nisaahani: Health
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2019

Mari Kita Bantu Penyandang Disabilitas Menjadi SDM yang Unggul


Sebut saja Murni (bukan nama sebenarnya), salah satu penyandang disabilitas yang saya tau kisahnya. Dia terlahir tuna rungu dan tuna wicara sejak lahir yang mungkin memang takdir hidupnya atau mungkin juga karena ibunya mengkonsumsi aneka penggugur janin.

Namun, Tuhan berkehendak Murni hadir di dunia ini, walaupun setelah lahir kemudian dibuang ibunya. Sebenarnya miris mendengar kisah nyata orang tua yang membuang anaknya sendiri. Tapi memang kenyataannya ada saja orang dewasa yang melakukan hal tidak terpuji. Tentunya ini tindakan yang tidak patut ditiru.

Alhamdulillah-nya ada pasangan orang tua tanpa anak mengadopsinya dan membesarkan  Murni dengan kasih sayang, disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB), dan diberi alat bantu dengar.

Sayangnya pasangan orang tua ini sudah cukup tua, jadi ketika Murni belum lulus SMA, satu per satu meninggal. Dimulai dari bapaknya, kemudian, disusul ibunya beberapa tahun kemudian. Jadilah Murni sebatang kara, karena sodara dari ibu dan bapak angkatnya tidak ada yang mau menampung Murni. Bahkan rumah orang tua Murni dijual tanpa memberi warisan sama sekali ke Murni.

------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Dalam keadaan tidak punya tempat tinggal atau orang tua, alhamdulillah-nya SLB tempat Murni menutut ilmu tetap membiarkan Murni sekolah sampai lulus walaupun tidak membayar uang sekolah. Dan untuk tempat tinggal, Murni diperbolehkan tinggal di rumah RT setempat, diasuh seperti anak sendiri.

Setelah lulus, Murni mendapat uang 2 juta dari sekolahnya untuk modal usaha. Dan Murni memilih berjualan cemilan di depan rumah orang tuanya yang sekarang. Karena daerahnya dekat sekolahan dan lapangan untuk berolahraga.

Namun saat ini Murni tidak lagi berjualan cemilan dan tidak tinggal dengan RT setempat. Karena sudah menikah dengan teman sekolahnya di SLB dahulu. Ikut senang rasanya mengetahui kehidupan Murni yang sekarang. Karena cukup dramatis. Walaupun itu kisah nyata.

Siapapun kita memang mesti tetap memanusiakan teman-teman penyandang disabilitas. Tetap memberi kesempatan kepada mereka untuk berkarya. Dan memberi mereka fasilitas untuk memudahkan kehidupannya. Karena mereka sebenarnya sama seperti kita, cuma ada keterbatasan saja.

Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM)



Dan di Hari Disabilitas 2019 bulan lalu, saya jadi tau, bahwa pemerintah ada program Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Yaitu sebuah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dengan program pembinaan wilayah dalam hal pencegahan kedisabilitasan, deteksi dan rehibilitasi/habilitasi segala aspek kehidupan untuk memberdayakan Penyandang Disabilitas dalam segala aspek kehidupan, keluarga, dan masyarakat.

Di dalam RBM akan ada proses alih pengetahuan dan keterampilan tentang kedisabilitasan dan rehibilitasi kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat melaksanakan deteksi dini dan intervensi sederhana serta merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan menurut alur rujukan bila diperlukan.

Lalu bagaimana caranya agar penyandang disabilitas bisa mengikuti RBM? Para penyandang disabilitas akan dibantu kader. Tapi jika belum ada tentunya dari pihak Puskesmas dan segenap komponen masyarakat yang bisa terdiri dari keluarga penyandang disabilitas, kader, tokoh masyarakat atau penyandang disabilitas itu sendiri yang membentuk RBM.

Diawali dengan proses perizinan dan administrasi wilayah oleh Puskesmas yang berkoordinasi dengan Lurah setempat. Kemudian, DIseminasi Informasi, yaitu Lokakarya mini RBM tingkat kelurahan dengan tujuan mendapatkan persamaan presepsi.

Lalu, pembentukan kader RBM, yang berasal dari sukarelawan dan berpengalaman minimal 3 tahun sebagai kader serta bersedia mengikuti pelatihan dan menerapkan RBM secara sukarela.

Namun, bukan berarti karena sukarela akan asal-asalan, tentu tidak. Karena setelah dibentuk kader, akan ada pelatihan kader RBM selama 72 jam dengan menggunakan Buku Panduan RBM.

Setelah itu, ada survei mawas diri. Jadi, kader yang sedang/sudah dilatih RBM mengunjungi rumah dengan menggunakan formulir 1 dan formulir 2 RBM didampingi petugas Puskesmas, petugas kelurahan, dan pengurus PKK.

Nantinya, hasil survei ditindaklanjuti dengan pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat formal, informal, dan nonformal. Melalui hasil survei, penyandang disabilitas bisa dibantu rehabilitasi institusi atau rehabilitasi keliling jika membutuhkan.

