nisaahani: Health
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2019

Cegah dan Kendalikan Penyakit Tidak Menular, Supaya Tidak Berobat ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional


Hai, tanggal 18-19 Juni 2019 lalu, bertepatan dengan momen Hari Tanpa Tembakau, saya mengikuti Workshop Cegah dan Kendali PTM (Penyakit Tidak Menular). Yang uniknya dari acara ini adalah adanya kunjungan ke beberapa Rumah Sakit (RS) di Jakarta. Dan semua RS yang dikunjungi adalah RS yang kemungkinan bakal kalian kunjungi, jika terkena PTM. Ih... ngeri yak.


Tapi intinya bukan buat nakut-nakutin kok. Lebih untuk mawas diri. Ya, habis, kalau tidak mau mengubah dari dirinya sendiri, susah juga mau dikasih tau atau ditakut-takutin juga. Denial muluk.


Ada 5 RS yang dikunjungi, yaitu RSUP Cipto Mangunkusumo, RS Pusat Rujukan Paru Persahabatan, RS Kanker Dharmais, RS Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dan RS Pusat Otak Nasional.


Semua RS ini adalah RS Rujukan Nasional dengan peralatan yang cukup memadai, yang artinya jika di RS sekitar tak lagi bisa menangani, kemungkinan akan dirujuk ke sini. Tapi lebih baik, sehat sih. Bismillah ya sehat, kan sudah nerapin CERDIK dan PATUH. (Baca di sini)


Tentunya, saya tidak langsung Kunjungan Lapangan ke semua RS dalam dua hari itu ya. Waktunya tidak cukup mengeksplor semua tentang RS. Mungkin bisa saja sih, tapi acaranya memang ada yang lain. Seperti: ada workshop bagaimana menulis/membuat konten di blog dan media sosial serta bagaimana menerapkan hidup sehat agar terhindar PTM.


Kegiatan yang diadakan memang seru-seru banget menurut saya dan lumayan tepat sesuai kebutuhan. Seperti, bahasan cara membuat konten dan menarik minat viewers, kan itu sesuai banget kan buat para pembuat konten, baik untuk konten pribadi atau konten di instansi tempat bekerja. Lalu, ada materi menerapkan hidup sehat, bagaimana cara pola makan dan sebagainya. Pas banget kan itu, apalagi buat kita-kita yang sudah sering terpapar makan dan lifestyle yang kurang mendukung untuk sehat.


(Narasumber di hari pertama Workshop Hari Tanpa Tembakau Sedunia)

Pada hari pertama, kita di Hotel Royal Kuningan  (Jln. Kuningan Persada Kav.2 Jakarta) mendapat materi dan fakta-fakta terkini tentang kesehatan yang berkaitan dengan PTM. Selain itu, kita juga mendapat materi cara membuat konten.

Kebijakan dan Strategi PTM

Pada hari pertama, kita membahas Kebijakan dan Strategi Pemerintah untuk Membasmi PTM. Karena sebenarnya, PTM itu biasanya timbul disebabkan diri sendiri. Contohnya nih, kurang aktifitas fisik, merokok, kurang mengkonsumsi sayur dan buah, malah mengkonsumsi alkohol, mengkonsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan, terus obesitas.

Terus mengatasinya bagaimana? Ya, hindari penyebabnya atuh malih. Misal, kalian diabetes, ya atulah kendalikan konsumsi gulanya, hidup sehat. Kalian obesitas? Ya, olahraga dan jaga pola makan. Sudah dewasa lah ya, jangan mesti diajarin mulu. *edisi sok bijak. hehe.

Tapi sebenarnya, pemerintah punya beberapa kebijakan dan strategi loh, agar masyarakat lebih peduli dan terhindar PTM. Mungkin kalian tau GERMAS alias Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau CERDIK PATUH seperti yang sudah saya sebutin di atas. Ya, itu salah duanya.

Lalu, semakin diperluas lokasi bebas asap rokoknya dan dibatasi iklan rokoknya. Dan beberapa tindakan lain seperti, POSBINDU (Pos Binaan Terpadu), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, (disingkat RPJM Daerah), standar pelayanan minimal (SPM), PISPK (Pogram Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga), dll.

