nisaahani: Property
Tampilkan postingan dengan label Property. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Property. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2019

[Resepsi] Pernikahan Idaman

Bahas resepsi pernikahan yuuukkk...

Sebenernya, udah lama pengen bahas Pernikahan atau Resepsi Idaman saya. Tapi karena saya masih maju mundur untuk momen yang pas. Jadinya, belum ketulis. Hehe.



(Semua foto di postingan ini yang tidak berlogo www.nisaahani.com adalah dokumentasi BWE)

Nah, karena ada Bekasi Wedding Exhibition di Grand Galaxy Convention Hall. Jadi kepikiran buat bahas konsep resepsi ala saya. Walaupun, pernah berpikir resepsi santuy ala Suhay Salim itu juga cukup, asal kehidupan setelahnya semakin mapan, jaya, berpengaruh, dan berprestasi. Haha.

Namun, sebenernya saya mah masih belum segitunya mesti ini itu. Masih bisa dikondisikan. Saya tidak menolak jika mengadakan royal wedding di Gedung Grand Galaxy Convention Hall (GGCH), Bekasi yang berkapasitas 2.500 orang. Yang mana itu adalah gedung pernikahan terbesar di Bekasi dengan ballroom mewah, fasilitas yang setara hotel bintang 5 serta lokasinya yang strategis.







(Gedung nikahan dengan toilet memadai itu harus. Kan kasian yang kebelet kalau toiletnya gak enak)

Atau resepsi konvesional di rumah/gedung biasa. Bebas bagi saya mah. Yang penting, saya tidak direpotkan dan tidak dimintai biaya ini itu demi gengsi yang bagi saya tidak worth it. Mending biayanya untuk kehidupan setelah resepsi. Biar kehidupan pernikahannya berkecukupan, aman, nyaman, dan mapan. Sakinah mawadah warrahmah gitu maunya. Aamiin.

Pernikahan memang untuk menyempurnakan dari iman, bisa jadi ladang pahala, bisa memperbanyak rezeki juga. Sekali seumur hidup. Tapi ya saya agak kurang suka menyembah gengsi. Jadinya sesuaikan budget, kemauan, dan keadaan saja.


Saya juga tidak masalah untuk pakai paket all in one untuk para pengantin seperti yang ada di Grand Galaxy Convention Hall atau ngurus satuan sendiri. Karena beberapa tempat atau wedding organizer suka mengadakan event Pameran. Seperti, Grand Galaxy Convention Hall yang memiliki event rutin yaitu Bekasi Wedding Exhibition. Jadi, kita bisa melihat-lihat vendor mana yang sesuai.


(Kalau datang ke pameran wedding, pastikan belum makan. Karena kita bakal coba banyak makanan katering. Haha)

Memang masih fleksibel sih konsep resepsi pernikahan saya. Mau Gedung Pernikahan di Bekasi kek, biar bisa royal wedding di Grand Galaxy Convention Hall atau di daerah lain. Bebas. Asal di omongin baik-baik.



Resepsi Pernikahan Idaman Saya


Tapi, kalau mengenyampingkan biaya, waktu, omongan orang, dan blablabla lainnya. Saya kepikiran beberapa konsep pernikahan. Yang pertama, pengen resepsinya di taman bermain. Terus selain ngundang keluarga dan orang lain yang mau diundang, saya pengen ngundang anak-anak tidak mampu untuk main seharian di taman bermain plus makan dan akomodasi serta bekal pulang.




Selain itu, saya juga pernah kepikiran buat ala-ala Garden Party gitu. Bisa di daerah lain atau di rumah ortu yang sekarang mau dijual. Pengen buat ala-ala garden cafe gitu di rumah ortu yang luas tanahnya kurang lebih 700 meter dan luas rumahnya 180 meter. Lokasinya dekat Mekarsari. Pas banget kan tuh temanya?



(Lingkungannya masih asri. Banyak tanaman. Tinggal ditanam bunga yang banyak. Biar jadi taman bunga)



Bagian dalam rumahnya di jadiin cafe atau tempat ambil makanan dan makan. Luarnya ada taman bunga matahari atau bunga lainnya. Biar bisa buat foto-foto atau makan suasana outdoor.


