Jumat, 15 Februari 2019

#CegahDBD dengan Larvitrap, Alat Penangkap Nyamuk Hemat Murah Meriah dari Bahan Bekas.

Hai, udah ada yang tau tentang Lavitrap? Salah satu alat pembasmi nyamuk dari botol minuman bekas. Wah, kalau belum tau, baca tulisan saya selanjutnya yak! Bakal bahas ini dan mencoba menjabarkan cara bikinnya. Biar bisa di pakai di rumah, buat cegah nyamuk, apalagi nyamuk penyebab DBD. Hih atut ama nyamuk.


***
Sekarang-sekarang ini masih sering hujan. Walaupun biasanya musim hujan itu ada di bulan yang berakhiran -ber. Seperti, September, Oktober, November, dan Desember. Walaupun begitu, Januari dan Februari masih saja rutin hujan. Sehingga rentan banyak nyamuk dan penyakit DBD a.k.a demam berdarah.

Kenapa malah ketika hujan, nyamuknya malah semakin banyak? Karena walaupun masa hidup nyamuk sebentar, tapi nyamuk suka bertelur dan telur nyamuk menetas jika terkena air. Makanya itu, yuk dicek dan ditutup/dibersihkan tiap ada tampungan atau genangan air. Sekalipun itu air bersih. Biar tidak menjadi lahan perkembangbiakan nyamuk. 

Betewe, sudah tau kan sumber DBD? Yap, nyamuk Aedes Aegypti. Kalau kita tidak fit dan tergigit nyamuk pembawa virus dengue, besar kemungkinan bisa terkena DBD. Pokoknya kalau kalian terkena salah satu dari gejala DBD di bawah ini, langsung cek ya.

Ciri-ciri terkena DBD, biasanya akan mengalami gejala sebagai berikut:
1. Demam tinggi mendadak
2. Nafsu makan menurun
3. Sakit perut, sakit pada ulu hati, serta muntah.
4. Adanya pendarahan
5. Tangan dan kaki menjadi dingin serta lemas

Memang sih, jika badan panas bukan berarti langsung di vonis DBD. Tapi dengan segera menanyakan ke ahlinya, kita bisa terhindar dari fase selanjutnya. Demam lebih dari 3 hari, amannya kita minta cek trombosit.


***

Kalau sudah kejadian, ya sudah sabar, di obati, dan berharap sakitnya jadi penggugur dosa. Tapi kan amit-amit ya, jangan sampe. Kalau bisa sehat kan ya maunya sehat dan berkah kesehatannya.

Tapi sebelum kejadian, ada beberapa cara buat cegah DBD. Mungkin anak 90an paham bener nih sama 3M, menutup, menguras, dan mengubur. Tapi zaman now, bukan lagi mengubur. Karena di kubur rentan jadi genangan nyamuk. Oleh karena itu, M yang terakhir di ganti menjadi di olah kembali.

Dan untuk mencegah DBD, biasanya tiap daerah di adakan fogging masal. Walaupun pada kenyataannya, fogging disarankan jangan sering-sering. Karena residunya lebih banyak dari pada obat basmi nyamuknya. Nyamuk matinya nggak seberapa, nyesek bin engapnya lama bener. Hehe.

Lalu, biasanya di setiap daerah ada Jumantik alias Juru Pemantau Jentik. Tapi atulah kita mah mesti kesadaran pribadi. Karena kan ya rumah-rumah kita, lingkungan juga daerah kita, badan-badan kita juga yang mesti kita jaga, keluarga juga keluarga kita. Jadinya, usahain bisa menjaga sendiri lah. Kalaupun di bantu, ya sekedar bantuan, tidak sepenuhnya bergantung ke orang lain.

Untuk mencegah nyamuk, selain buat lingkungan bersih dan jangan ada benda bergantung, mungkin bisa menanam 10 tanaman seperti berikut ini:
1. Bunga tahi kotok (I don't know the real name. Maybe Marigold?)
2. Zodia
3. Bunga krisan
4. Bunga tembelekan
5. Bunga nanga
6. Bunga lavender
7. Serai
8. Serai wangi
9. Kayu putih
10. Kemangi

Dan bisa juga menaruh 2 Lavitrap di tempat gelap dalam rumah. Bisa di kamar tidur dan ruang tamu. Lalu di cek seminggu sekali dan jangan sampai terkena anak-anak. Karenaaa...becek kalau tumpah airnya. Hihi. Lagi ciyus ya bacanya.