Pemerintah juga mengikuti Forum On Non Communicable Diseases (NCD), di Jakarta selama 3 hari yang diikuti 125 peserta dari 9 negara ASEAN (Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam) dan Jepang. Dengan tujuan memperkuat dan meningkatkan inisiatif pencegahan dan pengendalian PTM.

Pengendalian Tembakau

Betewe, ngomong-ngomong soal rokok, tau tidak, sekarang harga cukai dan produk tembakau harganya dinaikkan. Kemudian, adanya larangan sponsor dan iklan produk tembakau. Bahkan katanya, sekarang di minimarket sudah tidak boleh lagi memajang produk tembakau di rak display belakang kasir. (Kalau masih nemuin iklan atau yang masih jual terang-terangan produk tembakau, segera laporkan ya. Mensen aja sosmednya kemenkes. Biar ditindak lanjuti)

Mungkin kalian berpikir, ngapain amat iklan rokok dan apalah itu pake dibatesin? Kalau sudah kecanduan mah bodo amat sama foto ngeri di bungkusnya atau larangan lainnya, tetep aje kalo mau sebat mah sebat aje. Namun, bukan itu target utama dari pemerintah dalam memberhentikan segala iklan dan sponsor rokok. Maksud dari pembatasan itu adalah agar masyarakat -khususnya anak-anak- yang belum merokok, tidak tertarik dan tidak mau merokok.

Selain itu, pemerintah juga mengadakan konseling untuk para pecandu rokok. Nyoh kurang baik apalagi tuh. Kalian yang mau berhenti ngerokok cus udeh hubungi 08001776565 untuk melakukan konseling.

Diet Seimbang

Salah satu kunci untuk mencegah PTM selain tidak mengkonsumsi tembakau adalah diet seimbang. Tidak ada yang lebih banyak atau lebih sedikit. Namun, jika kalian sudah terkena PTM atau obesitas, ya mesti ada yang ditambah dan ada yang dikurangi sesuai kebutuhan. Misalnya nih, kalian sudah obesitas, ya dikurangi lah karbohidratnya, lebih banyak porsi sayurnya. Nyemilnya ganti dengan buah saja.

Bye bye deh kalimat, besok aja dietnya. Karena diet memang mulai dari sekarang juga. Karena sehat milik kalian sepenuhnya. Lagian juga, tidak mau kan aktifitas atau penampilan kalian terganggu karena PTM dan obesitas?

Aniwei, saya jadi ada saran nih buat kemenkes, semoga diadakan program karantina dengan kegiatan yang benar-benar diatur konsumsi makanannya dan lifestyle-nya, tapi dengan cara yang fun. Biar semakin membiasakan hidup sehat. Hehe. Acara yang sudah ada bermanfaat sih. Tapi mungkin saja kan, kalau dipaksa macam karantina gitu, lebih terbiasa hidup sehatnya. :D 

Kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPO Nasional)


Nah, pas hari kedua, sebelum mendapat pelatihan membuat konten di medsos, kita dari pagi hingga siang field trip ke RS. Saya dan beberapa teman kebagian ke RSPO Nasional yang lokasinya dekat dengan BNN (Jln. M.T. Haryono Kav. 11, Cawang, Jakarta Timur 13630)


(Peralatan yang ada di RSPO Nasional yang sempat saya foto)


Di sini kita melihat langsung peralatan untuk Pemeriksaan Fisik Neurologi, Neurobehaviour, Neuroofthalmologi, EEG, Trans Cranial Doppler/Carotid Duplex (TCD/CD), Magnetic Resonance Imaging (MRI) Brain + Magnetic Resonance Angiography (MRA), Echocardiografi, EKG dan Treadmill, Laboratorium, Thorax Foto dll.


RSPO Nasional ini salah satu RS khusus kelas A loh di bidang otak dan sistem persyarafan. Mereka juga mempunyai pelayanan gawat darurat yang paripurna. Jadi, kalau kalian merasa ada gejala stroke atau persyarafan segera kemari ya.


Karena, selain fasilitasnya sudah memadai, tenaga kesehatannya juga sudah sangat terlatih. Bahkan dokter spesialis syaraf, bedah syaraf, orthopedi dan traumatologi, bedah, penyakit dalam, THT, anestesi, dokter anak, dokter umum, dan NERS, siap 24 jam.