Sayang, rumahnya mau dijual. Dijualnya 500 juta aja lagi. Karena orang tua tidak jadi tinggal di sini. Padahal kan ide saya mayan banget kan ya itu buat konsep resepsi dan jadi cafe atau tempat wisata yang bisa disewain untuk pernikahan. Atau jadi lahan hidroponik, mayan tuh. Minimal jadi kosan lah udah, bisa jadi puluhan pintu. Lumayan banget itu jadi pemasukan tambahan tiap bulan. Apalagi lokasi dekat jalan raya dan dekat Mekarsari. Dijadiin penginapan juga enak tuh, buat ngehasilin duit. :D


Haha. Oke lanjut ke cerita...


Dan untuk makananya nanti, saya jadi pengen sewa semua makanan enak atau terkenal di daerah situ dan jabodetabek. Jadi, tamu undangannya bakal makan makanan yang udah terjamin keenakannya. Lalu, untuk souvenirnya. Mau souvenir bibit bunga/buah/sayur yang dibungkus kertas. Jadi, kalaupun tidak sengaja terbuang, tidak menjadi sampah yang sulit terurai.


No dangdut atau berisik-berisik yang mengganggu daerah sekitar. Terus kalau bisa tidak menutup jalan tempatnya ataupun parkiran tamunya. Pokoknya, jangan ganggu orang lain.

Kemudian, untuk bajunya, saya ingin konsep syar'i menutup dada serta undangan cewe cowo dipisah. Dan untuk undangannya, kalau dari saya, masih sama. Saya pengen undang anak yatim dan anak jalanan selain keluarga inti plus mbah putri dan mbah kakung saya. Selebihnya, tergantung orang tua dan calon mempelai pria beserta keluarganya.


Karena saya belum kepikiran undang siapa-siapa yang spesial gitu. Ngundang teman pun saya belum kepikiran, teman mana yang saya mau undang. Karena semakin dewasa, kenyataannya orang pada sibuk masing-masing. Sudah pada sibuk dengan prioritasnya sendiri. Jadi, meskipun nanti saya mengundang, saya tidak terlalu banyak berharap.


Hmmm... apalagi ya yang saya mau ceritain selain gedung atau rumah untuk menikah?Merencanakan pernikahan atau masa-masa mempersiapkan pernikahan kadang seru sendiri menurut saya. Walaupun pada kenyataannya, saya kaga mau repot. Haha. Karena bagi saya, menikah itu harus mudah. Gak cuma nikah sih, semua harus mudah kalau bisa dibuat mudah. :p


Kayanya itu aja deh tulisan kali ini. Semoga aja tulisan ini banyak yang aamiin-in. Jadinya beneran nikah di tahun 2019 ini atau tahun depan sama dokter atau direktur yang gaji bulanannya puluhan juta gitu. Yang sholeh, attitude-nya baik, setia, baik sama saya dan keluarga, sehat biar kita bisa sama-sama bareng yang lama, riwayat keluarganya baik, tingginya 180cm lebih. Haha. Aamiin.


Udah dulu ya, kalo ada doa, komen atau apalah, silakan aja ya gengs.


Salam,



Hani, yang semoga segera punya keluarga sakinah mawadah warrahmah dan semakin cantik, bahagia nan tajir. Aamiin.

Selasa, 13 Agustus 2019

Apartemen Grand Taman Melati Margonda 2, Kosan Elit Dekat Kampus UI


Hai, senin minggu lalu saya dan teman-teman Blogger Crony Community (BCC) ke Grand Taman Melati Margonda 2. Itu loh apartemen dekat kampus Universitas Indonesia (UI). Beneran dekat banget. Jadi, dari stasiun UI, kalian tinggal nyebrang terus ke kiri. Keliatan kok gedungnya dari stasiun.

Pas ke sini, banyak kenangan muncul. Bukan, bukan karena saya pernah tinggal di Grand Taman Melati Margonda 2. Tapi kenangan zaman kuliah dan asrama atau ngekos yang muncul. Haha.

