusaha berpositif thinking dengan percaya. Serta, berusaha memaklumi dan mendoakan semoga kita semua dimampukan untuk pakai BBM non subsidi. Atau, kalaupun mereka khilaf, semoga kembali ke jalan yang benar.

Kalau kalian gimana nih tanggapannya terkait penggunaan BBM bersubsidi?

Karena BBM itu sebaiknya gak asal beli loh. Selain mesti lihat kebutuhan kendaraan kita apa, kita juga mesti sadar kita golongan apa. Jangan mampu di depan gebetan, tapi ngaku gak mampu kalau ada bantuan. Eh.

Iya sih, subsidi itu buat rakyat. Tapi gak mau kah jadi golongan mampu? Biar bantuan pemerintah yang bersubsidi bisa lebih tepat sasaran dan dialihkan untuk sesuatu yang lebih baik, misal menambah kendaran umum yang nyaman dan jalur trotoar di semua sudut kota.

Ya, meskipun menurut saya, kalau mampu beli kendaraan, berarti bukan golongan gak mampu. Kecuali nelayan atau kendaraan untuk usaha. Golongan gak mampu tuh yang boro-boro mau beli kendaraan bermotor, mau makan besok aja belum tau dapat darimana. Setuju gak nih?

Menurut saya, pengendalian pendistribusian BBM subsidi biar tepat sasaran tuh agak sulit jika belum ada kesadaran dari dalam diri, belum ada pengganti (kendaraan) yang lebih baik, dan belum ada contoh dari sosok para 'tokoh'. Saran saya, perlahan tapi pasti BBM subsidi sebaiknya difokuskan untuk sektor usaha dan fasilitas umum.

Supaya biaya ongkos atau harga-harga kebutuhan pokok terjangkau untuk semua kalangan, dan kendaraan umum yang nyaman pun semakin banyak menyentuh sudut daerah. Biar para pengguna kendaraan pribadi berbondong-bondong pindah ke kendaraan umum. Karena mesti diakui orang yang menggunakan kendaraan pribadi salah satu penyebabnya adalah kendaraan umum yang belum nyaman, belum memadai dengan baik, masih sulit ditemukan.

Kan jika semakin banyak orang menggunakan kendaraan umum, polusi pun optimis bisa berkurang. Karena dari Talkshow Ruang Publik KBR yang didukung oleh YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) pada hari Selasa, tanggal 8 November 2022, dengan judul Pengendalian BBM Bersubsidi Tepat Sasaran di Wilayah DKI Jakarta, Bapak Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI) mengatakan bahwa Jakarta termasuk salah satu kota terpolusi dunia. Tentu kita gak bisa diam dengan status ini, mesti ikut andil menguranginya.

Baca juga: Talkshow KBR

Alhamdulillahnya, menurut Ibu Luckmi Purwandari, ST.M.Si (Direktur Pencemaran Udara KLHK) data polusi udara di DKI Jakarta menurun sejak bulan September, saat kenaikan BBM subsidi hingga sekarang. Ditambah lagi, kata Bapak Syafrin Liputo (Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta) penumpang bis transjakarta mengalami kenaikan. Yang artinya, semakin banyak yang naik kendaraan umum. Syukurlah... ikut senang akutu dengar kabar baik dari para narasumber. 😄 (terlepas dari kenaikan harga BBM ya)


Memang perpindahan Petralite ke Pertamax dianggap bisa membantu mengurangi polusi, karena kualitasnya lebih baik. Emisi yang dibuang Pertamax tidak separah Petralite. Selain itu, kenaikan BBM membuat masyarakat jadi memilih menggunakan kendaraan umum dibandingkan naik kendaraan pribadi untuk menekan biaya pengeluaran.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya bisa ya kita berusaha membuat BBM bersubsidi jadi tepat sasaran dan mengurangi penggunaan BBM. Cuma mungkin butuh proses dan difasilitasi penggantinya, misal kendaraan umum yang nyaman.

Terus, sangat diharapkan diberi contoh langsung oleh SEMUA pejabat, baik itu pejabat daerah maupun pusat. Yakin sih jika SEMUA pejabat menggunakan kendaraan umum buat sehari-hari bukan cuma sekali-kali, masyarakat jadi lebih tertarik dan lebih mengikhlaskan BBM bersubsidi.

Kalau masyarakat luas tergerak menggunakan kendaraan umum, terfasilitasi dengan baik, sudah ada contohnya dari SEMUA pejabat, SEMUA artis, dan public figure lainnya, maka kemungkinan BBM tepat sasaran dan kualitas udara yang membaik itu bukan sesuatu yang sulit, bukan? 😉


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)