(Beberapa fasilitas RSPO Nasional Jakarta yang sempat terfoto)


Memang RSPO masih belum sepuh lah ibaratnya, belum sampai puluhan tahun umurnya. Tapi fasilitas pelayanannya mumpuni banget, ada Ruang Resusitasi dengan fasilitas kasur, bedside monitor, ventilator mekanik, debfibrilator, dan emergency trolley. Adapula Ruang Urgent, Ruang Observasi, Ruang Isolasi, Ruang Operasi, Pelayanan Laboratorium, Radiologi, dan Farmasi. Bahkan ada President Suite, untuk orang-orang tertentu dengan fasilitas yang lebih nyaman dan keamanan lebih terjaga.


Untuk ambulansnya juga sudah ada ANCLS (Advance Neurology and Cardiac Life Support), Portable Mechanical Ventilator, Portable Bedside Monitor, Portable Suction Devices, Advance Airway and Breathing Devices, Automated-Electrical Defibrillator (AED), Emergency Kit, dan Extrication Devices. Jadi, proses evakuasinya bisa diusahakan sebaik mungkin.


Selain Melayani dengan Mulia, sesuai dengan tagline-nya RSPO. RS yang berusaha melayani semua kalangan masyarakat dengan mutu yang tinggi ini juga mempunyai misi untuk menjadi RS pendidikan dan penelitian. Nantinya, diharapkan lahir lebih banyak para ahli di bidang otak dan syaraf di Indonesia.


Wawancara dengan Pasien dan Keluarga Pasien

Di sini, kita juga diberi kesempatan untuk ngobrol bareng dengan salah satu pasien dan keluarga pasien. Biar lebih mengambil pelajaran lah, jangan mancing PTM, biar tetap sehat.


Salah satu pasien yang baru pertama kali mendapatkan stroke ini bercerta, beliau mendapatkan stroke di karenakan selama bulan Ramadan gizi makanannya tidak teratur, padahal beliau penyakit Diabetes.


Sehingga, ketika setelah Lebaran, beliau merasakan mulutnya pelo. Lalu, disarankan temannya untuk segera periksa ke RS. Ternyata beliau terkena stroke. Alhamdulillah sekali langsung tertangani. Jadinya, beliau dalam beberapa hari ini sudah jauh lebih baik keadaannya.


Dan ketika mewawancari keluarga pasien, banyak juga pelajaran yang diambil. Salah satunya adalah kesabaran. Karena dengan kesabaran dan pengetahuan yang cukup, pasien bisa tertangani dengan baik.


(Buku rekomendasi untuk merawat pasien paska stroke)


***


Fasilitas RS dan pelayanannya sekarang alhamdulillah semakin baik di Indonesia dan banyak yang tercover BPJS. Tapi sebagus-bagusnya RS dan biaya terjangkau, lebih baik kita sehat yekan?


Mari cegah dan kendalikan PTM dengan CERDIK dan PATUH. Nih, saya kasih tau kepanjangannya lagi deh. Biar kalian bisa segera menerapkannya.


CERDIK = Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.

PATUH Periksa kesehatan secara berkala, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap diet sehat dan gizi seimbang, Upayakan beraktifitas fisik dengan aman, Hindari merokok, minum-minuman berakohol dan zat karsinogenik.

Sehat terus ya kalian. Ingat, sehat tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga bermanfaat untuk keluarga, masyarakat, dan negara.

***

Biar makin berasa suasananya seperti apa, maybe you can get from my live twit or instagram.

And for more info about ptm, you can read or follow at:
Website: http://p2ptm.kemkes.go.id/
Twitter: https://twitter.com/p2ptmkemenkesRI
Instagram: https://www.instagram.com/p2ptmkemenkesri/

Salam,


Hani, yang semakin hidup sehat, cantik, dan kaya raya. *eh Tapi aamiin sih. Hehe.

Jumat, 24 Mei 2019

Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK


Pada tanggal 17 Mei 2019 kemarin atau dikenal sebagai Hari Hipertensi Sedunia, saya dan beberapa blogger duduk bareng untuk mendengar dan mengenal lebih dalam tentang hipertensi. 

