nisaahani: Lifestyle
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 April 2020

Efek Jalani Hidup Apa Adanya

Hidup Apa Adanya

Kalau bahas tentang prinsip cara hidup, saya memang mengusahakan banget jalani hidup apa adanya, jujur tanpa syarat ketentuan, apapun itu. Karena saya malas ribut. Pengennya tenang dan senang aja gitu hidupnya, berusaha hidup simpel.

Awalnya karena memang dibiasakan jujur, tapi ketika semakin dewasa, ternyata hidup tanpa kepura-puraan itu memang nyaman dan bebas pusing. Awal bulan alhamdulillah kaga ada keluhan mesti bayar cicilan untuk konsumtif atau cicilan yang sebenarnya belum perlu.

Yaps, beb, kalau kalian udah baca postingan saya sebelumnya tentang cara mengatur keuangan, kalian mungkin agak kebayang bagaimana cara saya menjalani kehidupan. Dan kalau baca tulisan ini, mungkin semakin merasa kenal dengan saya. Karena saya bakal share tentang pemikiran saya yang berusaha hidup tanpa tedeng aling-aling.

------------------------------------------------------------------------------
Baca tulisan saya lainnya:
----------------------------------------------------------------------------

Apalagi akhir-akhir ini saya jadi berpikir, tidak perlu lah merhatiin apa kata orang, yang penting kenyataanya. Walaupun nyatanya kehidupan kita berpotensi dilihat oleh keluarga, teman-teman, followers jika main sosmed, orang-orang terkait pekerjaan/pendidikan, atau bahkan calon jodoh. Eh. Haha.

Dan meskipun tidak ada maksud pencitraan dan membiarkan orang berpikir apa, yang penting kenyataannya, tapi saya tetap berusaha menampilkan sisi terbaik saya, yang aib-aib kaga usah di publish. Ibarat kata, aib mah mesti ditutupi. Karena, katanya itu salah satu kunci ketenangan untuk melanjutkan kehidupan. Jadi, kalau tidak ditanya mah diem-diem bae. Toh, katanya (lagi nih), kita berhak diam saat kita ditanya orang lain terkait aib. Entah itu pernah dengar atau baca dimana. Hehe. Cmiiw.

Lagian, kita tidak bisa membuat orang lain berhenti menilai kita. Jadi yang penting do the best dan tampilkan yang terbaik apa adanya saja menurut saya. Tapi ya, walaupun pemikiran saya kayaknya udah kokoh, pas liat salah satu adegan di drama korea saya jadi bertanya-tanya, apa salah satu penilaian orang lain terhadap orang yang berusaha jujur apa adanya itu adalah ketidakpastian?

Jadi ceritanya, ada artis di wawancara sama pembawa berita yang terkenal killer kalau nanya. Nah, Si Artis ditanya, kenapa Si Artis berubah-ubah ketika memberi dukungan atau saat mereview? Padahal katanya, Si Artis ini menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Find Me in Your Memories
Cuplikan Drama Korea Find Me in Your Memories

Si Artis jawab, tidak tahu alasannya pasti untuk sekarang, tapi dulu pas ngelakuin ada alasannya, kalau sekarang dia lupa. Terus pembawa beritanya langsung ngejudge, kejujuran Si Artis dipertanyakan karena bisa berubah-ubah.

Find Me in Your Memories Episode 2
Cuplikan Drama Korea Find Me in Your Memories Episode 2

Dan akhirnya, Si Artis jawab, dia hanya ingin jujur dan tidak mau berpikir rumit. Hanya mau berpikir seperti milih angka 5 atau 6.

Ngeliat adegan ini, saya kan jadi sedikit kepikiran. Apa orang lain ngeliat orang yang mau jujur tapi terkadang punya pemikiran berubah itu kejujurannya dipertanyakan?

Padahal kan kadang kita melakukan sesuatu diluar kebiasaan kita tanpa modus atau tanpa tipu-tipu, hanya sekedar lagi pengen ngelakuin aja gitu. (Kegiatannya masih konteks sesuatu yang baik ya)

Hmmm... Mungkin karena itu yang ditanya ceritanya artis kali ya, yang kehidupannya dilihat banyak orang, jadi muncul pertanyaan itu. Mungkin kita-kita yang belum jadi artis yang terkenal banget kaga bakal segitunya dipertanyakan kejujurannya kalau kadang pengen melakukan di luar kebiasaan.