Kemudian, kader bisa memberikan manual pelatihan RBM keluarga kepada anggota keluarga secara bertahap dimulai dari yang mudah. Dan setiap 6 bulan sekali dilakukan evaluasi wilayah RBM.


Diharapkan dengan adanya RBM ini, bisa membantu penyandang disabilitas dan keluarganya dalam berkegiatan sehari-hari minimal dan bisa membantu untuk tetap menjadi SDM yang unggul.

Lalu apa yang harus dilakukan kita yang normal, selain membantu dan tetap memanusiakan para penyandang disabilitas, kita harus mencegah terjadinya disabilitas kepada siapa saja. Menerapkan hidup sehat, jaga kebersihan, perbaiki gizi, menghindari lingkungan yang bising dan membiasakan tidak lebih dari satu jam jika menggunakan ipod/walkman, pemeriksaan diri secara berkala dll. Mari berusaha selalu sehat agar selalu produktif dan menjadi unggulan.

Salam,


Hani, yang selalu berusaha menjaga kesehatan diri dan menjadi SDM unggul serta menganggap penyandang disabilitas bukan sesuatu yang mesti dihindari.

Jumat, 22 November 2019

Buat Malam Anda Lebih Indah Saat Hamil dengan Tertidur Pulas

Hai, kali ini saya mau share tentang cara agar ibu hamil tidur pulas. Karena para Ibu hamil tentu merasakan betul betapa berharganya waktu tidur yang dimilikinya. Kondisi perut yang semakin besar diiringi juga oleh hormon yang membuat sang ibu lebih sulit tidur.

Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh sang ibu untuk menyiasati kondisi susah tidur yang dialaminya. Sebelum diulas lebih lanjut, yuk kunjungi juga link berikut www.guesehat.com/inilah-tahapan-perkembangan-motorik-anak-usia-dini.


1. Tidur ke samping kiri

Pemilihan posisi yang tepat sangat menentukan kenyamanan sang ibu hamil saat tidur. Ketika posisi tidur kurang tepat, hal tersebut akan membuat sang ibu kesulitan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak. Hal ini semakin penting karena posisi tidur yang salah bisa membahayakan janin yang ada di dalam kandungan sang ibu.


(Jangan tengkurap ya buibu. Hehe)

Salah satu posisi yang bisa dipilih ibu hamil saat tidur adalah tidur menyamping ke sisi kiri. Posisi tidur ini bisa mengurangi jumlah tekanan pada rahim serta bisa membantu ibu hamil agar sistem pernapasannya berjalan lebih lancar. Posisi ini juga bisa meringankan sakit punggung yang seringkali dirasakan oleh ibu hamil dan meningkatkan jumlah darah serta nutrisi yang mengalir ke janin.

2. Matikan lampu

Setiap orang tentu memiliki suasana tidur favoritnya masing-masing. Ada orang yang menyukai tidur dengan lampu menyala terang ada pula orang yang lebih suka tidur dalam kondisi yang gelap. Tapi, jika tengah mengandung dan seringkali kesulitan untuk tidur pada malam hari, maka memilih suasana tidur dengan lampu mati merupakan kondisi yang paling tepat.

Sebab, lampu yang mati akan lebih fokus untuk tidur. Selain itu, suasana tenang juga akan terbangun saat mematikan lampu ketika tidur. Cahaya terang lampu juga dapat menghambat hormon melatonin yang berguna untuk menjaga siklus tidur.

Dua cara diatas bisa Anda praktikkan untuk mendapatkan posisi paling nyaman saat tidur. Selain itu, lengkapi juga pengetahuan seputar dunia kesehatan dengan rutin membaca info kesehatan terkini. Selain itu, persiapkan juga obat, dengan beli folamil gold kapsul untuk berjaga-jaga.

Salam,


Hani, yang berusaha selalu baca doa sebelum tidur dan bangun tidur.

Kamis, 21 November 2019

Mari Selalu Sehat dan Cegah Diabetes


Hai, kali ini saya mau sharing tentang Cegah Diabetes, tapi bahasannya pengen yang lebih mengacu pada keseharian di sekitaran saya. Karena beberapa hari yang lalu, seorang teman khawatir dengan orang-orang yang berani minum boba setiap hari. Kan gulanya tinggi. Apa tidak khawatir dengan kesehatannya? Begitu keluhnya.

Seketika saya ingat saya yang dulu. Karena kurang lebih selama setahun, 5 hari dalam seminggu, saya hampir rutin minuman manis, entah itu cokelat, kopi, teh atau minuman lainnya yang ditambah gula lagi. Untungnya kegiatan fisik saya lumayan banyak saat itu, sampai berasa lebih berotot. Jadi saya anggapnya itu doping dan reward ke diri saya sendiri setelah bekerja. Hehe. Ini pembenaran diri saja ya, jangan ditiru.