Know Your NumberKendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK

Yap, kalimat di atas adalah tema Hari Hipertensi Sedunia tahun ini. Dengan tema eye cathing, diharapkan masyarakat lebih tertarik berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan serta pengendalian hipertensi. 

Karena di Indonesia, Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Sampai-sampai disebut sebagai The Silent Killer. Itu predikat yang tepat sepertinya, di karenakan penyakit ini menyerang manusia tapi sering tidak terasa keluhannya, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Dengan narasumber yang berkompeten yaitu: dr. Lusiani, SpPD,K-KV,FINASIM (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia), dr. Cut Putri Arianie, MHKes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular), dan dr. Tunggul Situmorang, Sp.PD-KGH,FINASIM (Perhimpunan Hipertensi Indonesia).

(Para narasumber)

Kita membahas cara mencegah dan mengendalikan hipertensi dengan CERDIK dan PATUH. Aseeekkk. Apaan tuh kepanjangannya?


CERDIK = Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisok, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.

PATUH = Periksa kesehatan secara berkala, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap diet sehat dan gizi seimbang, Upayakan beraktifitas fisik dengan aman, Hindari merokok, minum-minuman berakohol dan zat karsinogenik.

Itu gengs kepanjangannya CERDIK dan PATUH. Gimana, sudah dilakukan belum?

Karena memang mesti self awareness sih. Langkah simpelnya, kalian ukur tekanan darah secara rutin, jaga emosi, dan punya lifestyle yang baik nan sehat.


Tapi kalau kalian sudah tervonis terkena penyakit hipertensi, kalian mesti minum obat secara rutin, teratur ke fasyankes, minum obat dari dokter, jangan lupa minum obat dll.


Memang terkadang penderita telah merasa sehat, jadi tidak minum obat lagi. Padahal penderita mesti mengikuti anjuran dokter, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Terus, jika kalian mencoba datang ke pengobatan alternatif sebagai penyeimbang tidak sepenuhnya salah sih. Tapi lebih baik ke dokter ahli. Apalagi pengobatan alternatif belum semuanya terjamin ampuhnya. Nanti malah kenapa-kenapa lagi. Sudah ke dokter saja ya.


Karena, pemerintah juga selalu meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan untuk masyarakat. Seperti: membantu meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, optimalisasi sistem rujukan, peningkatan mutu layanan kesehatan, membuat layanan terpadu ptm, pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan monitoring faktor resiko hipertensi melalui posbindu ptm yang diselenggarakam di masyarakat, tempat kerja dan institusi. So, kalo kalian ngerasa belum mampu beli obat atau obatnya tidak tersedia di fasyankes, langsung lapor yak.


Karena penyakit hipertensi jika dibiarkan, organ tubuh lainnya bisa jadi target terkena penyakit. Seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah arteri perifer. Jadi rentan terkena stroke dan penyakit berbahaya lainnya.


Serem kan ya, the silent killer ini? Makanya yuk cek kesehatan kita secara rutin dan jaga lifestyle kita. Tapi kalau kalian sudah terkena penyakitnya, tetap semangat ya.


Segitu saja dulu ya share tentang hipertensi-nya. Duduuu.


Salam,


Hani, yang jadi pengen rutin olahraga.

Rabu, 08 Mei 2019

Jangan Biarin Numpuk, Gunakan Dulcolax untuk Atasi Susah BAB Selama Bulan Puasa

Alhamdulillah kita masih di kasih kesempatan bertemu bulan Ramadhan. Tentunya kita berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya selama sebulan penuh ini dengan aktifitas yang menghasilkan pahala dan pengembangan diri.

Tapi namanya manusia kan ya. Walaupun di bulan ini kita di wajibkan menahan segala amarah, hawa nafsu, dan makan minum di siang hari, kadang tetap weh ada saja khilaf-nya. Termasuk kabita aka kalap membabi buta dengan makanan tak sehat ketika buka puasa, yang berujung kemungkinan susah BAB. Hehe. Makanya kali ini saya pengen share tentang menjaga kesehatan pencernaan saat berpuasa atau curhat saja sih tentang kehidupan saya. :p

Cekidots.