Eh, tapi kan, orang mah kadang gatel aja ngejudge tanpa memikirkan segala kemungkinan...

Haha. Entahlah.

Efek lebih sering di rumah aja nih kayanya, jadi terbawa alur drakor sampai segitunya dipikirin. Haha. Udah lah yang penting kita jalani hidup apa adanya, jujur, tanpa syarat  ketentuan apapun kaya di video @IM3Ooredoo yang ini.


Berani menjalani hidup apa adanya, ekspresikan diri tanpa kepura-puraan, tunjukin diri sendiri tanpa tipu-tipu, dan fokus berkarya. Bagus loh ini pesannya menurut saya, karena ditengah maraknya “pencitraan palsu” di era social media, kita diingatkan untuk apa adanya, tanpa kepura-puraan atau tanpa followers palsu.

Namun, bukan berarti kita tidak mau upgrade memperbaiki diri dan mengabaikan semua nasihat orang lain ya. Karena kadang perkataan orang lain, entah disampaikan dengan baik atau tidak, ada yang bisa kita ambil hikmahnya untuk kemajuan diri kita sendiri.

Mereka yang bisa komen tentang kehidupan kita, mungkin karena mereka perhatiin kita. Entah itu karena suka atau tidak. Jadi, kita ambil aja yang baik-baik. Lumayan dapat evaluasi gratis. Hehe.

Karena walaupun kita nyaman dan sudah ada cinta sama diri sendiri, bukan berarti jadi berhenti berkembang jadi lebih baik kan?

Btw, walaupun saya share pemikiran saya kali ini, tapi bukan berarti saya sudah baik banget ya. Saya juga masih belajar dan membiasakan diri. Karena pola pikir yang baik itu bagus, tapi untuk konsisten itu lain hal.

Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan dan semoga tulisan saya ini menggugah untuk kita jalani hidup apa adanya. Karena kan memang banyak manfaat baik dari jujur. Tapi kalau bagi kalian itu masih sulit, usahakan aja dulu berkata yang baik atau diam.

Oia, jika bahas IM3 Ooredoo, sekarang IM3 Ooredoo bahkan melengkapi hal ini dengan menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple, bebas syarat ketentuan seperti Freedom Internet, loh. 100% kuota utama dapat digunakan di semua jaringan selama 24 jam, tanpa pembagian waktu. Fitur pulsa save-nya juga membantu kita internetan dengan nyaman dan pulsa tetap aman meski kuota telah habis. Mantap kan?

So, what are your lifestyle choices?

nisaahani im3 ooredoo
(Ceritanya sok sok-an nanya. Hehe)

Salam,


Hani, yang koleris sanguin tapi terkesan plegmatis karena suka hidup damai. Hehe.

Rabu, 29 Januari 2020

Jakhumfest Mengajak Millenial untuk Peduli Lingkungan dan Sesama

Weekend kemarin, tepatnya Minggu, 26 Januari 2020, saya datang ke Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) 2020, acaranya Dompet Dhuafa di M Bloc Space (Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan). Di sana terdapat pameran foto, bazzar, talk show, workshop, dan konser musik. Acaranya dari jam 10 pagi sampai malam.

Tapi, saya hanya dari pagi sampai sore saja. Karena, baru inget ada agenda lain. Padahal, saya sudah siap ikutan acara seharian tuh, kan lumayan kalau ikutan workshop dan nonton konser. Hmmm... sayang sekali. Hehe.



Btw, buat yang belum tau Jakhumfest, nih saya kasih tau ya. Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) adalah sebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa yang telah ada sejak tahun 2019. Jadi, tahun ini sudah event yang kedua.

Di acara Jakhumfest ini, kita-kita, terutama millenial, diajak untuk lebih peduli pada isu-isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. Melalui berbagai aktivitas bersama para public figure yang kompeten di bidangnya serta peduli pada tema tersebut, kita disadarkan untuk lebih melihat sekitar dan terlibat juga. Karena rata-rata kan millenial sedang berada di masa produktif, jadi diharapkan lebih bisa berkontribusi baik berupa tenaga, dana atau sumbangan lainnya.

Overall, acaranya seru dan talk shownya bisa menambah pengetahuan saya yang lumayan go green enthusiast.


Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) 2020


Oke, saya cerita runut dari awal aja kali ya, biar asyique gitchu. Hehe.




Pada awalnya, saya juga belum tau ada acara seperti ini. Tapi, saya sudah tau Dompet Dhuafa. Apalagi, sekarang ini stand Dompet Dhuafa sudah banyak di pusat perbelanjaan modern. Jadinya, ketika ada info tentang Jakhumfest yang ada kaitannya dengan Dompet Dhuafa, saya tertarik datang.

Acaranya gratis ya gaes. Cuma kalau mau datang ke sesi Sound of Humanity, wajib menggunakan tiket. Tiket Sound of Humanity bisa didapatkan di bit.ly/jakhumfest2020, seharga Rp 50.000,- saja. Dan hasil penjualan tiket akan didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Sedangkan, untuk sesi lainnya tidak harus memiliki tiket (HumaniTalk, Humanity Exposure (Pameran Foto), dan Workshop). 


------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------

Open gate udah dari jam 9 pagi, tapi saya datang sekitar jam 10-an. Dan alhamdulillah jadi 50 peserta pertama yang datang. Jadi, bisa dapat tambahan goodie bag dari Wardah.  Mayan beb. Hehe.


Eh tapi, kalaupun kalian tidak jadi 50 peserta yang datang pertama, kalian akan tetap dapat goodie bag yang berisi produk-produk karya masyarakat mandiri Dompet Dhuafa, seperti: bawang goreng Mak Krenyes produk mitra petani Brebes sebanyak 85 gram, gula semut kelapa alami seberat 225 gram, Berliansae kopi kemloko serta kalender.



Setelah itu, saya liat-liat foto yang ada di sana. Ternyata, sudah banyak kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan pihak Dompet Dhuafa ya. Saya baru tau. Yang saya tau Dompet Dhuafa itu membantu orang untuk berzakat, mengelola wakaf, dan Institut Kemandirian saja.



(Video saya saat ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa)

Foto-foto di Humanity Exposure berisi aksi kerelawanan dan kemanusiaan Dompet Dhuafa yang memiliki banyak kisah dan cerita inspiratif. Melihat itu lumayan menggugah jiwa kemanusian saya.


Saya kemudian lihat-lihat bazzarnya. Banyak item preloved artis, selebgram ataupun public figure yang dijual dengan harga murah, seperti: baju, celana, makeup dll. Harganya kalau tidak salah mulai dari 25.000 rupiah. Bikin jadi pengen belanja.



Selajutnya, acara pun dimulai oleh mc. Dan ada sambutan dari pihak Dompet Dhuafa serta Ketua Jakhumfest 20 (Taufan Yusuf Nugroho).



Dan berikutnya, secara berturut-turut, ada talk show dari Marsya Nurmaranti (Executive Director Indorelawan), Dhiti Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), Dila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder and Executive Director Divers Clean Action) serta Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa).

Dari pemaparan Mba Marsya Nurmaranti (Executive Director Indorelawan), saya jadi tau, ternyata di Indonesia banyak juga relawan di bidang yang unik, salah satunya adalah Daur Bunga. Bagi saya itu unik. Bunga bekas kondangan atau dekor acara diolah lagi jadi bucket bunga, dan bunganya diberikan ke lansia di panti jompo atau orang-orang yang perlu kita kasih perhatian juga, seperti kaum marjinal, tuna wisma, pasien rumah sakit, dsj. Wew. Bagus juga ya idenya.



Selain itu, ada talk show dari Mba Dhiti Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), Dila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder and Executive Director Divers Clean Action) serta Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa). Kali ini, bahasannya lebih kearah lingkungan, seperti: How can we save our ocean? Where does our waste go? dll.



Kemudian, break ishoma. Dan acara dilanjutkan sekitar jam 2 siang. Acaranya bahas isu kemanusiaan featuring Tokopedia, dengan pemateri: Benny (Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa), Adhe Indra Saputra (Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa), Chiki Fawzi serta pihak Tokopedia Salam (Mas Iman).

Dan dari talk show ini, saya jadi tau, sekarang banyak cara mudah untuk membantu sesama. Karena bisa sekalian berbelanja di Tokopedia.