Dan alhamdulillah-nya saya segera sadar itu kebiasaan yang tidak baik, jadi berusaha menghentikannya. Lingkungan memang lumayan bisa mempengaruhi habit seseorang ya, sesuai dengan kata narasumber di Acara Kemenkes untuk Hari Peringatan Cegah Diabetes Sedunia tahun 2019.

(Para narasumber)

Acara ini dibagi dua sesi dengan bahasan yang menarik. Sesi pertama membahas:

-Implentasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diabetes Miletus oleh Dr. Cut Putri Arianie selaku Direktur P2PTM Kemenkes RI

-Diabetes Miletus Tipe 1 pada Anak oleh Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA (K) dari Divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM

-Peranan Upaya Promotif dan Preventif di tingkat individu dan keluarga dalam upaya mencegah diabetes oleh dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD yang merupakan Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi 

Sedangkan, sesi kedua membahas:

-Gaya Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang oleh Suharyati, SKM, MKM, RD - PERSAGI

-Kiat dan Teknik Peningkatan Aktivitas Fisik di Tingkat Individu dan Keluarga oleh dr. Michael Triangto , SpKO.


-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

Anak Bisa Juga Terkena Diabetes!


Kalau bahasan cara mencegah dan mengendalikan diri agar tidak terkena Penyakit Tidak Menular mah mungkin kalian sudah hapal ya. Karena kalau kalian suka baca blog ini, saya di tahun ini sudah beberapa kali bahas tentang Penyakit Tidak Menular (PTM). Hayo, sudah dipraktekkan belum?

Yang bikin saya agak sedikit terkejut adalah, anak-anak bisa terkena diabetes melitus 1 dan harus suntik insulin untuk pengenceran gula darah. Walaupun saya sering dengar bahwa anak dari orang tua yang punya penyakit diabetes akan rentan terkena penyakit diabetes pula. Tapi yang ada dibayangan saya itu umur anaknya sudah cukup dewasa.

Bahkan ketika melihat langsung seorang rekan yang mesti minum obat diabetes disela aktifitas sehari-harinya di umurnya yang belum sampai 50 tahun, kok rasanya antara kasihan tapi penasaran kenapa dia bisa terkena penyakit tersebut, agar saya bisa menghindarinya. Jawabannya ternyata, di karenakan faktor kebiasaan yang tidak sehat, padahal sudah punya orang tua yang menderita diabetes.

Ngeri kan ya! Makanya itu, penting mengkonsumsi gizi yang baik dan untuk orang tua sangat dianjurkan sekali memberikan ASI ekslusif di dua tahun pertama anak. Agar tumbuh kembang optimal, bugar, kosentrasi baik, cerdas, prestasi belajar baik ketika sekolah, yang tentunya dengan gizi baik akan menjadi sehat nan produktif, dan akan berpendapatan baik ketika dewasa. Gizi yang baik akan membuka peluang menjadi SDM yang berkualitas.

Komsunsi makanan bergizi seimbang sesuai jenis dan kebutuhan tubuh serta terbebas dari kuman berbahaya, baik cemaran fisik maupun kimia. Bisa juga konsumsi sesuai anjuran Isi Piringku, yaitu makanan pokok, sayuran, lauk pokok, dan buah-buahan. Kemudian, biasakan makan saat lapar, berhenti setelah hampir kenyang. Baca doa sebelum dan sesudah makan jangan lupa.

Obesitas Rentan Terkena Penyakit


Dulu saya beranggapan, gapapa gendut asal sehat. Tapi sekarang tidak lagi! Jangan sampai obesitas! Karena itu rentang dengan penyakit.

Namun, saya belum berani berkoar-koar secara langsung dan terang-terangan terkait berat badan sih ke orang lain secara spesifik. Karena saya malas dianggap body shamming. Padahal saya hanya ingin kita semua sehat dan produktif, sehingga Indonesia bisa maju.

Ah, kayanya udah lah bahasannya. Saya agak malas bahas berat badan di depan umum, yang ada pada baper, banding-bandingin badan, tapi berubah lebih sehat mah kaga. Terlalu banyak alasan. Zzz. Ini realita? Coba cek ombak sekitar deh, biar tau ini realita atau kaga. Hehe.

Ya sudah lah, yang penting saya mencoba mengingatkan diri saya sendiri dan mencoba mengingatkan orang di sekitar yang kebetulan ada keliatan di depan mata saya untuk sehat. (Ini kayanya pms ini, jadi mayan bafer. Haha)

Berusa bergerak aktif kalau belum bisa olahraga rutin dan mencoba pemeriksaan deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) meliputi Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Perut, Tekanan Darah dan Kadar Gula Darah secara rutin.

Udah ya, semoga cerita ringan ini bisa menambah kesadaran akan kesehatan. Aamiin. Dah!



Salam,


Hani, yang sehat menjadi salah satu doa rutin selain rezeki, jodoh, dan keberkahan.