Saya sebenernya sejak pertengahan tahun 2016 sudah beberapa kali mencoba konsisten detoks makanan dan beberapa kali berhasil. Tapi harus diakui lebih banyak bandelnya dari pada berhasil detoks. Ya gimana ya, makan sayur dan buah tiap kali makan serta meminimalisir makan/minum olahan susu/kacang/makanan yang digoreng dan minim makan pedas/manis itu agak sulit. Hehe.

Sedangkan untuk tahun 2019 ini, mulai beberapa bulan lalu saya sudah mulai tertib detoks walaupun terkadang kalau kondisinya tidak memungkinkan ya tetap dimakan saja sih segala pantangan. Tapi detoks saya makin ambyar ketika memasuki bulan puasa. Karena ibu saya jual dan menerima pesanan aneka takjil yang menggugah selera setiap hari. Kan jadi tergoda. ><

Walaupun alhamdulillah hampir setiap hari laku tak bersisa, tapi kan kadang masih ada sisa sedikit dan bahan masakannya ada di kulkas. Saya jadi curi-curi kesempatan makan gorengan berbumbu kacang melimpah hampir tiap hari. Ups khilaf tapi tiap hari. haha. Kadang malah saya goreng dan racik bumbunya sendiri untuk cemilan tengah malam.

Selain itu, tingkat kemalasan makan sayur dan buah jadi rawan meningkat. Walaupun tetap berusaha makan. Andewww detokskuh... Tapi alhamdulillah-nya ada yang masih rutin dan tidak bolong-bolong, yaitu minum jus buah minim bahkan tanpa gula.

Detoks yang saya lakukan itu sebenarnya agar bebas jerawat, kulit dan badan jadi terawat tanpa banyak effort serta mata biar tidak nambah minusnya. Intinya biar sehat dan penampilan oke lah.

Tapi ketika datang ke acara Blogger Gathering Dulcolax X Fimelahood, ternyata yang saya lakukan itu bagus juga untuk mengatasi sembelit/susah BAB, loh. Uyeah...


Alhamdulillah ya jika detoks rajin makan sayur dan buah yang sudah saya lakukan ternyata bisa menjadi tips mencegah sembelit/susah BAB, khususnya pada saat berpuasa.

Apalagi saya sekeluarga memang doyan dan nyetok yoghurt. Jadi, alhamdulillah kalau bahas pencernaan, pencernaan kami sekeluarga tidak terlalu masalah sih, lancar malahan. Karena setiap hari pup. Hehe.

Kalian cobain juga deh detoks seperti saya. Itu saya tau dari dokter klinik kecantikan kok. Jadi, sepertinya aman. Tapi jika kalian sudah terlanjur sembelit/susah BAB. Kalian bisa minum Dulcolax, salah satu merk obat pencahar.

Apalagi Dulcolax tersedia dalam bentuk tablet dan supositoria, yang bisa dimasukkan melalui anus (kalau ada bentuk lain, please lemme know with comment on below). Tinggal sesuaikan kalian mau yang mana dan Dulcolax pun telah diproduksi lebih dari 60 tahun. Jadinya, bisa banget nih jadi obat andalan kalau sembelit. Jangan biarin sampai numpuk.

Betewe ini ciri-ciri sembelit ya: sulit buang air besar, feses kering atau buang air keras, BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu, perut terasa penuh, sakit perut, BAB berdarah atau keluarnya darah setelah BAB, merasa tidak puas setelah BAB atau merasa ada yang tersumbat. Hayo, ada tidak di kalian? Kalau tidak ada, alhamdulillah.



Nah, selain makanan dan rajin minum air putih, pastikan istirahat dan kodisi psikologis kalian cukup baik ya. Karena ternyata itu juga bisa mempengaruhi susah atau tidaknya pup. Jangan stres, beb. Let it go aja, lagi puasa. *pakai nada ala incess. Hehe.

Kurang lebih itu sih cerita pentingnya mejaga kesehatan pencernaan dan tips mencegah sembelit/susah BAB pada saat berpuasa. Semoga membantu. See yaaa...

Salam,


Hani, yang menahan diri dari pesona gorengan.

