Rabu, 16 Januari 2019

Healing Time di Bromo

Hulalalahula...

Pasti pernah kita ngerasa pengen healing time. Biar tau, kita udah bener belum sih jadi manusia? Udah tau belum tujuan kita hidup apa sih? Mau kaya gimana sih hidup kita? Bermanfaatkah yang kita lakuin selama ini? Udah mengenal diri kita belum? Masih ada ganjalan apa aja? Apakah yang kita lakukan selama ini benar atau salah?  Dan pertanyaan lain di hati kecil kita yang kadang gak di gubris. Entah demi apa, demi uang lah, demi jabatan, networking, gengsi atau karena kita emang masih ikut-ikutan aja. Belum paham dengan kehidupan.

Duileh, berat ya bahasannya kali ini. Tenang, cuma mau mengajak refleksi diri (terutama untuk diri sendiri). Karena, walaupun kita selalu berusaha melakukan kehidupan secara baik dan benar. Ada aja kesalahan dikarenakan ketidaktahuan. Meskipun biasanya hati kecil, otak, organ tubuh lainnya atau semesta terkadang bisa mengisyaratkan jika kita melakukan yang tidak sesuai. Sayangnya kita kurang paham akan kodenya.

Dan jalan-jalan menurut aku adalah salah satu cara menjawab segala pertanyaan dari hati kecil kita. Jadi, jalan-jalannya gak cuma memenuhi wishlist aja. Tapi bagaimana caranya biar memperbaiki diri lagi dan lagi. Atulah masa mau sama aja tiap detiknya, mesti lebih baik dari diri kita sebelumnya lah.

************************************************
Btw, sekali lagi diriku mengingatkan, bahwasanya bilamana apabila yang mana... hihi... diriku belum baik banget, cuma pengen terus membaik dan mengajak kebaikan aja. Biar di kelilingi orang baik. (kaga perlu di bold kan paragraf ini?)
************************************************

Untuk jalan-jalannya bebas sih mau kemana, mau ke gunung kah biar ala-ala Soe Hok Gie atau ke daerah perdesaan juga boleh. Terserah gengs. Tapi cobain deh ke Bromo atau gunung lainnya. Sunrise dan alamnya healing banget.

Dikarenakan gunung lainnya yang pernah dikunjungi mesti mendaki sampai beberapa jam. Sehingga menyebabkan sudah lelah duluan, jadinya yang di rekomendasikan Bromo aja. Tinggal naik jeep tengah malam, nyampe bisa liat sunrise. Kalau ada tempat lain yang mau direkomendasiin, komen aja di bawah yak.

Malam itu, aku di jemput teman beserta rombongannya. Dari Surabaya menuju Bromo. Sekitar subuh tiba dekat lokasi untuk melihat sunrise-nya. Setelah numpang sholat di rumah warga, kita lanjut ke tekape menanti matahari.

Semua mengambil posisi agar bisa melihat di posisi yang tepat. Lalu terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Masih sepuluh menit lagi sepertinya, jadi diriku mulai memejamkam mata. Berusaha menyembuhkan dan menerima diri sendiri sembari menikmati alam dalam kegelapan. Bersyukur dengan semua yang telah di punya, termasuk masa lalu. Agar bisa mengambil pelajaran dan menjadi lebih baik.

Lalu, mataharinya terbit. Bagus. Menyembuhkan dan menyegarkan.



Setelah puas menikmati sunrise, yang tentunya di abadikan dengan berkali-kali jepret. Kemudian kita cus ke lokasi lain, ke bukit teletubis. Sebuah padang sabana cantik yang tak kalah dari padang sabana di Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.


(karena lagi tren #TenYearsChallenge, jadi pengen upload foto yang ini. Belum 10 tahun lalu sih, tapi ini udah jadul bats. Haha) 

Lalu, kita ketempat lain sekitar Gunung Bromo. Dan paling puncaknya sih ke kawahnya. Tapi meskipun jalur di kawah Bromo sudah di fasilitasi dengan anak tangga sebanyak 250 buah, aku belum berhasil ke sana.

Karena sudah kena debu yang super berangin di pasir berbisik. Ditambah lagi gegayaan mau mendaki sekitar 2,5 km dari tempat pemberhentian jeep ke anak tangga pertama sebelum puncak kawah. Akhirnya sebelum sampai di tangga pertama, diriku menyerah. Karena sudah terasa engap. Seharusnya menyewa kuda aja untuk ke tangga pertama. Tapi malah maksain, engap di tengah jalan kan. Huh.

Saat pengaturan nafas, berusaha mengambil hikmah dari semua. Anaknya emang suka sok mengkaji kehidupan. Padahal ekstrovet sekitar 98%. Apa hubungannya cin? Haha.

Setelah puas kita pulang. Walaupun cemong sebadan, tapi jiwa dan raga ke charge. Jadi siap menjadi lebih baik. Perjalanan ke Bromo kali ini, healing.