Sebelum cerita lebih lanjut, saya singkat apa ya Grand Taman Melati Margonda 2? Biar akrab kituh. Nggak deng. Biar kaga kepanjangan aja ngetiknya. Haha. Apa dong? Taman Melati? GTM Margonda2? Apartemen Taman Melati? Taman Melati Margonda? Tamel? Hmmm... Oke GTM Margonda 2 aja kali ya.




Di salah satu ruangan GTM Margonda 2 kita dijelaskan oleh Pak Cipto Wardoyo (Deputi project Director Grand Taman Melati Margonda 2), Ibu Elvira Wigati (Project Director Grand Taman Melati Margonda 2), dan Ibu Safira Andika Putri (Marketing Manager Grand Taman Melati Margonda 2) tentang perkembangan, fasilitas, dan keterangan lain tentang apartemen ini.

Apartemen seluas 3.705 m2 dengan 939 unit ini ternyata dikembangkan oleh PT. Adhi Persada Properti (APP) salah satu anak perusahaan PT. Adhi Karya (Persero), Tbk. Dan telah mengembangkan Taman Melati Margonda tahun 2011 sebanyak 800 unit serta Grand Taman Melati Margonda di tahun 2013 sebanyak 507 unit. Wew.

Tidak hanya itu, ternyata APP memang telah mengembangkan beberapa apartemen dekat kampus terbaik, seperti:
1. Taman Melati Jatinangor dekat kampus UNPAD, ITB, IPDN
2. Taman Melati Yogyakarta @Sinduadi dekat kampus UGM
3. Taman Melati Surabaya @MERR dekat kampus UNAIR

Bisa dibilang APP ingin membuat apartemen menjadi hunian yang nyaman untuk para mahasiswa. Kosan elit gitu lah gampangnya. Hehe. Karena memang targetnya jadi kosan menengah keatas.

Kan setiap kampus ada aja tuh mahasiswa dari kalangan menengah keatas, apalagi Top 10 University, banyak pastilah ya. Belum lagi biasanya kampus unggulan itu ada kelas Magister dan Doktor, yang mana biasanya mereka sudah bekerja. Nah, APP menargetkan seperti itu tuh yang bakal tinggal di apartemen ini.

Tapi, buat kalian yang investasi juga bisa banget beli apartemen di GTM Margonda 2. Karena jika kalian beli untuk investasi dijadiin kosan, terus sibuk banget nih, bisa nitip ke APP buat urusan ini itu. Tentunya ada hitung-hitungannya lah ya. Lupa saya. Tapi kalau kalian tertarik untuk nitip bisa saya tanyakan ke mereka lebih detail mekanismenya.

Karena lokasinya yang strategis, dekat Universitas Indonesia bok, progres penjualan GTM Margonda 2 sudah 80%, topping off bulan April 2018, dan sudah serah terima bertahap ke penghuni. Padahal target serah terima Desember 2019, tapi sudah serah terima sejak Januari 2019. Saking segitu antusiasnya.

Tapi emang sih fasilitasnya mumpuni banget buat anak kuliahan. Banyak tempat belajar yang kekinian. Dari lobby-nya aja tuh udah keingetan asrama.






Aniwei, ini nih rencana fasilitasnya GTM Margonda 2:
1. Student center indoor dan outdoor
2. Mini library
3. Lobby yang luas
4. Rooftop cafe
5. Fitness center
6. E-book
7. Kolam renang

Fasilitasnya memang belum rampung 100%, seperti rooftop cafe belum jadi, alat fitnes masih di plastikin, dan masih ada beberapa pekerjaan lainnya. Tapi sudah banyak yang jadi kok, banyakan yang sudah rapi malahan dan kayanya sudah ada yang nempatin juga. Tinggal dikit yang masih perlu dibenahi.