Selanjutnya, break ishoma Ashar. Dan saya pun pulang setelah mengobrol bersama teman-teman yang datang. Padahal, semakin sore, semakin banyak yang datang. Sampai lumayan padat. Apalagi M Bloc saat ini tempat hits kekinian. Tapi ya mau gimana lagi, saya ada agenda lain yang lebih urgent. Jadi, saya terpaksa tidak ikut sesi selanjutnya, yaitu workshopMelukis Payung" + Video Maping bersama Chiki Fawzi featuring Wardah serta Sound of Humanity.

Padahal, kayanya seru tuh melukis payung yang terinspirasi dari para pelukis payung di Yogya (Mereka adalah penerima manfat dari salah satu program binaan Dompet Dhuafa) atau denger lagu yang berkaitan issue social, kemanusiaan, dan lingkungan dari para musisi, sepert: Navicula, Chiki Fawzi, dan Vimast.

Sehari doang ya gengs ini acaranya. Tapi, sudah lumayan membuat saya lebih tergugah untuk membantu sesama. Dan semoga pengunjung lainnya merasakan hal yang sama. Minimal mereka jadi hemat energi atau jadi mengurangi sampah lah. Karena, memang udah seurgent itu masalah di bumi ini. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli sama bumi kita dan sesama?

Salam,


Hani, yang semakin pengen jadi pembicara dan melakukan banyak tindakan baik nan menginspirasi.

Kamis, 19 Desember 2019

Ayo Kembalikan Kejayaan Warung dengan Gerakan Warung Nasional!

"Kalo kita beli di warung, mungkin kital bisa membantu keluarga itu dapat penghasilan, bisa buat keluarganya makan atau mensekolahkan anaknya." Kata seorang teman yang lebih memilih makan atau beli barang-barang kebutuhan sehari-harinya di warung dibandingkan di toko waralaba besar.

Lah iya juga ya. Kalo beli di minimarket dan sejenisnya memang bisa membantu menggaji karyawan atau menghasilkan keuntungan lainnya. Tapi kalo warung kan lebih langsung kerasa manfaatnya ke penjual. Cmiiw. Belum lagi kalau liat mata berbinar mereka pas ada yang beli, berasa ikutan seneng.

Makanya itu, ikutan seneng juga ada Gerakan Warung Nasional yang membantu para juragan atau pemilik warung meningkatkan kualitas dan manajemen warungnya. Jadi, warung bisa bersaing dan lebih menarik bagi para pembeli.

Terus apa aja gerakannya? Itu acara atau apa sih?

Ok, mari saya jelaskan setau saya ya. :D

Gerakan Warung Nasional 




Ini adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Warung Pintar (click for more info) dan Mitra Tokopedia yang bertujuan untuk mengapresiasi para pelaku warung yang telah berkontribusi selama puluhan tahun dalam perekonomian IndonesiaDiharapkan sekitar 3.5 juta warung dan semua stakeholders di ekosistem warung dari Sabang sampai Merauke yang selama ini memiliki peran dalam menggerakan perekonomian rakyat Indonesia kembali membawa warung kembali berjaya di Indonesia.

Festival Gerakan Warung Nasional




Dan, untuk merayakan, mengapresiasi serta menginspirasi masyarakat dalam berkolaborasi menumbuhkan warung Indonesia, diadakanlah Festival Gerakang Warung Nasional terbesar pertama di Indonesia pada tanggal 14 - 15 Desember 2019 di Lapangan BantengJakarta.

Acara ini cukup besar, karena dihadiri sekitar 15.000 pemilik warung, 50.000 pengunjung, dan lebih dari 80 principals dan UMKM. Serta didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, OVO, dan juga Sahara (Sahabat Usaha Rakyat).

Bahkan, tadinya acara ini akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, tapi tidak jadi. Namun, walaupun begitu, tetap seru hadir di acara ini, sebab terdapat museum warungpanggung hiburan, area belajar berwarung sambil bermain, turnamen warung, warung digital, area UMKM, dan area interaksi pemilik warung dengan brands.

Apalagi tidak ada tiket masuk, alias GRATISJadi, para masyarakat bisa merasakan keseruan aneka hiburan, belajar dan mengenal lebih dalam untuk meningkatkan warungnya, serta bisa belanja murah meriah.




------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Warung Pintar



Jadi, di acara ini, setelah registrasi, kita akan diberi kertas untuk menyelesaikan aneka misi supaya mendapat hadiah. Dan salah satu misinya adalah mengetahui lebih dalam tentang Warung Pintar.

