nisaahani: Jakhumfest Mengajak Millenial untuk Peduli Lingkungan dan Sesama

Rabu, 29 Januari 2020

Jakhumfest Mengajak Millenial untuk Peduli Lingkungan dan Sesama

Weekend kemarin, tepatnya Minggu, 26 Januari 2020, saya datang ke Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) 2020, acaranya Dompet Dhuafa di M Bloc Space (Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan). Di sana terdapat pameran foto, bazzar, talk show, workshop, dan konser musik. Acaranya dari jam 10 pagi sampai malam.

Tapi, saya hanya dari pagi sampai sore saja. Karena, baru inget ada agenda lain. Padahal, saya sudah siap ikutan acara seharian tuh, kan lumayan kalau ikutan workshop dan nonton konser. Hmmm... sayang sekali. Hehe.


Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Btw, buat yang belum tau Jakhumfest, nih saya kasih tau ya. Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) adalah sebuah event tahunan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa yang telah ada sejak tahun 2019. Jadi, tahun ini sudah event yang kedua.

Di acara Jakhumfest ini, kita-kita, terutama millenial, diajak untuk lebih peduli pada isu-isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. Melalui berbagai aktivitas bersama para public figure yang kompeten di bidangnya serta peduli pada tema tersebut, kita disadarkan untuk lebih melihat sekitar dan terlibat juga.

Karena rata-rata kan millenial sedang berada di masa produktif, jadi diharapkan lebih bisa berkontribusi baik berupa tenaga, dana atau sumbangan lainnya.

Overall, acaranya seru dan talk shownya bisa menambah pengetahuan saya yang lumayan go green enthusiast.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) 2020


Oke, saya cerita runut dari awal aja kali ya, biar asyique gitchu. Hehe.


Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Pada awalnya, saya juga belum tau ada acara seperti ini. Tapi, saya sudah tau Dompet Dhuafa. Apalagi, sekarang ini stand Dompet Dhuafa sudah banyak di pusat perbelanjaan modern. Jadinya, ketika ada info tentang Jakhumfest yang ada kaitannya dengan Dompet Dhuafa, saya tertarik datang.

Acaranya gratis ya gaes. Cuma kalau mau datang ke sesi Sound of Humanity, wajib menggunakan tiket. Tiket Sound of Humanity bisa didapatkan di bit.ly/jakhumfest2020, seharga Rp 50.000,- saja.

Dan hasil penjualan tiket akan didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Sedangkan, untuk sesi lainnya tidak harus memiliki tiket (HumaniTalk, Humanity Exposure (Pameran Foto), dan Workshop). 

------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------

Open gate udah dari jam 9 pagi, tapi saya datang sekitar jam 10-an. Dan alhamdulillah jadi 50 peserta pertama yang datang. Jadi, bisa dapat tambahan goodie bag dari Wardah.  Mayan beb. Hehe.


Eh tapi, kalaupun kalian tidak jadi 50 peserta yang datang pertama, kalian akan tetap dapat goodie bag yang berisi produk-produk karya masyarakat mandiri Dompet Dhuafa, seperti: bawang goreng Mak Krenyes produk mitra petani Brebes sebanyak 85 gram, gula semut kelapa alami seberat 225 gram, Berliansae kopi kemloko serta kalender.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Setelah itu, saya liat-liat foto yang ada di sana. Ternyata, sudah banyak kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan pihak Dompet Dhuafa ya. Saya baru tau. Yang saya tau Dompet Dhuafa itu membantu orang untuk berzakat, mengelola wakaf, dan Institut Kemandirian saja.


(Video saya saat ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa)

Foto-foto di Humanity Exposure berisi aksi kerelawanan dan kemanusiaan Dompet Dhuafa yang memiliki banyak kisah dan cerita inspiratif. Melihat itu lumayan menggugah jiwa kemanusian saya.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Saya kemudian lihat-lihat bazzarnya. Banyak item preloved artis, selebgram ataupun public figure yang dijual dengan harga murah, seperti: baju, celana, makeup dll. Harganya kalau tidak salah mulai dari 25.000 rupiah. Bikin jadi pengen belanja.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Selajutnya, acara pun dimulai oleh mc. Dan ada sambutan dari pihak Dompet Dhuafa serta Ketua Jakhumfest 20 (Taufan Yusuf Nugroho).