Oia, untuk kalian yang mau kesini sendiri maupun ramean bisa menggunakan paket wisata. Bisa cari online, seperti di Traveloka. Search aja paket tour Bromo gitu. Nih, aku kasih tau duluan sebelum di tanya. Langsung klik aja ya, kaga usah di tanya-tanya lagi masalah akomodasi. Kalo tanya kaitan healing-nya, kapan-kapan share lebih detail lah (kalo diriku mau). Tapi kalo mau baca tentang liburan aku bisa disini atau disitu. Haha.

Bismillah. Tahun ini jauh lebih baik. Kan udah menenangkan diri. Sekian cerita liburan berbalut pemikiran, dan tentunya curhatan. Hihi. Sayonara...

Salam,



Hani, yang ready for success.

Senin, 14 Januari 2019

Yuk, Kita Jaga Perdamaian. Kampanye Jangan di Tempat Ibadah!

Disclaimer: Postingan ngajak damai menjelang pemilu

Hulalalahula...

***
Sudah tau belum pemilu kali ini kapan?

Sudah kenal kandidatnya lebih dekat belum?

Sudah tau visi misi yang di usung tiap calon belum?

Kalau sudah tau, alhamdulillah. Kalo belum yuk cari tau. Masih ada waktu kok sampai awal April 2019. Jangan cuma mendukung mati-matian tapi belum tau bagaimana yang di dukung. Cari taunya di tempat valid ya. Karena kalau kita cari tau di tempat atau orang yang kaga netral, ya kemungkinan kebawa. Bisa lah bedain mana yang netral, mana yang cuma menjatuhkan. Walaupun yang menjatuhkan belum tentu bo'ong juga, tapi ya alangkah baiknya keburukan orang ya kaga segitunya amat di eksploitasi.

Terus kalau bisa kalian jangan cari tau detail banget di tempat ibadah ya, kalau aku bisa saranin. Kalau melalui istiqarah sih kaga napa. Lah cari taunya, lewat nanya-nanya sama orang, kemungkinan besar udah kecampur pilihan pribadi atulah.

Meskipun secara pribadi, kaga menutup diri sih tau gimana syarat memilih pemimpin secara agama kaya gimana, mendukung malah. Misalnya, pilih yang adil, yang berakhlak baik, dan syarat lainnya. Tapi kan kebanyakan udah kecampur pilihan pribadi.

Duh, sensitif emang kalau bahas politik.

Oleh karena itu, warga Jakarta Barat (Jakbar) yang di wakili Forum Kerukunan Umat Beragama [FKUB] Jakarta Barat, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Walikota Jakarta Barat, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), KAJ (Keuskupan Agung jakarta), Walubi (Wali Umat Budha Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN (Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga khususnya Jakarta Barat untuk tidak merusak proses demokrasi Indonesia, dengan kampanye yang tidak sehat atau memecah belah bangsa, apalagi di tempat ibadah.


Ngajak-nya bagaimana?

Mereka sih menggunakan spanduk yang di pasang di sekitar 1000 tempat ibadah di Jakbar. Leh uga idenya. Jadi, kalau ada yang mau kampanye bisa inget, bahwa kampanye apalagi berbau isu hoax, sara dan radikalisme di tempat ibadah, tempat pendidikan, dan di fasilitas pemerintah itu dilarang. (Pasal 69 ayat 1 huruf h PKPU nomor 23 tahun 2018) CMIIW.



Dalam pemasangan pertama di hari Jum'at, 11 Januari 2019 kemarin di datangi oleh banyak pihak terkait untuk bersama-sama memasang spanduk secara simbolik di beberapa tempat ibadah.

Berikut 5 tempat ibadah yang dipasangkan spanduk:
1. Masjid Al Amanah (Islam)
Kel Wijaya Kusuma, Jelambar, kec grogol Petamburan

2. Gereja Pantekosta (Protestan)
Jelambar, Grogol Petamburan

3. Gereja Immanuel (Katholik)
Jelambar, Grogol Petamburan

4. Pura Chandra Prabaya (Hindu)
Jelambar, Grogol Petamburan

5. Vihara Pusdiklat Buddhis Maitreyawira (Budha)
Jelambar, Grogol Petamburan


Jadi, setelah pembukaan acara oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembuka acara, laporan panitia oleh Ketua FKUB, sambutan Wakil Walikota adm Jakbar, sambutan Kapolres Metro Jakbar, sambutan Dandim 0503 Jakbar, sambutan Ketua Bawaslu Jakbar, pembacaan Komitmen Bersama FKUB dan Tokoh Lintas Agama, kita memasang spanduk bersama.



Semoga dengan spanduk ini bisa mengingatkan dan menciptakan kerukunan bersama khususnya menjelang pemilu ya, gengs. Apalagi ini momen bersejarah bagi Indonesia karena banyak banget yang di pilih sekaligus, pemilihan Presiden, pemilihan para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD.


Betewe, kan kalau Jakbar masang spanduk, kalau kalian atau daerah kalian ngelakuin apa nih menjelang pemilu biar tetap damai, aman, tentram, dan nyaman? Share yak di komen.

