nisaahani: blogger yang suka sharing review: Mabar Ramadan Bersama Kemenag RI: Moderasi Asyik

Senin, 02 Maret 2026

Mabar Ramadan Bersama Kemenag RI: Moderasi Asyik

Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI

Kamis, 26 Februari 2026, Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Kemenag RI mengadakan event dengan tema Navigasi Moderasi di Era Digital: “Melindungi Generasi dari Infiltrasi Ekstremisme”. Acara diselenggarakan di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI, ruang Auditorium lantai 4.

Moderasi Asyik


Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A.
Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A.

Acara diawali dengan sambutan dari Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A. (Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah). Beliau mengajak untuk berkolaborasi dan berpartisipasi, sehingga dakwah tidak hanya satu arah, tapi juga tercipta ruang dialog serta pendekatan lainnya yang kreatif.

Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. Dirjen Bimas Islam Kemenag RI
Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. Dirjen Bimas Islam Kemenag RI

Selanjutnya, acara dibuka oleh Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. (Dirjen Bimas Islam Kemenag RI). Pak Dirjen mengajak beragama dan menyampaikan agama dengan cara yang asyik, tidak menakut-nakuti. Karena jika direnungkan, Allah pun membuat aturan agama yang asyik. Beliau juga mengajak agama dan rukun Islam jadi fondasi moral, serta punya toleransi dan kepedulian yang tinggi.


Diskusi Interaktif



Muhammad Syafaat
Muhammad Syafaat

Setelah break sholat Ashar, acara dilanjutkan dengan talkshow. Dipandu oleh Kang Muhammad Syafaat (Ketua Sub Tim Penanganan Konflik Keagamaan, Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PKK) Direktorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Kemenag RI), dengan narasumber:
  • Kang Pipit Aidul Fitriyana, Peneliti dari Maarif Institute
  • Kang Eki dari Badan Nasional Penanganan Terorisme, Densus 88 POLRI

Kang Eki
Kang Eki dari Badan Nasional Penanganan Terorisme, Densus 88 POLRI

Pipit Aidul Fitriyana
Pipit Aidul Fitriyana

Kang Eki bilang, sekarang penyebaran ideologi radikal bisa dari media sosial dan juga game online. Sedangkan, Kang Pipit mengatakan ada Faktor 3P yang membuat orang berbuat ekstremisme, yaitu:
  • Pendorong (Push): bisa dari lingkungan, ekonomi, keluarga, ketidakadilan, keyakinan, dll
  • Penarik (Pull): tergiur dari ajakan yang menarik, mendapat imbalan materi, janji surga, prestise, dll
  • Personal: bisa dari trauma, kesepian, galau, psikologis, dll

Belajar dari kasus ekstremisme di Jakarta dan Kubu Raya, Kalimantan Barat, para pelaku bukanlah seseorang yang beragama secara ekstrim, tapi karena faktor psikologis. Jadi sekarang tuh yang berbuat ekstrim bisa dari banyak faktor.


Wisata Literasi Berkeliling Galeri, Museum Sejarah Al-Qurán, dan Melihat Kecanggihan Mesin Cetak Modern



Setelah talk show, kita semua turun ke lantai 3 untuk berkeliling. Ruangan pertama yang saya masuki adalah Ruang Sejarah dan Budaya. Seperti museum tampilannya. Menarik sekali!

Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI

Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI

Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI

Lalu, saya ke Ruang Baca Tulis. Di sana ada sofa dan meja yang nyaman untuk membaca. Saat ini Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) sedang tidak dibuka untuk umum, tapi semoga soon bisa dibuka untuk umum ya. Karena nyaman banget kayaknya buat belajar terkait agama Islam.

Museum Sejarah Al-Qurán

Museum Sejarah Al-Qurán

Museum Sejarah Al-Qurán

Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI

Kemudian, saya turun ke lantai 2. Di sana ada kaligrafi-kaligrafi yang terpajang estetik serta ada Ruang Sejarah Al-Qurán yang berisikan aneka Al-Qurán dari masa ke masa. Di lantai ini kita juga bisa melihat cetak Al-Qurán.

Mesin Cetak Modern

Mesin Cetak Modern

Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI

Berbuka Puasa dengan Menu Kuliner Nusantara


bukber

Selesai berkeliling Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), kita lalu berbuka puasa bersama dengan menu nusantara yang menggoyang lidah.


Penutup


Yak, seperti itu kurang lebih cerita saya mengikuti acara Navigasi Moderasi di Era Digital: “Melindungi Generasi dari Infiltrasi Ekstremisme”. Meskipun kata-katanya Mabar Ramadan, tapi di sini kita main barengnya bukan main game online, melainkan mabar berkeliling Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), bukber, serta berdiskusi supaya saat main game online terhindar dari paparan ekstremisme.

Yuk, kita bijak saat bermain game dan menyaring informasi dengan baik! Jangan sampai gara-gara bermain game jadi terpengaruh dengan pengaruh buruk dari teman di game yang mungkin kita tidak tahu wujud aslinya dia siapa dan berniat buruk. Serta, moderasi asyik! Supaya semakin tinggi toleransi di antara umat beragama.

Follow instagram @bpkiurais @urusanislam ya untuk info lebih lanjut!

