Kamis, 26 Februari 2026, Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Kemenag RI mengadakan event dengan tema Navigasi Moderasi di Era Digital: “Melindungi Generasi dari Infiltrasi Ekstremisme”. Acara diselenggarakan di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kemenag RI, ruang Auditorium lantai 4.
Moderasi Asyik
Acara diawali dengan sambutan dari Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A. (Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah). Beliau mengajak untuk berkolaborasi dan berpartisipasi, sehingga dakwah tidak hanya satu arah, tapi juga tercipta ruang dialog serta pendekatan lainnya yang kreatif.
![]() |
| Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. Dirjen Bimas Islam Kemenag RI |
Selanjutnya, acara dibuka oleh Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M. Ag. (Dirjen Bimas Islam Kemenag RI). Pak Dirjen mengajak beragama dan menyampaikan agama dengan cara yang asyik, tidak menakut-nakuti. Karena jika direnungkan, Allah pun membuat aturan agama yang asyik. Beliau juga mengajak agama dan rukun Islam jadi fondasi moral, serta punya toleransi dan kepedulian yang tinggi.
Diskusi Interaktif
![]() |
| Muhammad Syafaat |
Setelah break sholat Ashar, acara dilanjutkan dengan talkshow. Dipandu oleh Kang Muhammad Syafaat (Ketua Sub Tim Penanganan Konflik Keagamaan, Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PKK) Direktorat Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Kemenag RI), dengan narasumber:
- Kang Pipit Aidul Fitriyana, Peneliti dari Maarif Institute
- Kang Eki dari Badan Nasional Penanganan Terorisme, Densus 88 POLRI
![]() |
| Kang Eki dari Badan Nasional Penanganan Terorisme, Densus 88 POLRI |
![]() |
| Pipit Aidul Fitriyana |
Kang Eki bilang, sekarang penyebaran ideologi radikal bisa dari media sosial dan juga game online. Sedangkan, Kang Pipit mengatakan ada Faktor 3P yang membuat orang berbuat ekstremisme, yaitu:
- Pendorong (Push): bisa dari lingkungan, ekonomi, keluarga, ketidakadilan, keyakinan, dll
- Penarik (Pull): tergiur dari ajakan yang menarik, mendapat imbalan materi, janji surga, prestise, dll
- Personal: bisa dari trauma, kesepian, galau, psikologis, dll
Belajar dari kasus ekstremisme di Jakarta dan Kubu Raya, Kalimantan Barat, para pelaku bukanlah seseorang yang beragama secara ekstrim, tapi karena faktor psikologis. Jadi sekarang tuh yang berbuat ekstrim bisa dari banyak faktor.
Baca juga: Ekosistem halal saat haji ataupun umroh
Wisata Literasi Berkeliling Galeri, Museum Sejarah Al-Qurán, dan Melihat Kecanggihan Mesin Cetak Modern
Setelah talk show, kita semua turun ke lantai 3 untuk berkeliling. Ruangan pertama yang saya masuki adalah Ruang Sejarah dan Budaya. Seperti museum tampilannya. Menarik sekali!
Lalu, saya ke Ruang Baca Tulis. Di sana ada sofa dan meja yang nyaman untuk membaca. Saat ini Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) sedang tidak dibuka untuk umum, tapi semoga soon bisa dibuka untuk umum ya. Karena nyaman banget kayaknya buat belajar terkait agama Islam.
Kemudian, saya turun ke lantai 2. Di sana ada kaligrafi-kaligrafi yang terpajang estetik serta ada Ruang Sejarah Al-Qurán yang berisikan aneka Al-Qurán dari masa ke masa. Di lantai ini kita juga bisa melihat cetak Al-Qurán.
Berbuka Puasa dengan Menu Kuliner Nusantara
Selesai berkeliling Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), kita lalu berbuka puasa bersama dengan menu nusantara yang menggoyang lidah.
Baca juga: Institut Kemandirian Dompet Dhuafa
Penutup
Yak, seperti itu kurang lebih cerita saya mengikuti acara Navigasi Moderasi di Era Digital: “Melindungi Generasi dari Infiltrasi Ekstremisme”. Meskipun kata-katanya Mabar Ramadan, tapi di sini kita main barengnya bukan main game online, melainkan mabar berkeliling Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), bukber, serta berdiskusi supaya saat main game online terhindar dari paparan ekstremisme.
Yuk, kita bijak saat bermain game dan menyaring informasi dengan baik! Jangan sampai gara-gara bermain game jadi terpengaruh dengan pengaruh buruk dari teman di game yang mungkin kita tidak tahu wujud aslinya dia siapa dan berniat buruk. Serta, moderasi asyik! Supaya semakin tinggi toleransi di antara umat beragama.
Follow instagram @bpkiurais @urusanislam ya untuk info lebih lanjut!


