Salam,


Hani, yang berusaha gak apatis sama politik

Senin, 31 Desember 2018

Alhamdulillah 2018, Bismillah 2019

Hulalalahula...

Beberapa menit lagi tahun 2019, tapi Hani belum bikin postingan perkenalan yang proper. Langsung weh Hani isi konten-konten. Sabar ya, Hani emang gitu anaknya, kaga suka basa basi. Maklum ya. Hihi.


Untuk segala hal, Hani cuma mau bilang Alhamdulillah banget buat semua yang udah Hani dapetin selama ini. Apalagi di dunia blog, sosmed, buzzer, influencer, dan setipenya lah. Alhamdulillah.


Thank you very much for all who gave me the opportunity. Senior-senior yang pada ratjun banget ke Hani. Makasih loh. Kalian kesayangan. Buat para PIC yang udah percaya buat kerjasama dan merekomendasikan Hani, makasih juga. Kalian kecintaan Hani emang. Mari bekerjasama lagi. Buat temen-temen seperjuangan, makasih juga. Buat yang suka foto-fotoin Hani dan ngebantuin Hani, thanks a lot. Pokoknya makasih lah buat semuanya, walaupun Hani kan gitu ya orangnya, diem-diem bae, tapi beneran Hani makasih banget. Muah. 


2018 di dunia per-blog-an bagi Hani seperti masa transisi sebelum Hani terjun ke dunia blog secara profesional. Karena kan Hani mah udah ngeblog dari zaman sekolah. Tapi baru tld di tahun ini.

Niat tld sih udah dari tahun 2017, tapi seperti biasa, Hani gak mau melakukan sesuatu kalo kaga faedah. Beli domain kan pake uang ya, kalo kaga menghasilkan pendapatan mah buat apa. Mubazir atuh


Jadi, Hani menargetkan beli domain kalo udah rutin posting 40 tulisan secara berturut-turut. Tapi itu semua hanya target sodara-sodara. Nyatanya, begitu deh. Bisa di liat di sisi sebelah kanan, berapa postingan Hani sebelum Mei 2018.


Tapi di akhir April 2018, akhirnya Hani beli domain juga. Alhamdulillah. Karena udah kepengen parah. Terus Alhamdulillah-nya ada yang bantuin Hani buat perpindahan blog dari gratisan ke tld. Ya sudah, Mei 2018 launching lah blog www.nisaahani.com dengan tulisan langsung berpartner. Once again, thanks God for the opportunity.


Setelah itu, tulisan Hani di blog Alhamdulillah mayoritas berpartner. Kalopun ada yang organik dikarenakan syarat dari partnernya.


Beneran deh, untuk dunia blog, tahun 2018, Hani bersyukur banget. Selain blog -bidang setipenya-, Hani juga Alhamdulillah banget. Banyak yang kerjasama bareng Hani berkali-kali. Ya ampun, terharu akutu jadinya.


Pokoknya Alhamdulillah 2018. Maaf kalo ada salah. Mulai dari 0 lagi ya. 

***

Dan untuk 2019, welcome. Bismillah Hani bisa sharing yang jauh lebih bermanfaat dan menarik lagi dari tahun lalu.




Insyaallah setiap Sabtu jam setengah 6 pagi, Hani bakal posting. Entah itu tulisan bersponsor atau organik. Kalopun selain di waktu itu, harap maklum. Kadang kan deadline mah kaga tau kapan ya. 

Hani itu sebenernya males posting kalo kaga bersponsor. Karena terpicu untuk curhat, gengs. Kan diriku maunya misterius gitu. Jeh. Padahal tulisan bersponsor juga banyak curhatnya. Hahaha. Itu alasan yang agak bermartabat selain males sih. 🤭


Karena apapun perbuatan kita bakal dipertanggung jawabkan, jadi suka serem sendiri kalo ngeshare unfaedah. Trus kalo ngajak kebaikan juga, kalo kalian liat Hani belum wow banget, kemudian kecewa. Kan Hani jadi gak enak juga. Padahal loh, Hani tuh sering banget bilang, Hani mah belum baik banget. Masih sama-sama belajar juga. Tapi Hani mau ngajak kebaikan biar ikutan dapat pahala. Lagian kan kalo dikelilingin orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, perubahan baik Hani bisa ningkat, minimal tetap lah, bukannya malah turun. Gitu loh.


Plis ya gengs, kalian jangan terlalu ngebayangin Hani yang udah baik banget. Nanti jadi kaga enak diriku. T_T


Hani cuma ngerasa, Hani punya potensi buat menyebar kebaikan disini, ya Hani lakukan. Mungkin beberapa ngerasa pamor itu berbahaya, iyes sist, rawan banget. Makasih udah di ingetin. Tapi Hani ngerasa, semakin berpengaruhnya kita kalo kita manfaatin dengan kebaikan ya gak salah. Justru karena kita punya power, kita jadi bisa lebih punya andil ke orang lain.