Tertarik punya unit di GTM Margonda 2Mangga dipilih, mau tipe yang seperti apa.
1. Tipe studio A harga Rp 757 juta dengan luas 24.3 m2
2. Tipe studio B harga Rp 801 juta dengan luas 27.75 m2
3. Tipe studio C harga Rp 776 juta dengan luas 25.8 m2
4. 1 bedroom, harga Rp 1.022.100.000,- dengan luas 36.45 m2
5. 2 bedroom harga Rp 1.597.000.000,- dengan luas 56.35 m2

Kalau saya sih, jujur aja tertarik yang 2 bedroom. Biar satu kamar untuk adik saya, yang satu lagi untuk disewakan. Jadi, adik saya, saya suruh tinggal di situ sembari jaga kosan. Haha. Doain ya, semoga saya bisa segera beli banyak unit di apartemen GTM Margonda 2 dan adik saya bisa dapat beasiswa di UI. Aamiin.

Gimana nih para investor atau MABA/calon mahasiswa unggulan UI, tertarik tinggal di Grand Taman Melati Margonda 2? Cus beli. Hehe.


Salam,


Hani, calon juragan kosan.

Senin, 05 Agustus 2019

Nyari Referensi Tempat Tinggal Idaman di IPEX 2019



Hai, minggu lalu saya ke IPEX 2019 (Indonesia Properti Expo) di JCC Senayan Hall A dan Hall B. Di situ saya melihat aneka penawaran tempat tinggal dengan beragam cara transaksinya.

Ternyata, sekarang tidak hanya melalui kpr dan beli langsung ke juragan tanahnya loh untuk transaksi jual beli rumah/apartmen, bisa juga melalui lelang.

Jujur saja, saya tuh kurang tertarik beli rumah jika tidak cash. Tapi, gara-gara kemarin datang ke IPEX, saya jadi tertarik sistem lelang. Karena kita bisa dapat rumah lebih murah dan bisa cash juga. Itu bisa murah sebab bermasalah dan disita, kemudian dilelang.



Di IPEX 2019, selain bisa melihat penawaran rumah atau apartmen, ada talk show juga. Waktu saya datang ke sana, talk shownya membahas Serba Serbi Menata Rumah dengan pembicara Adelya Vivin dan Zata Ligouw.

Saya share yak apa saja yang disampaikan Mba Adel terkait menata rumah di lahan sempit dan cara menata ruang kerja ala Mba Zata. Tentunya saya share sekalian curcol yak. Haha.


Smart Small Living, Cara Menata Rumah di Lahan Sempit

Pertama, karena tau luasnya tidak besar, pastikan tema rumah yang dipilih itu tidak membuat rumah semakin sempit atau bahkan tidak muat.


Pemilihan tema bebas sesuai selera. Kalian bisa searching di internet untuk dapat referensi lebih detail, tema apa yang kalian mau pilih.


Tapi kalo saya pribadi, kalau kondisinya seperti ini, lebih milih minimalis ala rumah Jepang atau Korea. Yang kondisi rumahnya bersih, tidak ada benda bercecer. Terus saya usahakan benda di rumah saya yang benar-benar saya butuhin saja. Biar tidak mubazir.


Kemudian, pencahayaan. Bahkan bagi Mba Adel, lighting adalah hal paling penting bagi beliau dalam mendesain rumah. Baik pencahayaan alami atau lampu, pastikan cukup dan sesuai dengan keingingan.


Pastikan rumah mungil itu pencahayaan alami yang cukup. Karena selain go green, bisa hemat listrik, dan hasil tampilannya lebih baik dibanding lampu.


Kemudian, usahakan 
tidak menimbun barang. Benda-benda yang dirasa tidak perlu, lebih baik dibuang atau diloakan. Sehingga, rumah terasa lebih lapang.

Tapi jika masih terasa banyak, bisa ditaruh di storage. Baik open storage atau close storage. Manfaatkan sudut-sudut kosong dalam rumah untuk menaruh storage, sperti atas pintu, jendela, dan lahan kosong lainnya.




(Close storage di bawah sofa)

Tentunya, tetap mesti rajin dibersihkan ya jika punya open storage. Karena biasanya terkena lebih banyak debu.




Lalu, untuk pemilihan cat dan benda-benda di rumah mungil, disarankan berwarna putih, abu-abu, dan warna yang tidak terlalu mencolok. Sehingga, membuat kesan luas. Tapi kalo kalian suka warna lain, silakan saja sih kalau saya pribadi. Asal seragam saja. Atau warna warni sekalian.

