nisaahani: Cara Mencegah dan Mengatasi Mask Acne Sebelum ke Dokter Kulit Terdekat

Minggu, 28 Februari 2021

Cara Mencegah dan Mengatasi Mask Acne Sebelum ke Dokter Kulit Terdekat

Gaes, meskipun kulit saya belum sempurna, tapi izinkan saya share tentang cara mencegah dan mengatasi mask acne. Karena materi dari dr. Sonia Hanifati SpDV* bagus untuk disebarluaskan. Biar menghindari jerawat selama pandemi.

Mask Acne


Cara Mencegah dan Mengatasi Mask Acne
Johnny NCT pakai masker, tapi kok tetap tanpa jerawat ya? ><
(source: pinterest)

Biasanya mask acne timbul akibat menggunakan masker dan ini hampir terjadi di banyak orang semenjak pandemi ini (hampir 75%). Jadi, tenang saja, kamu gak sendirian kok. :p

Kemudian, jenis jerawat yang biasanya muncul adalah komedo, papul atau noduls. Dan, ciri-ciri jerawat itu biasanya ada komedonya. Jika tidak ada, bisa konsultasikan ke dokter kulit terdekat.


Cara Mencegah Mask Acne


Btw, sebelum saya share lebih lanjut, mau nanya dulu nih. Kalian ganti masker tiap 4 jam sekali kan ya? Kemudian, tiap pergantian lepas masker, membiarkan wajah tanpa masker biar ada udara segar selama kurang lebih 15 menit kan? Karena anjurannya begitu, untuk menghindari keluhan akibat penggunaan masker, termasuk mask acne.

Lalu, tidak menggunakan pelembut atau pewangi apapun kan di masker kalian? Masker kainnya hanya dicuci pakai detergen? Terus, sudah rajin membersihkan wajah belum? Jangan-jangan mentang-mentang ketutupan masker, jadi males bersihin wajah. Hehe.

Bila sudah semua, alhamdulillah. Sudah rutin mengganti masker setiap 4 jam sekali juga, alhamdulillah. Jika belum, silahkan dipraktekkan dulu, biar hilang mask acne-nya.

Karena, mungkin saja jerawat itu timbul disebabkan sebum alias minyak wajah yang meningkat, alergi pelembut pakaian, masker yang lembab atau alergi bahan maskernya. Pilih masker yang jarang bergeser dan mempunyai bahan lebih gampang menyerap keringat, seperti masker duckbill atau lainnya.

Eh, tapi, yakin itu jerawatnya karena pakai masker? Bukan jerawat karena yang lain? Begadang, stress, polusi, tidak cocok dengan skincare/makeup atau kebanyakan makan makanan dairy/manis juga bisa menimbulkan jerawat, loh.

rajin masak selama pandemi
Di rumah alhamdulillah makin rajin masak, tapi bahannya sering lupa sehat atau kaga. :(

Bahkan, saya pernah ke dokter, terus beliau bilang, selain makanan manis dan dairy, kacang, mie instan, makanan pedas, telur, seafood dll juga bisa ngaruh kalau kebanyakan atau keseringan. Coba dicek lagi, kali aja mentang-mentang di rumah mulu, makan jadi suka-suka, dengan dalih yang penting bahagia. Haha.


Jika, semua kegiatan di atas sudah dilakukan tapi tetap ada jerawat, kalian mungkin bisa melakukan langkah-langkah berikut:
  • Mengurangi penggunaan makeup atau skincare.
  • Pilih sabun muka yang gentle, tanpa menyebabkan kering atau ketarik.
  • Menggunakan skincare yang punya bahan aktif bisa mengurangi sebum.
  • Pakai skincare/makeup setengah jam sebelum pakai masker.

