nisaahani: Main ke Museum Pertanian Bogor yang Baru Buka, Bikin Pengen Jadi Petani Cantik. Haha.

Senin, 29 April 2019

Main ke Museum Pertanian Bogor yang Baru Buka, Bikin Pengen Jadi Petani Cantik. Haha.


Hai, senin yang lalu (22 April 2019), saya mendatangi Museum yang baru di resmikan. Berlokasi di Bogor, Museum yang baru buka ini di namakan Museum Pertanian. Pas banget sama Kota Hujan ini, yang menurut saya identik banget sama pertaniannya. Entah kenapa, saya tiap denger Bogor ya yang keingetan sama Kampus Pertaniannya. Hehe.


(foto ketika acara sambutan, ucapan selamat datang, pemberian penghargaan, dll)

Acara pembukaan dan peresmian Museum Pertanian yang berlangsung dari pagi sampai dengan siang hari ini, dihadiri banyak instansi terkait beserta para undangan VIP. Ada dari Kedubes Belanda, mantan menteri, dan orang penting lainnya, termasuk saya. Haha. Aamiin-in dong, gengs, biar bisa segera jadi pejabat atau orang penting gitu. Minimal penting di hatimu lah. Hahaha. Jayus

Oke next...

Isi Museum Pertanian

Museum Pertanian memiliki empat galeri utama. Galeri di lantai pertama itu ada Galeri Pangan dan Peradaban Pertanian. Pada lantai awal ini menampilkan sejarah serta komoditas dalam bentuk diorama. Berasa balik ke masa lampau deh dan penataannya masih seperti museum pada umumnya yang sudah buka lebih dahulu.


Sedangkan, di lantai 2-nya, ada Galeri Kebijakan dan KomoditasDi sini, kita di suguhkan rasa adanya perkembangan dari pertanian Indonesia, mulai sejak era Belanda sekitar tahun 1600-1945 hingga perkembangan pertanian pada era setelah kemerdekaan. Bahkan ada area coffee corner kopi, teh, dan kakao khas Indonesia. Kopinya benar-benar kopi beraneka ragam asli Indonesia. Buat pecinta kopi, ini bisa jadi wisata icip-icip kopi juga nih.

(beberapa hasil komoditas pertanian Indonesia yang melimpah)


Dan di lantai 3, ada Galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045. Di sini kita di sajikan pertanian ala masa depan, pertanian di zaman 4.0 ke atas. Seperti bagaimana penggunaan drone untuk membantu pertanian, market smart farming hingga atutonomous tractor, yaitu traktor yang menggunakan sistem GPS berbasis Real TIme Kinematika. Sedap. Kaya Indonesia bisa memimpin pertanian dunia. Bismillah bisa lah ya. Kan kita alhamdulillah sudah unggul dengan tanahnya yang subur. Jadi tanaman yang bisa tumbuh beraneka ragam. Tinggal manusianya saja nih, sejauh mana mereka mau mengelola. Tapi dengan adanya Museum Pertanian ini, bisa lah ya kembali meningkatkan gelora jiwa pertanian anak muda.

Museum Pertanian Instagramable dan Penuh Inspirasi untuk Anak Zaman Now

Sebenarnya, Museum Pertanian bukan hanya bagus untuk foto-foto dan di pajang di sosial media kita. Bukan bebs. Museum Pertanian lebih dari itu. Karena tema Museum Pertanian ini connecting the past to the future. Jadi kita di ajak bertolak dari masa lalu dan menapak ke masa depan. Yang harapannya bisa jadi sumber inspirasi generasi muda.

Penataan dan penyajian Museum Pertanian ini cukup lengkap dan kekinian menurut saya. Jadi lebih menarik anak muda dan orang yang masih berjiwa muda untuk belajar pertanian dari sejarahnya  dulu bagaimana, lalu bagaimana di masa sekarang, dan di masa depan nanti.

Saya bilang kekinian karena di sini tidak hanya di tampilkan foto-foto pertanian yang kesannya hanya menampilkan sejarah saja. Di Museum Pertanian ada video pendek, diorama, poster, dan artefak. Tempat nontonnya pun dibuat cozy untuk sekedar santai sejenak. Beneran bisa jadi wisata edukasi yang nyaman, apalagi tersedia lift.






(bahkan di Museum Pertanian ada pohon harapan dan beberapa spot yang memang disediakan khusus untuk foto)

Selain bisa mendapat informasi tentang pertanian, di Museum Pertanian ada rooftop untuk menikmati panorama Gunung Salak dan tersedia Gazebo juga. Selain itu, ada sarana edukasi hidroponik pula di atas gedung. Jadi bisa menambah koleksi foto. Hihi.

Pulang dari Museum Pertanian, saya yang lumayan hobi menanam dan kegiatan go green, jadi pengen punya rumah sendiri yang luas. Terus ditanam aneka ragam buah, sayur, dan bunga dengan bebas deh. Lalu, bikin pupuk sendiri dari sampah organik. Jadi, makan hasil tanaman sendiri, kalau bisa di jual juga. Seru kayanya. Di doain saja dulu deh sekarang.

***

Yak, kira-kira seperti itu cerita perjalanan main saya ke Museum Pertanian Bogor yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda no.98, Bogor. Patokannya Museum Tanah saja kalau mau ke sini, jika belum terditek gugel. Karena lokasi Museum Pertanian satu kompek dengan Museum Tanah, dan dekat dengan Kebun Raya Bogor. Untuk jam bukanya senin-jum'at pukul 08.00-16.00. Tutup sabtu dan minggu. Lalu, untuk sementara ini bebas tiket masuk.

Oke deh see yaaa... 

Salam,


Hani, calon juragan pemasok bahan pangan organik. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)