Tenang aja gengs, lavitrap ini aman. Karena bahannya dari bahan bekas dan hanya menggunakan air biasa. Saya share ya cara bikinnya. Sebelumnya, siapin dulu bahan-bahan ini ya:
1. Botol air mineral yang 1.5 liter. Yang bekas aja biar go green. 
2. Steples
3. Kain kasa
4. Plastik bekas, kalau bisa warna hitam.
5. Lakban

Cara membuat lavitrap:
1. Buat botol jadi 3 bagian. Bagian atasnya, kurang lebih di 7 cm dari mulut botol.
2. Untuk bagian bawah, buang bagian bawah botol. Karena takut air tumpah, jadi bergenang.
3. Bagian tengah di bagi dua, untuk pengunci botolnya.
4. Terus bagian atas posisinya di balik. Tutup botolnya posisinya jadi di bawah.
5. Lalu, digabung dan rekatkan bagian atas yang sudah terbalik tadi dengan bagian bawah yang bagian bawahnya udah di buang dengan lakban.
6. Kemudian tutup dengan kain kasa
7. Supaya kencang gunakan bagian tengah. Steples jika perlu, biar kain kasa tak bergerak kemana.
8. Terakhir, biar rapi bungkus semua botol dengan plastik dan di lakban. 


Hasilnya seperti foto di atas. Semoga paham dan bisa dipraktekan ya. Sebenernya diriku ada sih videonya, tapi bukan video daku pribadi. Jadi, tak enak jika mau share. Hehe.

Bisa lah ya paham walaupun dari liat fotonya saja. Lumayan loh pakai ini, jadi hemat. Tak usah beli obat nyamuk mulu. Palingan jika ingin menguras, kocok dulu botolnya. Agar sayap nyamuknya patah. Bisa kan ya? Bisa lah ya. Percaya kok percaya. Millenials mah pasti bisa. Hihi.


***

Mayoritas info yang saya share tau dari acara sharing, chatting, learning di Meet Up Healthies! bareng Menkes Bu Nila Moeloek, BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit), dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Dir P2PTVZ, dan dr. Gia Pratama di Kantorkuu - coworking space di Agro Plaza Kuningan tanggal 7 Februari 2019.

Salam,


Hani, the healthies newbie.


Kamis, 31 Januari 2019

Cara Financial Freedom, Goal Zaman Now

(Pamer foto tipis-tipis di acara C2live ketemu GeTI dan Detalase dulu.

Sebuah acara yang semakin memicu financial freedom. Serta mencerahkan dalam hal supplier

******************************************

Kalian sadar tidak jika cita-cita anak-anak sekarang mayoritas berbeda dengan anak zaman dulu? Atau cara menjemput rezeki 2019 beda dari beberapa tahun lalu? Kalau beda, wajar sih sebenernya. Karena sekarang kita memasuki era Indonesia industri 4.0, yang mana tidak hanya sumber daya manusianya yang dituntut harus selalu berinovasi. Tetapi ada andil teknologi yang jauh lebih canggih di dalamnya.

Mungkin beberapa puluh tahun lalu hanya teknologi otomatis yang digunakan. Namun untuk beberapa tahun terakhir ini, hampir semua teknologinya tidak hanya otomatis tapi juga terintegrasi dengan internet (internet of things/IoT).
"Khusus di Indonesia, yang kita pacu adalah Empowering Human Talents." Airlangga Hartanto, Menteri Perindustrian"

Jadi, udah sedikit memahami lah ya kenapa cita-cita atau kerjaan anak zaman sekarang lebih beragam. Bahkan dari rumah pun tetap bisa menghasilkan duit. Jadi, buat ibu-ibu zaman sekarang mah gak usah khawatir lagi ninggalin anak demi mencari uang. Buat orang tua zaman sekarang juga tidak usah ragu lagi mempercayakan anak perempuannya bekerja dari rumah.

Karena walaupun baru beberapa persen perempuan di Indonesia yang menggunakan internet sebagai salah satu mata pencaharian, tetapi sudah ada contoh nyata orang-orang sukses berpenghasilan ratusan juta hanya dari rumah.

Walaupun kesannya kaya iklan berjanji manis semata. Tapi berpenghasilan dari rumah dan/atau dari internet bukan mustahil sih. Kan segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin selama di usahakan. Kalau emang rezeki kita di situ atau kita gigih berusaha, pasti bisa lah.

Dan di postingan kali ini saya mau sharing tipis-tipis cara memanfaatkan internet agar menghasilkan uangSebenernya sih tips yang bakal dipaparkan ini mayoritas kalian udah sering dengar atau baca, cuma belum di laksanain aja kan? Hihi.

Belum di laksain entah karena belum tau mulainya dari mana lah, mau ngapain, jualnya kemana, atau siapa supplier-nya.

Kalau mulainya dari mana, mari kita mulai dengan bismillah. Eh, seriusan ini. Segala sesuatu mari kita mulai dengan doa dan niat beribadah. Berkerja karena ingin berusaha mencukupi kebutuhan diri sendiri dan orang yang kita tanggung. Atau untuk penghasilan tambahan. Bebas. Selama niat baik, di sebutkan saja. Agar lebih termotivasi.

Doa, niat, dan keinginan yang kuat memang penting, tapi bukan berarti kita tanpa usaha. Langkah selajutnya, kita tentuin pasar kita bagaimana. Tentunya di sesuaikan dengan minat kita juga ya. Kan kalo pake hati, lebih senang lah ngelakuinnya. Tapi sekali lagi di bebaskan sih, mau sesuai hati atau tidak, selama itu kebaikan.

