nisaahani: Oktober 2019

Selasa, 29 Oktober 2019

Susu Siap Minum Frisian Flag Dukung Ragam Minat Anak

Sudah tau kan, jika masa kehamilan dan di dua tahun pertama adalah masa yang mesti dioptimalkan untuk tumbuh kembang anak? Apalagi nutrisinya. Karena itu windows of opportunity” atau periode emas pertumbuhan anak mesti dioptimalkan.

Organisasi kesehatan nonprofit Urban Child Institute saja mengatakan anak di usia 1-3 tahun perkembangan sel sarafnya bisa mencapai 80% dari volume keseluruhan saat dewasa. Selain itu, 
“pengirim sinyal” pada otak juga berkembang hingga dua kali lipat.

(Acara Peluncuran Susu Siap Minum Frisian Flag Junio)
Dan ternyata, pada masa tumbuh kembang tersebut, lebih baik jika anak lebih banyak diberikan protein hewani. Ini info dari Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) ketika di acara Peluncuran Produk Susu Siap Minum Frisian Flag Junio.
Tapi bukan berarti nutrisi lain tidak penting. Tetap sama pentingnya, tapi lebih baik jika diperbanyak protein hewaninya. Karena itu, bisa membantu menutrisi otak dan tumbuh kembang anak lebih banyak.
Tidak perlu protein hewani yang mahal, semampunya saja. Asal itu produk dari hewani. Misalnya, telur atau susu. Jika ini protein hewani yang mungkin masih bisa kejangkau untuk dikonsumsi setiap saat.
Karena memang tak perlu daging sapi, kambing ataupun ayam, jika tidak mampu. Ingat, hidup jangan hutang kalau bisa. Apalagi untuk makanan. Jangan ya. Apa adanya saja dan semampunya saja.
Atau jika daerahnya banyak hasil hewani laut, ya silakan aja anak diberi asupan protein hewan laut. Ikan, udang, cumi, dll. Asal anak tidak mempunyai alergi.


-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Susu Siap Minum Frisian Flag Junio


Ngomong-ngomong soal susu, untuk dua tahun pertama, usahakan anak diberi air susu ibuKarena yang perlu diingat, susu selain ASI adalah pelengkapAtau jika diberi susu selain itu, pastikan sesuai ketentuan.

Sebab, berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan Departemen Kesehatan RI tahun 2013, kebutuhan energi anak usia 1-3 tahun selama satu hari sebanyak 
lemak 44 gr, omega 3  0,7 gr, kalsium 650 mg, 1125 kkal, dan omega 6 7 gr.



Atau kalian bisa coba memberikan Susu Siap Minum Frisian Flag Junio dengan Kandungan Nutribrain, berupa 9 vitamin, 6 mineral, omega 3, dan omega 6, serta komposisinya rendah gula 
untuk membantu melengkapi asupan gizi anak dan mendukung tumbuh kembangnya mereka dengan optimal. Selain itu, 4 pilihan rasa yang tersedia adalah rasa yang biasa disukai anak-anak; pisang, cokelat, strowberi, dan plainBentuknya yang siap minum juga bisa membantu mengajarkan anak untuk minum susu secara mandiri.

Dukung Ragam Minat Anak



(Aneka lomba untuk mendukung ragam minat anak yang bertepatan dengan acara peluncuran Susu Frisian Flag)

Jika nutrisi sudah tercukupi setiap hari, jangan lupa untuk membantu anak mengajarkan hal baik yang berguna untuk masa depannya dan juga membebaskan serta mendukung anak mengeksplor banyak hal, selama itu baik.

Minat pada anak bisa dikenali sejak periode emas (1-5 tahun). Mereka biasanya menunjukan rasa ingin tahu dan minat terhadap sesuatu.


Lalu, apa yang perlu dilakukan orang tua atau orang dewasa didekat anak?


1. Penuhi nutrisi anak setiap hari. Ini penting untuk pertumbuhan anak, apalagi otaknya.

2. Memberikan aneka pengetahuan yang baik dan stimulus melalui aneka macam aktivitas. Namun, jangan memaksakan minat orang tua ke anak. Biarkan anak menentukan sendiri minatnya.
3. Mengajarkan optimisme dengan mendorong anak untuk mencoba dan jadi lebih baik.
4. Memberikan apresiasi terhadap usaha anak dan menghindari judgement.

Nanti kalian akan melihat kemampuan anak dalam 
pertumbuhan fisik dan kognitif, bisa dari berbicara, mendengar, merespons rangsangan, mengikuti kebiasaan orang-orang terdekat, dan kemampuan adaptasi sosial, semua berjalan dengan baik.



