nisaahani: Lifestyle
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2020

Jakhumfest Mengajak Millenial untuk Peduli Lingkungan dan Sesama

Weekend kemarin, tepatnya Minggu, 26 Januari 2020, saya datang ke Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) 2020, acaranya Dompet Dhuafa di M Bloc Space (Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan). Di sana terdapat pameran foto, bazzar, talk show, workshop, dan konser musik. Acaranya dari jam 10 pagi sampai malam.

Tapi, saya hanya dari pagi sampai sore saja. Karena, baru inget ada agenda lain. Padahal, saya sudah siap ikutan acara seharian tuh, kan lumayan kalau ikutan workshop dan nonton konser. Hmmm... sayang sekali. Hehe.



Btw, buat yang belum tau Jakhumfest, nih saya kasih tau ya. Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) adalah sebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa yang telah ada sejak tahun 2019. Jadi, tahun ini sudah event yang kedua.

Di acara Jakhumfest ini, kita-kita, terutama millenial, diajak untuk lebih peduli pada isu-isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. Melalui berbagai aktivitas bersama para public figure yang kompeten di bidangnya serta peduli pada tema tersebut, kita disadarkan untuk lebih melihat sekitar dan terlibat juga. Karena rata-rata kan millenial sedang berada di masa produktif, jadi diharapkan lebih bisa berkontribusi baik berupa tenaga, dana atau sumbangan lainnya.

Overall, acaranya seru dan talk shownya bisa menambah pengetahuan saya yang lumayan go green enthusiast.


Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) 2020


Oke, saya cerita runut dari awal aja kali ya, biar asyique gitchu. Hehe.




Pada awalnya, saya juga belum tau ada acara seperti ini. Tapi, saya sudah tau Dompet Dhuafa. Apalagi, sekarang ini stand Dompet Dhuafa sudah banyak di pusat perbelanjaan modern. Jadinya, ketika ada info tentang Jakhumfest yang ada kaitannya dengan Dompet Dhuafa, saya tertarik datang.

Acaranya gratis ya gaes. Cuma kalau mau datang ke sesi Sound of Humanity, wajib menggunakan tiket. Tiket Sound of Humanity bisa didapatkan di bit.ly/jakhumfest2020, seharga Rp 50.000,- saja. Dan hasil penjualan tiket akan didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Sedangkan, untuk sesi lainnya tidak harus memiliki tiket (HumaniTalk, Humanity Exposure (Pameran Foto), dan Workshop). 


------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------

Open gate udah dari jam 9 pagi, tapi saya datang sekitar jam 10-an. Dan alhamdulillah jadi 50 peserta pertama yang datang. Jadi, bisa dapat tambahan goodie bag dari Wardah.  Mayan beb. Hehe.


Eh tapi, kalaupun kalian tidak jadi 50 peserta yang datang pertama, kalian akan tetap dapat goodie bag yang berisi produk-produk karya masyarakat mandiri Dompet Dhuafa, seperti: bawang goreng Mak Krenyes produk mitra petani Brebes sebanyak 85 gram, gula semut kelapa alami seberat 225 gram, Berliansae kopi kemloko serta kalender.



Setelah itu, saya liat-liat foto yang ada di sana. Ternyata, sudah banyak kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan pihak Dompet Dhuafa ya. Saya baru tau. Yang saya tau Dompet Dhuafa itu membantu orang untuk berzakat, mengelola wakaf, dan Institut Kemandirian saja.



(Video saya saat ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa)

Foto-foto di Humanity Exposure berisi aksi kerelawanan dan kemanusiaan Dompet Dhuafa yang memiliki banyak kisah dan cerita inspiratif. Melihat itu lumayan menggugah jiwa kemanusian saya.


Saya kemudian lihat-lihat bazzarnya. Banyak item preloved artis, selebgram ataupun public figure yang dijual dengan harga murah, seperti: baju, celana, makeup dll. Harganya kalau tidak salah mulai dari 25.000 rupiah. Bikin jadi pengen belanja.