Baca juga: Skincare gentle

Cara Mengatasi Mask Acne


Langkah awal jika sudah ada mask acne dan tak kunjung hilang, padahal sudah melakukan pencegahan adalah menggunakan skincare yang mengandung Salicylic acid dan benzoyl peroxide (biasanya bentuk obat totol).


dokter kulit terdekat
Gak usah takut minta pertolong para ahli

Namun, jika belum membaik, silahkan konsultasikan ke dokter kulit terdekat untuk diagnosa lebih lanjut. Sebab, jika lebih cepat penanganannya, maka cepat hilang juga jerawat serta bekasnya. Gak usah takut ke dokter kulit terdekat ya, beb, apalagi jerawat geday parah lebih dari tiga.

Biasanya, dokter akan memberi nasihat dan obat minum serta obat oles/skincare. Tapi tergantung tingkat keparahan juga sih. Lagi-lagi saya ingatkan, gak usah takut, itu wajar kok. Hehe.

Saran saya, jika bentuknya obat, tebus aja semua. Tapi, kalau skincare, bisa coba beberapa dulu, misal sabun muka, sunblock, dan krim malamnya. Karena itu kan pasti kepake. Atau tanya dokternya mana yang bisa dicoba terlebih dahulu. Lalu, jika cocok bisa coba rangkaian produk lainnya. Tenang saja, dokter yang baik tidak akan memaksakan pasien kok.

Ini berdasarkan pengalaman saya saja. Karena, saya pernah tebus langsung semua rangkaian skincare-nya, tapi kebanyakan gak cocok, malah jadi mubazir dan jadi kayak uji coba produk. Sebenernya gak masalah sih, namanya juga usaha, tapi kan sayang uangnya kalau mesti ganti-ganti mulu karena gak cocok. :(


Selain diberi obat, biasanya kalian akan ditawari ekstraksi komedo. Selama itu dilakukan oleh dokter dengan benar dan langsung keluar isinya, ya gak apa-apa. Tapi jika tidak dilakukan oleh ahlinya, malah dipencet-pencet aje, jangan ya, ngeri makin meradang.

Kalau saran saya, jika jerawatnya meradang hampir di banyak titik, bener-bener merah yang geday, langsung aja chemical peeling. Ini mayan lebih ampuh sih menurut saya, meski kadang beberapa hari muncul pengelupasan dan bisa bikin kering. Wajar kok itu. Tapi, lagi-lagi, saya sarankan nanya ke ahlinya.

Sedangkan untuk bekas jerawatnya, biasanya dokter akan menawarkan beberapa penanganan berikut ini:
  • Laser Nd YAG untuk menghilangkan bekas jerawat terutama yang berwarna gelap
  • Laser CO2 untuk menghilangkan bekas jerawat yang berupa tekstur (bopeng)
  • Subsisi untuk bopeng yang terlalu dalam

Dana cukup? Yaudah sih langsung aja laser, biar cepat hilang bekasnya. Recommended ini menurut saya. Hehe. Kurang lebih itu sih sharing saya kali ini, semoga bermanfaat. Cmiiw. ^^

*Dr. Sonia Hanifati adalah dokter spesialis kulit dan kelamin lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat ini dr. Sonia merupakan Co-Founder dari @thegoodchem (insragram)/TheGoodChem.com serta aktif berpraktik di @rsbudikemuliaan @bamedskincare dan @dermatoven. Info lebih lanjut: https://linktr.ee/soniahanifati
Blog: soniahanifati.id
Instagram: @soniahanifati

Salam,


Hani, yang insyaallah tidak akan lagi ada jerawat dan bekasnya. Aamiin.

1 komentar:

  1. Hai sesama Nisa, salam kenal..
    Ooh, kayaknya saya masih sering mencuci masker kain dgn pewangi dan pelembut, bisa Jd itu penyebab daerah dagu Jd sering berjerawat meskipun durasi saya maskeran itu ga lama2 lho. Makasih infonya ya

    BalasHapus

Hehooo semuanya,

Terima kasih telah mampir di blog www.nisaahani.com. Semoga bermanfaat ya tulisannya. Di tunggu komentarnya. Dan sangat terima kasih kembali jika tidak meninggalkan link atau mengopi tulisan di blog ini tanpa izin. :)