Minggu, 05 Mei 2019

Turunkan Kolesterol dengan Nestle Acticor, Gaya Hidup yang Sehat serta Olahraga Teratur | Live Heart First

Tahukah kalian bahwa jantung koroner, stroke, dan hipertensi adalah beberapa penyebab kematian tertinggi di Indonesia? Dan tahukah kalian, bahwa penyakit jantung koroner bisa menyerang dari umur 25 tahun? (Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)

Ini menjadi salah satu bukti bahwa tidak mesti tua untuk terkena penyakit, sekarang bisa siapa saja. Apalagi jika gaya hidupnya tidak sehat, rendahnya konsumsi buah dan sayur, jarang olahraga/kegiatan fisik, ditambah lagi stres, itu semua bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Terus kita mesti apa? Ya hindari lah penyebabnya! Mulai dari sekarang coba bangun dan beraktifitas fisik jika kondisinya tidak memungkinkan untuk olahraga. Istirahat yang cukup. Langsung minum air putih sesegera mungkin yang banyak. Mengurangi asupan lemak jenuh dan trans-fat. Lalu, pilih makan yang sehat dan berserat tinggi. Karena menurut penelitian mengonsumsi serat pangan sebanyak 7 gram/hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 9%. Pokoknya gimana caranya punya gaya hidup yang sehat, aktif, produktif, dan bisa menghasilkan banyak uang. Haha.

Jika gaya hidup sehat dan olahraga teratur terlalu sulit dilakukan sendirian, kalian bisa melakukan bareng orang terkasih atau minta mereka dukung kalian. Kan banyak tuh olahraga couple kaya di yutup. Sok praktekan, biar makin semangat. Haha. Kan sehat dan hidup akur bareng dalam waktu yang lama tentunya jadi salah satu target bareng inner circle. 

Untuk olahraga-nya, kalian bisa olahraga aerobik seperti berenang, bersepeda, berlari, senam lantai atau zumba untuk olahraga sehari-hari. Atau kalian bisa melakukan olahraga anaerobik seperti angkat beban.

Eh tapi, jika kalian alone bingits. Kalian bisa coba datang ke CFD (Car Free Day). Kali saja ada kegiatan seru, seperti tanggal 28 April 2019 lalu. Yap, minggu lalu ada acara HeartFest yang di selenggarakan oleh Nestle. Dalam acara ini, selain ada pemeriksaan BMI, heart age, tes kolesterol, dan tekanan darah. Ada pula olahraga bareng, nonton Maliq & the essential, dan pengenalan produk Nestle Acticor.

(Acara HeartFest, #LiveHeartFirst)

Nestle Acticor bantu turunkan kolesterol

Sudah tau tentang minuman Nestle Acticor yang mengandung susu rendah lemak dan serat pangan larut (Beta Glucan dan Insulin) belum? Mungkin kalian masih agak asing sih ya. Gapapa. Saya coba jelaskan secara singkat ya.

Nestle Acticor adalah produk baru Nestle yang klaimnya bisa membantu menurunkan kolesterol. Karena ada Beta Glucan yang berasal dari oat dan ada kandungan insulin yang berasal dari chicory roots. Serat pangan larut ini pun sudah diuji secara klinis mampu menurunkan kadar kolesterol.

Selain itu, Nestle Acticor juga mengandung vitamin B1 dan B2 yang berperan sebagai koenzim yang bisa mengubah karbohidrat menjadi energi. Botolnya pun praktis, tinggal minum 2x sehari setelah makan.





Untuk rasa yang tersedia, ada 4 rasa, yaitu alpukat, pisang, cokelat, dan green tea-latte. Tapi saya dapatnya yang alpukat dan cokelat saja. Jadi belum mencoba yang rasa green tea-latte maupun pisang. Untuk rasanya, bagi saya, mirip kaya susu botolan lainnya. Tapi tidak menyangka manfaat dari kandungannya begitu baik.


Selain itu, dari acara tersebut, saya mendapatkan Nestum juga. Yaitu, sebuah bubur sereal multigrain. Wah, pulang-pulang jadi makin sehat nih. Sudah olahraga bareng, di kasih makanan dan minumannya sehat pula. Sangat mendukung GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sekali. Hehe.





