Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2019

#LiveWithRare : Senyum Tulus untuk Para Orang Tua dan Pasien Penyakit Langka

Salah satu momen di tanggal 27 Februari adalah Hari Penyakit Langka Sedunia. Mungkin belum banyak yang mengetahuinya, termasuk saya. Karena saya pun baru mengetahuinya ketika saya mengikuti sharing session bersama Sanofi Indonesia serta Yayasan MPS dan Penyakit Langka beberapa waktu lalu di Jakarta.



Di hadiri oleh Sasi, salah satu penderita penyakit langka; beberapa orang tua pasien penyakit langka; Ibu Peni Utami, Ketua Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia; Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K); awak media dan blogger, selama beberapa jam kita sharing tentang tantangan dan harapan para pasien penyakit langka di Indonesia.

Di sini, saya baru mengetahui bahwa suatu penyakit dikatakan penyakit langka jika penderitanya kurang dari 2.000 orang di suatu negara. Seperti, penyakit MPS II, penyakit Pompei, penyakit Gaucher, atau 7000 jenis penyakit lainnya. Walaupun begitu, penyakit ini menyumbang 35% angka kematian dan menjangkit 350 juta orang di dunia. Sedangkan, di Asia Tenggara sendiri 9% dari populasi atau sekitar lebih dari 45 juta orang menderitanya.

Penyakit ini mengancam kehidupan penderita, dan bersifat kronik serta progresif. Selain itu, penyakit ini sulit di diagnosis dan di obati, minim informasi tentang penyakit langka, membutuhkan banyak dokter spesialis, menjalani berbagai tes, terkendala sulitnya mengakses obat-obatan, ditambah lagi harga pengobatan yang tinggi, sehingga menyebabkan pasien penyakit langka memiliki kemungkinan angka kematian yang tinggi.

Untuk mendiagnosis penyakit penderita saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dikarenakan banyak tahapan sebelum di pastikan bahwa pasien benar-benar menderita penyakit langka. Belum lagi diagnosis awal yang sering tidak tepat, sehingga menyulitkan langkah penyembuhan sesegera mungkin.

Seperti, Ibu Fitri Yenti yang membutuhkan waktu satu tahun lebih untuk mengetahui anaknya, Umar Abdul Azis, menderita penyakit MPS II. Atau Sukron, anak dari Ibu Amin, yang harus meninggal di usia 2 tahun 5 bulan, dikarenakan keterbatasan akses tenaga kesehatan sehingga terlambat di diagnosis dengan tepat.

Saat ini, memang baru Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang bisa menangani pasien penyakit langka dengan optimal. Di bantu Dr. dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K), pakar penyakit nutrisi dan metabolik anak, para pasien di diagnosis, di terapi, serta penanganan lain untuk membantu kesembuhannya.

Pengobatan untuk pasien penyakit langka memang diharuskan secara berkala, dikarenakan pertumbuhan dan progress kesembuhannya terancam tidak stabil jika tidak dilakukan terapi dan perawatan intensif berkelanjutan.

Uang yang tidak sedikit tentunya harus disiapkan untuk pasien penyakit langka. Salah satu orang tua pasien bercerita, dirinya mengelurkan sekitar 7 juta perbulannya untuk pengobatan anaknya. Sungguh, bukan biaya yang sedikit.

Tentunya keluarga pasien berharap di dukung secara mental dan materi dari segala pihak, agar tetap tersenyum tegar dalam menghadapi kehidupan. Walaupun mereka tetap bersyukur pemerintah membantu menghilangkan pajak dari obat-obatan yang mahal. Mereka juga berterima kasih dengan dokter yang membantu kesembuhan buah hatinya,  serta Yayasan MPS dan pemangku kepentingan lainnya yang memberikan bantuan donasi.

Lalu, apa yang bisa kita berikan kepada pasien penyakit langka dan keluarganya?

Jika kalian bisa memberikan bantuan berupa materi, tentunya itu sangat baik.  Bisa di berikan secara langsung maupun melalui Yayasan MPS. Dikarenakan Yayasan  MPS dan beberapa pihak terkait tetap membutuhkan donasi, demi berkelanjutan bantuan untuk pasien berpenyakit langka.

Jika, belum mampu berbagi secara materi, mungkin kalian bisa memberi yang paling simpel, kalian hanya perlu tersenyum tulus untuk mereka, tanpa merasa aneh. Karena walaupun beberapa dari mereka terlihat baik-baik saja, dibalik itu mereka mungkin mengalami disfungsi enzim atau sedang mengalami pembengkakkan limpa.