Berikan yang Terbaik untuk Anak


Nah, karena singkatnya masa emas tersebut, para orang tua sebaiknya memenuhi asupan nutrisi anak, membuka kesempatan bagi anak dengan minat yang disukainya serta menanamkan nilai-nilai penting yang baik sejak dini. Karena, jika  nutrisi  pada masa tersebut tidak terpenuhi, kemungkinan akan berakibat pada keterlambatan pertumbuhan yang sulit untuk diperbaiki.




Mungkin pertumbuhan tinggi badannya bisa dikejar, tapi pertumbuhan otak anak itu yang dikhawatirkan bisa terhambat. Sebab, kekurangan nutrisi di masa emas menurut para ahli akan mengganggu daya pikir dan masa depannya.


Walaupun saya selalu optimis, tidak ada kata terlambat, segala sesuatu asal mau berusaha pasti bisa. Dan selalu ada Tuhan yang membantu kehidupan yang kadang caranya sulit dinalar akal sehat. Tapi tetap saja ya, mesti dioptimalkan nutrisi anak sejak dini.


Ini juga demi meningkatkan taraf hidup anak, orang tua, dan negara, loh. Yuk, jangan ragu lagi memberi yang terbaik untuk titipan Tuhan ini. ^^


Salam,



Hani, yang insyaallah bisa jadi ibu para generasi unggulan. Aamiin.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Hal-Hal yang Saya Ajarkan tentang Sosial Media ke Anak Nanti


Hai, minggu lalu saya datang ke acara Kementerian Agama, lebih tepatnya Bimas Islam (Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama) sih, untuk membahas Peran Perempuan Menghadapi Pengaruh Media Sosial dalam Menjaga Ketahanan Keluarga. Materinya banyak, sepanjang acara jadi kepikiran banyak hal juga. 

Karena dari materi itu, jadi berpikir, mana ya yang mau saya share ke pembaca blog saya? Rasanya penting semua. Hehe.

Diawali dengan pembukaan, nyanyi Indonesia Raya bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, pembacaan doa, sambutan Direktur Jendral Bimas Islam (Pak Muhammadiyah Amin), arahan penasehat Dharma Wanita Kemenag (Bu Trisna Lukman Hakim), lalu tari saman, kemudian kita mendapat materi tentang pemerintah dan akses internet, tips membentuk keluarga multimedia aman beselancar di dunia maya, serta peran ibu menghadapi pengaruh media sosial dalam pendidikan anak. Oke deh, mari kita bahas sesuai yang saya pikirkan dan rasakan.


-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------


Apa yang perlu diketahui tentang Sosial Media saat ini?


Seperti yang saya bilang tadi, materinya banyak. Tapi, yang mesti kalian camkan itu, ketika kita berselancar di dunia maya, baik searching, belanja online, nulis status di sosmed dll itu kita tidak sendirian. Karena tindakan kita itu tercatat di server.

Jadi, pastikan kita melakukan aktifitas yang baik-baik saja ya. Karena kalau kita semakin sering terdeteksi yang tidak-tidak, ngeri kenapa-kenapa. Apalagi sekarang ada UU ITE.

Terus nih ya, pernah denger info, katanya, kita bahkan jangan memfoto yang aneh-aneh. Karena mayoritas aplikasi sekarang minta izin untuk bisa mengakses segala macam di smartphone kita, termasuk izin ke galeri. Jadi, walaupun kita sudah hapus foto yang aneh-aneh itu, kemungkinan masih tetap ada di server aplikasi yang kita izinin buat liat galery kita. Duh, ngeri kan ya?

Main aman aja sekarang mah. Share atau komen yang baik aja atau diam. Sama seperti omongan, ketika di sosmed atau media lainnya, usahakan yang baik-baik saja. Lagian juga itu ngaruh ke image kita.

Bukan, bukan maksud untuk jaim alias jaga image atau pencitraan. Tapi ini salah satu cara mengurangi untuk menyakiti orang lain dan diri kita sendiri di masa depan nanti. Pernah denger kan kalau rekruiter suka kepo-in sosmed para pelamarnya?


Nah, itu nyata kejadian gaes. Beberapa kali liat sendiri, perekrut (bukan cuma untuk pekerjaan yang berkaitan sosmed ya. Untuk pekerjaan kantoran yang tidak berkaitan dengan sosmed pun) ngecek-cek sosmed pelamar. Dan men-judge berdasarkan apa yang diposting si pelamar. Wew. The power of sosmed.


Eh, tapi sosmed bukan cuma cerita seram saja ya. Karena sosmed dan internet seperti pisau. Jika kita menggunakannya dengan baik, malah bisa membantu kehidupan kita. Tapi kalau buruk, tentu bisa membahayakan.

Karena banyak saat ini, orang hanya melalui sosmed atau internet mendapatkan penghasilan yang tidak sedikit, bahkan banyak yang lebih dari pekerja kantoran. Bisa juga pelamar keterima atau ditawarkan pekerjaan karena sosmednya.