Selajutnya, acara pun dimulai oleh mc. Dan ada sambutan dari pihak Dompet Dhuafa serta Ketua Jakhumfest 20 (Taufan Yusuf Nugroho).



Dan berikutnya, secara berturut-turut, ada talk show dari Marsya Nurmaranti (Executive Director Indorelawan), Dhiti Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), Dila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder and Executive Director Divers Clean Action) serta Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa).

Dari pemaparan Mba Marsya Nurmaranti (Executive Director Indorelawan), saya jadi tau, ternyata di Indonesia banyak juga relawan di bidang yang unik, salah satunya adalah Daur Bunga. Bagi saya itu unik. Bunga bekas kondangan atau dekor acara diolah lagi jadi bucket bunga, dan bunganya diberikan ke lansia di panti jompo atau orang-orang yang perlu kita kasih perhatian juga, seperti kaum marjinal, tuna wisma, pasien rumah sakit, dsj. Wew. Bagus juga ya idenya.



Selain itu, ada talk show dari Mba Dhiti Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), Dila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder and Executive Director Divers Clean Action) serta Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa). Kali ini, bahasannya lebih kearah lingkungan, seperti: How can we save our ocean? Where does our waste go? dll.



Kemudian, break ishoma. Dan acara dilanjutkan sekitar jam 2 siang. Acaranya bahas isu kemanusiaan featuring Tokopedia, dengan pemateri: Benny (Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa), Adhe Indra Saputra (Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa), Chiki Fawzi serta pihak Tokopedia Salam (Mas Iman).

Dan dari talk show ini, saya jadi tau, sekarang banyak cara mudah untuk membantu sesama. Karena bisa sekalian berbelanja di Tokopedia.


Selanjutnya, break ishoma Ashar. Dan saya pun pulang setelah mengobrol bersama teman-teman yang datang. Padahal, semakin sore, semakin banyak yang datang. Sampai lumayan padat. Apalagi M Bloc saat ini tempat hits kekinian. Tapi ya mau gimana lagi, saya ada agenda lain yang lebih urgent. Jadi, saya terpaksa tidak ikut sesi selanjutnya, yaitu workshopMelukis Payung" + Video Maping bersama Chiki Fawzi featuring Wardah serta Sound of Humanity.

Padahal, kayanya seru tuh melukis payung yang terinspirasi dari para pelukis payung di Yogya (Mereka adalah penerima manfat dari salah satu program binaan Dompet Dhuafa) atau denger lagu yang berkaitan issue social, kemanusiaan, dan lingkungan dari para musisi, sepert: Navicula, Chiki Fawzi, dan Vimast.

Sehari doang ya gengs ini acaranya. Tapi, sudah lumayan membuat saya lebih tergugah untuk membantu sesama. Dan semoga pengunjung lainnya merasakan hal yang sama. Minimal mereka jadi hemat energi atau jadi mengurangi sampah lah. Karena, memang udah seurgent itu masalah di bumi ini. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli sama bumi kita dan sesama?

Salam,


Hani, yang semakin pengen jadi pembicara dan melakukan banyak tindakan baik nan menginspirasi.

Kamis, 19 Desember 2019

Ayo Kembalikan Kejayaan Warung dengan Gerakan Warung Nasional!

"Kalo kita beli di warung, mungkin kital bisa membantu keluarga itu dapat penghasilan, bisa buat keluarganya makan atau mensekolahkan anaknya." Kata seorang teman yang lebih memilih makan atau beli barang-barang kebutuhan sehari-harinya di warung dibandingkan di toko waralaba besar.

Lah iya juga ya. Kalo beli di minimarket dan sejenisnya memang bisa membantu menggaji karyawan atau menghasilkan keuntungan lainnya. Tapi kalo warung kan lebih langsung kerasa manfaatnya ke penjual. Cmiiw. Belum lagi kalau liat mata berbinar mereka pas ada yang beli, berasa ikutan seneng.