Sasi, salah satu penderita penyakit langka bersama Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K)

Para orang tuanya mungkin sedang rapuh karena tantangan hidupnya lebih banyak di banding orang lain. Tentunya tak sulit untuk kita untuk tersenyum dengan tulus dan tidak banyak komentar menyakitkan hati mereka.

Salam,


Hani

Jumat, 15 Februari 2019

#CegahDBD dengan Larvitrap, Alat Penangkap Nyamuk Hemat Murah Meriah dari Bahan Bekas.

Hai, udah ada yang tau tentang Lavitrap? Salah satu alat pembasmi nyamuk dari botol minuman bekas. Wah, kalau belum tau, baca tulisan saya selanjutnya yak! Bakal bahas ini dan mencoba menjabarkan cara bikinnya. Biar bisa di pakai di rumah, buat cegah nyamuk, apalagi nyamuk penyebab DBD. Hih atut ama nyamuk.


***
Sekarang-sekarang ini masih sering hujan. Walaupun biasanya musim hujan itu ada di bulan yang berakhiran -ber. Seperti, September, Oktober, November, dan Desember. Walaupun begitu, Januari dan Februari masih saja rutin hujan. Sehingga rentan banyak nyamuk dan penyakit DBD a.k.a demam berdarah.

Kenapa malah ketika hujan, nyamuknya malah semakin banyak? Karena walaupun masa hidup nyamuk sebentar, tapi nyamuk suka bertelur dan telur nyamuk menetas jika terkena air. Makanya itu, yuk dicek dan ditutup/dibersihkan tiap ada tampungan atau genangan air. Sekalipun itu air bersih. Biar tidak menjadi lahan perkembangbiakan nyamuk. 

Betewe, sudah tau kan sumber DBD? Yap, nyamuk Aedes Aegypti. Kalau kita tidak fit dan tergigit nyamuk pembawa virus dengue, besar kemungkinan bisa terkena DBD. Pokoknya kalau kalian terkena salah satu dari gejala DBD di bawah ini, langsung cek ya.

Ciri-ciri terkena DBD, biasanya akan mengalami gejala sebagai berikut:
1. Demam tinggi mendadak
2. Nafsu makan menurun
3. Sakit perut, sakit pada ulu hati, serta muntah.
4. Adanya pendarahan
5. Tangan dan kaki menjadi dingin serta lemas

Memang sih, jika badan panas bukan berarti langsung di vonis DBD. Tapi dengan segera menanyakan ke ahlinya, kita bisa terhindar dari fase selanjutnya. Demam lebih dari 3 hari, amannya kita minta cek trombosit.


***

Kalau sudah kejadian, ya sudah sabar, di obati, dan berharap sakitnya jadi penggugur dosa. Tapi kan amit-amit ya, jangan sampe. Kalau bisa sehat kan ya maunya sehat dan berkah kesehatannya.

Tapi sebelum kejadian, ada beberapa cara buat cegah DBD. Mungkin anak 90an paham bener nih sama 3M, menutup, menguras, dan mengubur. Tapi zaman now, bukan lagi mengubur. Karena di kubur rentan jadi genangan nyamuk. Oleh karena itu, M yang terakhir di ganti menjadi di olah kembali.

Dan untuk mencegah DBD, biasanya tiap daerah di adakan fogging masal. Walaupun pada kenyataannya, fogging disarankan jangan sering-sering. Karena residunya lebih banyak dari pada obat basmi nyamuknya. Nyamuk matinya nggak seberapa, nyesek bin engapnya lama bener. Hehe.

Lalu, biasanya di setiap daerah ada Jumantik alias Juru Pemantau Jentik. Tapi atulah kita mah mesti kesadaran pribadi. Karena kan ya rumah-rumah kita, lingkungan juga daerah kita, badan-badan kita juga yang mesti kita jaga, keluarga juga keluarga kita. Jadinya, usahain bisa menjaga sendiri lah. Kalaupun di bantu, ya sekedar bantuan, tidak sepenuhnya bergantung ke orang lain.

Untuk mencegah nyamuk, selain buat lingkungan bersih dan jangan ada benda bergantung, mungkin bisa menanam 10 tanaman seperti berikut ini:
1. Bunga tahi kotok (I don't know the real name. Maybe Marigold?)
2. Zodia
3. Bunga krisan
4. Bunga tembelekan
5. Bunga nanga
6. Bunga lavender
7. Serai
8. Serai wangi
9. Kayu putih
10. Kemangi

Dan bisa juga menaruh 2 Lavitrap di tempat gelap dalam rumah. Bisa di kamar tidur dan ruang tamu. Lalu di cek seminggu sekali dan jangan sampai terkena anak-anak. Karenaaa...becek kalau tumpah airnya. Hihi. Lagi ciyus ya bacanya.