Misal nih, buibu sembari nunggu anak di sekolah. Kan dari pada ngerumpi-rumpi unfaedah mungkin bisa nawarin jualannya atau bikin content. Simpelnya siapa aja orang di lingkungan kita baik dunia nyata maupun maya yang bisa jadi target pasar kita. Kalau jualan apa atau content apa, itu bebas selama kebaikan.

Ih kok bebas mulu sih, Han? Lah, emang. Tanpa acuan tertentu itu salah satu ciri khas industri 4.0. Jadi selama kebaikan mah bebas. Dulu pernah kepikiran gak, ngetwit atau main sosmed bisa dapat uang? Atau kita percaya belanja sama orang yang kita belum ketemu sama sekali? Manggil ojek cuma pakai aplikasi dan lainnya. Nggak kan? Jadi, emang kaga ada patokan khusus sih. Bebasin kreatifitas kita aja. Segala sesuatu pintar-pintar kita melihat peluang.

Next...

Kalau kalian emang niat jualan. Udah tau kan mau jualan apa? Kalau belum tau mungkin bisa liat-liat ke Detalase. Ini salah satu jawaban dari pertanyaan supplier-nya dari mana. Karena, disini klaimnya menyediakan produkjasa logistikmetode pembayaran yang aman, dan customer service yang responsif. Sehingga, siapapun bisa berjualan secara online dengan mudah, gratis, dan tanpa stok.

Sebenernya sih, menurut saya pribadi, kurang lebih ini sama aja dengan supplier lain yang kita cari sendiri. Tapi bedanya, kalau barangnya dari luar negeri dan kita masih belum paham transaksi dari luar negeri, ini pas bangetKarena saya belum tau tempat transaksi dari luar negeri lainnya untuk tangan pertama. Mungkin bisa di kasih tau, kalau kalian tau. Dan dikarenakan kebanyakan barang dari luar negeri pula, potensi menjual barang baru yang belum ada di pasar Indonesia juga banyak.

Caranya mudah: daftar, liat barang, data yang muncul bisa langsung kita upload di berbagai ecommerce. Kaga perlu mikirin nama barangnya biar lebih menjual. Atau keterangan gambar serta printilan lainnya yang penting dalam promosi.

Lalu, jika ada yang pesan, walaupun cuma satu item. Bisa langsung pesan di Detalase dan dikirim meskipun itu barang dari luar negeri. Sama aja kan kaya dropship lainnya? Cuma kita gak perlu bilang kita mau kerjasama atau izin ambil foto buat jualannya.

Keliatannya mudah kan? Emang mudah sebenernya jualan online. Tapi memang gak semua minat, bakat, dan prioritasnya di sini.

Kalaupun masih bingung, mungkin kalian bisa ikut GeTI Naon eta, Han? Jadi loba anyar. Emang banyak jeng yang mesti di lalui untuk financial freedom dari sisi jualan online. Tapi bukan berarti gak bisa. Mungkin sekarang masih melaksanan secara pribadi segalanya. Bismillah berapa bulan lagi bisa gaji admin. Sudah bisa gaji admin, bismillah bisa punya toko fisik. Setelah itu, bismillah punya cabang, dan seterusnya. Aamiin.

Ngomong-ngomong soal GeTI. Ini adalah salah satu tempat, semacam pelatihan gitu untuk menjadi seorang Digital Marketing. Jadi yang saya jelaskan di atas bisa langsung praktek di GeTI. Konten, desain, SEO, analisis sampai brand value di pandu oleh ahlinya. Bahkan disediakan sarananya pula. Komputer dan studio foto, ada. Dan yang bikin menggiurkan, GeTI ada kerjasama dengan beberapa perusahaan besar. Network perlu seus. Hihi. 

Gimana-gimana, udah siap menyelesaikan goal financial freedom menjemput rezeki di tahun 2019 ini? Bisa lah ya. Kalau udah ada niat, doa, dan usaha mah bisa. Kalau belum bisa juga, mungkin rezekinya bukan dari sini. Bisa coba cara lain.

Salam, 

Hani, seorang financial freedom. Aamiin. 

Tulisan ini... 

Senin, 28 Januari 2019

Menjaga Lingkungan Hidup juga Harus di Kampanyekan di Pilpres 2019

Beberapa bulan lagi kita bakal ada pemilu besar-besaran. Lalu, apa kalian sudah tau akan memilih yang mana? Secara jujur, saya belum yakin memilih yang mana. Karena semakin tidak tertarik mengikuti perkembangannya. Apalagi jika lihat trending topic di salah satu media sosial yang terjadi hampir tiap hari di sebulan terakhir ini.

Ketika saya lihat isi kampanyenya, sepertinya cuma asal banyak-banyakan posting. Agar menjadi trending topic. Tidak ada yang terlalu detail membahas visi, misi, dan peningkatan prestasi.

Terlebih kaitan lingkungan. Sepertinya tidak terlalu banyak ditekankan oleh kedua kubu. Karena mayoritas menekankan bidang ekonomi dan lapangan kerja.