Apalagi ya? Kurang lebih itu sih pakem-pakem yang disarankan Mba Adel. Pokok'e jangan nimbun, manfaatkan segala ruang, dan pencahayaannya yang melimpah. Biar kaya di cafe. Hihi.

Cara Menata Meja Kerja



Oke next. Saya share cara menata meja kerja dari Mba Zata ya. Karena beliau seorang blogger juga. Jadi berasanya, I can relate kituh. Hehe.



(Jadi mau pakai meja zaman bocah. Tapi tak muat masuk kamar yang sekarang)

Mba Zata yang telah menjadi blogger sejak tahun 2000an (kalau tidak salah 2001) menyarankan meja kerja tidak perlu ruang khusus jika tidak ada. Manfaatkan saja yang ada terlebih dahulu. Bahkan, Mba Zata menyarankan meja belajar anak saja dulu. Jika memang adanya itu.



Untuk ruang kerja Mba Zata sendiri, beliau memilih suatu pojokan yang ditata sedemikian rupa untuk menunjang pekerjaannya, baik menulis, foto-foto atau take video. Jadi, walaupun kerja dari rumah, jika sedang duduk di pojokan itu, berarti beliau sedang bekerja dan anak-anaknya tidak akan mengganggu.



Bekerja dari rumah memang terkadang jadi sulit membedakan sedang bekerja atau tidak. Sehingga orang lain menyangka, kita-kita yang sedang bekerja bisa dimintai tolong atau dapat gangguan lainnya. Padahal kita butuh konsentrasi penuh, layaknya bekerja di kantor.

Menurut Mba Zata penting menata meja kerja dengan benda-benda yang bermanfaat dan meningkatkan mood. Sehingga, meningkatkan performa kerja.

Mba Zata mengisi ruang kerja dengan perangkat nulis, mood board, tanaman, dan item-item lucu yang kebanyakan hasil diy. Betewe, bagi Mba Zata, tanaman adalah salah satu item terpenting di meja kerjanya. Hehe.

***

Kurang lebih itu sih yang saya dapat dari IPEX 2019 yang saya datangi beberapa waktu lalu. Walaupun begitu kan tetap keputusan di tangan saya, yekan. Hehe. Karena ada beberapa yang saya tidak relate dan ada yang butuh saya tambahkan, sesuai kondisi saya. 

Seperti, saya kurang paham, kenapa Mba Adel memilih sofa menjadi furnitur yang pertama dipunya. Karena bagi saya, kasur yang pertama kali mesti punya. Kan memang kondisi beda-beda kan. Tapi selebihnya, ilmu yang diberikan Mba Adel bikin saya mau segera menata rumah sendiri. Apalagi liat rumah Mba Adel yang instagramable banget. Hehe.



Terus, jika saya mempunyai meja kerja di rumah saya sendiri nanti, saya mau nambah meja rias berlampu juga. Karena biar pepotoan beauty saya makin cetar ulala. Azek.


Wokeh, sekian yang saya bisa share dari IPEX a.k.a Indonesia Properti Expo. Yang mau cari tempat tinggal, bisa banget nih datang ke sini kalau besok-besok ada lagi acaranya. Saya pribadi malah menyarankan ke sini dulu sebelum membeli properti. Namanya juga Indonesia Properti Expo, ya isinya pameran properti dari segala segmen dan wilayah.

Jadi, kita tidak usah capek-capek datang langsung satu-satu ke lokasinya. Tinggal lihat-lihat, pikirkan, lihat langsung, pertimbangkan, beli deh. Lebih hemat waktu. Tapi, hati-hati, nanti malah doyan datang karena talk shownya juga bermanfaat. Hihi.

Salam,


Hani, yang jadi makin semangat kerja, biar punya properti sendiri yang banyak.
Nb: foto koleksi pribadi. Foto ruangan hasil foto-foto di IKEA.

Rabu, 31 Juli 2019

Kota Wisata Cibubur, Hunian Modern untuk Para Milenial


Hai, 7 Juli 2019 lalu, saya ke Kota Wisata Cibubur untuk acara Blogger Vlogger Gathering. Di sana, saya diajarkan cara mengoptimasi konten yutup. Selain itu, saya juga diajak berkeliling Kota Wisata Cibubur dan melihat langsung rumah type Nashville.