Selasa, 12 November 2019

Hiduplah dengan Tenang dan Senang, Agar Terhindar Stroke


Hai, memperingati Hari Stroke Sedunia pada tanggal 29 Oktober dan untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman penyakit stroke, saya dan teman-teman datang ke acaranya  Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Suka saya tuh kalau ke acaranya Kemenkes, berasa ke seminar motivasi biar sehat. Haha. Bagus acaranya untuk mendorong masyarakat mawas diri.

Dengan tema #Don'tBeTheOne untuk Hari Stroke Sedunia tahun 2019 dan Otak Sehat, SDM Unggul untuk tema nasional, kita diberi tau banyak fakta tentang stroke, gejala, cara mencegah, bagaimana mengatasinya dll.



Fakta tentang Stroke


Stroke adalah bagian dari penyakit kardioserebrovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Ya iyalah. Karena biasanya jika terkena stroke akan mengganggu aktifitas.

Dan stroke bisa diartikan suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak vokal dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. Selain itu, dapat menyebabkan kematian. Sedangkan, menurut WHO tahun 2014, stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, yang biasanya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak atau karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak. Sehingga, pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang.


Selain itu, taukah kalian, stroke penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung, penyebab kecacatan nomor satu bagi orang yang selamat dari serangan stroke, penyebab disabilitas nomor tiga.

Serem kan? Apalagi menurut data WHO, stroke adalah penyebab utama kematian di Indonesia. Data menunjukan 1 dari 4 orang mengalami stroke. 328.500 orang meninggal karena stroke pada tahun 2012. Tertinggi pada Provinsi Kalimantan Timur dan terendah di Provinsi Papua.

Seiring meningkatnya kemudahan yang memicu gaya hidup yang tidak sehat, stroke di Indonesia lebih banyak yang stoke iskemik/sumbatan, dibandingkan stroke hemoragik/pendarahan. Dan itu meningkat setiap tahunnya dari tahun 2012 hingga 2014, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018.


-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------


Gejala Stroke


(Mantan penderita stroke membagi pengalamannya tentang gejala stroke yang dialaminya)

Gejala stroke bisa dihapal dengan singkatan SeGeRa Ke RS. Yang mana kepanjangan dari:
  1. Senyum tidak simetris atau mencong ke satu sisi, tersedak, dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  2. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba dan biasanya tubuh bagian kanan.
  3. Bicara pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung.
  4. Kebas atau baal, kesemutan separuh badan.
  5. Rabun, pandangan satu mata kabur terjadi tiba-tiba.
  6. Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, sehingga gerakan sulit dikoordinasi.
Jika, ada tanda-tanda seperti di atas, walaupun cuma satu, tetap segera bawa pasien ke Unit Gawat Darurat RS dalam waktu kurang dari 2 jam ya. Dan secepatnya dapat penanganan tim medis selama 4.5 jam untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen. Selain itu, pastikan melakukan CT Scan agar diketahui jenis strokenya.


Faktor Risiko Stroke



Stroke disebabkan banyak faktor atau multifaktor, dan faktor risikonya ada dua, yaitu: faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (non-modifiable risk factors) dan faktor resiko yang dapat dimodifikasi (modifiable risk factors). Sedangkan, faktor resiko yang tersering adalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Buat usia di atas 3 tahun yang sering mengkonsumsi makanan manis dan asin, makanan berlemak/kolesterol tinggi/gorengan, makan daging/ayam/ikan olahan dengan pengawet

kurang aktifitas fisik, kurang konsumsi buah dan sayur, apalagi kalau menejemen emosi, hati dan pikirannya, hati-hati, bisa memicu gejala stroke loh.


Cara Mencegah Stroke


(Narasumber: peneliti  dari Fakultas Kedokteran UI dalam bidang neurologi Dr. dr. H. Al-Rasyid Sp.S(K) dan pihak Kemenkes)
  1. Cerdik (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress).
  2. Konsumsi buah 1x/hari atau 1-6x/minggu dan sayur 1-2 porsi/hari atau 3-4 porsi/minggu.
  3. Berhenti merokok/penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat dan obesitas, berhenti mengkonsumsi alkohol berlebihan.
  4. Periksa kolesterol, tekanan darah secara rutin minimal 1x dalam setahun di posbindu PTM atau fasilitas pelayanan kesehatan bagi yang belum punya faktor risiko. 1 bulan sekali jika yang sudah punya faktor risiko.
  5. Rehabilitatif untuk mencegah disabilitas atau serangan ulang bagi yang sudah pernah terkena serangan stroke.


(Atau bisa meniru Germas Gemas ala saya. Hihi)

Pokoknya mesti bahagia, mesti senang dan tenang hidupnya. Dunia nyata dan dunia maya jangan dibaperin amat. Omongan atau tingkah laku orang kalau tidak berkenan di sabarin ya udah pindah atau tutup akses terpapar mereka. Banyak melakukan aktifitas bahagia lah kituh. 
Deteksi dini dan selalu hidup sehat juga penting, demi memperkecil faktor risiko stroke.