Pada dasarnya, berlomba-lomba meningkatkan ekonomi itu penting. Memberi lapangan kerja juga penting. Apalagi berkaitan isu agama, HAM, memberantas hoax dll, itu semua penting.

Tapi menurut saya, dari sisi lingkungan hidup, mereka masih kurang menjabaran secara rinci. Dari sekian banyak kampanye dan trending topic sepertinya saya belum dengar, yang menggembar-gemborkan kaitan lingkungan hidup. Atau mungkin saya yang belum tau. Mohon di maklumi.

Bahkan jika kita melihat dari beberapa website atau wadah lain yang menampung data berkaitan pemilu 2019 ini, seperti iklancapres.id. Akan dilihat masih sangat kurnag kampanye berkaitan lingkungan hidupnya. Bisa dilihat grafiknya di http://www.iklancapres.id/iklan.

Dari sekian banyak bahasan kampanye. Yang paling minim, kaitan lingkungan hidup. Padahal itu sama pentingnya dengan permasalahan lainnya.

Mungkin jika hanya koar-koar mengatakan kampanye para kandidat calon kurang menarik tanpa adanya saran untuk perbaikan, rasanya tidak baik ya. Oleh karena itu, saya menyarankan beberapa materi kampanye dari sisi lingkungan hidup yang mungkin bisa jadi pertimbangan kampanye ke depannya.

Misal, menyatakan misi dalam kaitan lingkungan hidup akan dilakukan penanaman dan pemeliharaan 50.000 pohon selama 5 tahun menjabat. Penuntasan masalah kebakaran lahan. Larangan merokok dan membuang sampah sembarangan. Di galakannya program pemilihan sampah rumah tangga. Agar semakin sedikit sampah. Dan program kaitan lingkungan hidup lainnya.

Jika selama beberapa tahun terakhir ini, produk dan konten karya anak negeri di dukung. Bagaimana jika, langkah sayang lingkungan juga di dukung? Di viralkan juga seperti bidang lainnya.

Jadi, dari sekarang mungkin bisa di viralkan salah satu kandidat melakukan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga di seluruh kota. Atau bagaimana cara calon kandidat mengelola sampah di rumahnya.

Mungkin bisa juga penanaman pohon, membuat gerakan bike to work/school yang di dukung para tim suksesnya. Membuat gerakan 

Harapannya dengan artikel kritik saya ini, eh bukan hanya kritik ya. Malah ada sarannya juga. Hihi. Harapannya sih, dengan adanya kritik. Maka akan ada bahasan lain untuk tim sukses masing-masing calon. Masih ada beberapa bulan lagi, masih ada waktu untuk menarik dan mencerdaskan para pemilih dengan cara yang elegan. 

Mungkin artikel saya ini, banyak salahnya. Tapi itu murni pendapat saya pribadi yang hanya berharap mendapatkan pemimpin yang terbaik dengan jalan yang baik pula. Semoga dengan unek-unek ini, para tim sukses yang membaca bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas kampanye-nya. Aamiin.

Minggu, 27 Januari 2019

8 Go Green Lifestyle Sederhana yang Bisa di terapkan di Rumah

Hulalalahula...


Paling suka deh bahas lingkungan, apalagi yang berbau go green gitu. 

Temen-temen yang udah kenal dan perhatian sama saya dari beberapa tahun lalu, kayanya bakalan tau kalo saya pencinta go green dan menerapkan dalam lifestyle sehari-hari.

Yang udah rutin banget nih bakal disebutin beberapa di bawah ini. Please di tiru ya, gengs. Biar bumi dan lingkungan kita makin nyaman. 

1. Anti buang sampah sembarangan
Jadi, usahain mau dimana juga, tahan. Jangan sampai buang sampah sembarang. 

2. Kalo di rumah pisahin sampah plastik atau segala yang bisa di kiloin
Buat apa? Buat tetangga  yang membutuhkan atau pemulung yang lewat. Kadang tukang sampah juga mau.


(Pemilahan sampah waktu di kosan. Lebih lengkap. Hehe) 

Setidaknya kalo kita belum bisa rutin ngasih sumbangan barang berharga, ya yang bisa di sumbangin. Sumbangin aja. Walaupun kesannya sederhana. Semoga perhatian kita ke mereka tetap sampai. Lagipula membantu petugas pengelola sampah juga bukan seeehhh?

3. Tanem biji bekas makan atau masak
Misal nih ya, kita beli mie ayam terus dapet sambel kebanyakan. Nah, sambelnya yang biasanya ada cabe-cabenya itu, kita tanem aja di pot/media tanam lainnya.

Atau kita lagi mau masak, biji pare yang mau kita buang, ya di tanem aja. Mayan bebs, bisa berbuah, bisa makan pare gratis organik berbulan-bulan. Bahkan bisa sampe ngasih ke tetangga. Alhamdulillah. 

4. Bawa plastik sendiri kemana-mana
Kalau ke pasar, bebelanjaan atau jajan cilok di depan SD sebelah, bawa plastik atau wadah sendiri. Jadi kalo mau di kasih abangnya, sorry mba/mas pake ini aja. 