Kalo nanti Hani ada yang salah, kalian tegur langsung ya secara tertutup. Biar bisa jadi pertimbangan Hani buat memperbaiki.



Bismillah 2019. 1 out of 365 days, begin.

***

Kalo ada yang kepo kenapa branding-nya dari Blogger Ala-Ala terus ganti jadi breakfast with Hani. Itu karena Hani ngerasa udah gak mau ala kadarnya lagi. Hani Alhamdulillah udah jauh banyak kemajuan. Mulai dari yang kaga tau istilah-istilah receh sampe sekarang yang masih banyak juga yang belum taunya, tapi sudah jauh meningkat lah pengetahuan serta kemampuannya di banding yang dulu. Jadi, babai ala-ala, let's become a professional

Breakfast with Hani itu dipilih dari banyaknya kata-kata yang dipikirin. Tapi Hani akhirnya milih ini biar gak terlalu puitis banget. Hani ngeri orang-orang udah pada ekspetasinya ketinggian.

Walaupun ini bukan blog khusus makanan, ya wes rapopo namanya itu aja. Kenapa breakfast? Karena makin kesini Hani suka banget sarapan pagi-pagi. Beneran pagi-pagi. Abis subuh aja, keseringan Hani udah nyari makanan. Emang gitu akutu, orang pada belum bangun, diriku malah udah nyari makanan. Haha.

Dan kenapa sabtu, karena Hani keseringan bisa sarapan secara nikmat itu di hari sabtu, minggu atau hari libur.

Nah, dikarenakan sadar diri gak segitu rajin posting, jadinya ditetapkan hari sabtu deh.

Lalu, kenapa jam 05.30, ya tadi, Hani suka sarapan pagi-pagi.

Gak apa-apa kan gak posting di prime time? Seluruh hal di dunia ini gak mesti sama. Menjadi unik gak salah, selama tidak melanggar. Azeeek.

Biar kalian inget pokoknya wes, sabtu pagi cus mampir ke blog/youtube Hani. Kalo kepo Hani sarapannya apa aja, bisa cekidot twitter Hani. Biasanya Hani sharing makanan disitu. 

Thank you, next...

Salam,

Hani, yang siap menjalani tahun 2019 jauh lebih baik. 

Selasa, 25 Desember 2018

Pengalaman Perdana Menemani Teman yang Belum Pernah Naik Pesawat - Edisi Trip ke Belitung

Hulalalahula...

Tahun 2018 seperti yang kalian liat di sosmed Hani, tahun ini Hani melakukan banyak perjalanan. Akhirnya ya, setelah beberapa tahun kerja akhirnya mulai mau jalan-jalan lagi.

Padahal dulu waktu kuliah, lanjalan mulu. Lah, malah pas udah punya duit sendiri, sok sibuk aja gitu. Jadinya, weekend maunya tidur aja seharian kalau nggak ada kegiatan. Kaya udah kekuras aja tenaganya dalam 5 hari dalam 7 hari. Lebay emang sih. Haha.

Tapi sekarang mah kalo ada yang ngajakin pergi, hayuk, asal jelas tujuan, kegiatan, dan orang-orangnya. Apalagi sekarang pesen tiket pesawat atau kereta lebih mudah dan murah, pesen hotel juga gampang. Coba deh cek pegipegi, bisa lewat web atau aplikasi di Play Store.

Jadinya, keinginan keliling Indonesia dan dunia kembali membara. Walaupun makin kesini pengen utamain daftar Haji atau pergi umroh dulu sih.

Nah, kemarin November, Hani pergi ke Belitung. Horaaayyy... Dan ini jalan-jalan terjauh sampai saat ini. Biasanya Hani ngetrip kaga lintas pulau, lah ini keluar Jawa cuy.

Tentunya, karena ini lintas pulau, Hani naik pesawat. Gempor atuh kalo lewat darat. Walaupun itu sangat memungkinkan. Tapi Hani emang paling kaga suka lama-lama di jalan. Kalau naik kereta kesayangan aja, itu kaga mau lama-lama. Cukup Jakarta-Surabaya atau sebaliknya aja, itupun mesti nyaman banget. Jadi kalau gak mesti lewat darat, ya naik pesawat aja, biar sebentar di kendaraannya.

Holiday Vibe

Dari jauh-jauh hari, vibe yang kerasa itu udah liburan aja bawaannya. Pas H-1, sampai rencana mau berangkat jam 8 pagi ke Bandara, untuk penerbangan siang abis dzuhur. Semangat sekali emang. Haha. Padahal mah dari rumah ke Bandara sekitar 1 jam kurang kalo kaga macet.

Tapi rencana hanya tinggal rencana. Karena males nunggu, pas hari-H berangkatlah jam 10. Haha. Emang manusia gitu, suka berencana.

Teman perdana naik pesawat. Pucet!

Karena udah lama kaga naik pesawat, sekitar 3 tahunan lah kurang lebih. Ditambah lagi Bandara Soekarno Hatta udah makin kece dan Hani perdana berangkat sendiri naik damri, kaga di anterin. Jadi agak rempong nanya-nanya. Banyak berubah ye sekarang. Good job. 