Tidak ada yang tidak mungkin. Karena memang seperti itu kenyataannya. Oleh karena itu, penting banget menggunakan sosmed dan internet dengan bijak, baik, dan benar.


Hal-Hal yang Diajarkan ke Keluarga tentang Sosial Media



Karena saya belum bekeluarga sendiri, yang saya bisa ajarkan dan biasakan ke keluarga saya sekarang itu adalah:
1. Gunakan internet dan sosmed sebutuhnya. Sangat meminimalisir penggunaannya. Karena radiasi gadget kan juga bisa berbahaya jika terlalu lama dan mencegah kecanduan  akut juga.
2. Berusaha menjadi contoh pengguna internet dan sosmed yang baik serta bisa menghasilkan uang melalui itu semua.
3. Memblokir akses konten negatif.
4. Mengingatkan anggota keluarga untuk tidak membagikan data diri dan keluarga yang bersifat rahasia.
5. Mengajarkan aneka cara penggunaan internet dan sosmed untuk mempermudah kehidupan. Seperti gmaps biar tau lokasi tanpa nanya-nanya atau jadi saling khawatir berlebihan. Menggunakan yutup atau googling untuk mengakses konten yang menambah skill atau pengetahuan, contohnya: channel memasak. Atau sesimpel penggunaan aplikasi whatsapp atau ojek online. Pokoknya, usahakan ajaran yang baik lah.

Tapi, walaupun saya belum bekeluarga sendiri, bukan berarti saya belum kepikiran akan menerapkan seperti apa sosmed, internet, dan gadget ke anak saya nanti. Karena saya sudah memikirkan beberapa hal yang sepertinya akan saya terapkan ke anak saya nanti.

Kurang lebih sama sih seperti yang sudah saya terapkan ke keluarga saya sekarang. Namun, ada sedikit perbedaan. Seperti, men-setting gadget ramah anak. Jadi, jika sewaktu-waktu gadget dipakai anak, tetap aman dilihat.


(Beberapa aplikasi dan manfaatnya yang bisa di instal para orang tua)

Saya juga menanamkan mental yang kuat untuk tidak terpengaruh mentah-mentah dari omongan orang lain, apalagi hanya dari dunia maya. Pemikiran yang terbuka dan tidak suka menyakiti orang lain akan saya ajarkan juga.

Membiasakan cek kembali informasi yang didapat, tenang dan dipikirkan terlebih dahulu sebelum menanggapi sesuatu, serta berpikir yang positif juga akan saya ajarkan dan biasakan. Serta hal-hal baik lainnya sedari kecil, bahkan sejak dalam kandungan.

Karena saya pikir sepertinya sulit menghindari paparan gadget, sosmed, dan internet di zaman sudah maju dan semua sudah serba canggih, apalagi saya sepertinya mungkin akan tetap terpapar gadget walaupun sudah menikah nanti. Jadi, saya berusaha menanamkan bekal yang baik dan jadi contoh teladan saja.


***

Seperti itu lah kira-kira yang saya lakukan ke keluarga saya sekarang dan nanti. Sebenernya kalau dipikir-pikir banyak yang mesti dilakukan, apalagi kalau mendengar penjelasan para narasumber.


(Para narasumber)

Tapi yang pasti sebagai perempuan, saya akan berusaha menjadi teladan yang baik, mengajarkan dan memberi pengaruh yang baik kepada siapapun, apalagi keluarga sendiri. Saya juga akan berusaha selalu belajar dan menerima masukkan dari siapapun, sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman dan selalu berpengetahuan luas.

Kan enak tuh kalau punya anak, terus kita ngobrolnya nyambung. Bukan sok asyik, tapi bijak dan beribawa. Jadi, memberi kesan saya enak diajak berbicara dan melakukan banyak hal bareng. Serta, membuat mereka merasa aman jika berbicara dengan saya.

Ah, banyak dah kalau membahas pengennya gimana. Udah dulu ya, saya mau cari pasangannya dulu. Hehe. Yang tentunya selain sehat dan berpenghasilan halal nan cukup (ini syarat suami yang disarankan narasumber), ya kalau bisa se-visi misi lah (sesuai kenyataan ya, bukan sekedar pengennya gimana) dalam membangun keluarga. Biar jadi keluarga sakinah mawadah warrahmah. Karena berawal dari keluarga, semoga kita bisa menjadi dan mencetak generasi yang lebih baik lagi ke depannya. Aamiin.

Salam,


Hani, yang berusaha jadi teladan baik di dunia nyata ataupun di dunia maya.


***

Btw, jika kalian mengalami keadaan tidak mengenakan di internet. Kalian bisa adukan ke bawah ini ya. Tapi pastikan yang diadukan benar-benar sesuatu yang buruk setelah dipikir berkali-kali.