(belanja tapi bawa plastik sendiri. Mandiri dah. Hihi) 

Kalo lupa bawa plastik/wadah dan barangnya memungkinkan di masukin tas, ya masukin tas aja. Usahain meminimalisir penggunaan plastik. 

5. Jangan langsung buang kertas, kartu undangan, brosur atau kertas lainnya. 
Kertas bekas bisa kita manfaatin lagi, bebs. Bisa buat coret-coretan. Atau bungkus sesuatu.

6. Air bekas cucian beras atau bekas sayur untuk siram tanaman
Coba deh, air bekas cucian di kumpulin terus buat siram tanaman. Tapi langsung siram ke tanah ya, jangan ke daunnya. Nanti bisa putih-putih daunnya. Mengurangi estetika. Hihi.

7. Tidak langsung buang baju bekas
Dulu kayanya baju bekas masih laku buat di sumbangin. Tapi sekarang siapa yang mau? Kadang baju mereka juga udah bagus-bagus. Jadinya, bajunya di remake aja. Biar bisa di pake lagi dengan style berbeda. Atau paling kasian mah, jadi kain lap.

8.  Tulang bekas atau nasi bekas kasih ke binatang sekitar
Jadi, di lingkungan ada kucing liar. Nah, satu gang pada ngasih tulang kalo abis makan. Lumayan kan daripada di buang gitu aja dan nyuruh kucingnya ubek-ubek tong sampah sendiri. Mending kita kasih baik-baik. Semoga jadi ladang pahala. Aamiin.

Kira-kira itu sih yang sudah mulai rutin dalam jangka waktu beberapa bulan ini atau beberapa tahun terakhir.

Padahal dulu, masih zaman bocah buang sampah kaga pake mikir. Sekarang, kalo mau buang dipikir-pikir dulu. Ini bisa di manfaatin apalagi ya? Biar gak gitu aja jadi sampah.

Tapi sebenernya masih ada beberapa kegiatan yang belum kesampaian sih. Karena belum memungkinkan.


(souvenir bibit pernikahan kayanya lucu juga)

Yang pertama, pengen banget sampah organik dikumpulin. Dikubur biar jadi kompos.

Kedua, bikin olahan dari limbah plastik detergen dan sejenisnya, yang tebel gitu. Udah ngumpulin plastiknya, tapi belum bisa jait pake mesin. Ajarin dong, gengs.

Terus, pengen lagi menyuarakan besar-besaran go green lifestyle ini. Kalo bukan kita, siapa lagi? Emang anak cucu kita bakal nikmatin sama kaya kita kalo kita gak merawat bumi? Aseeek bahasanya, macam politikus. Hihi.

Kurang lebih itu sih yang bisa share tentang go green lifestyle. Yang harapannya bisa di tiru orang. Plis gengs, jangan terlalu nyalahin keadaan kalo ada bencana dll. Tapi mari lakukan perubahaan.

Udah dulu ya. Yuk, babai... Semoga teracun virus go green.

Salam,


Hani, pelaku go green lifestyle

Jumat, 25 Januari 2019

Resolusi 2019: Menjalani 5 Lifestyle Baru yang Kece

Hulalalahula...


Padahal ya, di ig bilang, kaga mau share resolusi 2019. Eh, malah share di blogBaeqlah... namanya juga manusia. Huft. Dan karena alasan manusia pula, akutu banyak keinginan. Alhamdulillah-nya mau berusaha. Jadi masih bisa di maklumi lah ya. Haha. Pembelaan diri.

Nah, salah satu target di tahun ini adalah menerapkan beberapa lifestyle kece. Tidak, tidak ada yang salah dengan gaya hidup diriku. Cuma mau di tingkatin aja. Biar makin cetar ulala.

Kalau selama ini sudah menerapkan lifestyleno ngutang nan apa adanya, go green, dan minimalist. Walau pas di kaji ulang, ternyata masih banyak milih-milihnya. (Untuk lifestyle go green dan minimalist sepertinya akan diceritakan lebih banyak di post selanjutnya)

Tapi Alhamdulillah-nya, lifestyle no hutang dan apa adanya masih bertahan dan gak ada excuse apa-apa. Jika kepengen beli rumah, mobil, motor, hp dll, ya kalo ada budget-nya ya beli, gak ada ya nabung. Alhamdulillah ya Allah. Ini wajib kudu harus dipertahankan banget.


The next lifestyle targets


Ternyata eh ternyata, di dunia ini masih banyaknya lifestyle kece lainnya yang tentunya bikin tergiur untuk diterapkan. Seperti, Islam lifestyle, business lifestyle atau anak sholehah lifestyle.

Emang itu hanya penyebutan diriku saja. Tapi intinya masih banyak lifestyle lain yang kayanya bagus untuk diterapkan.

Dan, apa aja sih resolusi 2019 seorang nisaahani yang berkaitan dengan lifestyle?

1. Health lifestyle


Walaupun berguru pada internet dan udah modal matras (yang mana dulu selama setahunan matrasnya malah cuma jadi alas duduk). Di tahun ini, bismillah mau lebih rutin olahraga. Beneran sama gurunya langsung.