Di booth Tambah Pintar, kita bisa memvoting, dijelaskan tentang Warung Pintar, dan juga diberi kesempatan jika ingin membuka warung, asalkan punya lahan. Atau, kalau kita sudah punya warung dan ingin mendaftarkan diri ke Warung Pintar bisa dibantu juga di sini.



Lah, memang kenapa sih mesti terdaftar di Warung Pintar? Itu mungkin salah satu pertanyaan kalian kan? Sini saya bantu jawab. Hehe.

Karena, jika pemilik warung atau juragan terdaftar di Warung Pintar, para juragan akan mendapat kemudahan dalam pesan barangmemantau pertumbuhan usahaadanya pendampingan dan kegiatan komunitas hingga kesempatan untuk renovasi warung.



Cukup menguntungkan bagi para juragan menurut saya. Apalagi Warung Pintar ini sudah ada sejak 2 tahun lalu (November 2017) dan memiliki lebih dari 4.500 warung yang tersebar di Banyuwangi, Surabaya serta Jakarta dan sekitarnya. Jadi, sudah lumayan ada contoh nyata lah.

Bahkan, klaimnya Warung Pintar memberi efek peningkatan pendapatan hingga 41% dari sebelumnya, mendorong penggunaan Juragan App sesuai dengan behavior dan kebutuhan mitra, mendorong 79,4% operasional warung menjadi lebih efisien, setidaknya 1 Warung Pintar memberikan dampak sosial ekonomi untuk 5 orang, mendorong kewirausahaan kepada 85% mitra, menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja, 1.500 tenaga kerja produktif terserap menjadi penjaga warung serta Warung Pintar mendukung perempuan untuk menjadi wirausaha. Sebab, lebih dari 58% mitranya perempuan dan mereka berkontribusi 60% terhadap pendapatan keluarga. 



Selain itu, Warung Pintar juga mendorong literasi finansial bagi para Mitra. Karena, 91%-nya telah memiliki setidaknya satu produk finansial. Angka ini lebih besar dari financial inclusion index nasional dan global yang masing-masing 42% dan 70%. Pemakaian teknologi yang disediakan Warung Pintar juga mencapai 80-90% per bulan. Indeks Literasi Finansial Mitra Warung Pintar mencapai 69.4/100 yang mana artinya Mitra warung telah menguasai aspek finansial dasar seperti perhitungan risiko dan investasi dasar. Wew.

Mantep uga nih gagasan para pendiri Warung Pintar (Willson Cuaca, Agung Bezharie Hadinegoro, Harya Putra, Sofian Hadiwijaya, dan Christian Winata). Misinya mereka juga oke banget loh, yaitu mentransformasi warung di Indonesia serta membuka akses bagi pelaku warung di era digital ini, agar dapat ikut bertumbuh untuk ekonomi masa depan.

Warung Pintar juga telah meraih pendanaan lebih dari $35.5 million dari East Ventures, EV Growth, SMDV, Vertex Ventures, Pavilion Capital, LINE Ventures, Digital Garage, Agaeti, Triputra, OVO. Dan, pada Februari 2019 telah mengakuisisi Limakilo, startup yang memutuskan rantai distribusi dari petani ke konsumen agar melipatgandakan dampak bagi petani dan pemilik warung di Indonesia.

Jadi, saya rasa Warung Pintar bisa lah membawa semangat perubahan dan menjadikan warung di Indonesia semakin canggih dengan teknologi saat ini, jadi golden standard untuk bisnis mikro di Indonesia.

***



So, dari penjelasan saya ini, sudah paham kan ya, apa yang mesti dilakukan jika ingin berkontribusi memajukan warung Indonesia?

Yang punya warung bisa upgrade menejemen warungnya dengan ikutan Warung Pintar. Dan jika baru pengen punya warung, daftar aja di webnya. Lalu, untuk kalian yang belum mau buka warung bisa dimulai dengan beli di warung terdekat.

Dan untuk acara kemarin, itu bisa dibilang Hari Warung Nasional gitu kali ya. Hehe. Oke, karena sudah paham, mari kita bergerak nyata untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Salam,



Hani, calon juragan aneka usaha yang bakal menghasilkan kekayaan lebih dari tujuh turunan. Aamiin. Haha.