Itu aja sih, semoga tulisan ini bisa pengingat, tidak terlalu baik membiarkan diri dalam keadaan tidak tenang dan senang. Karena banyak kekurangannya dan memicu penyakit juga. Dinikmati dan disyukuri aja semuanya.

Salam,


Hani, yang insyaallah selalu bahagia, tenang, bermanfaat, dan kaya raya. Aamiin. Haha.

Selasa, 05 November 2019

5 Fakta Mengapa Air Alkali Lebih Baik dari Air Mineral


Hai, kalian tentu sudah tak asing kali dengan nama alkali bukan? Jenis air yang satu ini memang terlihat mirip dengan air mineral, hanya saja memiliki manfaat yang berbeda yang dipercaya baik untuk kesehatan tubuh.

Namun benarkah air alkali terbaik dipercaya lebih baik dari air mineral biasa? Nah berikut beberapa fakta dibalik air beralkali yang perlu kalian ketahui:

1. Mampu Menetralkan Asam Dalam Tubuh
Air biasanya memiliki pH 7 yang berarti netral. Sedangkan alkali memiliki pH 8 hingga 9 yang airnya mengandung basa.

Dalam tubuh manusia sendiri asam dalam darah menjadi faktor utama penyebab penyakit. Tak heran jika kandungan basa dalam alkali sangat dibutuhkan. Namun, tubuh tetap membutuhkan asam dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.

2. Lebih Mampu Menghidrasi dari Air Mineral Biasa
Pada umumnya air alkali cenderung memiliki molekul yang lebih kecil dibandingkan dengan air mineral biasa. Hal inilah yang menyebabkan air alkali lebih mudah diserap oleh tubuh.


Tak heran jika Pristine kerap dipilih untuk mengatasi dehidrasi. Ketika mengeluarkan banyak keringat, tubuh akan menjadi lelah dan Pristine akan membantu tubuh kalian segar kembali.

3. Mampu Meningkatkan Imunitas Tubuh
Tak hanya mampu menetralkan kadar asam dalam tubuh saja, air alkali juga terbilang cukup efektif untuk membuang racun dalam tubuh yang disebabkan karena pola makan yang tidak teratur dan diet sembarangan. Pada umumnya kebiasaan semacam ini akan membuat tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit.

-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------

4. Mampu Mencegah Penyakit Kanker
Tak hanya dipercaya mampu menyehatkan tubuh saja, air alkali juga dipercaya mengandung antioksidan yang tinggi guna membantu mencegah pertumbuhan radikal bebas yang mampu merusak sel dalam tubuh yang menjadi pemicu kanker. Banyak orang yang percaya jika air alkali mampu membantu mencegah penyakit kanker.

5. Menjaga kesehatan tulang
Air minum pH 8+ bukan berarti bisa mencegah osteoporosis. Tapi air minum dengan pH 8+ kaya akan bikarbonat dan kalsium. Yang mana, dua kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menghambat proses resorpsi tulang sehingga tulang tetap kuat dan sehat.

Nah, di atas merupakan beberapa fakta yang menyatakan jika air alkali lebih baik dari air mineral biasa. Meski demikian tidak disarankan untuk mengonsumsinya setiap hari.

Sebab, kelebihan alkali akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Pristine merupakan salah satu air alkali terbaik dalam kemasan yang bisa kalian pilih.

Salam,


Hani, yang semakin peduli kesehatan.

Selasa, 15 Oktober 2019

Jadi SDM Unggul dengan Mata Sehat dan Lawan Obesitas


Hai, minggu lalu saya datang ke acaranya Kemenkes, dengan bahasan tentang pengelihatan dan obesitas. Karena bertepatan dengan World Sight Day and World Obesity Day 2019. Bahasan acaranya menarik sekali, kaya akan materi dan motivasi untuk selalu menjaga kesehatan.

Semoga acara seperti ini diadakan di sekolah-sekolah. Jadi, tidak hanya suntik imunisasi saja, tapi ada acara materi seperti ini dengan penjelasan yang lebih sesuai dengan anak-anak. (Eh, anak sekarang masih ada imunisasi di sekolah kan ya? Yah, jadi ketauan deh angkatan berapa. Haha. Belaga bet. Padahal masih muda juga. lol.)

Karena, tidak semua orang tua atau guru memberikan pengetahuan yang cukup untuk menjaga mata dan berat badan. Padahal, dengan pengetahuan yang cukup sejak dini tentang menjaga kesehatan, khususnya berat badan dan mata, akan mencetak lebih banyak generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Semoga saran saya ini bisa dilaksanakan ya. Atau udah ada? Tapi saya belum tau, karena saya tidak berhubungan dengan hal-hal berkaitan sekolah zaman sekarang. Please let me know with comment, yau. Thanks.

Buat kalian yang mau tau materi acaranya seperti apa. Tenang! Karena saya bakal sharing ilmu apa aja yang saya dapat. Tapi, sekali lagi saya cuma berbagi ya. Dengan harapan bisa dipraktekkan agar kita semua sehat selalu dan menjadi SDM yang unggul. Aamiin. Bukan untuk body shamming or negative comment, okey?