Karena pas nyoba beneran sama ahlinya, beneran kerasa banget khasiatnya. Kan beberapa bulan lalu, punggung saya terkadang sakit. Eh, abis olahraga sama trainer di dunia nyata, yang benerin gerakan kita jika salah, alhamdulillah hilang sakit punggungnya.



(foto dari fanspage yogayogi Tangerang dan di edit lagi oleh nisaahani. Cie olahraganya di foto-foto. Can you find me? Hihi)

Selain olahraga, tahun ini mau benerin pola makan. Sudah liat kan muka pas jerawatan? Nah, sekarang lagi nerapin minim mengkonsumsi nasi dan gula. Sebenernya bukan hanya karena jerawat atau diet. Tapi pengen jauh lebih sehat. Tubuh titipan, oleh karena itu, mesti di jaga dan rawat dengan baik.

Beneran deh, nasi itu bisa ngurangin berat badan. Tahun lalu kan diriku terserang kurang minat makan nasi, keseringan makan junk food, ngemil sering tapi dikit karena gampang kenyang, dan akhirnya berdampak ke berat badan. Tadinya berat badan hampir 50an, jadi tinggal 42 atau 43 gitu. Dahsyat. Tapi tau itu terlalu ekstrim. Sangat tidak sehat. Jadinya sekarang walaupun mengurangi nasi, tapi lauknya makin banyak. Haha.


Mulai tahun lalu juga, nerapin minum jus hampir tiap hari. Bisa liat di twitterakutu hampir tiap hari jus wortel tanpa ampas. Dan alhamdulillah matanya kaga nambah minus maupun silendernya. Namun, kalo dulu hanya tanpa ampas, sekarang ini tambah tanpa gula. Kalaupun pakai gula, cuma dikit banget. Bener-bener ngurangin gula.


2. Islam lifestyle


Perbanyak ilmu agama dan beradab sesuai dengan adab di Islam. Sesimpel mau makan bismillah, lalu pas sudah selesai alhamdulillah. Sholat 5 waktu tepat waktu, di tambah sholat sunnah, dan masih banyak lainnya.


Agak segan share banyak, karena beberapa orang kalo liat bebau agama, reaksinya sama kaya liat politik. Bawaannya udah alergi aja. Ditambah lagi belum siap kalo di hakimin orang. Jadi, cuma minta tolong di doain aja. Mungkin di masa lalu ada salah, bahkan mungkin sedetik lalu masih salah. But, please forgive me and di doain kedepannya tidak di ulangin lagi. Dan tolong, jangan kaitin agama sama tindakan saya yang di rasa salah. Kalau salah, itu murni dari saya pribadi.


3. Anak sholehah lifestyle


Coba bayangin, kalau sebulan lagi, dirimu udah jarang ketemu ortu?


Tentunya pengen melakukan yang terbaik kan? Mungkin di pekerjaan atau untuk diri sendiri, kamu selalu melakukan yang terbaik. Tapi untuk orang tua, sudah melakukan yang terbaik belum?


Mungkin selama ini udah nurut terus sama ortu, tapi udah berusaha lebih perhatian belum sama mereka di tengah kerja keras bagai qooda? Udah nanya mereka ngapain aja hari ini? Lagi pengen apa? Udah bantuin ortu belum? Sesimpel nyuci piring.


Pokoknya tahun ini, selama bisa quality time sama ortu ya bener-bener totalitas.




4. Mandiri bebersih lifestyle


Entah ini nama katagorinya apa, tapi udah dari tahun lalu ngebiasain kalau abis makan di restoran cepat saji atau restoran lain yang memungkinkan, di benahin sendiri sampahnya. Bener-bener sampai ke tempat sampah dan nampannya di taro di tempatnya.


Terus kalo abis makan di restoran, tapi kita masih mau nongki. Wadah bekas makan, di tumpuk tengah (berusaha) yang rapi. Biar abangnya lebih cepet kalo mau ngerapain meja kita.


Kalau abis makan atau kegiatan yang kita mengharuskan buang sampah, akan sangat sangat berusaha buang sampah sendiri. Atau setidaknya kasih ke petugas pembersihnya, biar tetap bersih tempatnya.


5. Business woman lifestyle

Tahun ini bismillah pengen buka banyak usaha yang insyaallah bisa menghasil banyak uang minimal sampai 20 tahun kedepan. Bisnis apa? Rahasia dong.


***
Hmmm... lifestyle kece apalagi ya yang menarik?

Kurang lebih itu sih 5 lifestyle baru -yang pas lagi nulis keingetan- dan pengen di laksanain rutin di tahun 2019 ini.


Karena seneng sendiri pas lifestyle ini berdampak baik ke diri sendiri dan orang lain. Coba aja bandingin. Ortu pasti lebih seneng sama kita, orang sekitar juga jadi lebih seneng. Lakuin deh. Simpel tapi efeknya dahsyat.