Tenang aja gengs, lavitrap ini aman. Karena bahannya dari bahan bekas dan hanya menggunakan air biasa. Saya share ya cara bikinnya. Sebelumnya, siapin dulu bahan-bahan ini ya:
1. Botol air mineral yang 1.5 liter. Yang bekas aja biar go green. 
2. Steples
3. Kain kasa
4. Plastik bekas, kalau bisa warna hitam.
5. Lakban

Cara membuat lavitrap:
1. Buat botol jadi 3 bagian. Bagian atasnya, kurang lebih di 7 cm dari mulut botol.
2. Untuk bagian bawah, buang bagian bawah botol. Karena takut air tumpah, jadi bergenang.
3. Bagian tengah di bagi dua, untuk pengunci botolnya.
4. Terus bagian atas posisinya di balik. Tutup botolnya posisinya jadi di bawah.
5. Lalu, digabung dan rekatkan bagian atas yang sudah terbalik tadi dengan bagian bawah yang bagian bawahnya udah di buang dengan lakban.
6. Kemudian tutup dengan kain kasa
7. Supaya kencang gunakan bagian tengah. Steples jika perlu, biar kain kasa tak bergerak kemana.
8. Terakhir, biar rapi bungkus semua botol dengan plastik dan di lakban. 


Hasilnya seperti foto di atas. Semoga paham dan bisa dipraktekan ya. Sebenernya diriku ada sih videonya, tapi bukan video daku pribadi. Jadi, tak enak jika mau share. Hehe.

Bisa lah ya paham walaupun dari liat fotonya saja. Lumayan loh pakai ini, jadi hemat. Tak usah beli obat nyamuk mulu. Palingan jika ingin menguras, kocok dulu botolnya. Agar sayap nyamuknya patah. Bisa kan ya? Bisa lah ya. Percaya kok percaya. Millenials mah pasti bisa. Hihi.


***

Mayoritas info yang saya share tau dari acara sharing, chatting, learning di Meet Up Healthies! bareng Menkes Bu Nila Moeloek, BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit), dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Dir P2PTVZ, dan dr. Gia Pratama di Kantorkuu - coworking space di Agro Plaza Kuningan tanggal 7 Februari 2019.

Salam,


Hani, the healthies newbie.


Jumat, 25 Januari 2019

Resolusi 2019: Menjalani 5 Lifestyle Baru yang Kece

Hulalalahula...


Padahal ya, di ig bilang, kaga mau share resolusi 2019. Eh, malah share di blogBaeqlah... namanya juga manusia. Huft. Dan karena alasan manusia pula, akutu banyak keinginan. Alhamdulillah-nya mau berusaha. Jadi masih bisa di maklumi lah ya. Haha. Pembelaan diri.

Nah, salah satu target di tahun ini adalah menerapkan beberapa lifestyle kece. Tidak, tidak ada yang salah dengan gaya hidup diriku. Cuma mau di tingkatin aja. Biar makin cetar ulala.

Kalau selama ini sudah menerapkan lifestyleno ngutang nan apa adanya, go green, dan minimalist. Walau pas di kaji ulang, ternyata masih banyak milih-milihnya. (Untuk lifestyle go green dan minimalist sepertinya akan diceritakan lebih banyak di post selanjutnya)

Tapi Alhamdulillah-nya, lifestyle no hutang dan apa adanya masih bertahan dan gak ada excuse apa-apa. Jika kepengen beli rumah, mobil, motor, hp dll, ya kalo ada budget-nya ya beli, gak ada ya nabung. Alhamdulillah ya Allah. Ini wajib kudu harus dipertahankan banget.


The next lifestyle targets


Ternyata eh ternyata, di dunia ini masih banyaknya lifestyle kece lainnya yang tentunya bikin tergiur untuk diterapkan. Seperti, Islam lifestyle, business lifestyle atau anak sholehah lifestyle.

Emang itu hanya penyebutan diriku saja. Tapi intinya masih banyak lifestyle lain yang kayanya bagus untuk diterapkan.

Dan, apa aja sih resolusi 2019 seorang nisaahani yang berkaitan dengan lifestyle?

1. Health lifestyle


Walaupun berguru pada internet dan udah modal matras (yang mana dulu selama setahunan matrasnya malah cuma jadi alas duduk). Di tahun ini, bismillah mau lebih rutin olahraga. Beneran sama gurunya langsung.