Setelah haha hihi sama teman-teman mayan lama, kok kita kaga di panggil-panggil buat naik pesawat. Di cek lagi tiket pesawat kita, kali-kali aja ada yang salah. Gak sih, gak ada yang salah, emang delay aja. Karena ada sedikit kendala.

Lalu, sekitar jam 12.30 kita naik pesawat. Dan salah satu temen Hani, perdana banget naik pesawat. Jadinya doi agak nervous gitu. Kita di suruh matiin hp buru-buru, beneran di liatin sampai mati hp-nya. Haha. Ucul banget sih. Padahal kan mau foto-foto. Walaupun bukan pertama kali Hani naik pesawat, tapi tetep weh mau foto-foto. Haha. Abis cekrak-cekrek bentar, hp udah deh di off-in. Biar doi tenang.


(Maaf ya sensor. Biar misterius aja gitu. Haha. Padahal yang udah kenal juga tau ini siapa)

Belum juga take-off, doi udah pegangin tangan kita berdua kenceng banget. Tapi rapopo akudah. Udah ngantuk soal'e. Kebiasaan kalo naik kendaraan gini nih. Eh, nggak juga deng, emang pelor. Haha.

Kasian juga sih kalo diliat-liat, doi kaya tegang gitu sampe pucet. Mulutnya kumat-kamit baca doa. Tapi bagus sih, jadi ikutan kebawa doa jauh lebih khusyuk dari biasanya. 

Ya namanya ngantuk ya syudah curi-curi buat tidur. Walaupun di pegangin kenceng banget tetep merem. Haha. Emang anaknya gitu, kalo ngantuk ya tidur, laper makan.

Selama di perjalanan doi pegangin tangan kita mulu dan kaga berani liat jendela. Padahal pemandangannya bagus tuh. Tapi tetep sih kita jail, maksa-maksa buat liat ke jendela. Haha. Namanya juga temen, kadang suka kurang ajar. Orang lagi takut, malah dibecandain. Tapi kan kita rela dipegang kenceng selama kurang lebih 1 jam lebih.

Setelah dalam waktu singkat tapi mungkin lama bagi temen Hani, kita akhirnya sampai juga di Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin. Foto-foto dong pastinya dan alhamdulillah temen Hani udah mulai ceria lagi.



Puas Trip di Belitung

Selama kita di Belitung, kita seseruan bareng. Makasih banget lah sama pemandu yang sabar nemenin dan nganterin kita ke tempat-tempat recommended di Belitung. Kita ke Danau Kaolin, makan mie belitung, ngopi di Xong Djie, ke Pantai Tanjung Kelayang, tur 5 pulau (Pulau Batu Belayar, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Kelayang), ke replika SD Laskar Pelangi, Rumah Keong, Museum Kata (Andrea Hirata), Pantai Burung Mandi dll.











(Pamer foto tipis-tipis yak. Hihi) 

Kalau dari foto-fotonya bikin mau main ke Belitung juga kan? Hihi. Temen Hani aja yang di pesawat pulang pergi tegang level SMP, tetep merasa worth it berkunjung ke sini. Seru!

Salam,


Hani, yang gak sabar mau daftar Haji, umroh, dan keliling dunia, khususnya Indonesia.

4 Program Kemendes yang Terinpirasi dari Presiden RI ke-4

Hulalalahula...

Pada nyadar gak kalau sekarang mulai adanya pemerataan fasilitas serta adanya kemajuan dari banyak daerah di seluruh pelosok Indonesia? Kini daerah selain Jakarta mulai menunjukan pesonanya. Kalau diliat langsung di daerah yang baru secuil Hani liat langsung ya lumayan lah ada tanda-tanda peningkatan menurut Hani.


Dan kalo menurut berita achievement Kemendes saat ini adalah sebagai berikut:


1. Indonesia mampu menurunkan 10.000 desa tertinggal berkat meningkatnya ekonomi rakyat. Angka tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang hanya 5.000 desa. Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari World Bank.


2. Pemberian dana desa yang efektif untuk mendorong pebangunan di desa. Misalnya pada infrastruktur jalan dan jembatan, terdapat 52.000 kilometer jalan dan 412 kilometer jembatan terbangun dengan rapi. Kondisinya meningkat dari 39,21% menjadi 44,63%. 


3. Peningkatan akses ke bahan bakar lebih mudah (meningkat 14%), tempat buang air besar sebagian besar keluarga (meningkat 26%), dan akses ke pengiriman pos atau barang (meningkat 59%).


4. Kementrian desa berhasil memecahkan dua rekor MURI yaitu rekor pembangunan infrastruktur desa terbanyak dalam kurun waktu 3 tahun dan rekor penandatanganan perjanjian kerja sama antara kementerian dengan pemerintahan kabupaten dan pihak swasta terbanyak secara serempak.