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Dan berikutnya, secara berturut-turut, ada talk show dari Marsya Nurmaranti (Executive Director Indorelawan), Dhiti Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), Dila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder and Executive Director Divers Clean Action) serta Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa).

Dari pemaparan Mba Marsya Nurmaranti (Executive Director Indorelawan), saya jadi tau, ternyata di Indonesia banyak juga relawan di bidang yang unik, salah satunya adalah Daur Bunga. Bagi saya itu unik.

Bunga bekas kondangan atau dekor acara diolah lagi jadi bucket bunga, dan bunganya diberikan ke lansia di panti jompo atau orang-orang yang perlu kita kasih perhatian juga, seperti kaum marjinal, tuna wisma, pasien rumah sakit, dsj. Wew. Bagus juga ya idenya.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Selain itu, ada talk show dari Mba Dhiti Sofia (Manager Indonesia Diet Kantong Plastik), Dila Hadju (Founder Tumbuh Hijau Urban), Swietenia Puspa (Founder and Executive Director Divers Clean Action) serta Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa). Kali ini, bahasannya lebih kearah lingkungan, seperti: How can we save our ocean? Where does our waste go? dll.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Kemudian, break ishoma. Dan acara dilanjutkan sekitar jam 2 siang. Acaranya bahas isu kemanusiaan featuring Tokopedia, dengan pemateri: Benny (Direktur Disaster Management Center Dompet Dhuafa), Adhe Indra Saputra (Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa), Chiki Fawzi serta pihak Tokopedia Salam (Mas Iman).

Dan dari talk show ini, saya jadi tau, sekarang banyak cara mudah untuk membantu sesama. Karena bisa sekalian berbelanja di Tokopedia.

Jakhumfest (Jakarta Humanity Festival) Dompet Dhuafa 2020

Selanjutnya, break ishoma Ashar. Dan saya pun pulang setelah mengobrol bersama teman-teman yang datang. Padahal, semakin sore, semakin banyak yang datang. Sampai lumayan padat.

Apalagi M Bloc saat ini tempat hits kekinian. Tapi ya mau gimana lagi, saya ada agenda lain yang lebih urgent. Jadi, saya terpaksa tidak ikut sesi selanjutnya, yaitu workshopMelukis Payung" + Video Maping bersama Chiki Fawzi featuring Wardah serta Sound of Humanity.

Padahal, kayanya seru tuh melukis payung yang terinspirasi dari para pelukis payung di Yogya (Mereka adalah penerima manfat dari salah satu program binaan Dompet Dhuafa) atau denger lagu yang berkaitan issue social, kemanusiaan, dan lingkungan dari para musisi, sepert: Navicula, Chiki Fawzi, dan Vimast.

Sehari doang ya gengs ini acaranya. Tapi, sudah lumayan membuat saya lebih tergugah untuk membantu sesama. Dan semoga pengunjung lainnya merasakan hal yang sama. Minimal mereka jadi hemat energi atau jadi mengurangi sampah lah. Karena, memang udah seurgent itu masalah di bumi ini. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli sama bumi kita dan sesama?

Salam,


Hani, yang semakin pengen jadi pembicara dan melakukan banyak tindakan baik nan menginspirasi.

2 komentar:

  1. seru banget. ajak-ajak donk ke event begini bisa banyak pengetahuan dan lihat-lihat galeri kesenian yang memanfaatkan barang-barang bekas.
    terutama seruan untuk mengurangi penggunaan plastik harus terus digalangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan aku udah upload di ig. hehe.
      kapan2 ya ikutan, karena acaranya bisa menambah pengetahuan

      Hapus

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)