Karena pas nyoba beneran sama ahlinya, beneran kerasa banget khasiatnya. Kan beberapa bulan lalu, punggung saya terkadang sakit. Eh, abis olahraga sama trainer di dunia nyata, yang benerin gerakan kita jika salah, alhamdulillah hilang sakit punggungnya.



(foto dari fanspage yogayogi Tangerang dan di edit lagi oleh nisaahani. Cie olahraganya di foto-foto. Can you find me? Hihi)

Selain olahraga, tahun ini mau benerin pola makan. Sudah liat kan muka pas jerawatan? Nah, sekarang lagi nerapin minim mengkonsumsi nasi dan gula. Sebenernya bukan hanya karena jerawat atau diet. Tapi pengen jauh lebih sehat. Tubuh titipan, oleh karena itu, mesti di jaga dan rawat dengan baik.

Beneran deh, nasi itu bisa ngurangin berat badan. Tahun lalu kan diriku terserang kurang minat makan nasi, keseringan makan junk food, ngemil sering tapi dikit karena gampang kenyang, dan akhirnya berdampak ke berat badan. Tadinya berat badan hampir 50an, jadi tinggal 42 atau 43 gitu. Dahsyat. Tapi tau itu terlalu ekstrim. Sangat tidak sehat. Jadinya sekarang walaupun mengurangi nasi, tapi lauknya makin banyak. Haha.


Mulai tahun lalu juga, nerapin minum jus hampir tiap hari. Bisa liat di twitterakutu hampir tiap hari jus wortel tanpa ampas. Dan alhamdulillah matanya kaga nambah minus maupun silendernya. Namun, kalo dulu hanya tanpa ampas, sekarang ini tambah tanpa gula. Kalaupun pakai gula, cuma dikit banget. Bener-bener ngurangin gula.


2. Islam lifestyle


Perbanyak ilmu agama dan beradab sesuai dengan adab di Islam. Sesimpel mau makan bismillah, lalu pas sudah selesai alhamdulillah. Sholat 5 waktu tepat waktu, di tambah sholat sunnah, dan masih banyak lainnya.


Agak segan share banyak, karena beberapa orang kalo liat bebau agama, reaksinya sama kaya liat politik. Bawaannya udah alergi aja. Ditambah lagi belum siap kalo di hakimin orang. Jadi, cuma minta tolong di doain aja. Mungkin di masa lalu ada salah, bahkan mungkin sedetik lalu masih salah. But, please forgive me and di doain kedepannya tidak di ulangin lagi. Dan tolong, jangan kaitin agama sama tindakan saya yang di rasa salah. Kalau salah, itu murni dari saya pribadi.


3. Anak sholehah lifestyle


Coba bayangin, kalau sebulan lagi, dirimu udah jarang ketemu ortu?


Tentunya pengen melakukan yang terbaik kan? Mungkin di pekerjaan atau untuk diri sendiri, kamu selalu melakukan yang terbaik. Tapi untuk orang tua, sudah melakukan yang terbaik belum?


Mungkin selama ini udah nurut terus sama ortu, tapi udah berusaha lebih perhatian belum sama mereka di tengah kerja keras bagai qooda? Udah nanya mereka ngapain aja hari ini? Lagi pengen apa? Udah bantuin ortu belum? Sesimpel nyuci piring.


Pokoknya tahun ini, selama bisa quality time sama ortu ya bener-bener totalitas.




4. Mandiri bebersih lifestyle


Entah ini nama katagorinya apa, tapi udah dari tahun lalu ngebiasain kalau abis makan di restoran cepat saji atau restoran lain yang memungkinkan, di benahin sendiri sampahnya. Bener-bener sampai ke tempat sampah dan nampannya di taro di tempatnya.


Terus kalo abis makan di restoran, tapi kita masih mau nongki. Wadah bekas makan, di tumpuk tengah (berusaha) yang rapi. Biar abangnya lebih cepet kalo mau ngerapain meja kita.


Kalau abis makan atau kegiatan yang kita mengharuskan buang sampah, akan sangat sangat berusaha buang sampah sendiri. Atau setidaknya kasih ke petugas pembersihnya, biar tetap bersih tempatnya.


5. Business woman lifestyle

Tahun ini bismillah pengen buka banyak usaha yang insyaallah bisa menghasil banyak uang minimal sampai 20 tahun kedepan. Bisnis apa? Rahasia dong.