Semoga terlaksana dan menjadi kebiasaan ya buat kita semua, khususnya saya. Aamiin. 

Salam,


Hani, yang senang jadi virus kebaikan

Kamis, 24 Januari 2019

Kenapa Bangga Jadi Blogger? Dan Resolusi Tahun 2019 Agar Semakin Bangga.

"Penghasilannya lumayan ya, Han? Kok bisa? Gimana caranya? Dari blog ya awalnya?"

Itu sih yang sering orang tanyakan. Meski sudah di jawab sedikit di postingan beberapa waktu lalu.

Karena mungkin saya salah satu warna berbeda di antara mayoritas di lingkungan saya, jika saya mendiskripsikan diri saya secara gampangnya. 

Berlatar belakang yang tidak ada kaitannya dengan dunia tulis menulis, mungkin menyebabkan mereka penasaran.

Hayo tebak apa latar belakang saya? Hehe.

Semakin di jalanin semakin terlena saya di dunia blogging. Hmmm... Pastinya itu dikarenakan beberapa manfaat nan membanggakan yang sudah saya dapat. Sehingga bisa membuat saya bertahan.

Karena setelah hampir sembilan bulan mempunyai blog berbayar, selain bertambahnya pengetahuan, pengalaman, dan teman. Saya mempunyai beberapa pencapaian yang menimbulkam kebanggaan tersendiri.

Seperti, ada rasa bangga saat orang lain bisa terpengaruh oleh saya. Makanya, jadi tantangan sendiri untuk terus memberi pengaruh baik ke orang lain.

Lalu, ada rasa senang saat bisa menghasilkan puluhan kali lipat dari modal awal membuat blog tld. Ya walaupun banyak sumbangsih dari media sosial lainnya. 

Selain itu, saya juga bisa jalan-jalan keluar kota tapi di bayar. Bisa mengajak anggota keluarga berlibur gratis, di bayarin salah satu brand.

Makan hedon, belanja, dan menginap gratis. Pokoknya serba gratis, malah mayoritas di bayar. Jadi, bisa di bilang sembilan bulan terakhir hidup saya bersponsor. Tentunya secara halal. Hehe.

Sungguh profesi yang membanggakan di era digital ini. Bisa dipastikan banyak generasi milenial yang tertarik.


(desain canva yang di edit oleh nisaahani) 

Namun, untuk pencapaian lainnya seperti menang lomba dari blog atau jadi pembicara, memang belum. Walaupun sudah berkali-kali menang lomba dari media sosial lainnya. 

Tapi, semoga mulai tahun 2019 dan seterusnya, saya bisa menang lomba blog minimal 12x dalam setahun. Oleh karena itu, minimal dalam sebulan saya harus mengikuti beberapa lomba blog.

Lalu, saya berusaha seminggu sekali posting di blog atau youtube rutin setiap sabtu jam setengah 6 pagi.

Tapi hingga sekarang belum terwujud. Hingga kini waktu posting-nya masih acak, sesuai kebutuhan. :(

Kemudian, saya ingin meningkatkan kualitas blog dan media sosial saya lainnya.  Baik kualitas konten, followers, maupun interaksinya.

Dulu saya bisa berkilah, pekerjaan utama saya membuat saya kurang fokus ke media sosial atau blog. Tapi ketika kenal lebih banyak teman blogger, ternyata mereka banyak yang lebih sibuk dari saya. Namun, tetap menjaga performanya di media sosial atau blognya. Sehingga saya malu untuk beralasan. 

Bukan kitanya sibuk, tapi kitanya yang belum bisa membagi waktu.

(desain canva yang di edit oleh nisaahani) 

Resolusi selanjutnya, saya ingin mendapatkan leptop, kamera, light ring, hp, dan peralatan lain untuk ngeblog maupun vlog secara gratis. Selain tetap mendapatkan fee atau gratisan dari blog atau sosial media lainnya. 

Dikarenakan jika membeli sendiri, saya sangat penuh pertimbangan. Sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kan jika di kasih, bisa langsung pakai. Hihi.

Hmmm... Apalagi ya? Sejauh ini, masih itu sih yang terpikirkan. Banyak sih, tapi kan tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. 

(desain canva yang di edit oleh nisaahani) 

Semoga di tahun 2019 ini, saya bisa jauh lebih bermanfaat, produktif, dan memesona daripada tahun sebelumnya. Aamiin. 

Salam,


Hani, yang berusaha menang lomba. Hehe.

Rabu, 16 Januari 2019

Healing Time di Bromo

Hulalalahula...

Pasti pernah kita ngerasa pengen healing time. Biar tau, kita udah bener belum sih jadi manusia? Udah tau belum tujuan kita hidup apa sih? Mau kaya gimana sih hidup kita? Bermanfaatkah yang kita lakuin selama ini? Udah mengenal diri kita belum? Masih ada ganjalan apa aja? Apakah yang kita lakukan selama ini benar atau salah?  Dan pertanyaan lain di hati kecil kita yang kadang gak di gubris. Entah demi apa, demi uang lah, demi jabatan, networking, gengsi atau karena kita emang masih ikut-ikutan aja. Belum paham dengan kehidupan.