-------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------


Jenis-jenis Kelainan Mata beserta Cirinya


Kelainan refraksi adalah kelainan mata yang banyak terjadi di masyarakat. Dimana mata yang seharusnya untuk dapat melihat suatu benda dengan jelas, bayangan benda tersebut harus dapat ditangkap oleh retina mata, dengan sinar sejajar yang datang dari jarak tak terhingga yang masuk ke mata harus difokuskan tepat pada retina, tapi tidak tepat terjadi seperti itu.

Jenis-jenis kelainan refraksi:
1. Myopia (rabun jauh): kesulitan melihat jauh dengan jelas
2. Hipermetropi (rabun dekat): kesulitan melihat dekat dengan jelas
3. Presbiopia (rabun dekat usia lanjut): suatu perubahan fisiologis yang terjadi pada usia 40 tahun keatas dimana daya akomodasi berkurang. Hingga kemampuan melihat dekat/membaca berkurang
4. Astigmatism (silindris): distorsi pengelihatan akibat kelengkungan kornea dan lensa yang tidak sama di berbagai meridian

Katarak 


Selain itu, ada katarak, yaitu kekeruhan lensa disebabkan penuan atau sebab lain, sehingga menyebabkan penurunan tajam pengelihatan sampai terjadi kebutaan. Dan katarak ini adalah penyebab terbesar kebutaan di Indonesia. Namun, katarak dapat diterapi dengan operasi.

Katarak biasanya terjadi mulai pada usia diatas 40 tahun atau setelah terjadi benturan pada bola mata. Pada kasus tertentu, katarak dapat dikenali pada bayi dan anak yang mempunyaai kelaianan sejak lahir. Atau terkena paparan sinar ultra violetriwayat keluargakebiasaan merokok, glukoma, uveitis.

Jenis-jenis katarak:
1. Katarak Senilis: 90% dari kasus katarak ini akibat proses degenerasi ketuaan
2. Katarak Traumatika: akibat ada paksaan pada lensa
3. Katarak Kongenital: katarak sejak lahir
4. Katarak Komplikasi: akibat penyakit mata dan penyakit sistematik seperti diabetes, tetes mata mengandung steroid, gangguan metabolisme dll


Ciri-ciri katarak:
1. Pengelihatan kabur, berasap, berselaput sepeti melihat dari balik air terjun atau kabut putih
2. Ukuran kacamata sering berubah
3. Tajam pengelihatan semakin menurun
4. Silau saat melihat
5. Pengelihatan ganda



Glaukoma



Glaukoma adalah suatu penyakit yang ditandai oleh kumpulan gejala berupa peningkatan tekanan bola mata yang disertai kerusakan saraf mata dan penyempitan lapang pandang. Ada dua jenis Glaukoma, yaitu Glaukoma Kronis dan Glaukoma Akut.

Glaukoma kronis umumnya ditandai dengan kerusakan saraf optik dan kehilangan lapang pandang yang bersifat progresif serta berhubungan dengan berbagai faktor risiko terutama Tekanan Intraokuer (TIO) yang tinggi.


Tanda dan gejala glaukoma kronik kadang-kadang tidak terlihat yang khas. Sehingga seringkali ditemukan setelah keadaan lanjut.

Sedangkan, Glaukoma Akut adalah glaukoma yang diakibatkan peninggian tekanan intaokular (dalam bola mata) yang mendadak. Gloukoma Akut dapat bersifat primer ataupun sekunder.

Glaukoma primer timbul dengan sendirinya pada orang yang mempunyai bakat bawaan glaukoma. Sedangkan glaukoma sekunder timbul sebagai akibat penyakit mata lain ataupun sistemik.

Tanda dan gejala glaukoma akut:
1. Mata merah
2. Tajam pengelihatan turun mendadak
3. Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke kepala
4. Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat tinggi)
5. Lapang pandang menyempit

Retinopati Diabetikum


Retinopati diabetikum adalah gangguan pembuluh darah mikro (mikroaniopati) yang mengenai pembuluh darah prekapiler, retina, kapiler, dan venula. Sehingga menyebabkan pengelihatan yang buruk. Akibat penyumbatan (oklusi) mikrovaskuler dan kebocoran vaskuler, akibat kadar gula darah yang tinggi dan lama. 

Faktor risiko yang menyebabkan r
etinopati diabetikum adalah kadar glukosa darah dan hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik serta hiperlipidemia.


Cara Mudah Mengetahui Mata Sehat atau Tidak


1. Pemeriksa berdiri 6 meter dari klien di ruang terbuka, sumber penerangan sebisa mungkin sinar matahari.



(Jarak 6 meter)

2. Pemeriksaan dimulai dengan mata kanan, mata kiri ditutup menggunakan penutup mata atau dengan telap tangan tanpa penekanan. Demikian juga sebaliknya pada pemeriksaan mata kiri.