***
Hmmm... lifestyle kece apalagi ya yang menarik?

Kurang lebih itu sih 5 lifestyle baru -yang pas lagi nulis keingetan- dan pengen di laksanain rutin di tahun 2019 ini.


Karena seneng sendiri pas lifestyle ini berdampak baik ke diri sendiri dan orang lain. Coba aja bandingin. Ortu pasti lebih seneng sama kita, orang sekitar juga jadi lebih seneng. Lakuin deh. Simpel tapi efeknya dahsyat.


Semoga terlaksana dan menjadi kebiasaan ya buat kita semua, khususnya saya. Aamiin. 

Salam,


Hani, yang senang jadi virus kebaikan

Rabu, 19 Desember 2018

Tanya Marlo, Chatbot Line Layaknya Teman Curhat

Hulalalahula...

Hayo siapa yang doyan curhat? Hayo ngaku. Sama kok Hani suka curhat juga. Tapi ya yang sekedar kejadian ringan yang tidak melibatkan terlebih dalam. Jadi, kalo di tanya tentang Hani lebih dalam, palingan orang nggak ada yang tau.

Soalnya kan riskan ya kalau curhat ke orang lain. Bahkan keluarga atau teman dekat aja nggak jaminan mereka bisa ngertiin tanpa judge. Dan belum tentu mereka bisa bantu, walaupun terkadang kalau kita curhat cuma pengen di dengar tanpa mesti di tolongin. Jadi paling aman, curhat ke Allah aja. (Percayalah ini teorinya gampang, tapi prakteknya butuh latihan terus menerus)

Tapi, kalau masalah kesehatan kalian biasanya curhat ke siapa? Apa tetap diam atau curhat ke Allah aja? Kalau Hani biasanya tetap diam, sekedar cerita simpel aja atau laporan biar di tolongin.

Lagipula biasanya minum teh anget bikinan ibu, dikerokin ibu kalo parah, terus tidur dengan baluran minyak yang hangat kaya bayi (hihi), udah deh abis itu mendingan. Alhamdulillah.

En kalau cek kesehatan palingan kalau di suruh. Karena biasanya dokter juga ngerasa aneh, kenapa nih bocah? Sehat tapi mau cek kesehatan. Atau ketika kita nanya-nanya, udah di kasih tatapan emak-emak jahat di sinetron. Padahal kan, cek kesehatan rutin mah penting keles dan nanya ke ahlinya kaga salah.

Hani pernah kan nanya ke dokter tht sekalian berobat, biasa bocah, kemasukan benda di kuping, jadi ke dokter deh. Nah, Hani tanya, "Dok, kalau ada temen kita yang kena sinus bakal ketularan gak?" Secara tuh temen Hani suka pakai gelas, sisir, handuk, semua berasa milik bersama. Udah di omelin sama Hani, masih aje. Kan jadi ngeri ketularan. 

Setelah tatapan kaget plus ya begitulah, beliau jawab, "Asal badannya lagi kuat, nggak bakal kena." Sebenernya mah ada kalimat lain yang langsung ngejudge interaksi antara Hani dan teman Hani. Tapi di sensor aja lah, intinya walaupun kamu suka interaksi yang deket banget, asal kekebalan tubuhnya lagi baik, aman lah.

Itu baru nanya yang kaya gitu ya, belum terlalu yang aneh-aneh penyakitnya. Apalagi nanya yang lain. Gimana orang pada segan buat nanya-nanya tentang kesehatannya. Tapi tenang, sekarang ada Tanya Marlo. Chatbot di aplikasi line yang bisa dengerin curhat kita, khususnya tentang kesehatan. 

Inget ya kesehatan aja curhatnya. Soalnya, Hani iseng curhat yang lain, jawabannya gini. Haha. Jangan di tiru ya, gengs.



Namanya juga chatbot. Ya doi mah jawab sesuai algoritma yang telah ditentukan saja. Tapi kalau kita pilih Konsultasi, akan ada Konselor yang mumpuni buat bantu menjawab ke gundah gulananya kita kaitan kesehatan. Kalau ini yang menjawab manusia asli ya, bukan bot.

Lagi-lagi, Hani nyobain kalau curhat selain kesehatan di balas atau tidak, ya di balas dan di ketawain juga. Haha. Iseng bet nanyanya sih.



Oh iya, Tanya Marlo ini beroperasi 24 jam dalam seminggu ya. Alias kaga ada liburnya.

Kalau kepo kenapa namanya Tanya Marlo, dih suka-suka yang bikin dong. Haha. Becanda. Karena para pembuatnya beranggapan kalo nama Marlo, nama anak muda banget gengs. Style-nya aja di buat anak muda banget kan tuh. Hehe..