Setelah sambutan dan penjabaran tentang Sinar Mas dan Kota Wisata Cibubur, kita belajar cara take the footage dan pengoptimasi lainnya. To be honest, saya bukan tipe ngevlog yang keliatan mukanya langsung gitu, lebih ngeshoot tempat sekitar dan situasi. Jadi ada insight baru sih dari acara ini.

Terus, setelah itu, kita diajak berkeliling Kota Wisata Cibubur dan melihat langsung rumah type Nashville. Btw, saya share dikit ya, apa saja yang ada di Kota Wisata Cibubur. Walaupun lebih baik kalian mah mending datang langsung atau cek website/sosmednya buat tau lebih detail. Tapi gapapa lah ya saya sharing. Biar dapat pandangan pribadi saya. Hehe.

Fasilitas Kota Wisata Cibubur

Kota Wisata Cibubur tentunya berlokasi di Cibubur lah. (Haha. Maap jayus. Oke next...) Kalau dari gerbangnya sekarang, kalian bisa melihat banyak yang piknik di sisi jalannya. Seriusan loh ini. Haha. Sayapun pertama kali kaget. Kenapa komplek gedong banyak orang piknik. Walaupun bukan piknik gelar tiker gitu, lebih ke nongki-nongki di kursi atau taman sekitar. Tapi pas liat lagi namanya, saya paham. Ya, namanya juga Kota Wisata, gapapa kali piknik. Hehe. Tapi tenang saja, ada satpam kok, jadi kenyamanan tetap diutamakan.

Setelah itu, kita dapat melihat beberapa fasilitasnya Kota Wisata Cibubur, seperti: tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, tempat kursus seperti Kumon, EF, ILP, kampung china, fresh market, bank, atm, apotek, mini market, sanggar les, klinik akupuntur, bengkel, toko baju, tempat olahraga, dan tempat makan.

Untuk fasilitas sekolah ada BPK Penabur, Sekolah Islam Fajar Hidayah, Sekolah Katolik BHK, dan Sekolah Islam Al-Azhar. Sedangkan, rumah sakit terdekat adalah Eka Hospital Cibubur dengan international patient safety goals dan kelengkapan fasilitas serta layanan di bidang saraf, jantung, IGD, stroke, ibu dan anak dll.

Kemudian ada Masjid Jami’ Darussalam untuk masjid yang ada di Kota Wisata Cibubur. Ada children swimming lagoon dan kolam renang ukuran olympic untuk fasilitas olahraga. Ada arena futsal, tenis, tenis meja, basket three-on-three, bulu tangkis, squash5 stars gym, jogging track, fitness center, spa, dan kelas Aerobik yang dibimbing oleh instruktur serta dekat dengan restoran Saung Alam Sunda dan Caos Dahar.

Untuk tempat makannya, ada Steak 2511, McDonald’s, Mang Kabayan, Raffel’s, Coffee Toffee, Saung Sunda, Sharon Bakery, Saint Cinnamon & Coffee, dan masih banyak lagi. Sedangkan banknya, ada Sinarmas (bank pengembang pasti ada dong. hehe), Mandiri, BCA, CIMB Niaga, Maybank, dan masih banyak lagi.

Lalu untuk transportasi umum, untuk ke sini ada Busway dan di lanjut angkot/ojek. Sedangkan, untuk berpindah lokasi di dalam Kota Wisata ada Intrabus, Taxi Pool di depan Kompleks Sentra Eropa, Mini Bus Transportation ke Airport, serta Bus JR Connection baru untuk kemudahan akses.

Residential Nashville


Di Kota Wisata ada beberapa residential, seperti: nebraska, new visalia, visalia, bellwood, dan nashville. Tapi waktu itu, kita cuma dikasih liat yang Nashville.

Huniannya Tropical Urban Living gitu, jadi kaya akan sinar matahari. Terus, ada 3 kamar timur dan tersedia tipe 220, 166, 137, 129, 100.