3. Pemeriksaan mengacungkan jari setinggi mata klien untuk menghitung jumlah jari pemeriksa.



4. Jika klien salah menghitung jari pemeriksa sebanyak dua kali atau lebih dari lima kali pemeriksaan, berarti klien mengalami gangguan pengelihatan. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti posbindu, puskesmasklinik swasta atau rumah sakit.


Cara Mencegah Terjadinya Gangguan Pengelihatan dan Kebutaan


1. Menghindari membaca dengan jarak yang terlalu dekat
2. Membaca di tempat terang atau tempat dengan tingkat pencahayaann yang cukup
3. Tidak membaca sambil tiduran
4. Tidak menonton televisi pada jarak yang terlalu dekat
5. Hindari penggunaan gadget terlalu lama
6. Melakukan gerakan atau olah raga mata agar menjadi lebih kuat dan elastis
7. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan diet gizi yang seimbang
8. Istirahat yang cukup
9. Hindari asap rokok
10. Jika melihat jarak dekat selama 20 menit, usahakan melihat ke jarak yang jauh selama 20 detik


***

Okeh, bahasan tentang pengelihatan segitu aja. Kali ini bakal bahas tentang OBESITAS!

Sebenernya, saat ini tuh kalau bahas berat badan agak gimana gitu ya. Banyak yang sensi. Tapi, kalian jangan gimana-gimana ya, seperti diawal saya bilang, ini bukan untuk body shamming or negative comment.

Ini semua demi kesehatan dan generasi yang lebih unggul. Walaupun, mungkin saya juga belum unggulan banget, tapi saya akan terus berusaha menjadi generasi unggulan kebanggan Indonesia. Aamiin.

Penyakit Akibat Obesitas


Dulu tuh, saya berpikir, gapapa gendut asal sehat atau lucu ya anak kecil kalau gendut. Ternyata itu salah, obesitas itu rentan dengan penyakit.

Sleep apnoe/henti napas sewaktu tidur, asma, kanker payudara, perlemakan hati, penyakit kandung empedu, ginjal prostat, stroke, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, hipertensi, colon, hormon reproduksi abnormal, polikistik ovarium sindrum, osteoarthritis (radang sendi) lutut dan panggul, varises, asam urat dan gout itu semua adalah dampak obesitas.

Serem banget kan?

Cara Sederhana Mengukur Obesitas


Coba sekarang kalian ukur lingkar perut kalian, jika laki-laki lebih dari 90 cm dan jika perempuan lebih dari 80 cm, berarti kemungkinan besar kalian obesitas. Tentunya ini pengecualian ibu hamil ya. Ini kondisi perut normal kalian saja.

Atau coba dengan mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) kalian. Dengan rumus: berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat.

Jika, hasilnya 18,5-25 berarti normal. Sedangkan, jika lebih dari 25-27 berarti gemuk. Dan jika lebih dari 27 berarti obesitas. Hasil kalian apa?

Penyebab dan Cara Mencegah Obesitas


Obesitas adalah keadaan penumpukan lemak yang berlebihan pada tubuh yang berisiko terhadap kesehatan. Dan itu bisa disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, lingkungan, genetik, ketidakseimbangan hormon, psikologis atau penggunaan obat-obatan tertentu, makan tinggi lemak, gula, dan garam, kurang makan sayur buah, jadwal makan tidak teratur, tidak sarapan sehingga menambah porsi makan siang atau malam, sering ngemil, pengolahan makanan menggunakan banyak minyak, santan kental, dan banyak gula, aktifitas sedentary (kurang gerak) tanpa melakukan aktifitas fisik lebih dari 2 jam perhari dll.

Banyak kan? Tapi tentunya kita bisa mencegah obesitas dengan beberapa cara. Seperti, menjaga pola makan dengan gizi seimbang 5 kelompok pangan (makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, dan air putih) serta aktifitas fisik secara baik, benar, teratur, dan terukur, minimal dengan waktu 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit perminggu.

(Olahraga everywhere)

Atau melakukan mpasi mulai usia 6 bulan, tidak makan sambil nonton atau main game, membawa bekal, perbanyak aktifitas fisik di luar ruangan, makan dengan aneka ragam bahan pangan cukup sayur, tidak merokok dan minum alkohol, pilih makanan yang mengandung Indeks Glikemi (IG) rendah, dan lainnya.

Apa yang Dilakukan Jika Menderita Obesitas?


Kalau hasil pengukuran kalian termasuk obesitas, ya kalian diet lah beb. No, ini bukan body shamming atau pemaksaan gimana-gimana. Ini hanya saran dari saya dan dari Kemenkes. 

Karena kalau lihat dampaknya ngeri juga kan ye? Tapi kalau kalian nyaman seperti itu dan gak mau diet, ya gapapa juga. Bebas akutu.

Tapi kalau kalian jadi orang terdekat saya, saya pasti bakal bantu untuk hidup sehat, minimal nasihatin. Karena saya mau hidup sehat dalam jangka waktu yang lama bareng orang-orang terdekat saya.