Jalur pelaporan aduan konten:
Website: adukonten.id
Email: aduankontenmail.kominfo.go.id
WA: 08119224545
Twitter: @aduankonten
Aplikasi : Qlue
Instagram: misslambehoaks

Jumat, 25 Oktober 2019

Review Tiny Me Up: Tempat Beli Makeup/Skincare Share in Jar


Hai, para beauty pecinta makeup/skincare, kali ini saya mau bahas Tiny Me Up nih, yaitu tempat beli share in jar terpercaya/trusted yang klaimnya 100% Original. Website ini bermanfaat banget nih buat kalian yang suka coba-coba makeup/skincare.

Kan terkadang kita, khususnya saya, pengen banget coba makeup/skincare baru tapi ngeri kaga cocok atau bosen. Jadi sayang banget atuh kalau langsung beli yang ukuran besar atau normal.

Baru-baru ini saja, saya harus merelakan beberapa makeup dan skincare saya untuk dibuang karena kadaluarsa. Huhu. Abis kadang semangat awalnya doang, setelah itu malah pakainya itu-itu saja.


Apalagi, pas baru engeh, ternyata ada salah satu skincare yang tidak cocok di kulit saya, sampai muka saya jadi bengkak. Udah deh, jadinya sekarang saya meminimalisir beli makeup/skincare, kecuali butuh banget.


-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------


Tiny Me Up



Eh, tapi saya baru tau dari internet, ada sebuah website yang menjual makeup dan skincare share in jar, yaitu Tiny Me Up. Dan ternyata bukan hanya itu saja, ada juga body care, hair care, dan beauty tools.

Yang enaknya lagi, cuma berdasarkan data kulit kita atau chat by whatsapp, Tiny Me Up bisa membantu mengedukasi serta merekomendasikan produk yang sesuai. Membantu kita agar Find it, Try it, Own it!

Dan ternyata Tiny Me Up ini sudah ada sejak tahun 2017. Wew. Bisa nih jadi Tujuan Kecantikan No. 1 untuk Pengemasan Ulang dan Kosmetik Travel Size.

Untuk proses pengemasan ulang (repackaging) Tiny Me Up sendiri melalui prosedur yang baik dan higienis serta dipastikan kualitas produknya 100% original. (Kalian bisa liat proses repackaging-nya di https://youtu.be/SZ4Ol_1_5r0)



Cara Belanja di Tiny Me Up




Buat kalian yang tertarik belanja di Tiny Me Up, bisa langsung Sign Up di website-nya. Lalu, isi form data diri yang lengkap, termasuk jenis kulit.

Tenang! Buat kalian yang belum tau tipe kulit kalian, nanti pihak Tiny Me Up akan membantu dan mengedukasi agar lebih mengenal diri kalian sendiri. Mereka juga akan merekomendasikan produk apa yang cocok by personalized (berdasarkan jenis kulit) melalui whatsapp dan data diri yang kita isi di form sign up. Karena setiap kebutuhan kulit kan berbeda-beda ya, bebs.

Atau kalian bisa juga kepo-in instagram Tiny Me Up (IG-nya @tinyme.up) terlebih dahulu untuk mendapatkan pengetahuan tentang kecantikan. Pokoknya, tinggal chat admin Tiny Me Up melalui WhatsApp untuk konsultasi produk yang tepat sesuai jenis kulit dan tanya-tanya lainnya.


Produk yang Ada di Tiny Me Up


Untuk produknya, Tiny Me Up memiliki banyak varian merek mulai dari merek Jepang, Amerika, Eropa, Korea, dan juga lokal. Kalau saya pribadi sih lebih suka produk yang agak jarang beredar di pasaran.

Karena di Tiny Me Up tersedia makeup/skincare yang masih susah didapat di Indonesia. Entah karena sedang tidak ada di counter-nya atau belum resmi ada di Indonesia.



Jika masih bingung mau beli yang mana, kalian bisa beli produk serba 100ribu-nya. Ini  produknya oke-oke menurut saya. Dan jangan lupa pakai voucher yang didapatkan setelah melakukan sign up ya. Mayan bebs. Hehe.


Review Packaging dan Produk yang Diterima dari Tiny Me Up


Transaksi di Tiny Me Up sejauh ini cepat dan gak ribet. Kaya transaksi biasa aja gitu. Dan yang bikin senang ketika nerima paket, alhamdulillah semua paket sampai dengan aman, tidak ada yang pecah atau gimana gitu.



Ditambah lagi, produknya sesuai dong sama saya. Insyaallah cocok semua sama kulit saya yang saat ini kombinasi dengan masalah sedikit dehidrasi dan ada beberapa bekas jerawat. Alhamdulillah ya beb.