Duileh, berat ya bahasannya kali ini. Tenang, cuma mau mengajak refleksi diri (terutama untuk diri sendiri). Karena, walaupun kita selalu berusaha melakukan kehidupan secara baik dan benar. Ada aja kesalahan dikarenakan ketidaktahuan. Meskipun biasanya hati kecil, otak, organ tubuh lainnya atau semesta terkadang bisa mengisyaratkan jika kita melakukan yang tidak sesuai. Sayangnya kita kurang paham akan kodenya.

Dan jalan-jalan menurut saya adalah salah satu cara menjawab segala pertanyaan dari hati kecil kita. Jadi, jalan-jalannya gak cuma memenuhi wishlist aja. Tapi bagaimana caranya biar memperbaiki diri lagi dan lagi. Atulah masa mau sama aja tiap detiknya, mesti lebih baik dari diri kita sebelumnya lah.

************************************************
Btw, sekali lagi diriku mengingatkan, bahwasanya bilamana apabila yang mana... hihi... diriku belum baik banget, cuma pengen terus membaik dan mengajak kebaikan aja. Biar di kelilingi orang baik. (kaga perlu di bold kan paragraf ini?)
************************************************

Untuk jalan-jalannya bebas sih mau kemana, mau ke gunung kah biar ala-ala Soe Hok Gie atau ke daerah perdesaan juga boleh. Terserah gengs. Tapi cobain deh ke Bromo atau gunung lainnya. Sunrise dan alamnya healing banget.

Dikarenakan gunung lainnya yang pernah dikunjungi mesti mendaki sampai beberapa jam. Sehingga menyebabkan sudah lelah duluan, jadinya yang di rekomendasikan Bromo aja. Tinggal naik jeep tengah malam, nyampe bisa liat sunrise. Kalau ada tempat lain yang mau direkomendasiin, komen aja di bawah yak.

Malam itu, saya di jemput teman beserta rombongannya. Dari Surabaya menuju Bromo. Sekitar subuh tiba dekat lokasi untuk melihat sunrise-nya. Setelah numpang sholat di rumah warga, kita lanjut ke tekape menanti matahari.

Semua mengambil posisi agar bisa melihat di posisi yang tepat. Lalu terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Masih sepuluh menit lagi sepertinya, jadi diriku mulai memejamkam mata. Berusaha menyembuhkan dan menerima diri sendiri sembari menikmati alam dalam kegelapan. Bersyukur dengan semua yang telah di punya, termasuk masa lalu. Agar bisa mengambil pelajaran dan menjadi lebih baik.

Lalu, mataharinya terbit. Bagus. Menyembuhkan dan menyegarkan.



Setelah puas menikmati sunrise, yang tentunya di abadikan dengan berkali-kali jepret. Kemudian kita cus ke lokasi lain, ke bukit teletubis. Sebuah padang sabana cantik yang tak kalah dari padang sabana di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.


(karena lagi tren #TenYearsChallenge, jadi pengen upload foto yang ini. Belum 10 tahun lalu sih, tapi ini udah jadul bats. Haha) 

Lalu, kita ketempat lain sekitar Gunung Bromo. Dan paling puncaknya sih ke kawahnya. Tapi meskipun jalur di kawah Bromo sudah di fasilitasi dengan anak tangga sebanyak 250 buah, saya belum berhasil ke sana.

Karena sudah kena debu yang super berangin di pasir berbisik. Ditambah lagi gegayaan mau mendaki sekitar 2,5 km dari tempat pemberhentian jeep ke anak tangga pertama sebelum puncak kawah. Akhirnya sebelum sampai di tangga pertama, diriku menyerah. Karena sudah terasa engap. Seharusnya menyewa kuda aja untuk ke tangga pertama. Tapi malah maksain, engap di tengah jalan kan. Huh.

Saat pengaturan nafas, berusaha mengambil hikmah dari semua. Anaknya emang suka sok mengkaji kehidupan. Padahal ekstrovet sekitar 98%. Apa hubungannya cin? Haha.

Setelah puas kita pulang. Walaupun cemong sebadan, tapi jiwa dan raga ke charge. Jadi siap menjadi lebih baik. Perjalanan ke Bromo kali ini, healing.

Oia, untuk kalian yang mau kesini sendiri maupun ramean bisa menggunakan paket wisata. Bisa cari online, seperti di Traveloka. Search aja paket tour Bromo gitu. Nih, saya kasih tau duluan sebelum di tanya. Langsung klik aja ya, kaga usah di tanya-tanya lagi masalah akomodasi. Kalo tanya kaitan healing-nya, kapan-kapan share lebih detail lah (kalo diriku mau). Tapi kalo mau baca tentang liburan saya bisa disini atau disitu. Haha.

Bismillah. Tahun ini jauh lebih baik. Kan udah menenangkan diri. Sekian cerita liburan berbalut pemikiran, dan tentunya curhatan. Hihi. Sayonara...

Salam,



Hani, yang ready for success.