Makanya itu, ikutan seneng juga ada Gerakan Warung Nasional yang membantu para juragan atau pemilik warung meningkatkan kualitas dan manajemen warungnya. Jadi, warung bisa bersaing dan lebih menarik bagi para pembeli.

Terus apa aja gerakannya? Itu acara atau apa sih?

Ok, mari saya jelaskan setau saya ya. :D

Gerakan Warung Nasional 




Ini adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Warung Pintar (click for more info) dan Mitra Tokopedia yang bertujuan untuk mengapresiasi para pelaku warung yang telah berkontribusi selama puluhan tahun dalam perekonomian IndonesiaDiharapkan sekitar 3.5 juta warung dan semua stakeholders di ekosistem warung dari Sabang sampai Merauke yang selama ini memiliki peran dalam menggerakan perekonomian rakyat Indonesia kembali membawa warung kembali berjaya di Indonesia.

Festival Gerakan Warung Nasional




Dan, untuk merayakan, mengapresiasi serta menginspirasi masyarakat dalam berkolaborasi menumbuhkan warung Indonesia, diadakanlah Festival Gerakang Warung Nasional terbesar pertama di Indonesia pada tanggal 14 - 15 Desember 2019 di Lapangan BantengJakarta.

Acara ini cukup besar, karena dihadiri sekitar 15.000 pemilik warung, 50.000 pengunjung, dan lebih dari 80 principals dan UMKM. Serta didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, OVO, dan juga Sahara (Sahabat Usaha Rakyat).

Bahkan, tadinya acara ini akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, tapi tidak jadi. Namun, walaupun begitu, tetap seru hadir di acara ini, sebab terdapat museum warungpanggung hiburan, area belajar berwarung sambil bermain, turnamen warung, warung digital, area UMKM, dan area interaksi pemilik warung dengan brands.

Apalagi tidak ada tiket masuk, alias GRATISJadi, para masyarakat bisa merasakan keseruan aneka hiburan, belajar dan mengenal lebih dalam untuk meningkatkan warungnya, serta bisa belanja murah meriah.




------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Warung Pintar



Jadi, di acara ini, setelah registrasi, kita akan diberi kertas untuk menyelesaikan aneka misi supaya mendapat hadiah. Dan salah satu misinya adalah mengetahui lebih dalam tentang Warung Pintar.

Di booth Tambah Pintar, kita bisa memvoting, dijelaskan tentang Warung Pintar, dan juga diberi kesempatan jika ingin membuka warung, asalkan punya lahan. Atau, kalau kita sudah punya warung dan ingin mendaftarkan diri ke Warung Pintar bisa dibantu juga di sini.



Lah, memang kenapa sih mesti terdaftar di Warung Pintar? Itu mungkin salah satu pertanyaan kalian kan? Sini saya bantu jawab. Hehe.

Karena, jika pemilik warung atau juragan terdaftar di Warung Pintar, para juragan akan mendapat kemudahan dalam pesan barangmemantau pertumbuhan usahaadanya pendampingan dan kegiatan komunitas hingga kesempatan untuk renovasi warung.



Cukup menguntungkan bagi para juragan menurut saya. Apalagi Warung Pintar ini sudah ada sejak 2 tahun lalu (November 2017) dan memiliki lebih dari 4.500 warung yang tersebar di Banyuwangi, Surabaya serta Jakarta dan sekitarnya. Jadi, sudah lumayan ada contoh nyata lah.

Bahkan, klaimnya Warung Pintar memberi efek peningkatan pendapatan hingga 41% dari sebelumnya, mendorong penggunaan Juragan App sesuai dengan behavior dan kebutuhan mitra, mendorong 79,4% operasional warung menjadi lebih efisien, setidaknya 1 Warung Pintar memberikan dampak sosial ekonomi untuk 5 orang, mendorong kewirausahaan kepada 85% mitra, menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja, 1.500 tenaga kerja produktif terserap menjadi penjaga warung serta Warung Pintar mendukung perempuan untuk menjadi wirausaha. Sebab, lebih dari 58% mitranya perempuan dan mereka berkontribusi 60% terhadap pendapatan keluarga. 