Padahal untuk foundation, saya ngeri salah shade. Apalagi ini produknya kece-kece kan. Sedih nanti kalau kaga kepake. Hehe.

Oia, produk yang saya dapat itu:
Kylie Cosmetics Setting SprayDior Backstage Face and Body FoundationSORCHA Highlighter, dan Evete Naturals Face Oil Clarifying.


Pas dateng, produknya di plastik zipper gitu. Dan di dalamnya ada lagi perekatnya. Jadi, lebih aman dibanding bungkus plastik zipper biasa. Apalagi, susah banget dibukanya perekat di dalamnya itu oi. Tapi kayanya ini sih yang bikin aman dari kejadian produk berceceran atau diotak-atik selama pengiriman.



Kemudian di dalamnya, produk-produknya dikemas dalam bubble wrap. Baru deh, setelah dibuka bubble wrap-nya kita bisa lihat produk yang sudah di repackaging dengan design yang unyu dan instagramable. Suka euy liatnya.

Apalagi, dinamain gitu di packaging-nya, ini merk apa, shade-nya apa, ukurannya berapa. Bahkan ada tanggal kadaluarsanya. Jadi, kita lebih aman gak ketuker-tuker. Kan kadang, suka ketuker-tuker ya beb kalau teksturnya mirip. Apalagi kalau baru lihat langsung. Hehe.

Overall, suka semua sama repackaging-nya dan produknya. Yang oil beneran ditaruh di botol pipet yang tidak terlalu tipis, setting spray-nya di taruh di botol dengan semprotan yang bikin nyaman dll. Kelihatan banget lah ini packaging-nya niat dan berkualitas baik.


Kalau kalian tipe yang suka dengan packaging, kaya saya, mungkin kalian akan semakin suka dengan produknya. Jadi, kaya menambah kebahagian gitu. Haha.

Dan ini dikemas dalam tempat yang kecil-kecil gitu, travel size. Jadi, tinggal angkut dah kalau mau jalan-jalan. Praktis!




***

Kurang lebih itu lah sharing-an saya tentang Tiny Me Up. Kalian coba sendiri aja deh biar tau rasanya gemes-gemes ucul liat packaging unyu. Hehe. Apalagi buat kalian yang suka review produk kecantikan, daripada numpuk gitu aja kan ya beb, mending dikit-dikit dulu.

Setelah menemukan Tiny Me Up, kayanya jiwa coba-coba saya mulai bergairah lagi nih. Ini juga kayanya website yang pas nih buat yang masih mencari produk apa yang cocok. Oke, deh, nanti komen ya kalau kalian udah beli. Biar kita bisa sharing produk apa yang cucok. Hehe.

Salam,


Hani, yang suka coba-coba produk baru.

Selasa, 15 Oktober 2019

Jadi SDM Unggul dengan Mata Sehat dan Lawan Obesitas


Hai, minggu lalu saya datang ke acaranya Kemenkes, dengan bahasan tentang pengelihatan dan obesitas. Karena bertepatan dengan World Sight Day and World Obesity Day 2019. Bahasan acaranya menarik sekali, kaya akan materi dan motivasi untuk selalu menjaga kesehatan.

Semoga acara seperti ini diadakan di sekolah-sekolah. Jadi, tidak hanya suntik imunisasi saja, tapi ada acara materi seperti ini dengan penjelasan yang lebih sesuai dengan anak-anak. (Eh, anak sekarang masih ada imunisasi di sekolah kan ya? Yah, jadi ketauan deh angkatan berapa. Haha. Belaga bet. Padahal masih muda juga. lol.)

Karena, tidak semua orang tua atau guru memberikan pengetahuan yang cukup untuk menjaga mata dan berat badan. Padahal, dengan pengetahuan yang cukup sejak dini tentang menjaga kesehatan, khususnya berat badan dan mata, akan mencetak lebih banyak generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Semoga saran saya ini bisa dilaksanakan ya. Atau udah ada? Tapi saya belum tau, karena saya tidak berhubungan dengan hal-hal berkaitan sekolah zaman sekarang. Please let me know with comment, yau. Thanks.

Buat kalian yang mau tau materi acaranya seperti apa. Tenang! Karena saya bakal sharing ilmu apa aja yang saya dapat. Tapi, sekali lagi saya cuma berbagi ya. Dengan harapan bisa dipraktekkan agar kita semua sehat selalu dan menjadi SDM yang unggul. Aamiin. Bukan untuk body shamming or negative comment, okey?

-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------


Jenis-jenis Kelainan Mata beserta Cirinya


Kelainan refraksi adalah kelainan mata yang banyak terjadi di masyarakat. Dimana mata yang seharusnya untuk dapat melihat suatu benda dengan jelas, bayangan benda tersebut harus dapat ditangkap oleh retina mata, dengan sinar sejajar yang datang dari jarak tak terhingga yang masuk ke mata harus difokuskan tepat pada retina, tapi tidak tepat terjadi seperti itu.