Wah, seru banget acaranya! Konsep "mabar"-nya unik, bukan main game online, tapi malah keliling Unit Percetakan Al-Qur'an sambil dapat ilmu soal bahaya ekstremisme di era digital. Diskusinya juga keren, apalagi ada narasumber langsung dari Densus 88 yang cerita soal penyebaran ideologi radikal lewat media sosial dan game online, jadi makin aware deh! Ditutup dengan bukber menu nusantara, makin sempurna Ramadannya! 🙌
BalasHapusIyaa. Seruuu
HapusSuasana di bulan ramadan ini terlihat sangat istimewa. Apalagi bersama orang orang yang positif pasti semuanya seru. Dari temanya aja sangat relavan dengan kehidupan yang sekarang. Cocok untuk dipelajari.
BalasHapusBener bangett
HapusWah, keren ini...Mabar Ramadan bersama Kemenag RI sebuah upaya kreatif pemerintah untuk mengajak generasi muda memahami dan merayakan Ramadan secara inklusif, moderat, dan penuh makna
BalasHapusBetul banget mbaa
HapusTernyata singkatan "Mabar" di sini unik banget, yaitu Makan Bareng sekaligus Masak Bareng di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Ciawi.
BalasHapusMomen buka puasa bersamanya terasa hangat dan humanis banget, apalagi ada kesempatan melihat langsung proses cetak Al-Qur'an yang luar biasa itu. Kegiatan seperti ini beneran bikin Ramadan makin bermakna dan mempererat silaturahmi dengan cara yang santai tapi tetap edukatif.
Mabarnya tetep main bareng. Main bareng menambah ilmu! Dan, makan bareng juga bisa sih. hehe
HapusIni catchy banget acara bukber nya dengan pake judul Mabar, jadinya anak-anak muda kayanya bakal tertarik kalau diadakan acara serupa lagi. Programnya juga bermanfaat pastinya, karena kita diajak mengenal dunia percetakan Al-Qur'an
BalasHapusIyaa, ada aja idenyaa
HapusProgram Mabar Ramadan dari Kemenag ini benar-benar membawa angin segar ya. Media dakwah memang sebaiknya dibuat 2 arah dan dikemas sekreatif mungkin. Supaya bisa lebih menyenangkan bagi kita yang ingin lebih mengenal agama.
BalasHapusRejeki banget deh Mba, bisa mencicipi pengalaman mampir ke sebuah ruangan ala museum Al-Qur'an begini. Apalagi kaaann lokasinya belum dibuka untuk umum. Sebuah pengalaman berharga banget bisa berkesempatan hadir dalam event yang menambah wawasan serta pemahaman begini.
BalasHapusKonsep main bareng yang beneran penuh manfaat nih
BalasHapusKalau penyelenggara kemenag senang bisa akses ke tempat pembuatan cetak Al Qur'an pasti itu jadi pengalaman tidak akan terlupakan ya
Wah aku kudet banget, nggak denger soal kasus ekstremisme di Jakarta dan Kubu Raya. Kejadiannya baru2 ini mbak? Ketutup sama berita Pak Wowo masuk BoP sih, ini lebih ekstrem imho hihihi.
BalasHapusJadi keinget zaman dahulu suka ada isu radikal radikul via rohis, eh, sekarang merambah dunia game ya. Emang keknya sekarang kalau nggak waspada semua orang bisa ketarik/ ketrigger, apalagi kalau dijanjiin banyak hal muluk2 di masa serba susah kek sekarang.
BTW asyik bener bisa keliling Museum Sejarah Al Quran. Bisa melihat mesin cetaknya juga. Bisa mendapatkan informasi mengenai proses produksi Al Quran juga ya?
Seru juga ya ini selain talkshow juga bisa berkeliling area UPQ, bisa jadi nambah pengetahuan mengenai cara cetak Al-Quran dan sejarah pencetakannya di Indonesia
BalasHapusSeru juga konsep mabar di bulan Ramadan, apalagi kalau tujuannya tetap positif dan mempererat kebersamaan. Sekarang memang pendekatannya harus lebih kreatif supaya bisa menjangkau anak muda
BalasHapusMenarik sekali acara acara Navigasi Moderasi di Era Digital: “Melindungi Generasi dari Infiltrasi Ekstremisme”. Sangat dibutuhkan buat para generasi muda agar tidak mudah terpengaruh terutama sekarang eranya game, jadi bisa memfilter mana yang baik dan buruk.
BalasHapusKeseluruhan acaranya seru dan bermakna juga ya, ada bukber nya pula, mantap.
Acaranya seru banget... Selain ada acara talkshow juga bisa ngelihat galeri². Kok aku takjub dengan tulisan kaligrafi. Cakeeep bangeeett itu. Entah suka sekali lihat ssni kaligrafi dari dulu. Mau kaligrafi dari timur tengah, asia sampai eropa.. kayaknya seninya tuh cakepp.. 😍
BalasHapusSerunya lagi ada bukber dengan kuliner nusantara.. 🥰
Sangat menarik ini acaranya. Bermanfaat lahir batin hehe ... perutnya terisi serta hati dan otaknya juga terisi.
BalasHapus