Selain itu, Warung Pintar juga mendorong literasi finansial bagi para Mitra. Karena, 91%-nya telah memiliki setidaknya satu produk finansial. Angka ini lebih besar dari financial inclusion index nasional dan global yang masing-masing 42% dan 70%. Pemakaian teknologi yang disediakan Warung Pintar juga mencapai 80-90% per bulan. Indeks Literasi Finansial Mitra Warung Pintar mencapai 69.4/100 yang mana artinya Mitra warung telah menguasai aspek finansial dasar seperti perhitungan risiko dan investasi dasar. Wew.

Mantep uga nih gagasan para pendiri Warung Pintar (Willson Cuaca, Agung Bezharie Hadinegoro, Harya Putra, Sofian Hadiwijaya, dan Christian Winata). Misinya mereka juga oke banget loh, yaitu mentransformasi warung di Indonesia serta membuka akses bagi pelaku warung di era digital ini, agar dapat ikut bertumbuh untuk ekonomi masa depan.

Warung Pintar juga telah meraih pendanaan lebih dari $35.5 million dari East Ventures, EV Growth, SMDV, Vertex Ventures, Pavilion Capital, LINE Ventures, Digital Garage, Agaeti, Triputra, OVO. Dan, pada Februari 2019 telah mengakuisisi Limakilo, startup yang memutuskan rantai distribusi dari petani ke konsumen agar melipatgandakan dampak bagi petani dan pemilik warung di Indonesia.

Jadi, saya rasa Warung Pintar bisa lah membawa semangat perubahan dan menjadikan warung di Indonesia semakin canggih dengan teknologi saat ini, jadi golden standard untuk bisnis mikro di Indonesia.

***



So, dari penjelasan saya ini, sudah paham kan ya, apa yang mesti dilakukan jika ingin berkontribusi memajukan warung Indonesia?

Yang punya warung bisa upgrade menejemen warungnya dengan ikutan Warung Pintar. Dan jika baru pengen punya warung, daftar aja di webnya. Lalu, untuk kalian yang belum mau buka warung bisa dimulai dengan beli di warung terdekat.

Dan untuk acara kemarin, itu bisa dibilang Hari Warung Nasional gitu kali ya. Hehe. Oke, karena sudah paham, mari kita bergerak nyata untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Salam,



Hani, calon juragan aneka usaha yang bakal menghasilkan kekayaan lebih dari tujuh turunan. Aamiin. Haha.

Rabu, 27 November 2019

Tips Cepat dan Murah Dalam Belajar Bahasa Inggris

Bagi beberapa kalangan, saat ini Bahasa Inggris menjadi hal yang harus dikuasai. Karena, Bahasa Inggris dapat mempermudah dalam banyak hal. Namun sayangnya, mempelajari Bahasa Inggris bagi sebagian orang tidak semudah yang dibayangkan.
Bahkan, untuk kursus saja terkadang harus mengeluarkan biaya. Solusinya, saat ini sudah ada cukup banyak website gratis belajar Bahasa Inggris yang bisa dimanfaatkan dan cocok untuk para pemula yang ingin belajar.
Berikut ini tips bagi kalian yang ingin belajar Bahasa Inggris, tetapi ada kendala keterbatasan biaya:

1.            Belajar Bahasa Inggris Menggunakan Aplikasi Mobile

(Belajar Bahasa Inggris jadi lebih mudah dimana saja, termasuk di toilet. Hihi)
Ada cukup banyak aplikasi berbasis Android maupun iOS yang bisa digunakan untuk belajar Bahasa Inggris. Aplikasi-aplikasi tersebut bahkan bisa diunduh secara gratis. Menariknya lagi, metode belajarnya pun begitu lengkap dan benar-benar berkualitas. Sehingga, belajar Bahasa Inggris semakin menyenangkan.