Oke deh, segitu dulu sharing-nya.

Ingat ya bebs, jadi sehat dan bermanfaat itu penting. Makanya dijaga atuh badannya. Toh selain sehat, bonusnya badan kalian jadi makin kece dan tentunya bikin orang makin cinta. *eh

Salam,


Hani, yang selain berusaha body goals, juga berusaha sehat produktif bermanfaat dan menghasilkan banyak uang. Aamiin. Haha.

***
Catatan penting: tulisan ini bukan sekedar dibaca, tapi dipraktekkan!

Minggu, 21 April 2019

Imunisasi itu yes or no? | Hasil Temu Blogger Pekan Imunisasi Dunia (PID) Tahun 2019


Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 15 April 2019, saya ikut acara Temu Blogger dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di momen Pekan Imunisasi Dunia bareng pembicara yang handal di bidangnya.


Tapi tentunya kali ini, saya share tentang imunisasi pure dari sudut pandang saya dari hasil acara ini. Jadi, kalau dirasa gimana gitu, ya sudah ya, tidak usah di permasalahkan. Karena terkadang pendapat orang tidak mesti sama. Komen saja dengan baik, beda pendapatnya dimana.

Oke, let's start it...

Imunisasi

Imunisasi adalah proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut. (kata gugel)

Dan imunisasi ada dua tipe, imunisasi pasif dan aktif. Jika, imunisasi pasif berarti sebuah proses pemindahan/transfer antibodi ke dalam tubuh. Sedangkan, imunisasi aktif (vaksinasi aktif) artinya adalah tindakan untuk merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh dengan cara memasukkan vaksin yang berisi antigen (kuman/bagian kuman yang dilemahkan atau dimatikan) yang berfungsi untuk merangsang terbentuknya kekebalan dalam tubuh. (kata drg. R. Vensya Sitohang, M.Epid di slide presentasinya)

Jadi, bisa di bilang, ini proses preventive terhadap kesehatan kita biar tetap sehat terus. Karena menghasilkan imunitas dan mencegah penyakit yang menyebabkan kematian/kecacatan.

Tentunya kita mau sehat terus lah ya. Nah, bagi negara, imunisasi ini yang di klaim bisa menghindari penyakit sekitar 80%-95%, mencegah beban masyarakat seumur hidupnya, memutuskan transmisi penyakit, menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit,dan tidak menularkan penyakit. (dikutip dari slide presentasi Cissy B. Kartasasmita Ketua Satgas Imunisasi PP IDAI). Jadi, bisa dibilang, dengan imunisasi bisa bikin kita dan lingkungan sehat terus lah gitu.

Jenis-jenis imunisasi

Imunisasi lengkap itu terdiri dari: Hepatitis B, BCG, Polio tetes 1, DPT-HB-Hib 1, Polio tetes 2, DPT-HB-Hib 2, Polio tetes 3, DPT-HB-Hib 3, Polio tetes 4, Polio suntik (IPV), Campak-Rubella, DPT-HB-Hib, DT, dan Td. 

Penyakit yang bisa dicegah

Memang sih ASI, makanan pendamping ASI, perbaikan gizi, suplemen, kebersihan perorangan, sumber air, dan lingkungan, sangat berperan pula terhadap kesehatan. Tapi imunisasi di klaim bisa mencegah tuberkulosis, kanker hati, difteri, pertusis, tetanus, poliomyelitis, pneumonia, meningitis, diare, radang otak, demam berdarah, radang selaput otak, anjing gila, campak, rubela, gondongan, pneumonia, meningitis, bakteremia, cacar ari, tifoid, hepatitis A, kanker serviks, dan lainnya yang mungkin tidak tersebut oleh saya.

Siapa saja yang harus imunisasi?

Biasanya sih bayi baru lahir sampai dengan anak umur 12 tahun. Tapi sebenernya siapapun bisa imunisasi ya, bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, ibu hamil, lansia, apalagi orang yang sering berpergian ke daerah rentan penyakit. Dan imunisasi-nya di sesuaikan umur. Tapi memang ada beberapa vaksin khusus anak-anak. Jadi, jika orang dewasa terlewat vaksin ya sudah tidak bisa lagi.