Untuk spesifikasinya yang tipe 220 adalah sebagai berikut:
Pondasi : Tiang Pancang
Dinding : Batu Bata - plester dan aci
Kusen : Aluminium Ex. YKK atau Setara
Lantai Utama : Homogenous Tile
Finishing Cat Dinding Jotun/Mowilex
Plafon : Gypsum
Daun Pintu Utama : Solid Panel/Full core Engineering Door
Daun Pintu Dalam : Honeycomb Engineering Door dan Alumunium
Atap : Rangka Baja Ringan
Penutup Atap : Genteng Beton
Sanitair : Body Keramik Ex. American Standard atau Setara
Listrik : 2200 - 3500 – 4400 VA
Air : Standar PDAM
Carport : Kombinasi Granit Sikat dan Keramik

Setelah berkeliling rumahnya, saya sebagai milenial tapi doyan ngumpulin aset, jadi berbinar-binar gitu ngeliat rumahnya. Abis saya memang pengen punya rumah yang cahaya sinar mataharinya banyak. Jadi, go green gitu.

Terus saya suka tipe-tipe yang sudah tinggal jadi, sehingga tidak perlu banyak permak sana sini. Pas banget kan ini. Tinggal pindah badan dan barang-barang. Modelnya juga modern, cocok buat anak muda.

***
Kemudian, setelah melihat langsung Residential Nashville, kita makan bareng di tempat makan yang berbeda-beda. Sekalian cobain langsung menu yang ada di ruko-ruko Kota Wisata.

Saya berkesempatan untuk mencicipi Sotonya. Dan enaknya, ketika makan, saya satu meja dengan Abi, pemateri konten yutup tadi. Tentunya, saya tanya-tanya dong. Haha.


(Ini yang namanya Abi, Duta Youtube)

Saya nanya bagaimana ceritanya doi bisa jadi Duta Youtube, konten apa yang dibuat, darimana infonya, dan lain-lain. Alhamdulillahnya Abi baik, doi mau aja tuh jawab semua pertanyaan saya dan teman-teman semeja lainnya. Haha. Makasih loh Abi sharingnya.

Setelah makan, kita balik lagi ke tempat awal sambil dibagi-bagi hadiah. Tapi sayangnya, saya belum dapat hadiahnya saat itu. Tapi semoga bisa lah ya menang lomba blog atau vlognya Kota Wisata Cibubur. Aamiin. Mau notebook-nya euy. Biar minim rebutan sama adik kalau mau pakai buat nulis atau kegiatan lainnya. Hehe.


(Video di Kota Wisata Cibubur)

Oke deh, sekian dulu kayanya ya. Bisa tonton video di atas juga, kalau mau liat lebih detail dalam rumahnya.

Semoga kita bisa punya rumah di sini. Aamiin. Apalagi sedang dibangun akses tol Cimanggis - Cibitung. Makin mupeng dah. Karena aksesnya semakin mudah. Yang mau beli cus ya buru, karena ada bonus DP ratusan juta rupiah.



Salam,


Hani, yang ingin segera punya banyak rumah atas nama sendiri dan membangun rumah tangga. Aamiin. Haha.

Senin, 24 Juni 2019

Easton Park Apartment Serpong : Tempat Tinggal Itu Bukan Sekedar Investasi, Tapi Persiapan Sebelum Menikah.

Beb, seriusan deh saya belum nikah dan belum ada ketok palu yang mana sama siapa dimana en debre lainnya. Ya, karena belum ada orang yang bikin beselera aja. *makanan kali ah, pake selera segala. Hehe.

Tapi gapapa keles ye membahas tempat tinggal. Karena bagi saya, penting banget tau akan tinggal dimana (mau ngontrak kek atau tempat tinggal sendiri, nggak peduli, yang penting tau mau tinggal dimana), bagaimana kehidupan setelahnya, visi misinya, dan pembicaraan berat lainnya, bukan sekedar bagaimana pestanya.

Atau kita anggap saja pembicaraan tentang apartment ini sebuah pembicaraan investasi. Banyak yang takut sama saya kalau bahasannya berat. Hehe. Padahal bagi saya, mau nikah atau belum, penting banget punya investasi, termasuk investasi bidang properti. Jadi, tidak hanya mengandalkan warisan (sebanyak-banyaknya warisan juga lebih membanggakan hasil sendiri) atau gaji yang sekarang.