Terus kalian masih belum paham juga cara penggunaannya? Sini dah Hani ajarin cara penggunaan chatbot Tanya Marlo.

1. Buka aplikasi Line. Kalau belum punya, bisa unduh di playstore.

2. Di search, cari Tanya Marlo.



3. Di add.



4. Tinggal pilih deh, mau ngomongin apa sih sama Marlo. Marlo siap membantu. Ada info, kuis, konsultasi, tes. Kalau info, akan membahas tentang info kaitan dengan masalah ini. Kalau udah baca-baca, bisa cek pengetahuan kita di kuis. Terus kalau mau konsultasi atau curhat- curhat, bisa klik konsultasi. Akan ada manusia asli yang jawab-in pertanyaan kita. Lalu, ada cek. Ada pendampingnya juga loh jika kita belum berani cek sendiri. Nanti akan di anterin ke klinik atau rs sesuai terdekat.

Dan pastinya ini GRATIS. Walaupun kalau konsultasi pake konselor atau menggunakan pendamping. Terus nih ya, segala kegiatan kalian bareng si Marlo cowo kece ini bersifat rahasia. Jadi, bebas coy mau ngeluarin uneg-uneg apa juga.

Gimana? Wis paham to? Oke kalau udah paham, buru geh praktekin chatbot pertama di Indonesia bahkan di dunia yang bahasannya tentang ini. Tsadesssttt...

Yo wis kalo masih belum paham, searching aja di twitter #TanyaMarlo, kemarin Selasa, 18/12/18 sempat jadi trending topik ketika press launching nya. Kali aja baca-baca itu lebih tercerahkan.

Kalau ada kritik dan saran bisa langsung aja kirim ke emailnya. Semoga aja ya, yang canggih-canggih buat kemudahan hidup kita makin banyak. Kan enak tuh konsultasi dimana aja, kapan aja, tanpa batasan.

Salam,


Hani, yang kepengen goodiebag-nya Tanya Marlo. Kayanya ucul. Haha.

Senin, 20 Agustus 2018

Face and Body (ngarep) Goals

Hulalalahula…


Hani mau share tips and tricks buat (makin) kurus. Tapi Hani kaga mau mejeng muka atau body Hani di postingan ini. Kalo mau kepo, bisa cek instagram atau twitter Hani di @nisaahani. Bisa di liat dah ya. Kaya gimana tampilan Hani. Itu ada muka Hani yang dempulan parah sampe yang jarang kena air dua hari. Haha.

Ini beberapa pengalaman face and body Hani:

1. Kalo sakit, Hani turun berat badannya. Yaeyalah.

2. Hani pernah rutin jalan pagi selama beberapa minggu hampir rutin tiap hari, hasilnya? Perut Hani ramping, cadas.

3. Hani kalau ngegym atau banyak gerak, badan Hani makin berisi sehat. Unyu-unyu baju engap. Haha.

4. Hani pernah kaga minat makan, minum air putih mulu. Bahkan nasi padang tak napsu. Kulit Hani jadi glowing banget. Bagus parah, bersih, kaga minyakan. Sekarang coba di terapin makin rajin minum air putih.

5. Walaupun suka olahraga atau gerak, Hani menghindari gerakan tangan, soalnya lebih cepet memicu kebentuk. Padahal Hani mau body goals tapi yang feminim howt gitchu.

6. Selama beberapa bulan terakhir Hani males makan nasi, alhasil, kurus cin, muka tirus, paha makin kaya SNSD. Hha.

7. Skip makan malam, bikin kurus.

8. Jadi vegan anti jerawat, kurus coy. Jadi, waktu itu Hani diet indomie, cokelat, kacang, telor, makanan manis, pedas, dairy. Kurus dah.

Apalagi ya, lupa sih. Tapi, sekarang mah malah pengen berisi unyu-unyu. Makanya, makan hayo atau di ajak kegiatan yang fisik, hayo. Hasilnya? Masih belum seberisi seteratur tahun lalu sih, tapi bismillah sehat selalu lah ya. Kalo ada yang bilang puasa, iyes gaes. Puasa geh. Biar badan sehat. Olahraga juga, makan yang teratur, jamnya dan menunya juga di atur. 

Pokoknya sehat itu harus, tapi namanya juga orang mah mau body n face goals. Ya kaga nape nape juga, yang penting usaha. Soalnya kan kalo kece kan tanda kita merawat pemberian dengan baik.