Lalu, apa yang mesti dilakukan jika obesitas?

1. Atur pola makan
- Banyak minum air
- Makan hanya pada saat merasa lapar bukan karena lapar mata apalagi promo
- Meningkatkan konsumsi sayur  dan diolah dengan cara direbus dan ditumis
- Kurangi konsumsi karbohidrat komplek (nasi, roti, jagung, sereal)
- Makan dengan pola piring T, yang artinya perbanyak sayur dan buah
- Konsumsi buah utuh sebagai makanan selingan
- Hindari konsumsi karbohidrat sederhana (gula pasir, gula merah, sirup, kue manis dan gurih, selai, dodol, cokelat, permen, minuman ringan dll)
- Diet rendah energi seimbang dengan pengurangan energi 500-1000 kkal dari kebutuhan sehari
- Kurangi konsumsi lemak, mengelola makanan di goreng, menggunakan santan kental, mentega, dan margarin
- Utamakan konsumsi protein rendah lemak
- Hindari buah yang brenergi tinggi seperti durian, mangga, sawo, cempedak, pisang, srikaya, dan alpukat
- Mengenali pola emosi makan, hindari lari ke makan saat marah, stress, bosan dll

2. Aktifitas fisik



- Jalan kaki minimal 10.000 langkah perhari
- Aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit/minggu. Dengan jenis latihan fisik: aerobik (naik sepeda, jogging, renang, golf) dan anaerobik (senam pernafasa, karate, lompat tinggi, angkat beban) dengan frekuensi 3-5x seminggu ddan durasi 40-60 menit
- Latihan menyesuaikan dengan denyut nadi maksimal sesuai usia, naikkan secara bertahap
- Prinsip latihan BBTT (baik, benar, teratur, dan terukur)

3. Atur pola tidur/istirahat
Tidur/istirahat secara cukup (6-8 jam), kurang tidur menyebabkan lebih banyak waktu makan


Makanan yang Dipantang Penderita Obesitas




Menurut para ahli, sebaiknya penderita Obesitas mengkonsumsi makanan dengan Indeks Glikemi (IG) yang rendah. Yang mana Indeks Glikemi (IG) itu adalah ukuran kecepatan makan diserap menjadi gula darah. Semakin tinggin IG suatu makanan, semakin cepat dampak kenaikan kadar gula darah.

Berikut ini beberapa makanan dengan skala Indeks Glikemi (IG)-nya:
Indeks Glikemi (IG) rendah: kacang-kacangan, sayuran, tomat, ceri, anggur, peach, susu kedelai, low fat yoghurt, apel, pear, sup tomat, wortel rebus, jeruk, singkong rebus, anggur, spageti, sushi, kiwi, nasi merah.

Indeks Glikemi (IG) sedang: outmeal cookies, popcorn, jagung manis, pisang, muffin, nanas, mangga, pepaya, kentang panggang, roti hamburger, bit, kismis, talas rebus, makaroni keju, bubur ketan hitam, nanas, bubur kacang hijau.

Indeks Glikemi (IG) tinggi: bagel, nasi putih, roti gandum utuh, roti gandum putih tawar, donat, semangka, wafer vanilla, kentang goreng, bubur beras, keripik jagung, cornflakes, kentang bakar, kerupuk, pizza keju, biskuit, roti perancis.

Dan sebaiknya mempantang cumi-cumi, otak sapi, telur burung puyuh. Serta, tidak mengkonsumsi belut, santan kelapa, susu sapi non fat, susu sapi cream, cokelat/cocoa,  mentega/margarin, jeroan sapi, kerang putih/remis/tiram, telor ayam, jeroan kambing secara banyak.

Berhati-hati juga dengan gajih sapi, gajih kambing, keju, sosis daging, kepiting, udang. Kalau sekali-sekali mengkonsumsi daging asap (ham), iga sapi, daging sapi pilihan tanpa lemak, burung dara, ikan bawal, masih boleh lah.

Tapi sangat tidak masalah jika mengkonsumsi putih telur ayam, teripang (halsom), ubur-ubur, daging ayam piihan tanpa kulit, daging bebek pilihan tanpa kulit, ikan sungai biasa, daging kelinci, daging kambing tanpa lemak, ikan ekor kuning.


***

Sepertinya, itu saja yang bisa saya sharing dari acara World Sight Day and World Obesity Day 2019 dengan moderator Kasubdit Gangguan Indra dan Fungsional Dit. P2PTM dr. Edduwar Idul Riyadi, Sp.KJ dan pemateri dr. Cut Putri Arianie (Direktur P2PTM), M.H.Kes, dr. M. Siddik, SpM dari Perdami, dan Yudhi Adrianto, S.GzRD dari Persagi.

Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan sehari-hari. Jangan lupa CERDIK (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres)

(Ini usaha sehat saya, kalau kalian?)

Salam,


Hani, yang semoga selalu jadi SDM unggulan. Aamiin.