nisaahani: Workshop membuat konten kreatif bersama Kominfo dan Hankam | Adanya toleransi dalam kegiatan bangunin sahur, tetap akur walaupun berbeda.

Selasa, 21 Mei 2019

Workshop membuat konten kreatif bersama Kominfo dan Hankam | Adanya toleransi dalam kegiatan bangunin sahur, tetap akur walaupun berbeda.

Beberapa tahun terakhir, setiap sahur di komplek perumahan saya ada tradisi membangunkan masyarakat sekitar secara berkeliling.

Dengan perlengkapan seadanya dan nada sebisanya, mereka teriak-teriak membangunkan sahur serta membunyikan beberapa alat agar meriah.

Berisik? Jangan ditanya lagi. Sangat berisik dan bikin kaget jika tidak terbiasa. Tapi sangat terbantu juga, agar terbangun untuk sahur. Jadi, kita tidak bisa melarang juga.

Kita sebagai warga pun menghargai niat baik anak-anak muda dalam usaha membangunkan kita. Walaupun setelahnya akan dimintakan sumbangan.

Tapi yang mesti diapresiasi adalah para warga yang tidak melakukan puasa, tidak marah dengan keributan yang ada selama sebulan ini. Mungkin mereka terganggu tidurnya, tapi tidak berkomentar negatif dengan kegiatan tersebut.

Sederhana sih, tapi ini salah satu bentuk toleransi yang mesti dihargai. Eh, tapi bukan berarti warga yang muslim di daerah saya tidak melakukan toleransi ya.

Karena warga yang muslim di daerah sekitar saya membebaskan warga non muslim untuk melakukan ibadahnya. 

Bahkan jika mereka melakukan kegiatan keagamaan menggunakan mic yang suaranya bisa didengar sampai beberapa gang dan dilakukan hampir seharian, kita tidak masalah.

Alhamdulillah kita super rukun. Beda pandangan politik pun kita berdiskusi dengan cerdas. Tidak ada paksaan. Lingkungan yang lumayan nyaman dan bertoleransi.

Sooo, jika di sosmed, kayanya pada kaga akur kubu kanan kiri atau jika bahasannya agama. No bebs. Masih banyak masyarakat Indonesia bertoleransi dengan baik.

***

Btw, kenapa tiba-tiba saya bahas toleransi? Karena saya lagi di acara Workshop Produksi dan Diseminasi.


Jadi, di sini, selain diberi pengetahuan cara membuat konten yang baik oleh Om Wicaksono atau yang biasa dikenal Ndoro Kakung, kita juga membahas tentang Kominfo dan Hankam.

Berat banget kan? Haha. Tapi saya mengambil cerita sisi toleransi di sekitar saya saja, menggunakan bahasa saya sehari-hari yang berubah sedikit-sedikit setelah mendapat materi.

Karena kalau dengar materi Pak Dikdik Sadaka (Kepala Sub direktorat Pertananan Keamanan Dir. Infokom Polhukam IKP Kominfo), Kol Beben Nurpadillah Kabid Media Massa Deputi 7 KemenkoPulhukam, dan Yan Kurniawan dari Drone Emprit, terlalu berat. Haha. Monmaap.

Tapi walaupun begitu, acara ini mesti sering-sering diadain. Karena saya pribadi jadi tertantang dengan materi yang berat, tapi saya mesti membuat output yang sederhana.

Tulisan ini pun walaupun dibuat secara singkat selama acara, tapi saya jadi tertantang berpikir dan menulis secara cepat.

Pokoke, makasih bplus.com, Kominfo, Hankam, dan pihak lain yang terlibat.

Salam,

Hani, yang jarang menulis kilat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)