Jenis-jenis kelainan refraksi:
1. Myopia (rabun jauh): kesulitan melihat jauh dengan jelas
2. Hipermetropi (rabun dekat): kesulitan melihat dekat dengan jelas
3. Presbiopia (rabun dekat usia lanjut): suatu perubahan fisiologis yang terjadi pada usia 40 tahun keatas dimana daya akomodasi berkurang. Hingga kemampuan melihat dekat/membaca berkurang
4. Astigmatism (silindris): distorsi pengelihatan akibat kelengkungan kornea dan lensa yang tidak sama di berbagai meridian

Katarak 


Selain itu, ada katarak, yaitu kekeruhan lensa disebabkan penuan atau sebab lain, sehingga menyebabkan penurunan tajam pengelihatan sampai terjadi kebutaan. Dan katarak ini adalah penyebab terbesar kebutaan di Indonesia. Namun, katarak dapat diterapi dengan operasi.

Katarak biasanya terjadi mulai pada usia diatas 40 tahun atau setelah terjadi benturan pada bola mata. Pada kasus tertentu, katarak dapat dikenali pada bayi dan anak yang mempunyaai kelaianan sejak lahir. Atau terkena paparan sinar ultra violetriwayat keluargakebiasaan merokok, glukoma, uveitis.

Jenis-jenis katarak:
1. Katarak Senilis: 90% dari kasus katarak ini akibat proses degenerasi ketuaan
2. Katarak Traumatika: akibat ada paksaan pada lensa
3. Katarak Kongenital: katarak sejak lahir
4. Katarak Komplikasi: akibat penyakit mata dan penyakit sistematik seperti diabetes, tetes mata mengandung steroid, gangguan metabolisme dll


Ciri-ciri katarak:
1. Pengelihatan kabur, berasap, berselaput sepeti melihat dari balik air terjun atau kabut putih
2. Ukuran kacamata sering berubah
3. Tajam pengelihatan semakin menurun
4. Silau saat melihat
5. Pengelihatan ganda



Glaukoma



Glaukoma adalah suatu penyakit yang ditandai oleh kumpulan gejala berupa peningkatan tekanan bola mata yang disertai kerusakan saraf mata dan penyempitan lapang pandang. Ada dua jenis Glaukoma, yaitu Glaukoma Kronis dan Glaukoma Akut.

Glaukoma kronis umumnya ditandai dengan kerusakan saraf optik dan kehilangan lapang pandang yang bersifat progresif serta berhubungan dengan berbagai faktor risiko terutama Tekanan Intraokuer (TIO) yang tinggi.


Tanda dan gejala glaukoma kronik kadang-kadang tidak terlihat yang khas. Sehingga seringkali ditemukan setelah keadaan lanjut.

Sedangkan, Glaukoma Akut adalah glaukoma yang diakibatkan peninggian tekanan intaokular (dalam bola mata) yang mendadak. Gloukoma Akut dapat bersifat primer ataupun sekunder.

Glaukoma primer timbul dengan sendirinya pada orang yang mempunyai bakat bawaan glaukoma. Sedangkan glaukoma sekunder timbul sebagai akibat penyakit mata lain ataupun sistemik.

Tanda dan gejala glaukoma akut:
1. Mata merah
2. Tajam pengelihatan turun mendadak
3. Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke kepala
4. Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat tinggi)
5. Lapang pandang menyempit

Retinopati Diabetikum


Retinopati diabetikum adalah gangguan pembuluh darah mikro (mikroaniopati) yang mengenai pembuluh darah prekapiler, retina, kapiler, dan venula. Sehingga menyebabkan pengelihatan yang buruk. Akibat penyumbatan (oklusi) mikrovaskuler dan kebocoran vaskuler, akibat kadar gula darah yang tinggi dan lama. 

Faktor risiko yang menyebabkan r
etinopati diabetikum adalah kadar glukosa darah dan hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik serta hiperlipidemia.


Cara Mudah Mengetahui Mata Sehat atau Tidak


1. Pemeriksa berdiri 6 meter dari klien di ruang terbuka, sumber penerangan sebisa mungkin sinar matahari.



(Jarak 6 meter)

2. Pemeriksaan dimulai dengan mata kanan, mata kiri ditutup menggunakan penutup mata atau dengan telap tangan tanpa penekanan. Demikian juga sebaliknya pada pemeriksaan mata kiri.



3. Pemeriksaan mengacungkan jari setinggi mata klien untuk menghitung jumlah jari pemeriksa.



4. Jika klien salah menghitung jari pemeriksa sebanyak dua kali atau lebih dari lima kali pemeriksaan, berarti klien mengalami gangguan pengelihatan. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti posbindu, puskesmasklinik swasta atau rumah sakit.