Salam,



Hani, yang pengen sehat dan cantik natural. Uhuy. Hihi

Sabtu, 17 Maret 2018

Mencegah anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran, kini tak lagi rewel kekamar mandi

Hulalalahula…

Udah lama ih gak bersua lewat blog, sekarang lebih fokus ke instgaram sih. [Follow ini yaks. hihi]

Oia, selain itu, Hani fokus meningkatkan diri di dunia nyata sih. hahaha. Alibi orang males nulis.

Terus saya lagi sibuk mau rencanain jalan-jalan. Walaupun belum tau kemana. Ada ide? Atau mau ngajak liburan bareng? Boleh kok. hoho.

Tapi kalau liburan sama saya, yang sabar ya. Apalagi kalau saya rewel mau ke kamar mandi gak kenal tempat. hahaha. Lagi ndaki aja bisa-bisanya boker atau pipis di semak-semak. Adoooh... agak memalukan sih. hahaha.

Eh, tapi tenang, sekarang mah ada Uri-cran berisi ekstrak buah Cranberry yang dapat mencegah Anyang-anyangan yang merupakan gejala awal Infeksi Saluran Kemih dan mencegah Infeksi Saluran Kemih berulang. Segala gejala kan mesti di waspadai, apalagi kaitan dengan kesehatan kewanitaan. Walaupun Hani mah belum sampai tahap anyang-anyangan atau sakit ketika buang air kecil, cuma kalau dingin gampang kebelet dan jadi rewel. Masih manusiawi lah. Ya, kan? hihi.

Nih ya, karena rewel kalau kebelet, Hani sampai searching tentang anyang-anyangan. Karena semua orang, laki-laki atau perempuan, memang dapat kemungkinan mengidap anyang-anyangan, namun ada yang lebih berisiko mengalami situasi ini, yaitu:
  • Wanita lebih berisiko mengidap anyang-anyangan karena saluran kencingnya lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

  • Wanita yang aktif secara seksual lebih berisiko mengidap anyang-anyangan.

  • Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi, terutama kontrasepsi diafragma dan spermisida.

  • Memiliki kelainan saluran kemih bawaan sejak lahir yang menyebabkan urine tidak dapat keluar dari tubuh secara normal atau mengalir kembali ke kandung kencing sehingga meningkatkan risiko.

  • Setelah masa menopause, risiko wanita terkena anyang-anyangan meningkat karena kurangnya kadar estrogen mengubah keadaan imun kandung kemih sehingga lebih rentan untuk terinfeksi.

  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat penyakit tertentu, seperti diabetes, sehingga menyebabkan tubuh tidak bisa melawan bakteri.

  • Mengalami penumpukan urine pada kandung kencing akibat sumbatan pada saluran kencing seperti pembesaran prostat yang menekan saluran kencing atau batu ginjal.

  • Orang yang menggunakan kateter untuk buang air kecil.

Ciri-ciri di atas, belum ada yang sesuai sih sama Hani. Tapi karena Hani keseringan kerja di ruangan dingin dengan level yang super duper. Jadi gampang kebelet mulu. Ya, wajarlah Hani cari tau dan mencoba minum Prive Uri-cran untuk mencegah Anyang-anyangan. 

wwwnisaahaniblogwordpresscomurichan

-Sedia Uri-Chan selama kerja-

Penyakit tuh gak kenal tua atau muda, wanita atau pria. Akan tetapi, risiko seorang wanita terkena anyang-anyangan sepanjang hidupnya mencapai 50%. Kebanyakan perempuan juga berisiko mengidap kondisi ini berulang kali bahkan hingga bertahun-tahun.

Memang apa sih penyebab anyang-anyangan atau penyebab sakit saat buang air kecil?

Emang sih kebanyakan faktor genetis dan biologis. Tapi bisa juga akibat bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Kurang terjaganya kebersihan organ kemaluan wanita yang bisa memicu masuknya bakteri E. coli ke dalam saluran kemih kita. Bakteri ini biasanya berasal dari dubur atau anus.

Hal ini disebabkan uretra atau saluran kencing pada wanita yang meneruskan urine dari kandung kemih ke bagian luar tubuh terletak dekat dengan anus. Membilas dari belakang ke depan mengakibatkan bakteri dari usus besar, seperti E.coli, dapat keluar dari anus dan masuk ke saluran kencing. Bakteri ini kemudian menginfeksi kandung kemih yang jika tidak segera diobati juga dapat menginfeksi ginjal.

