nisaahani: blogger yang suka sharing review: Tenang! Ada Egg Freezing, Harapan Punya Anak Di Umur 30an Ke Atas

Minggu, 19 April 2026

Tenang! Ada Egg Freezing, Harapan Punya Anak Di Umur 30an Ke Atas


Postingan saya kali ini, saya mau memberi info tentang info Egg Freezing (pembekuan sel telur). Info yang saya share kali ini saya dapatkan dari acara Diskusi Santai: Kesehatan Reproduksi Perempuan bersama Sastya Wardani, CEO dan CO-Founder Ovy Health di Burgreens Menteng, pada hari Kamis, 16 April 2026.

Egg Freezing (Pembekuan Sel Telur)


Ketika diberi kesempatan untuk bertanya di acara, saya menanyakan tentang Egg Freezing yang saya tahu dari publik figur korea, yang ternyata di Indonesia juga ada yang melakukan hal tersebut, yaitu Luna Maya. Saya tanya beberapa hal, termasuk, apa ada batasan umur untuk melakukan Egg Freezing. Dan jawabannya adalah, selama masih ada sel telurnya, masih bisa banget dilakukan Egg Freezing. Umur 37an atau 40 juga masih bisa.

Cadangan sel telur normalnya akan mengalami penurunan dengan bertambahnya umur, untuk itu buat para perempuan yang ingin mempunyai anak tapi belum ada hilal buat menikah, ingin menjaga jarak antar anak atau alasan lain, bisa melakukan Egg Freezing (pembekuan sel telur). Nabung sel telur ini dilakukan saat sel telur masih berkualitas prima yang bisa jadi investasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan peluang kehamilan di usia lanjut.

Langkah pertama Egg Freezing adalah melakukan tes AMH (Anti-Mullerian Hormone), seperti tes darah, hanya sekitar 1 menit, dalam 3 jam juga hasilnya sudah bisa keluar, harganya sekitar 1 jutaan, dan bisa dilakukan di partner lab Ovy Health. Pemeriksaan kadar AMH ini digunakan untuk menilai cadangan ovarium (jumlah sel telur) yang bisa membantu dokter memperkirakan berapa banyak sel telur yang dapat dibekukan.

Prosedur Egg Freezing  tidak memerlukan waktu yang lama. Pertama dianestesi terlebih dahulu, kemudian perut pasien disuntik dengan jarum yang seperti jarum donor darah. Jarum berukuran besar gitu lah.

Untuk biayanya, saya pernah lihat itu sekitar 50jutaan dan ada biaya lagi pertahunnya selama masih ingin menyimpan sel telur.

Promil (Program Hamil)


Jika pasangan yang memang niat punya anak dan sudah berusaha, tapi 6 bulan setelah menikah belum hamil juga, bisa segera ke dokter. Yang ke dokter harus keduanya ya. Jangan hanya istrinya saja. Sebab, bisa jadi karena masalah sperma si suami. Jadi kalau belum hamil, belum tentu karena si istri, karena mungkin kendalanya ada di suami.

Lebih Proaktif Dalam Menjaga Kesehatan Reproduksi


Meski sekarang menurut saya sudah lebih banyak info yang meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi, tapi menurut data dari mili.eu pada Juni 2024, 85% perempuan di Asia Tenggara masih menghadapi keterbatasan dalam memahami kondisi tubuh mereka sendiri dan keterbatasan merencanakan masa depan. Top 3 kesehatan reproduksi yang kini sudah banyak yang aware, yaitu:
  • PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Sebuah gangguan hormonal yang menyebabkan tidak bisa berovulasi, tidak bisa dibuahi. Bisa dicek melalui usg. Tapi biasanya terlihat dari meningkatnya berat badan, badan yang lebih berbulu, serta berjerawat. Penyebabnya bisa dari terlalu berlebihan mengonsumsi minuman yang manis.
  • Endometriosis. Gejalanya bisa berupa sakit keram saat mens yang sampai tidak bisa jalan, anyang-anyangan, dll.
  • Kista miom. Ada beberapa hal yang menyebabkan ini, yaitu genetik saat lahir, tumbuh sendiri seiringnya berjalannya waktu karena hormon, bahkan bisa karena jarang terkena matahari.

Hampir 50% penduduk Indonesia saat ini perempuan, sehingga topik kesehatan hormon dan nutrisi menjadi sangat penting. Masalah kesehatan reproduksi dan menurunnya angka kelahiran bayi di Indonesia sejak tahun 1970an juga sangat penting. Meski memang ada faktor sosial, ekonomi, kesehatan, perubahan gaya hidup, kesehatan, peningkatan usia pernikahan yang menyebabkan hal itu terjadi.

Ovy Health


Buat kalian yang butuh pendampingan untuk egg freezing, IVF (bayi tabung), medical check up, lab test, hormon balance, wellness program bisa langsung kontak Ovy Health. Karena Ovy Health adalah platform kesehatan reproduksi di Asia Tenggara yang terintegrasi. Dengan gabungan pendekatan teknologi, edukasi, dan empati, Ovy Health membantu perempuan di Asia Tenggara mengambil kendali atas perjalanan kesehatan yang lebih proaktif dan terarah.

Aplikasi Ovy Health



Selain itu, Ovy Health punya aplikasi yang bisa jadi asisten fertilitas dan kesehatan perempuan didukung oleh AI. Dengan fitur sebagai berikut:
  • Pelacak siklus haid
  • Prediksi masa subur
  • Interaksi dengan dokter dan layanan kesehatan
  • Chat dengan virtual nurse
  • Singkronisasi data kesehatan

Penutup


Di momen Kartini ini, yuk, kita lebih peduli dengan kesehatan reproduksi! Lebih empati juga dengan tidak bertanya kapan punya anak, kapan nambah anak, atau bahkan kapan menikah. Karena kita gak pernah tahu tantangan hidup setiap orang. Kalau tidak bisa kasih solusi, lebih baik diam.

Buat yang sudah punya anak, selamat ya! Yuk, didik dan berikan yang terbaik! Ini berlaku tidak hanya untuk perempuan, tapi juga laki-laki. Karena anak bukan hanya tanggung jawab si ibu, tapi bapak juga.

Terus, buat kalian yang butuh layanan pendampingan, bisa kontak Ovy Health ya! Dan, jangan lupa download aplikasi Ovy Health! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)