Bisa mendapatkan imunisasi dimana?

Kalian bisa mendapatkan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti posyandu, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik dokter praktik swasta, klinik bidan praktik mandiri, fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan lainnya serta sekolah-sekolah pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Dan kalian bisa dapat imunisasi gratis, jika di fasilitas kesehatan pemerintah, selain itu bayar dikit ya. Hehe.

Undang-undang

Ternyata... ada Permenkes-nya di Permenkes No. 12 Th 2017. Yang berbunyi, imunisasi program adalah imunisasi yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sedangkan, imunisasi pilihan yaitu imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit tertentu.

Nyoh, sudah ada undang-undangnya. Berarti sudah dikaji lah ya imunisasi ini baik buruknya sebelum di kasih ke masyarakat. To be honest, saya tipe yang berusaha taat peraturan. Jadi, tiap ada kebijakan, yang saya cari itu undang-undang atau peraturan yang di berlakukan. Karena saya mah percaya saja. Jika ada yang salah dengan peraturan, ya biarlah dosa di tanggung mereka. Setidaknya, sikap taat pemimpin sudah saya terapkan.

So, yes or no?

Sangat yes, jika terkena penyakitnya dan tidak ada obat lainnya. Tapi ketika sedang baik-baik saja, tidak sakit, saya masih lihat nanti. Karena sejujurnya saya tipe penganut pencegahan dan pembentukan imun anak cukup dari ASI ekslusif dari lahir sampai umur 2 tahun. Tapi karena katanya ada peraturan masuk sekolah yang melampirkan daftar imunisasi lengkap dan saya malas banget ribet, saya mungkin akan memberikan imuniasi lengkap untuk anak saya.

Memang sih, definisi barang halal haram tidak terbatas pada dzatnya, melainkan juga di dalam proses produksinya. Tapi kalau tidak ada bahan lain, seperti vaksin IPV untuk anak-anak yang menderita immunocompromise. Tentunya, pada saat ini, dibolehkan, sepanjang belum ada IPV jenis lain yang suci dan halal. (kata Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh, MA Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat)

Tapi kalau tidak wajib dan tidak merepotkan ke depannya, mungkin saya tidak memberikan imunisasi. Masih lihat nanti sih, di zaman anak saya nanti kebijakannya bagaimana. Sekali lagi, itu karena saya tipe yang berusaha taat pemimpin, jadi saya ikut kebijakan saja. Pokoknya, saya percaya saja program imunisasi sudah di kaji detail oleh orang-orang kompeten di bidangnya.

Agenda PID

Btw, jika, kalian tertarik mengikuti serangkaian program PID, kalian bisa ikut jadwal ini ya:
1. Lomba karya tulis oleh jurnalis pada bulan Maret–April 2019
2. Lomba karya tulis ilmiah oleh profesi pada Februari–April 2019 
3. Temu Blogger tanggal 15 April 2019
4. Lomba mewarnai dan story telling tentang imunisasi di sekolah–sekolah pada bulan Maret April di Provinsi DKI Jakarta
5. Peringatan Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2019 pada tanggal 23 April 2019
6. Mobilisasi massa seperti melakukan senam sehat dengan latar belakang musik jingle imunisasi di fasilitas umum lapangan kantor Dinas Kesehatan, Puskesmas atau lapangan terbuka. Kegiatan ini diharapkan dilakukan serentak diseluruh daerah pada akhir pekan setelah puncak perayaan Pekan Imunisasi Dunia 2019–Tanggal 26 April 2019
7. Jalan Sehat bersama keluarga (peserta siswa/I Sekolah Dasar/Madrasah/Sederajat dan keluarga, Guru, dll) di Lapangan Monas tanggal 28 April 2019
8. Temu Ilmiah Bersama IDAI pada tanggal 30 April 2019



Oke deh. Sudah dulu ya sharing tentang imunisasi, sudah tau juga kan sikap saya ke imunisasi. Haha. Penting banget kayanya. Dadahhh... Doakan saya dapat suami yang cerdas dan mau di cerdaskan ya. Muah.

Salam,


Hani, calon ibu bijak, cerdas, cantik, berprestasi nan membanggakan. Aamiin.