nisaahani: blogger milenial yang suka sharing review: Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia

Minggu, 05 Desember 2021

Epidemi HIV dan AIDS di Indonesia

Pada tau Magic Johnson gak? Pemain bola basket Amerika Serikat yang merupakan pelempar bola dan point guard terbaik dalam sejarah pertandingan NBA.

Kalian lihat beliau sehat dan berprestasi kan? Tapi tau gak sih, ternyata beliau menderita HIV. Kaget ya? Disangkanya semua penderita HIV itu tidak bisa apa-apa hanya di kasur.

Hmmm... gaes, kalau kalian masih punya pemikiran seperti itu, coba baca sampai habis tulisan saya kali ini ya. Karena saya akan share info yang saya dapat dari Live Youtube Berita KBR.

Berita-KBR
Bram (kanan atas): ODHA yang tetap terlihat bugar

Dengan pembawa acara Ines Nirmala dan narasumber:
  • dr. Adi Sasongko (Ketua Badan Pengawas YKIS)
  • Bram (ODHA)

Semoga info yang info yang saya bakal kasih tau ke kalian bisa mengubah pandangan dan stigma kalian ke ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).


Apa penyebab HIV?


HIV disebabkan karena adanya kontak darah atau kontak seksual yang berisiko dengan orang yang punya penyakit HIV/AIDS.

Jadi, kalau menggunakan handuk atau alat makan, insyaallah mah gak akan tertular ya. Bahkan, ODHA bisa hidup berdampingan dan kerja bareng.

Tidak seperti TBC atau Covid-19 yang bisa menular melalui percikan ludah, HIV tidak semudah itu menular. Air kencing dan tinja saja katanya tidak menulari.


Apa gejala dan bagaimana proses infeksi HIV?


Bagi para penderita yang sehat, gejala HIV tidak terlalu menonjol atau khas. Bisa tetap sama dari segi intelektual, produktifitas, bahkan fisik luarnya.

Bedanya, di dalam darahnya ODHA itu ada virus HIV. Yang kalau telat ditangani bisa menjadi AIDS dan semakin menyerang kekebalan tubuhnya.

Dari acara yang saya ikuti ini, saya jadi tau ada 2 tahap terkena infeksi HIV. Yang pertama, HIV terlebih dahulu. Jika tidak tertangani dengan baik, baru tahap akhir yaitu AIDS.

Oleh karena itu, buat kalian yang melakukan lifestyle yang berisiko terkena HIV/AIDS, seperti kontak seksual yang berisiko, segera tes CVT (Voluntary Counseling and Testing).

Dengan terdeteksi lebih cepat, minum obat rutin lebih awal, maka akan terhindar ke tahap parah selanjutnya. Dan tentunya menghindari menulari ke orang lain.

Buat yang berisiko terkena HIV lalu demam tapi tidak tes, hati-hati loh, penyakit bisa berjalan terus dan berjalan ke tahap akhir yaitu AIDS.

Nanti malah jadi sakit, harus dirawat dan istirahat di rumah. Karena bisa merusak kekebalan tubuh yang sudah runtuh karena AIDS.

Jika kekebalan sudah runtuh akibat AIDS, nanti tubuh tidak melindungi dari infeksi lain. Dan bisa terjadi komplikasi tbc, jamur, atau kanker kulit di sekujur tubuh.


Obat untuk ODHA


Meski sudah terlanjut terkena HIV, bisa dicegah ke tahap AIDS dengan minum obat anti retroviral. Sehingga, jumlah virus di dalam tubuh tidak berkembang biak.

Butuh waktu 5-10 tahun dari tahap HIV menjadi AIDS jika tidak ada pengobatan. Tapi jika kalian periksa dan minum obat secara teratur serta sesuai dosis, akan bisa direm.

Kekebalan tubuh terpelihara dengan obat yang diminum sepanjang hidupnya dan tetap bisa hidup produktif nan berprestasi layaknya masyarakat lainnya.

Kemajuan obat anti retroviral juga jadi menurunkan kesakitan dan angka kematian akibat HIV/AIDS. Pastikan juga tes CTV per 3 bulan rutin.

Untuk efek obat beda-beda ya, apalagi ini termasuk obat keras. Bisa pusing, mual atau kambuh alerginya, dan bisa juga efek lainnya.

Seperti Bram yang hanya sekitar 2 minggu pusing saat beradaptasi dengan obat dan untuk mengurangi efek kleyengan akibat obat, dia minum obat satu jam sebelum tidur. Sehingga, pusing dibawa tidur saja dan paginya tetap bisa beraktifitas.

Oia, obat ODHA juga gratis ya dari pemerintah!

Kalian yang ODHA juga jangan takut ketauan, dikucilkan, diusir atau merasa didiskriminasi, sehingga jadi tidak mau berobat ya.

Dokter Adi berpesan, HIV AIDS masih ada, penularan masih terjadi, dan ini menjadi tanggung jawab bersama-sama untuk menanggulangi serta mencegah penyebarannya.

Aniwei, kayaknya itu dulu info kali ini. Semoga bahasan tentang AIDS dan HIV semakin banyak tersebar sehingga mengurangi stigma terhadap ODHA dan terwujud bebas HIV/AIDS tahun 2030.

Salam,


Hani, yang berusaha menerapkan hidup sehat dan aman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)