nisaahani: blogger yang suka sharing review

Minggu, 16 Agustus 2026

Pementasan Teater Meradjoet Sendja

 



Dalam rangka memaknai kembali kemerdekaan Indonesia di tahun ke-81 ini, perlu perenungan dan tukar pikiran untuk memaknai kembali kemerdekaan sebagai “jembatan emas" meraih cita-cita. Oleh karena itu, PARFI 56 dan 

Dompet Dhuafa mengajak masyarakat merenung melalui Dialog Kebangsaan: Sebuah Cita Bernama Indonesia dan Pancasila 

sebagai Nilai Dasarnya, dengan narasumber:

- Yudi Latif, Ph.D. 

- Olivia Zalianty

- KGPH Ndaru Kusumo

Dan, moderatornya: Gaib Maruto Sigit


Dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan pada Jum'at, 14 Agustus 2026, ada beberapa poin yang saya tangkap, yaitu kekuatan kebudayaan dan gotong royong bisa menjaga kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Peran Seniman juga memiliki andil besar dalam membentuk identitas. Contohnya, pencetus sapaan "Bung" oleh Chairil Anwar dan slogan "Merdeka atau Mati" melalui mural/karya seni. Narasi kultural dan seni juga dianggap mengendap lebih lama dalam memori kolektif bangsa.


Para Bapak Bangsa, yang bisa dijadikan salah satu role model juga tidak hanya berjuang lewat jalur politik resmi, tetapi juga menanamkan gagasan besar dan nilai-nilai kebudayaan yang melintasi zaman. Mereka bukan sekadar figur sejarah dalam buku, melainkan kompas moral dan sumber inspirasi tentang bagaimana cara mencintai negeri ini dengan segala keberagamannya.


Musik pun dibuat sebagai Pemantik Rasa Patriotik Kebangsaan, seperti Syukur, Ibu Pertiwi, dll. Lagu mampu menggugah emosi, menyatukan rasa, dan terus diulang dari generasi ke generasi karena kedalaman maknanya. Tantangan para seniman dan kreator masa kini untuk melahirkan karya-karya baru yang tidak hanya populer dan modern, tetapi juga memiliki kedalaman rasa, jiwa nasionalisme, dan mampu menyentuh hati masyarakat Indonesia.


Pementasan Teater Merajut Sendja


Dompet Dhuafa bersama dengan PARFI56, pada tanggal 26 Agustus 2026 di Gedung Kesenian Jakarta akan mengadakan Pementasan Teater Meradjoet Sendja. Dengan pengisi acara:

• Arswendy Bening Swara

• Marcella Zalianty

• Luthfi Ardiansya

• Tantan Ginting

• Jane Calista

• dll


Pertunjukan teater yang disutradarai oleh Olivia Zalianty, Meradjoet Sendja: Persembahan Cinta untuk Republik diangkat dari naskah-naskah perenungan Yudi Latif, Dewan Pembina Dompet Dhuafa, berupa dialog para tokoh-tokoh pendiri bangsa yang dikemas secara kolaboratif bersama aransemen lagu orkestra dan pertunjukan seni.


Terbagi dalam 5 babak. Dibuka oleh Siti Soendari yang hadir dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Salah satunya adalah janji untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Padahal Soendari saat itu hanya bisa Bahasa Belanda dan Bahasa Jawa. Untuk itu, beliau belajar bahasa Indonesia dan berpidato 2 bulan kemudian dalam Kongres Perempuan II 

dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. 


Lalu, diikuti dengan dialog antara Soekarno,

Hatta, dan Sjahrir mengenai Indonesia sebagai sebuah cita-cita. Kemudian, dialog hangat antara Soekarno dengan Tan Malaka 

yang menginginkan Indonesia Merdeka 100%. Babak terakhir merupakan monolog 

Soekarno tentang perjalanan Republik yang menyertainya dari masa muda hingga berakhir menjadi “tahanan rumah”.


Social Fund


Hasil penjualan tiket pementasan Meradjoet Sendja didedikasikan untuk Social Fund untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama para pekerja seni. Yuk, kalian nantikan Pementasan Teater Merajut Sendja!




















Rabu, 12 Agustus 2026

Local Food Local Pride Bersama Seniman Pangan


Tanggal 9 Agustus diperingati sebagai Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (International Day of the World's Indigenous Peoples), dan kali ini saya bersama teman-teman EBS (Eco Blogger Squad) memperingatinya dengan bersama-sama belajar gastronomi Indonesia di Seniman Pangan, Bekasi. Jadi, tidak hanya makan makanan nusantara dari Aceh sampai Papua, tapi juga mengenal lebih dalam sejarahnya.

Senin, 10 Agustus 2026

Insto Dry Eyes Jangan Jauh-Jauh dari Host Live Streaming


Melihat banyaknya orang yang share kesuksesan menjadi affliate dan host live steaming, tentu membuat saya tergoda. Apalagi ada beberapa pihak yang mengontak saya untuk bekerjasama. Saya semakin tertarik untuk mencoba.

Ditambah lagi, saya tim yang percaya, kalau saya berusaha sesuatu, tidak ada yang sia-sia. Jadi, selama tidak melanggar norma yang ada, coba dulu aja. 

Cerita Awal Mula Affliate dan Akhirnya Menjadi Host Live Steaming Berpenghasilan 1 Jam 1 Juta

Selasa, 28 Juli 2026

Keseruan Indonesia Dream Festival 2026 Dompet Dhuafa dalam Rangka Hari Anak Nasional


Dalam rangka Hari Anak Nasional, seneng deh banyak kegiatan menarik dan bermanfaat untuk anak, salah satunya Indonesia Dream Festival atau Festival Cita-Cita Anak Indonesia yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa di Pasaraya Blok M, Jakarta pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan yang dihadirkan tidak hanya menghibur, tapi juga membantu menggali potensi diri.

Minggu, 21 Juni 2026

Program BesTeam (Bestian Sama Yatim) Dompet Dhuafa, Muliakan Anak Yatim



Rahmad Gustaf Kurniawan L, alumni Awardee Beasiswa Youth Ekselensia Dompet Dhuafa bercerita bahwa dia sudah menjadi anak yatim sejak 6 bulan. Kemudian, ibunya meninggal ketika dia berusia 8 tahun, saat kelas 3 SD. Jadi, sejak masih belia, dia sudah menjadi yatim piatu.

Selasa, 16 Juni 2026

Ujian Terbuka Marcellia Tania: Disertasi yang Mengangkat Penelitian Dampak Produk Kecantikan Ilegal

 


Marcellia Tania, perempuan berusia 34 tahun di tahun 2026 ini, baru saja menyelesaikan Ujian Terbuka (Promosi Doktor) pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 di Aula Pascasarjana UKI (Universitas Kristen Indonesia). Dengan judul disertasi, Reformasi Hukum dan Fungsi Pengawasan dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Produk Kulit Ilegal bagi Konsumen. Saat ini merupakan disertasi pertama dan satu-satunya yang mengangkat penelitian bagaimana kosmetik ilegal berdampak pada kelahiran anak autis.

Selasa, 26 Mei 2026

Seribu Helai: Detektif Mencari Jejak Ritual Rambut Sewu

Rambut Sewu

Tentang seorang detektif yang datang mencari pelaku Ritual Rambut Sewu, dan pulang dengan lebih banyak pertanyaan dari yang dia bawa masuk.

Fiksi · Yogyakarta, 1991