2.            Melalui Website

Ada beberapa website yang bisa dikunjungi untuk belajar Bahasa Inggris. Namun, kebanyakan website hanya menawarkan program pembelajaran untuk pemula saja. Tapi, cukup lumayan bagi kalian yang ingin belajar tanpa mengeluarkan biaya besar. Cukup bermodalkan kuota internet saja, bisa belajar dengan mudah dan cepat.

3.            Melalui Buku dan CD

Buku dan CD biasanya menjadi metode yang sering digunakan. Metode ini tergolong murah sekali. Dan bisa dibeli di berbagai tempat. Buku dan CD akan membantu agar cepat belajar. Keduanya ini merupakan metode yang hingga saat ini masih sering dilakukan oleh beberapa kalangan.
Itulah beberapa cara yang bisa ditempuh untuk kalian yang ingin belajar Bahasa Inggris. Kini, kalian pun bisa mengikuti les tanpa biaya yang mahal di EF (English First). EF adalah tempat kursus yang saat ini banyak dicari karena kredibilitasnya. Bahkan, di EF banyak sekali penawaran promo menarik bagi kalian yang ingin menghemat biaya kursus.
Nah, itulah beberapa ulasan seputar tips bagi kalian yang ingin mendapatkan bimbingan Bahasa Inggris dengan biaya murah dan pas. Semoga informasi di atas bisa membantu kalian meningkatkan kualitas berbahasa Inggris ya. Aamiin.
Salam,

Hani, yang berusaha menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, bisa dan mau belajar bahasa asing, serta mencoba melestarikan bahasa daerah, dan mencoba memahami bahasa dari sesama makhluk hidup. Hehe.

Senin, 25 November 2019

Apakah Plastik Bisa Untuk Kebaikan dan Economy Circular?

Menurut kalian, plastik jahat atau baik? Kalau saya pribadi sih yakin, semua orang atau benda punya sisi baik atau buruk, tergantung kebutuhan dan toleransi kita sendiri. Sama seperti plastik.

Seperti yang kalian tau, saya menerapkan hidup go green semampu saya. Apakah saya langsung sepenuhnya anti sesuatu? Tidak juga sih ya. Tapi, memang saya tidak suka langsung membuang sesuatu, mesti diolah terlebih dahulu hingga menjadi sesuatu yang tidak bisa diolah bagi saya.

Contohnya kertas. Jika dua sisinya belum terpakai penuh, saya belum mau buang. Kertas bekas skripsi saja, saya jadikan buku tulis. Bahkan jika dua sisi sudah penuh tulisan, saya masih memanfaatkan kertas tersebut untuk menjadi bungkus.

Walaupun kertas bisa lebih cepat terurai, mari kita tetap memaksimalkan kertas yang ada. Karena kan membuat kertas ada bahan baku dan proses pembuatan yang tentu bisa menimbulkan limbah. Makanya itu, tetap mesti dimanfaatkan dengan baik.

Sedangkan, untuk item pakaian atau kain, saya juga tidak suka langsung buang atau gampang beli. Biasanya saya vermak dulu. Entah gimana caranya biar terlihat baru. Karena, ternyata fashion adalah salah satu sumber limbah terbesar.

Untuk plastik juga begitu. Saya menghindari menggunakan plastik atau langsung membuang plastik. Biasanya saya pakai berkali-kali hingga saya merasa plastik itu layak dibuang, seperti sudah robek menjadi kecil. Pokoknya, bagimana saya memanfaatkan yang ada, tidak menambahkan barang baru.

-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Saya mulai sadar dan menerapkan go green hampir sepuluh tahun lalu. Dan mulai menerapkan manfaatkan yang ada serta mengurangi pembelian ketika saya pindahan dari Bandung ke Tangerang. Karena ketika pindahan, barang saya sendiri hampir satu mobil (ukuran mobil keluarga yang ada tiga baris kursi) penuh. Bagasi dan kursi belakang mobil super padat. Bahkan kursi tengah berjejer barang-barang juga. Ribet jadinya.