Cara Mencegah Terjadinya Gangguan Pengelihatan dan Kebutaan


1. Menghindari membaca dengan jarak yang terlalu dekat
2. Membaca di tempat terang atau tempat dengan tingkat pencahayaann yang cukup
3. Tidak membaca sambil tiduran
4. Tidak menonton televisi pada jarak yang terlalu dekat
5. Hindari penggunaan gadget terlalu lama
6. Melakukan gerakan atau olah raga mata agar menjadi lebih kuat dan elastis
7. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan diet gizi yang seimbang
8. Istirahat yang cukup
9. Hindari asap rokok
10. Jika melihat jarak dekat selama 20 menit, usahakan melihat ke jarak yang jauh selama 20 detik


***

Okeh, bahasan tentang pengelihatan segitu aja. Kali ini bakal bahas tentang OBESITAS!

Sebenernya, saat ini tuh kalau bahas berat badan agak gimana gitu ya. Banyak yang sensi. Tapi, kalian jangan gimana-gimana ya, seperti diawal saya bilang, ini bukan untuk body shamming or negative comment.

Ini semua demi kesehatan dan generasi yang lebih unggul. Walaupun, mungkin saya juga belum unggulan banget, tapi saya akan terus berusaha menjadi generasi unggulan kebanggan Indonesia. Aamiin.

Penyakit Akibat Obesitas


Dulu tuh, saya berpikir, gapapa gendut asal sehat atau lucu ya anak kecil kalau gendut. Ternyata itu salah, obesitas itu rentan dengan penyakit.

Sleep apnoe/henti napas sewaktu tidur, asma, kanker payudara, perlemakan hati, penyakit kandung empedu, ginjal prostat, stroke, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, hipertensi, colon, hormon reproduksi abnormal, polikistik ovarium sindrum, osteoarthritis (radang sendi) lutut dan panggul, varises, asam urat dan gout itu semua adalah dampak obesitas.

Serem banget kan?

Cara Sederhana Mengukur Obesitas


Coba sekarang kalian ukur lingkar perut kalian, jika laki-laki lebih dari 90 cm dan jika perempuan lebih dari 80 cm, berarti kemungkinan besar kalian obesitas. Tentunya ini pengecualian ibu hamil ya. Ini kondisi perut normal kalian saja.

Atau coba dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) kalian. Dengan rumus: berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat.

Jika, hasilnya 18,5-25 berarti normal. Sedangkan, jika lebih dari 25-27 berarti gemuk. Dan jika lebih dari 27 berarti obesitas. Hasil kalian apa?

Penyebab dan Cara Mencegah Obesitas


Obesitas adalah keadaan penumpukan lemak yang berlebihan pada tubuh yang berisiko terhadap kesehatan. Dan itu bisa disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, lingkungan, genetik, ketidakseimbangan hormon, psikologis atau penggunaan obat-obatan tertentu, makan tinggi lemak, gula, dan garam, kurang makan sayur buah, jadwal makan tidak teratur, tidak sarapan sehingga menambah porsi makan siang atau malam, sering ngemil, pengolahan makanan menggunakan banyak minyak, santan kental, dan banyak gula, aktifitas sedentary (kurang gerak) tanpa melakukan aktifitas fisik lebih dari 2 jam perhari dll.

Banyak kan? Tapi tentunya kita bisa mencegah obesitas dengan beberapa cara. Seperti, menjaga pola makan dengan gizi seimbang 5 kelompok pangan (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, dan air putih) serta aktifitas fisik secara baik, benar, teratur, dan terukur, minimal dengan waktu 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit perminggu.

(Olahraga everywhere)

Atau melakukan mpasi mulai usia 6 bulan, tidak makan sambil nonton atau main game, membawa bekal, perbanyak aktifitas fisik di luar ruangan, makan dengan aneka ragam bahan pangan cukup sayur, tidak merokok dan minum alkohol, pilih makanan yang mengandung Indeks Glikemi (IG) rendah, dan lainnya.

Apa yang Dilakukan Jika Menderita Obesitas?


Kalau hasil pengukuran kalian termasuk obesitas, ya kalian diet lah beb. No, ini bukan body shamming atau pemaksaan gimana-gimana. Ini hanya saran dari saya dan dari Kemenkes. 

Karena kalau lihat dampaknya ngeri juga kan ye? Tapi kalau kalian nyaman seperti itu dan gak mau diet, ya gapapa juga. Bebas akutu.

Tapi kalau kalian jadi orang terdekat saya, saya pasti bakal bantu untuk hidup sehat, minimal nasihatin. Karena saya mau hidup sehat dalam jangka waktu yang lama bareng orang-orang terdekat saya.

Lalu, apa yang mesti dilakukan jika obesitas?

