nisaahani: Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK

Jumat, 24 Mei 2019

Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK


Pada tanggal 17 Mei 2019 kemarin atau dikenal sebagai Hari Hipertensi Sedunia, saya dan beberapa blogger duduk bareng untuk mendengar dan mengenal lebih dalam tentang hipertensi. 

Know Your NumberKendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK

Yap, kalimat di atas adalah tema Hari Hipertensi Sedunia tahun ini. Dengan tema eye cathing, diharapkan masyarakat lebih tertarik berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan serta pengendalian hipertensi. 

Karena di Indonesia, Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Sampai-sampai disebut sebagai The Silent Killer. Itu predikat yang tepat sepertinya, di karenakan penyakit ini menyerang manusia tapi sering tidak terasa keluhannya, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Dengan narasumber yang berkompeten yaitu: dr. Lusiani, SpPD,K-KV,FINASIM (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia), dr. Cut Putri Arianie, MHKes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular), dan dr. Tunggul Situmorang, Sp.PD-KGH,FINASIM (Perhimpunan Hipertensi Indonesia).

(Para narasumber)

Kita membahas cara mencegah dan mengendalikan hipertensi dengan CERDIK dan PATUH. Aseeekkk. Apaan tuh kepanjangannya?


CERDIK = Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisok, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.

PATUH = Periksa kesehatan secara berkala, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap diet sehat dan gizi seimbang, Upayakan beraktifitas fisik dengan aman, Hindari merokok, minum-minuman berakohol dan zat karsinogenik.

Itu gengs kepanjangannya CERDIK dan PATUH. Gimana, sudah dilakukan belum?

Karena memang mesti self awareness sih. Langkah simpelnya, kalian ukur tekanan darah secara rutin, jaga emosi, dan punya lifestyle yang baik nan sehat.


Tapi kalau kalian sudah tervonis terkena penyakit hipertensi, kalian mesti minum obat secara rutin, teratur ke fasyankes, minum obat dari dokter, jangan lupa minum obat dll.


Memang terkadang penderita telah merasa sehat, jadi tidak minum obat lagi. Padahal penderita mesti mengikuti anjuran dokter, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Terus, jika kalian mencoba datang ke pengobatan alternatif sebagai penyeimbang tidak sepenuhnya salah sih. Tapi lebih baik ke dokter ahli. Apalagi pengobatan alternatif belum semuanya terjamin ampuhnya. Nanti malah kenapa-kenapa lagi. Sudah ke dokter saja ya.


Karena, pemerintah juga selalu meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan untuk masyarakat. Seperti: membantu meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, optimalisasi sistem rujukan, peningkatan mutu layanan kesehatan, membuat layanan terpadu ptm, pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan monitoring faktor resiko hipertensi melalui posbindu ptm yang diselenggarakam di masyarakat, tempat kerja dan institusi. So, kalo kalian ngerasa belum mampu beli obat atau obatnya tidak tersedia di fasyankes, langsung lapor yak.


Karena penyakit hipertensi jika dibiarkan, organ tubuh lainnya bisa jadi target terkena penyakit. Seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah arteri perifer. Jadi rentan terkena stroke dan penyakit berbahaya lainnya.


Serem kan ya, the silent killer ini? Makanya yuk cek kesehatan kita secara rutin dan jaga lifestyle kita. Tapi kalau kalian sudah terkena penyakitnya, tetap semangat ya.


Segitu saja dulu ya share tentang hipertensi-nya. Duduuu.


Salam,


Hani, yang jadi pengen rutin olahraga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)