Setelah itu, saya berusaha mengkontrol diri agar barang yang saya beli benar-benar yang saya butuhkan. Walaupun seunyu apapun itu. Hehe. Saya juga tidak segan menjual atau memberi barang saya jika barang yang saya punya kurang termanfaatkan dengan baik oleh saya. Biar lebih diberdaya gunakan gitu barang yang ada. Tentunya kecuali barang berharga ya. Haha.

Sampai sini mulai paham kan ya saya tipe go green yang seperti apa? Saya belum yang sestrict itu kok. Masih berproses juga. Karena rasanya egois aja gitu kalau menerapkan hidup go green dan super anti plastik, lalu jadi membuang beling atau pecahan kaca begitu saja tanpa dibungkus/lapisi dengan baik. Kan bisa melukai orang lain.

Acara Potensi Ekonomi dari Pengelolaan Sampah Plastik



Nah, beberapa hari lalu saya datang ke acara Komunitas Plastik untuk Kebaikan. Saya penasaran, seperti apa sih maksudnya plastik untuk kebaikan?

Dengan narasumber Novrizal Tahar (Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup), Ir. Ahmad Zainal Abidin, PhD (Pakar PET dari ITB), Chrintine Halim (Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia), Pris Poly Lengkong (Ketua Ikatan Pemulung Indonesia), dan Endang Truni Tresnaningtyas (Direktur Bank Sampah Induk Patriot Bekasi), saya jadi mengenal lebih dekat dengan plastik dan pemanfaatannya. Diskusi publik yang bagus.

Sebab, ternyata hampir banyak aspek di kehidupan kita itu menggunakan plastik, baik ukuran besar maupun kecil. Karena plastik sendiri ada banyak jenisnya dan memang mempermudah kehidupan kita, asalkan digunakan dengan cara yang benar. Toh tidak semua plastik sama.

Plastik sendiri sekarang ternyata sudah ada yang dibuat lebih ramah lingkungan dan bisa lebih cepat terurai. Coba perhatikan kantung plastik minimarket/supermarket deh, sekarang gampang lebih rusak kalau didiamkan. Dan ada juga kantung plastik dari singkong. Wew.

Ternyata, kita memang mesti lebih open minded ya dengan perkembangan yang ada sekarang. Karena, teknologi saat ini tidak hanya canggih, tapi juga mulai memperhatikan lingkungan. Kita yang belum bisa bikin, setidaknya bisa mengapresiasi para produsen yang membuat benda lebih ramah lingkungan.

Plastik Untuk Kebaikan Itu Berarti Plastik Bisa Jadi Circular Economy



Pernah tidak melihat pemulung atau orang yang menjual barang bekas ke pengepul? Eh, beneran loh, yang bisa menjual barang bekas ke pengepul tidak hanya pemulung saja. Siapa pun bisa. Asal barangnya lumayan banyak. Karena kalau sedikit tidak terlalu mahal harganya, mending diberikan ke pemulung saja jika tidak mau menunggu lama barang bekas terkumpul. Insyaallah jadi sedekah walaupun sedikit.

Ngomong-ngomong jual barang bekas, saya juga pernah loh menjual barang bekas sendiri ke pengepul. Dua kali pindahan, dua kali pula saya menjual barang bekas ke pengepul. Lumayan uangnya bisa buat tambah-tambahan atau jajan. Apalagi anak kosan. Hehe. Jadi, daripada pindahan bawa berat, saya jual deh kertas-kertas yang menurut saya tidak akan terpakai lagi. Plastik-plastik bekas atau botol-botol juga saya jual.

Karena plastik (jenis tertentu/PET) memiliki nilai ekonomiPETE (Polyethylene Terephthalate) atau PET adalah jenis plastik yang sering digunakan sebagai wadah makanan. Jenis plastik ini dapat ditemukan pada hampir semua botol air mineral dan beberapa pembungkus.

Mungkin bagi kalian, plastik ini hanya bisa mengotori bumi. Karena memang plastik jenis PET disarankan hanya untuk satu kali penggunaan. Jadi, jika digunakan berulang dapat meningkatkan resiko ikut terkonsumsinya bakteri dan bahan plastik yang berkembang pada bahan itu. Tapi sebenarnya, jenis plastik ini yang bisa menghasilkan uang. Sebab dapat didaur ulang.