1. Atur pola makan
- Banyak minum air
- Makan hanya pada saat merasa lapar bukan karena lapar mata apalagi promo
- Meningkatkan konsumsi sayur  dan diolah dengan cara direbus dan ditumis
- Kurangi konsumsi karbohidrat komplek (nasi, roti, jagung, sereal)
- Makan dengan pola piring T, yang artinya perbanyak sayur dan buah
- Konsumsi buah utuh sebagai makanan selingan
- Hindari konsumsi karbohidrat sederhana (gula pasir, gula merah, sirup, kue manis dan gurih, selai, dodol, cokelat, permen, minuman ringan dll)
- Diet rendah energi seimbang dengan pengurangan energi 500-1000 kkal dari kebutuhan sehari
- Kurangi konsumsi lemak, mengelola makanan di goreng, menggunakan santan kental, mentega, dan margarin
- Utamakan konsumsi protein rendah lemak
- Hindari buah yang brenergi tinggi seperti durian, mangga, sawo, cempedak, pisang, srikaya, dan alpukat
- Mengenali pola emosi makan, hindari lari ke makan saat marah, stress, bosan dll

2. Aktifitas fisik



- Jalan kaki minimal 10.000 langkah perhari
- Aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit/minggu. Dengan jenis latihan fisik: aerobik (naik sepeda, jogging, renang, golf) dan anaerobik (senam pernafasa, karate, lompat tinggi, angkat beban) dengan frekuensi 3-5x seminggu ddan durasi 40-60 menit
- Latihan menyesuaikan dengan denyut nadi maksimal sesuai usia, naikkan secara bertahap
- Prinsip latihan BBTT (baik, benar, teratur, dan terukur)

3. Atur pola tidur/istirahat
Tidur/istirahat secara cukup (6-8 jam), kurang tidur menyebabkan lebih banyak waktu makan


Makanan yang Dipantang Penderita Obesitas




Menurut para ahli, sebaiknya penderita Obesitas mengkonsumsi makanan dengan Indeks Glikemi (IG) yang rendah. Yang mana Indeks Glikemi (IG) itu adalah ukuran kecepatan makan diserap menjadi gula darah. Semakin tinggin IG suatu makanan, semakin cepat dampak kenaikan kadar gula darah.

Berikut ini beberapa makanan dengan skala Indeks Glikemi (IG)-nya:
Indeks Glikemi (IG) rendah: kacang-kacangan, sayuran, tomat, ceri, anggur, peach, susu kedelai, low fat yoghurt, apel, pear, sup tomat, wortel rebus, jeruk, singkong rebus, anggur, spageti, sushi, kiwi, nasi merah.

Indeks Glikemi (IG) sedang: outmeal cookies, popcorn, jagung manis, pisang, muffin, nanas, mangga, pepaya, kentang panggang, roti hamburger, bit, kismis, talas rebus, makaroni keju, bubur ketan hitam, nanas, bubur kacang hijau.

Indeks Glikemi (IG) tinggi: bagel, nasi putih, roti gandum utuh, roti gandum putih tawar, donat, semangka, wafer vanilla, kentang goreng, bubur beras, keripik jagung, cornflakes, kentang bakar, kerupuk, pizza keju, biskuit, roti perancis.

Dan sebaiknya mempantang cumi-cumi, otak sapi, telur burung puyuh. Serta, tidak mengkonsumsi belut, santan kelapa, susu sapi non fat, susu sapi cream, cokelat/cocoa,  mentega/margarin, jeroan sapi, kerang putih/remis/tiram, telor ayam, jeroan kambing secara banyak.

Berhati-hati juga dengan gajih sapi, gajih kambing, keju, sosis daging, kepiting, udang. Kalau sekali-sekali mengkonsumsi daging asap (ham), iga sapi, daging sapi pilihan tanpa lemak, burung dara, ikan bawal, masih boleh lah.

Tapi sangat tidak masalah jika mengkonsumsi putih telur ayam, teripang (halsom), ubur-ubur, daging ayam piihan tanpa kulit, daging bebek pilihan tanpa kulit, ikan sungai biasa, daging kelinci, daging kambing tanpa lemak, ikan ekor kuning.


***

Sepertinya, itu saja yang bisa saya sharing dari acara World Sight Day and World Obesity Day 2019 dengan moderator Kasubdit Gangguan Indra dan Fungsional Dit. P2PTM dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ dan pemateri dr. Cut Putri Arianie (Direktur P2PTM), M.H.Kes, dr. M. Siddik, SpM dari Perdami, dan Yudhi Adrianto, S.GzRD dari Persagi.

Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan sehari-hari. Jangan lupa CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres)

(Ini usaha sehat saya, kalau kalian?)

Salam,


Hani, yang semoga selalu jadi SDM unggulan. Aamiin.