Jika kebersihan pada celana dalam kurang terjaga dengan baik maka pertumbuhan bakteri juga akan semakin subur. Dan selain akibat masalah kebersihan, penyebab yang lainnya adalah kurangnya asupan minum air putih yang dapat menimbulkan resiko anyang-anyangan. Kekurangan minum air putih ini akan semakin parah jika disertai juga dengan aktivitas fisik yang sangat berat misalnya adalah melakukan olahraga dengan berlebihan dsb.

Terus tindakan pencegahan apa agar terhindar dari risiko anyang-anyangan atau penyebab sakit saat buang air kecil?


BUANG AIR KECIL

Jangan langsung tidur setelah berhubungan. Lima menit setelah berhubungan seksual sebaiknya segera membasuh organ intim dengan air yang mengalir, tidak hanya itu saja disarankan untuk segera buang air kecil agar kuman dan bakteri yang berusaha masuk ke dalam saluran kemih bisa luruh bersamaan dengan air kencing tersebut. (Walaupun belum nikah dan belum pernah berhubungan juga, ilmu baru yang perlu diperhatikan ini. hehe)

MENJAGA KEBERSIHAN

Sebaiknya pria maupun wanita menjaga kebersihannya, terutama jika ingin berhubungan seksual. Sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual sebaiknya organ intim dibersihkan terlebih dahulu. Membesrihkannya cukup dengan air yang bersih saja, basuhlah organ intim menggunakan air yang bersih. Jangan menggunakan sabun karena dikhawatirkan ph atau kadar keasamannya tidak sesuai dengan organ intim terutama vagina.

CEBOK DENGAN BENAR

Cebok dengan cara yang benar bisa menghindarkan anda dari infeksi saluran kemih. Kebanyakan orang menggunakan cara cebok yang salah yaitu dari belakang ke depan, padahal cebok yang benar adalah dengan cara depan ke belakang. Sehingga kuman dan bakteri tidak akan masuk ke vagina. Jika cebok dari arah belakang ke depan justru akan membawa semua kuman dan bakteri masuk ke dalam vagina sehingga rentan menyebabkan anyang-anyangan atau infeksi saluran kemih.

JANGAN MENAHAN BERKEMIH

Bahaya menahan kencing (berkemih) justru bisa membuat seseorang terkena infeksi dikarenakan menahan berkemih bisa membuat seseorang terkena batu ginjal. Batu ginjal merupakan salah satu penyebab seseorang terkena infeksi saluran kemih.

CELANA DALAM KETAT

Bakteri Chlamydia bisa muncul karena celana dalam yang ketat. Wanita yang sedang mengalami keputihan akan memiliki banyak bateri dan jamur di organ intimnya. Kondisi itu akan diperparah dengan penggunaan celana dalam yang ketat. Celana dalam yang ketat bisa menjadi penyebab anyang anyangan karena kuman dan bakteri saat keputihan bisa masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

MANDI DENGAN AIR YANG MENGALIR

Mandi dengan air yang mengalir bisa mencegah adanya infeksi saluran kemih. Alasannya adalah saat mandi menggunakan air yang mengalir kuman dan bakteri bisa luruh bersamaan dengan air yang diguyurkan. Sedangkan mandi dengan bath up bisa membuat kuman dan bakteri berada di dalam rendaman air di dalam bath up tersebut.

[sumber: http://www.uricran.co.id]

Eh, dari tadi Hani nyebut Prive Uri-cran. Memang apa sih itu?

Prive Uricran adalah minuman seduh atau kapsul dari ekstrak cranberry yang dapat mencegah Infeksi Saluran Kemih dan Infeksi Saluran Kemih Berulang. Dapat diminum kapanpun dan dimanapun.

Pada awalnya, sejak jaman terdahulu, cranberry digunakan untuk berbagai macam pengobatan, dikarenakan kandungannya yang amat sangat beragam dan bermanfaat bagi berbagai macam penyakit dan kondisi tubuh. Beberapa tahun terakhir ini, cranberry populer digunakan sebagai sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah seriawan, dan sebagai antioksidan. Dan kini ekstraknya mulai digunakan sebagai bahan dasar produk perawatan kecantikan dan kesehatan saluran kemih. Dan akhirnya pada bulan April 2004, lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA, mengizinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kencing. Hal ini dibuktikan oleh 4 uji klinis acak sempurna yang menyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kencing.

Kalau tanya rasanya, agak gimana ya? Asem sih, tapi oke-oke aja sih. hehe.

wwwnisaahaniblogwordpresscomurichan1

wwwnisaahaniblogwordpresscomurichan2

Jadi, sudah tau mau minum yang kapsul atau seduh?

Salam,



Hani, yang tak lagi rewel ke kamar mandi