Buat kalian yang belum bisa mendaur ulang, plastik memang terlihat hanya sebagai sampah. Tapi ditangan para kreatif, plastik bisa sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan.

Dengan pengelolaan berkelanjutan yang menciptakan Circular Economy (ekonomi melingkar) membuat siklus pakai plastik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan sampah. Karena dapat kembali dimanfaatkan kembali baik dalam bentuk listrik, bahan daur ulang, bahan bakar dan naphtha.

Pilah Sendiri Sampahmu dan Daur Ulang


(Tas dari plastik bekas)

Buat kalian yang belum bisa mendaur ulang sampah plastik, bisa dimulai dengan memilah sendiri sampah bekas konsumsi. Karena tidak semua sampah itu sama, lagipula degan memilah sampah, jadi bisa lebih mudah di daur ulang serta ikut serta mendukung rantai circular ekonomi. Dan kalau belum bisa juga, minimal kurangi pemakaian kantong kresek dan plastik sachet. Karena plastik jenis ini belum bisa didaur ulang.

Memang sih, regulasi sampah menurut saya pribadi pun belum terlalu bold. Masih banyak yang bikin bertanya-tanya, seperti: sampah yang sudah kita pilah di rumah kenapa pas diangkut truk sampah dicampur kembali atau kenapa masih belum ketat penggunaan plastik atau bahan lainnya, kenapa pengelolaan sampah kita belum diwajibkan dipilah, dll.

Banyak sih kalau mau kritis. Tapi sembari kita mengawasi dan mendukung pemerintah memperbaiki dan meningkatkan kembali peraturan tentang sampah ataupun plastik. Mari kita masing-masing melakukan perubahan.

Karena dengan mengurangi sampah, memilah sampah hingga bisa terjadi proses produksi ulang (remanufacture), daur ulang (recycling), penggunaan kembali (reuse), berarti kita ikut berkonstribusi dalam meminimalisir beban lingkungan ke alam, seperti tempat pembuangan akhir atau bahkan lautan. Lagipula itu bisa menciptakan rantai ekonomi baru.

Zero Waste Life



Kalau yang pernah menonton weekend life saya di youtube atau cara mengelola sampah organik (tonton video di atas), sepertinya kebayang bagaimana saya dan keluarga mengelola sampah.

Jadi, sampah-sampah memang sudah kita pilah semampunya, jual yang bisa dijual, diberikan ke orang lain atau ke lingkungan itu sendiri jika memungkinkan. Seperti limbah bekas cuci beras disiram ke tanaman dan sampah organik jadi diolah jadi pupuk.

Dan di kehidupan sehari-hari kita sangat usahakan diet plastik, bawa tote bag sendiri ketika berpergian atau belanja, mendaur ulang jika bisa, makan/minum sampai habis biar tidak ada limbah dll. Masih simpel-simpel sih, belum total zero waste life banget. Tapi semoga bisa ikut save the planet and save earth.

Kalau kalian gimana? Sudah melakukan apa? Atau jangan-jangan yang punya usaha sudah menerapkan kantong plastik berbayar dan struk dikirim ke email lagi. Wew. Share yak.


Salam,


Hani, yang kaga suka lihat orang yang makannya gak abis dan pengen segera punya usaha yang sukses menghasilkan uang dan juga go green.

Kamis, 14 November 2019

Soft Pastel Art Starter Kit Faber Castell: Bantu Menenangkan Diri


Hai, weekend kemarin, saya mengikuti workshop tentang Soft Pastel Art di Faber Castell Boutique, Lower Ground, Plaza Senayan, Jakarta. Di sana saya belajar menggambar dengan teknik yang baru saya tau. Tapi seru.

Karena tidak membutuhkan skill menggambar yang jago. Terkesan hanya untuk bersenang-senang malahan, tapi ketika melihat hasilnya, jadi suka sendiri. Sebab, tetap bagus dan menarik.