5. Menerapkan smart office. Sehingga, semua data seperti absen dan file karyawan, semuanya terintegerasi langsung dalam database kepegawaian Kemendes.

No nyinyir-nyinyir club and give applause, please...


Ternyata oh ternyata, memang ada dana desa yang difokuskan untuk embung serta Prukades agar membantu masyarakat desa meningkatkan taraf hidupnya. Dua itu adalah beberapa bukti nyata bagaimana masyarakat desa mendapatkan perhatian pemerintah melalui Kementerian Desa PDTT. Begitu kata Presiden saat Acara Haul Gusdur Desember 2018 ini.


Opo sih embung dan prukades itu?

Kalau dari kbbi online sih artinya embung adalah penampungan air hujan yang digunakan pada saat musim kemarau untuk tujuan irigasi dan air bersih. Sedangkan Prukades singkatan dari Produk Unggulan Kawasan Pedesaan.


Yap, pada masa pemerintahan kali ini pembangunan infrastruktur embung di perdesaan menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Agar embung bisa dimanfaatkan secara baik sebagai sumber pendapatan baru bagi warga di sekitar embung.


Karena Indonesia adalah negara kepulauan maritim dengan basis ekenomi kerayatan yaitu pertaian dan kelautan. Sebagian besar warga menggantungkan hidup pada bercocok tanam dan pengairan lahan pertanian. Oleh karena itu, mereka juga tergantung pada air embung.


Lagipula, embung bisa juga untuk tempat wisata yang bisa meningkatkan perekonomian di desa. Dan di setiap embung, pemerintah akan memberikan bibit ikan gratis yang bisa dikonsumsi masyarakat kurang mampu.




Tentunya dengan partisipasi masyarakat dan fasilitas yang memadai, produktivitas pertanian warga, potensi pariwisata desa, dan pendapatan serta taraf ekonomi warga juga meningkat. Pembangunan embung di desa pastinya juga memperkuat ketahanan pangan.

Selain embung desa, prukades juga diharapkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan produk unggulan di desanya masing-masing. Lalu, selain itu, terdapat dua program unggulan Kemendes PDTT lainnya yaitu BUMDes yang diharapkan tiap desa bisa mandiri dalam pendanaan dan Sarana Olahraga Desa yang dianggap akan membawa masyarakat ke kegiatan positif, terhindar dari gizi buruk serta diharapkan lahir bibit-bibit olahragawan yang berbakat.


4 program unggulan desa yang dibuat sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan dan membangun Indonesia dari pinggiran ini terinspirasi dari visi dan semangat Gus Dur dalam membangun ekonomi.


Yak, memang presiden ke-4 kita dianggap memperjuangkan masyarakat tertinggal dengan memfokuskan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan basis ekonomi di sektor pertanian, perkebunan, nelayan, dan UMKM yang berskala kecil. Sehingga, walaupun hanya menjabat kurang lebih 21 bulan, tetap menginspirasi Kementerian Desa dan PDTT saat ini.


Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, bahkan mengatakan, "Pemerintah akan berusaha keras untuk memfasilitasi tumbuhnya sektor pertanian sebagai unit usaha. Di antaranya dengan memberikan insentif, pendampingan, hingga kredit usaha rakyat agar pengelolaan sektor pertanian lebih profesional."


Mantap kan ya, gengs? Atulah kita mah sebagai masyarakat selain memantau kegiatan pemerintah, harusnya juga mendukung segala tindakan baik pemerintah, biar Indonesia semakin maju. Merdeka!


Salam,



Hani, calon presiden. Haha. Pis.

Minggu, 23 Desember 2018

AC LG Dual Cool dengan Watt Control dengan Teknologi H2H (Inverter) - Semeriwing yang Hemat

Hulalalahula...

Beli AC lagi jadi wishlist Hani nihItem ini masih di pertimbangkan manfaat dan kekurangannya. Merk dan tipe apa yang mau di beli juga masih di pikirin mateng-mateng. Secara Hani mesti biaya bayar listriknya. Cuy, kalo bisa hemat ngapa nyari yang mahal. Makanya di searching dulu ya buibu.

Sebenernya prinsip Hani sih masih sama. Walaupun semenjak menghasilkan duit sendiri, Hani semakin perhatian sama harga. Pokoknya dalam membeli sesuatu, nggak mesti barang yang murah. Tapi pilih yang memang berkualitas bagus dan pastinya awet. Jadi, pengeluaran sehari-harinya minim dan nggak sering ganti. Percuma kan kalo murah tapi sering ganti, kaga awet gitchu. Hani lebih suka satu untuk selamanya, macam jodoh. Hahahaahahhaa. Jayus.


Hani lagi pengen AC, karena di kamar Hani yang sekarang kan belum menggunakan AC. Tadinya belum ngerasa butuh aja. Tapi nanian juga pas ortu Hani ke kamar Hani, kegerahan. Beberapa orang yang ke kamar Hani juga ngerasa butuh angin. Entahlah. Padahal Hani mah selimutan tebel mulu plus baluran minyak anget kalo tidur atau di rumah. Haha. Macam bocah biar kaga kedinginan. Tapi sepertinya berguna kalo ada orang yang berkunjung ke kamar.