Pada dasarnya, jangan suruh orang lain berusaha bersama, kalau bisa diusahakan sendiri terlebih dahulu. Karena menikah adalah untuk bersenang-senang bersama dalam jangka waktu lama, bukan kebanyakan drama.

Oke, sudah segitu saja ya intronya. Karena sebenarnya, saya kalau ngomongin investasi, keuangan, tempat tinggal, dan harta benda lainnya, atau kehidupan pernikahan, saya bisa berapi-api, panjang kali lebar, dan banyak out of the box-nya. Tapi, mari kali ini kalem. Kita nyante dulu kaya di pantai. Hehe. Tetap stay tuned ya, karena saya bakal bahas tentang Easton Park Apartment Serpong.


Apa itu Easton Park Apartment Serpong?

Dari weekend kemarin saya posting-nya membahas apartment ini mulu, kalian penasaran tidak? Hehe.

Easton Park Apartment Serpong itu adalah salah satu apartment yang ada di Tangerang Selatan. Lokasinya lumayan strategis, karena yang dari Tangerang Kabupaten tiap mau ke daerah Bintaro dan teman-temannya, diarahkan gmaps lewat sini.

Daerahnya juga masih asri, masih banyak ijo-ijonya, jadi adem. Bisa banget nih buat yang nyari hunian minggir tapi tetap terjangkau dari ibukota.

Unit yang ditawarkan Easton Park Apartment Serpong?


Tower 1 (De Paris): Type Donatello SG 21,10 m2 225 Unit, Type Picasso SG 31,24 m2 30 Unit, dan Type Rubens SG 47,52 m2 13 Unit.

Tower 2 (La Marine): Type Donatello SG 21,10 m2 189 Unit, Type Michael Angelo SG 24,10 m2 119 Unit, Type Picasso SG 31,24 m2 27 Unit, dan Type Rubens SG 47,52 m2 32 Unit.

Tower 3 (Louvre): Type Donatello SG 21,10 m2 185 Unit, Type Michael Angelo SG 24,10 m2 85 Unit, Type Picasso SG 31,24 m2 41 Unit, Type Rubens SG 47,52 m2 49 Unit, dan Type Residence Suite SG 87,22 m2 12 Unit.

Untuk Tower 1 dan 2 sudah penuh katanya. Makanya pas apartment tour weekend kemarin, kita cuma liat Tower 3.

Kenapa memilih apartment di Serpong, BSD Tangerang Selatan?

Karena ada potensi di sini. Sudah mulai ada pertumbuhan yang terlihat, termasuk dalam bidang ekonomi. Akses transportasi juga perlahan tapi pasti sudah banyak. Seperti: kereta api bandara (sudah ada dari tahun 2017), krl (lokasinya tidak terlalu jauh dengan stasiun), angkot, dan jalan tol.

Selain itu, fasilitasnya sudah mulai lengkap. mall dan kampus juga sudah ada. Seperti mall, AEON, Teras Kota, Lotte Mart, IKEA, dan lainnya. Untuk kampus, sudah ada UMN, Germany University, Surya University, dll.

Fasilitas Easton Park Apartment Serpong?


Untuk fasilitas kalian bisa liat foto di atas. Bisa terlihat kan, ada fasilitas kolam renang ala laguna, lapangan basket 3 on 3, fitness center, jogging track, 5 lift penumpang, 2 lift barang, triple play, dan keamanan 24 jam.

Harga Easton Park Apartment Serpong?

Rp. 325.000.000,-/Unit
Berlaku hanya untuk : Type Studio di Tower 3 Terbatas hanya 12 Unit

For more info or booking, please contact:
👇
Kontak aku ya, biar dapat tambahan diskon. Hehe.

Segitu saja ya bahasannya, soalnya kalau bahas investasi atau tempat tinggal tidak ada habisnya. Jangan kebanyakan dibahas lah udah, banyak tindakan nyata aja. Oke? Ditunggu laporan kalian yang sudah investasi ya. Hoho.

Salam,


Hani, calon juragan apartment. Aamiin.