Selama workshop Soft Pastel Art hingga pulang pun, saya seperti tambah bersemangat dan rileks. Ternyata, memang Soft Pastel Art ini bisa calm your stress, loh.


(Para peserta workshop soft pastel art yang fokus menyerap ilmu yang diberikan)


-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Soft Pastel Art Starter Kit Faber Castell




Jika kalian tertarik dengan Soft Pastel Art, kalian bisa coba sendiri dengan panduan video di youtube atau lihat gambar di Pinterest. Dan untuk alat dan bahannya, kalian bisa beli di Faber Castell Boutique.

Belinya sepaket saja jika belum punya alat dan bahannya sama sekali. Daripada bingung mau beli yang mana saja. Lagipula, Faber Castell menyediakan Soft Pastel Art Starter Kit.


Yang mana di dalamnya sudah ada:
  1. 24 warna Soft Pastel
  2. perfection yang seperti kuas dan pensil di ujung seberangnya
  3. sharpener eraser
  4. kneadable eraser 
  5. stencil
  6. 8 lembar kertas untuk menggambar
Lumayan lengkap kan? Jadi, bisa langsung praktek.

Cara Menggambar Soft Pastel Art



1. Langkah pertama, tentunya persiapkan alat dan bahan. Jika sudah punya Soft Pastel Art Starter Kit tinggal tambah selotip bening atau transparan untuk menjaga kertas agar selama proses menggambar tidak lari sana sini. Serta tisu basah untuk mengelap jari agar warna tidak bercampur. Dan kertas untuk menaruh serpihan soft pastel yang sudah dikikir.

2. Selotip sisi-sisi kertas di meja agar proses menggambarnya tidak tergeser-geser.

3. Selanjutnya, kikir soft pastel atau krayon sesuai warna yang diinginkan dengan stencil.

4. Ambil bubuk soft pastel, lalu oleskan di kertas secara memutar. Agar lebih menyatu warnanya.

5. Gambar sesuai yang diinginkan. Oia, di sini kita tidak pakai pensil, jadi pakai jari. Ada sih alatnya. Tapi, ya bisa juga pakai jari. Kalau pakai alat lagi kan, mesti beli lagi. Karena belum ada di starter kit. Hehe. 


6. Jika, ada yang salah, kalian bisa menghapus dengan aneka penghapus yang ada. Tinggal sesuaikan.

7. Penghapus dan stencil juga bisa memberikan efek di gambar, biar lebih menarik dan hidup.

8. Dan jika butuh efek tambahan, kalian bisa menggunakan pulpen khusus menggambar.

9. Setelah selesai, lepas selotipnya.

10. Spray gambar dengan spray khusus, supaya warna dan gambar lebih tahan lama dan serpihan soft pastelnya tidak nempel.



Itu sih kira-kira cara menggambar ala soft pastel art dari workshop yang saya ikutiTidak banyak dan tidak terlalu rumit kan? Lebih mudah dibanding teknik menggambar lainnya menurut saya.

Bebas weh kalian mau menggambarnya gimana, mau tambah efek apa. Lagipula, art sendiri kan masalah selera sih ya. Tidak ada pakem khusus. Senyaman dan semampunya kita aja, nanti juga akan ditemukan sendiri dengan orang-orang yang minatnya sama. Jadi, selama niatnya baik, udah aja terus berkarya dan meningkatkan skill-nya.

Kalian coba juga deh Soft Pastel Art ini. Lumayan banget membantu kita rileks dari keseharian, menghindari diri sejenak dari hingar bingar sosmed atau dunia nyata.

Bahkan kalau bagus hasilnya, kalian bisa pajang di pigura. Bisa untuk dinikmati sendiri atau buat kado, dijual juga bisa sih. Hihi. Cuan for life gini nih. XD


(Tonton video ini, biar lihat praktiknya langsung)

Silakan dicoba!

Salam,


Hani, yang jadi merasa jago gambar dan pengen jadi tutor soft pastel art. Haha.