AC yang Hani cari itu yang hemat, awet, teknologi terkini, kaga bikin ribet pemeliharaannya, dinginnya bisa menyesuaikan otomatis, ada garansi, dinginnya cepet, secara ini bakal di nyalain kalo ada tamu aja. Ada kaga tuh yang memenuhi syarat? Emang anaknya pemilih abezzz akutu.

Mungkin kalian yang update insta story instagram Hani pasti liat beberapa kali Hani lagi nemenin teknisi lagi maintenance AC. Terus Hani jadi ekspert dunia AC gitu? Oh belum tentu Fernando. Hani belum pernah mengerjakan sendiri. Jadi, belum bisa bilang handal dalam per-AC-an dan belum tau AC yang Hani mau itu ada di merk dan tipe apa. Tapi pas Hani liat speknya AC Dualcool with Watt Control-Deluxe Air Purifying, kok jadi mupeng yak.



Canggih bats.

Karena doi punya Watt Control. Apaan tuh cin? Itu kalo di bahasa Indonesia-in Pengatur Watt. Haha. Jadi, ada fitur watt control yang bisa mengatur konsumsi daya listrik (watt) dalam tiga pilihan tingkatan yang dapat disesuaikan dengan situasi berbeda. Tak perlu lagi mematikan perangkat elektronik lain untuk dapat mengaktifkan AC. Gitchu klaimnya.


Kalau kata Changmin Han, Air Conditioning Business Leader, "Mulai dari bekerja 100 persen, 80 persen, 60 persen hingga bekerja hanya 40 persen dari kebutuhan listrik seharusnya yang pengaturannya melalui kendali satu tombol pada remote control."
Gampangnya mah gini. Hani jelasin senangkepnya ya. Misal nih yang kita beli AC-nya berkapasitas 1/2 PK dengan daya listrik 495 watt. Terus kalo kita tekan sekali tombol watt control di remote AC. Nanti akan diturunin wattnya, jadi menggunakan 419 watt saja. Hemat 76 watt, bebs. Itu bisa kita pake buat LED TV 32 inci.



Terus kalo kita tekan dua kali di remote AC-nya. Akan menghemat 183 watt, setara dengan mesin cuci front loading 7 kilogram. Kalo 312 watt masih kurang hamat, tenang, AC-nya bisa di hemat hingga cuma pakai 40% aja dari daya listrik normal, yakni 215 watt. Jadi, kita bisa hemat hingga 280 watt. Men, dari 495 watt jadi 215 watt.

Teknologi Dual Inverter Compressor™ AC ini memang bisa membuat frekuensi rotasi lebih luas dan bikin daya listrik hemat bembi dibanding kompresor biasaKarena kompresor inverter menyesuaikan secara terus menerus menyesuaikan kecepatan kompresor untuk menjaga tingkat suhu yang dibutuhkan.


Selain hemat, tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan watt-nya. Teknologi Dual Inverter Compressor™ LG ini bisa lebih cepat mendinginkan, menjangkau lebih jauh, lebih awet, dan lebih tenang. Kipas unik plus Dual Inverter Compressor bisa meredam kebisingan AC. Oia, kompresornya garansi 10 Tahun ya. Jadi, bisa lama deh pakainya. 



Desain simpel dan ramping dengan layar tersembunyi, bisa auto cleaning membasmi partikel mikro berbahaya seperti virus, bakteri dan alergen untuk memberikan lingkungan lebih aman dan sehat, bisa membuat comfort sleep, dan lainnya. Bisa cek disini dah keunggulan AC LG canggih dengan teknologi H2H (inverter) ini.

Semoga kalian tercerahkan seperti diriku ya, gengs. Btw, klao kalian beli lagi ada cashback. Cus.



Salam,


Hani, yang ngarep di kirimin AC LG segera.

Rabu, 19 Desember 2018

Tanya Marlo, Chatbot Line Layaknya Teman Curhat

Hulalalahula...

Hayo siapa yang doyan curhat? Hayo ngaku. Sama kok Hani suka curhat juga. Tapi ya yang sekedar kejadian ringan yang tidak melibatkan terlebih dalam. Jadi, kalo di tanya tentang Hani lebih dalam, palingan orang nggak ada yang tau.

Soalnya kan riskan ya kalau curhat ke orang lain. Bahkan keluarga atau teman dekat aja nggak jaminan mereka bisa ngertiin tanpa judge. Dan belum tentu mereka bisa bantu, walaupun terkadang kalau kita curhat cuma pengen di dengar tanpa mesti di tolongin. Jadi paling aman, curhat ke Allah aja. (Percayalah ini teorinya gampang, tapi prakteknya butuh latihan terus menerus)

Tapi, kalau masalah kesehatan kalian biasanya curhat ke siapa? Apa tetap diam atau curhat ke Allah aja? Kalau Hani biasanya tetap diam, sekedar cerita simpel aja atau laporan biar di tolongin.