19 komentar:

  1. Wah, seru banget acaranya! Konsep "mabar"-nya unik, bukan main game online, tapi malah keliling Unit Percetakan Al-Qur'an sambil dapat ilmu soal bahaya ekstremisme di era digital. Diskusinya juga keren, apalagi ada narasumber langsung dari Densus 88 yang cerita soal penyebaran ideologi radikal lewat media sosial dan game online, jadi makin aware deh! Ditutup dengan bukber menu nusantara, makin sempurna Ramadannya! 🙌

    BalasHapus
  2. Suasana di bulan ramadan ini terlihat sangat istimewa. Apalagi bersama orang orang yang positif pasti semuanya seru. Dari temanya aja sangat relavan dengan kehidupan yang sekarang. Cocok untuk dipelajari.

    BalasHapus
  3. Wah, keren ini...Mabar Ramadan bersama Kemenag RI sebuah upaya kreatif pemerintah untuk mengajak generasi muda memahami dan merayakan Ramadan secara inklusif, moderat, dan penuh makna

    BalasHapus
  4. Ternyata singkatan "Mabar" di sini unik banget, yaitu Makan Bareng sekaligus Masak Bareng di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Ciawi.
    Momen buka puasa bersamanya terasa hangat dan humanis banget, apalagi ada kesempatan melihat langsung proses cetak Al-Qur'an yang luar biasa itu. Kegiatan seperti ini beneran bikin Ramadan makin bermakna dan mempererat silaturahmi dengan cara yang santai tapi tetap edukatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mabarnya tetep main bareng. Main bareng menambah ilmu! Dan, makan bareng juga bisa sih. hehe

      Hapus
  5. Ini catchy banget acara bukber nya dengan pake judul Mabar, jadinya anak-anak muda kayanya bakal tertarik kalau diadakan acara serupa lagi. Programnya juga bermanfaat pastinya, karena kita diajak mengenal dunia percetakan Al-Qur'an

    BalasHapus
  6. Program Mabar Ramadan dari Kemenag ini benar-benar membawa angin segar ya. Media dakwah memang sebaiknya dibuat 2 arah dan dikemas sekreatif mungkin. Supaya bisa lebih menyenangkan bagi kita yang ingin lebih mengenal agama.

    BalasHapus
  7. Rejeki banget deh Mba, bisa mencicipi pengalaman mampir ke sebuah ruangan ala museum Al-Qur'an begini. Apalagi kaaann lokasinya belum dibuka untuk umum. Sebuah pengalaman berharga banget bisa berkesempatan hadir dalam event yang menambah wawasan serta pemahaman begini.

    BalasHapus
  8. Konsep main bareng yang beneran penuh manfaat nih
    Kalau penyelenggara kemenag senang bisa akses ke tempat pembuatan cetak Al Qur'an pasti itu jadi pengalaman tidak akan terlupakan ya

    BalasHapus
  9. Wah aku kudet banget, nggak denger soal kasus ekstremisme di Jakarta dan Kubu Raya. Kejadiannya baru2 ini mbak? Ketutup sama berita Pak Wowo masuk BoP sih, ini lebih ekstrem imho hihihi.
    Jadi keinget zaman dahulu suka ada isu radikal radikul via rohis, eh, sekarang merambah dunia game ya. Emang keknya sekarang kalau nggak waspada semua orang bisa ketarik/ ketrigger, apalagi kalau dijanjiin banyak hal muluk2 di masa serba susah kek sekarang.
    BTW asyik bener bisa keliling Museum Sejarah Al Quran. Bisa melihat mesin cetaknya juga. Bisa mendapatkan informasi mengenai proses produksi Al Quran juga ya?

    BalasHapus
  10. Seru juga ya ini selain talkshow juga bisa berkeliling area UPQ, bisa jadi nambah pengetahuan mengenai cara cetak Al-Quran dan sejarah pencetakannya di Indonesia

    BalasHapus
  11. Seru juga konsep mabar di bulan Ramadan, apalagi kalau tujuannya tetap positif dan mempererat kebersamaan. Sekarang memang pendekatannya harus lebih kreatif supaya bisa menjangkau anak muda

    BalasHapus
  12. Menarik sekali acara acara Navigasi Moderasi di Era Digital: “Melindungi Generasi dari Infiltrasi Ekstremisme”. Sangat dibutuhkan buat para generasi muda agar tidak mudah terpengaruh terutama sekarang eranya game, jadi bisa memfilter mana yang baik dan buruk.

    Keseluruhan acaranya seru dan bermakna juga ya, ada bukber nya pula, mantap.

    BalasHapus
  13. Acaranya seru banget... Selain ada acara talkshow juga bisa ngelihat galeri². Kok aku takjub dengan tulisan kaligrafi. Cakeeep bangeeett itu. Entah suka sekali lihat ssni kaligrafi dari dulu. Mau kaligrafi dari timur tengah, asia sampai eropa.. kayaknya seninya tuh cakepp.. 😍

    Serunya lagi ada bukber dengan kuliner nusantara.. 🥰

    BalasHapus
  14. Sangat menarik ini acaranya. Bermanfaat lahir batin hehe ... perutnya terisi serta hati dan otaknya juga terisi.

    BalasHapus

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)