Lagipula biasanya minum teh anget bikinan ibu, dikerokin ibu kalo parah, terus tidur dengan baluran minyak yang hangat kaya bayi (hihi), udah deh abis itu mendingan. Alhamdulillah.

En kalau cek kesehatan palingan kalau di suruh. Karena biasanya dokter juga ngerasa aneh, kenapa nih bocah? Sehat tapi mau cek kesehatan. Atau ketika kita nanya-nanya, udah di kasih tatapan emak-emak jahat di sinetron. Padahal kan, cek kesehatan rutin mah penting keles dan nanya ke ahlinya kaga salah.

Hani pernah kan nanya ke dokter tht sekalian berobat, biasa bocah, kemasukan benda di kuping, jadi ke dokter deh. Nah, Hani tanya, "Dok, kalau ada temen kita yang kena sinus bakal ketularan gak?" Secara tuh temen Hani suka pakai gelas, sisir, handuk, semua berasa milik bersama. Udah di omelin sama Hani, masih aje. Kan jadi ngeri ketularan. 

Setelah tatapan kaget plus ya begitulah, beliau jawab, "Asal badannya lagi kuat, nggak bakal kena." Sebenernya mah ada kalimat lain yang langsung ngejudge interaksi antara Hani dan teman Hani. Tapi di sensor aja lah, intinya walaupun kamu suka interaksi yang deket banget, asal kekebalan tubuhnya lagi baik, aman lah.

Itu baru nanya yang kaya gitu ya, belum terlalu yang aneh-aneh penyakitnya. Apalagi nanya yang lain. Gimana orang pada segan buat nanya-nanya tentang kesehatannya. Tapi tenang, sekarang ada Tanya Marlo. Chatbot di aplikasi line yang bisa dengerin curhat kita, khususnya tentang kesehatan. 

Inget ya kesehatan aja curhatnya. Soalnya, Hani iseng curhat yang lain, jawabannya gini. Haha. Jangan di tiru ya, gengs.



Namanya juga chatbot. Ya doi mah jawab sesuai algoritma yang telah ditentukan saja. Tapi kalau kita pilih Konsultasi, akan ada Konselor yang mumpuni buat bantu menjawab ke gundah gulananya kita kaitan kesehatan. Kalau ini yang menjawab manusia asli ya, bukan bot.

Lagi-lagi, Hani nyobain kalau curhat selain kesehatan di balas atau tidak, ya di balas dan di ketawain juga. Haha. Iseng bet nanyanya sih.



Oh iya, Tanya Marlo ini beroperasi 24 jam dalam seminggu ya. Alias kaga ada liburnya.

Kalau kepo kenapa namanya Tanya Marlo, dih suka-suka yang bikin dong. Haha. Becanda. Karena para pembuatnya beranggapan kalo nama Marlo, nama anak muda banget gengs. Style-nya aja di buat anak muda banget kan tuh. Hehe..

Terus kalian masih belum paham juga cara penggunaannya? Sini dah Hani ajarin cara penggunaan chatbot Tanya Marlo.

1. Buka aplikasi Line. Kalau belum punya, bisa unduh di playstore.

2. Di search, cari Tanya Marlo.



3. Di add.



4. Tinggal pilih deh, mau ngomongin apa sih sama Marlo. Marlo siap membantu. Ada info, kuis, konsultasi, tes. Kalau info, akan membahas tentang info kaitan dengan masalah ini. Kalau udah baca-baca, bisa cek pengetahuan kita di kuis. Terus kalau mau konsultasi atau curhat- curhat, bisa klik konsultasi. Akan ada manusia asli yang jawab-in pertanyaan kita. Lalu, ada cek. Ada pendampingnya juga loh jika kita belum berani cek sendiri. Nanti akan di anterin ke klinik atau rs sesuai terdekat.

Dan pastinya ini GRATIS. Walaupun kalau konsultasi pake konselor atau menggunakan pendamping. Terus nih ya, segala kegiatan kalian bareng si Marlo cowo kece ini bersifat rahasia. Jadi, bebas coy mau ngeluarin uneg-uneg apa juga.

Gimana? Wis paham to? Oke kalau udah paham, buru geh praktekin chatbot pertama di Indonesia bahkan di dunia yang bahasannya tentang ini. Tsadesssttt...

Yo wis kalo masih belum paham, searching aja di twitter #TanyaMarlo, kemarin Selasa, 18/12/18 sempat jadi trending topik ketika press launching nya. Kali aja baca-baca itu lebih tercerahkan.

Kalau ada kritik dan saran bisa langsung aja kirim ke emailnya. Semoga aja ya, yang canggih-canggih buat kemudahan hidup kita makin banyak. Kan enak tuh konsultasi dimana aja, kapan aja, tanpa batasan.

Salam,


Hani, yang kepengen goodiebag-nya Tanya Marlo. Kayanya ucul. Haha.